Cintaku Adalah Kamu

Cintaku Adalah Kamu
Episode 28- Maafkan saya..


__ADS_3

...Kelanjutan episode kemarin.......


"Maaf, tapi itu bukan keinginan saya. Saya benar benar tidak tahu kalau semua ini akan terjadi. Saya sungguh merasa bersalah pada Kaesang, karena kondisi dia jadi seperti ini karena menyelamatkan saya. Saya merasa sangat berhutang Budi padanya, dan jika bisa, saya akan melakukan apapun asalkan itu bisa membalas apa yang telah Kaesang lakukan untuk saya." Ucap Tyas menundukkan kepalanya, lalu kembali menatap kearah Indra, dan Kaesang bergantian.


"Sekalipun anda berikan seluruh harta yang anda punya sebagai gantinya, itu tidaklah sebanding dengan apa yang telah Kaesang perbuat untuk anda. Anda dengar, lebih baik Anda pergi dari sini atau saya panggilkan satpam buat seret anda keluar dari sini?, PERGI!" Balas ketus Indra sembari menunjuk kearah pintu, yang menandakan agar ibu guru itu segera keluar dari sini. Ia benar benar marah, dan tak mau lagi melihat tampang ibu guru itu, terlebih setelah ia tahu kalau karena dirinya putranya sampai mengalami kecelakaan.


"Baik, saya akan pergi dari sini, maafkan saya karena saya tak dapat berbuat apa-apa untuk Kaesang, dan maafkan saya, karena saya Kaesang jadi seperti ini. Sekali lagi saya minta maaf. Kaesang, Terima kasih banyak ya, ibu permisi." Ucap Tyas sembari tersenyum tipis, lalu menatap Kaesang, dan juga Indra bergantian. Kemudian hendak melangkah keluar dari ruangan ini, akan tetapi lagi lagi langkahnya berhasil di hentikan oleh Kaesang.


"Bu, tunggu..." Cegah Kaesang sembari bersusah payah bangun dari tidurnya.


"Kae, ada apa lagi, maaf ibu tidak bisa temenin kamu disini, sekarang ada papamu kan, jadi tak ada gunanya ibu tetap disini." Jawab Tyas sembari menundukkan kepalanya sekilas, lalu kembali menatap Kaesang sendu.


"Pa, pergi!" Ucap dingin Kaesang sembari menatap tajam kearah Indra, papanya.


"Kae, dia yang harus pergi, bukan papa. Sebenarnya apa yang terjadi sama kamu sih, kae hari ini, kenapa kamu lebih belain perempuan ini dari pada papa. Kae.." Timpal Indra tak terima dengan ucapan putranya barusan.


"Aku bilang pergi ya pergi, pa. Aku gak mau lihat papa disini. please get out of here, pa." Usirnya lagi.


"Ya sudah, kae, papa pergi, tapi ingat, besok papa akan kembali lagi, oke. Semoga kamu cepat sembuh ya sayang. Papa pulang dulu." Ucap Indra akhirnya.


Selepas itu keluarlah Indra dari ruangan ini, sembari menatap tajam kearah Tyas, yang masih berdiri mematung di tempatnya. Setelah pria tersebut keluar, Kaesang pun mulai terlihat lebih tenang, lalu menatap kearah Tyas sembari tersenyum tipis.


"Bu, sini bentar." Panggil lemah Kaesang pada ibu guru tersebut.


"Kae, gak seharusnya kamu begitu ke papamu, dosa kae, gak baik. Mungkin saya tidak tau apapun tentang keluarga kalian, dan apa masalah yang sudah terjadi dalam keluarga kalian, hingga membuat kamu sampai sebenci ini pada papamu sendiri. Tapi kae, walaupun begitu dia tetap papamu, dan dia juga sayang sama kamu. Please kae, jangan kayak gini lagi, oke. Ibu gak mau kamu jadi anak durhaka karena membenci papamu sendiri." Ucap Tyas sembari berjalan mendekat kearah Kaesang, lalu mencoba menasehatinya.

__ADS_1


"Ibu tidak tahu apa apa, makanya ibu dapat berkata demikian." Balasnya.


****************************


Saat ini terlihat seorang perempuan cantik, dengan rambut panjang sebahu tengah berdiri di atas Speedboat nya, ia terlihat tengah menelpon seseorang, dan nampak panik. Ia berulang kali mendiskusikan sesuatu dengan beberapa orang di Speedboat itu, kemudian marah, dan mulai berjalan kearah belakang boot, dengan raut kesal di wajahnya.


"Apaan sih mereka, gak bisa diajak kompromi sama sekali. Huufft, terus ini gimana sekarang, kalau sampai kejadian ini bocor ke orang lain gimana, terus bos besar?, Ah, serahlah." Ucapnya sendiri sembari memainkan handphone di tangannya, dan juga terlihat panik di wajahnya.


