
Awalnya Tyas terdiam mendengar ucapan Kaesang itu, namun setelah berpikir beberapa saat, ia pun menghela nafas panjang dan menganggukkan kepalanya.
"Baiklah, Kae, baiklah. Aku terima kartu ini ya, aku menerimanya untuk ku simpan dan ku gunakan bila ada keperluan mendesak. Ehm sekali lagi makasih ya Kae, aku janji akan menggunakan kartu ini baik-baik." setelah memikirkannya dan mempertimbangkannya beberapa saat, Tyas pun akhirnya mengalah dan mengiyakan ucapan Kaesang itu. Tyas mau menerima kartu pemberian Kaesang itu namun, ia menerimanya bukan untuk memenuhi kebutuhannya melainkan Tyas ingin menyimpan kartu itu dan menggunakannya bila ada keperluan mendesak.
Karena sejak dulu Tyas sudah diajarkan untuk hidup mandiri, dan bekerja keras. sewaktu kedua orang tuanya masih hidup Tyas selalu diajarkan oleh mereka begitu banyak ilmu dan juga wejangan.
sebenarnya jika ditilik lebih lanjut keluarga Tyas adalah keluarga konglomerat yang papanya merupakan CEO di sebuah perusahaan besar dan juga pemimpin dari hotel ternama di Indonesia.
dulu keluarga Tyas sangatlah berjaya, mereka hidup makmur dan sangat berkecukupan. Namun, setelah tragedi datang, mereka lama-kelamaan menjadi kekurangan dan menderita.
Perusahaan milik ayah Tyas lama-kelamaan bangkrut dan harus gulung tikar. ibunya yang stress dan sakit-sakitan perlahan-lahan mulai berubah.
lalu di suatu hari kekayaan ayah Tyas yang tersisa yaitu sebuah hotel ternama pun juga ikut terkena akibatnya. hotel itu tidak bangkrut melainkan diambil alih oleh seseorang.
Sungguh, mengingat itu Tyas sangatlah terluka. walaupun saat itu umurnya masih sangat kecil, ia tidak akan pernah bisa lupa dengan hal-hal sebesar itu.
Bahkan jika diingat lagi, ia pun juga sempat mengingat Siapa nama orang atau wanita di balik pengambil alih kekayaan keluarga Tyas.
Kaesang pun sontak tersenyum mengetahui Tyas menerima kartu pemberiannya itu. ia pun sontak saja meraih tangan Tyas yang terletak di atas meja, kemudian mengelusnya dan mencium punggung tangannya dengan lembut.
lalu setelah beberapa saat berlalu, Kaesang pun mulai memanggil pelayan di resto itu dan menyuruh mereka untuk membawakan makanan pesanannya ke mejanya sekarang.
"Kae, kamu prepare banget ya, semuanya udah kamu atur ya sebelumnya? dari mulai dekorasi ruangan, makanan dan semua pelayanan disini sangat cantik, ehm makasih ya Kae, kamu udah bawa aku kesini." ujar Tyas seraya tersenyum manis kearah Kaesang.
"Dear, aku siapin semua ini ya untuk kamu, untuk membuatmu nyaman dan bahagia. Ehm, sekali lagi makasih ya udah Nerima tawaran aku, aku seneng banget lihat kamu senyum kek gini." balas Kaesang seraya tersenyum balik kearah Tyas.
Sesaat keduanya tengah asyik mengobrol dan membahas begitu banyak hal itu tetiba saja makanan yang Kaesang pesan telah tiba.
Tyas kira makanannya hanya ada beberapa buah, namun rupanya ada begitu banyak pelayan yang mengantarkan nampan ke meja mereka.
Eum ...
Sesaat beberapa pelayan itu meletakkan nampan yang mereka bawa di atas meja Kaesang dan Tyas, Mereka pun mulai menundukkan kepalanya dan tersenyum ke arah mereka.
lalu setelah semua makanan yang Kaesang pesan telah tiba, para pelayan itu pun satu persatu langsung membuka nampan itu.
di sana telah tersaji begitu banyak makanan manis, seperti cake, donat, ice cream dan tak lupa juga bubur kint dari Chinese.
Namun, sesaat Tyas mengalihkan atensinya ke makanan yang baru dibuka oleh pelayan resto itu, ia pun tersentak di saat mendapati adanya beberapa gorengan kesukaannya di sana.
Ada pisang goreng, weci, tahu berontak, singkong goreng dan masih banyak lagi.
Astaga, dari mana Kaesang tahu makanan ini?
__ADS_1
"Kae, kamu tau darimana makanan ini, kamu suka gorengan ya?" tanya Tyas seraya tatapannya tetap mengarah kearah gorengan dan membulatkan matanya sempurna disaat ia juga mendapati adanya gudeg khas Jawa Tengah di sana.
mengetahui itu Kaesang pun tersenyum.