"Sin, Lo udah beresin temen Lo tuh kan?, awas ya jangan sampai ada orang yang tahu, kalau gak bisa gawat nanti." Ucap seorang pria tampan yang baru saja tiba di hadapan perempuan bernama Sinta tersebut, dan saat tahu kehadirannya, sinta pun langsung menghembuskan nafas kasar, sembari berdiri, lalu berjalan mendekat kearah pria tersebut.


"Udah sih tenang aja, lagian kalian semua kan juga terlibat, apalagi si Roy tuh, parah banget, lo juga. Parah kalian semua. Terus gimana ini, pusing gue. Nanti kalau keluarganya nyariin gimana, mau jawab apa gue. Haduh pusing." Ucap perempuan bernama Sinta tersebut pada pria di depannya.


"Ya Lo jawab apa kek gitu, udahlah tenang aja, bos pasti lindungi kita kok, kan ini juga tugas dari dia. Lagian kalau perempuan itu nurut, dan gak pake ngelawan pasti kejadiannya gak bakal kayak gini. Semuanya akan berjalan sesuai rencana, dan perempuan itu gak bakal mati. Ah udahlah gak usah dipikirin, tenang aja, oke." Ucap pria tersebut, kemudian setelah selesai dengan urusannya beranjaklah pria itu dari sana, lalu melangkah menuju ke depan Speedboat, dan meninggalkan perempuan itu sendiri di sana.


"Lo bisa tenang, lha gua, gua sahabat dekatnya, mau kasih alasan apa gua ke keluarganya nanti kalau mereka nyariin, ih, kenapa jadi kayak gini sih urusannya, pusing gue, pusing." Ucap sendiri perempuan itu sembari berjalan bolak balik, dan menggigit ibu jarinya, ia begitu panik dengan sesuatu yang baru saja dilakukannya bersama teman temannya barusan pada salah satu temannya. Ia tak tahu harus melakukan apa sekarang, dan juga bingung, bagaimana mereka akan menutupi semua ini dari mata orang orang?.


"Ra, maafin kita, maafin kita atas semuanya. Aku pribadi begitu menyesal karena telah melakukan itu padamu, dan tak membantumu sama sekali. Ra, maafin aku, maafin aku, Ra." Ucap sedih perempuan itu sembari menundukkan kepalanya, dan menutup mulutnya dengan sebelah tangannya, lalu menangis.


.................


Dilain sisi, seorang pria tampan nan tinggi yang juga salah satu orang yang ada di atas Speedboat tersebut, tengah berdiri di pinggir depan Speedboat tersebut sembari menelpon seseorang, dan dari nadanya, terdengar ia seperti tengah menelpon orang penting, dan memiliki jabatan tinggi.


...Bos...


Bos, maafin kita, terpaksa kita habisin perempuan itu, karena dia ngelawan bos, dia gak mau di ajak kerja sama sama bos, gimana bos sekarang, apa yang harus kita lakukan, di luasnya lautan ini takutnya ada mata yang melihat kejadian ini. Bos, apa yang harus kita lakukan sekarang?

__ADS_1


^^^....^^^


Maaf bos, kita terpaksa melakukan itu, kita gak bermaksud sebenarnya melakukan itu, tapi dianya ngelawan ya harus gimana lagi..


^^^......^^^


Baik bos, ngerti,


^^^.......^^^


Iya bos, makasih banyak bos.


...............


*****************************


"Maksud kamu, kae?" Tanya ibu guru itu tak mengerti.


"Besok saya ceritakan semuanya, sekarang saya ngantuk mau tidur. Ibu temenin saya ya disini, jangan kemana mana, oke." Pinta Kaesang pada ibu guru tersebut.


"Yasudah, kamu tidur ya biar cepat sembuh, saya jagain di sini." Balas ibu guru itu, sembari duduk di kursi di samping ranjang tempat Kaesang berbaring.


Selepas itu Kaesang pun memposisikan dirinya dengan nyaman, lalu segera tertidur. Karena merasa bosan, ibu guru itu pun merogoh handphone miliknya dari dalam tas nya, kemudian membukanya, dan memutar sebuah lagu dari kabel earphonenya. Ia tengah mendengarkan sebuah lagu sembari menatap Kaesang yang tengah tertidur, dan sesaat setelah itu, terlukislah sebuah senyuman manis di bibir merahnya, lalu berkata,


'Kae, apapun alasan kamu, saya yakin kamu pasti orang yang baik, dan saya beruntung bisa bertemu orang sebaik kamu, walaupun hubungan mu dengan papamu tak baik, tapi saya yakin, pasti ada sedikit cinta di tengah tengah kebencianmu pada papamu itu, dan saya akan membantumu untuk mencapai titik itu.' Ucapnya dalam hati sembari tersenyum, dan menatap kearah Kaesang.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2