"Suka sih enggak ya dear, tapi aku nyajiin makanan ini ya karena kamu suka sama makanannya, dan gudeg ini aku udah pesen sejak semalam dari Rembang langsung. Ehm cobain deh, enak tau rasanya." ujar Kaesang.
Lalu di saat Tyas mulai membalikkan piringnya dan menyendok beberapa tuang gudeg itu ke dalam piringnya, ia pun langsung saja mencoba gudeg itu.
Wowww ...
Setelah gudeg itu menyentuh lidahnya, Tyas pun langsung saja membulatkan matanya sempurna, ia merasa terkejut dengan rasa gudeg ini yang begitu lezat.
"Wow, enak banget Kae, ini rasanya asli banget deh kayak yang di Jawa Tengah, dulu aku kan pernah ke Jawa Tengah karena study tour lingkungan, dan waktu itu kita juga ada makan gudeg sebagai menu makan siangnya. Kae, rasa gudeg ini sama gudeg yang ku makan waktu itu mirip banget." ucap Tyas seraya menyendokkan gudeg itu kedalam mulutnya.
"Enak ya dear, syukur deh kalau kamu suka. Ehm rasanya emang mirip ya karena gudeg ini juga berasal dari sana. Tadi kan aku sempat bilang kalau sebelumnya aku sempat mengekspor gudeg ini langsung dari asalnya, tapi kamu jangan takut ya, memang gudeg ini ku ekspor dari beberapa hari yang lalu tapi karena kualitas makanan di resto ini sangat bagus gudeg itu pun dipanasi lagi dan hasilnya tetap sama seperti saat kamu makan ini. Ehm habisin ya dear." balas Kaesang seraya tersenyum menatap kearah Tyas yang dengan lahapnya memakan gudeg yang ia ekspor langsung dari asalnya.
lalu di tengah-tengah dinner mereka, Kaesang yang tahu akan berbuat apa pun langsung saja mengangkat tangannya lagi.
Beberapa saat setelah ia mengangkat tangannya itu, dari arah kejauhan datanglah seorang pelayan resto itu dengan berjalan tergopoh-gopoh ke arah Kaesang.
Dia berjalan dengan tergesa sembari di tangannya memegang sebuah gitar.
Lalu setelah pria itu sampai di meja Kaesang, ia pun langsung saja menyerahkan gitar itu kepada Kaesang kemudian menundukkan kepalanya dan beranjak pergi dari sana.
Namun untuk apa pria tadi menyerahkan gitar itu kepada Kaesang?
Sementara itu Kaesang yang tahu Tyas Tengah bingung dengannya saat ini pun membuatnya tersenyum dan langsung saja memetik senar gitar itu.
Di sana muncullah beberapa nada yang sangat familiar di telinga Tyas.
lagunya memang sangat familiar namun yang membuat Tyas kaget dan terpesona yaitu dengan suara Kaesang yang terdengar sangatlah merdu.
Yap, setelah memetik senar gitar itu Kaesang pun mulai bernyanyi dan lagu yang dinyanyikannya adalah lagu ciptaan Virgoun yakni Surat cinta untuk Starla
🎶 .... 🎶 .... 🎶 ....
Kutuliskan kenangan tentang caraku menemukan dirimu
Tentang apa yang membuatku mudah berikan hatiku padamu
Takkan habis sejuta lagu untuk menceritakan cantikmu
Kan teramat panjang puisi tuk menyuratkan cinta ini
__ADS_1
Telah habis sudah cinta ini tak lagi tersisa untuk dunia
Karena telah kuhabiskan sisa cintaku hanya untukmu
🎶 ... 🎶 ... 🎶 ...
Aku pernah berpikir tentang hidupku tanpa ada dirimu
Dapatkah lebih indah dari yang kujalani sampai kini
Aku selalu bermimpi tentang indah hari tua bersamamu
Tetap cantik rambut panjangmu meskipun nanti tak hitam lagi
Bila habis sudah waktu ini tak lagi berpijak pada dunia
Telah aku habiskan sisa hidupku hanya untukmu
Dan telah habis sudah cinta ini tak lagi tersisa untuk dunia
Karena tlah kuhabiskan sisa cintaku hanya untukmu
🎶 ... 🎶 ... 🎶 ...
Bila musim berganti sampai waktu terhenti
Walau dunia membenci, ku kan tetap disini
Bila habis sudah waktu ini, tak lagi berpijak pada dunia
Telah aku habiskan sisa hidupku hanya untukmu
🎶 ... 🎶 ... 🎶 ...
Dan telah habis sudah cinta ini, tak lagi tersisa untuk dunia
Karena telah kuhabiskan sisa cintaku hanya untukmu
Karena telah kuhabiskan sisa cintaku hanya untukmu
............
Bersambung ...
__ADS_1