Cintaku Adalah Kamu

Cintaku Adalah Kamu
Episode 64- Perhatian dokter Ridwan, dan rencana Indra


__ADS_3

...Kelanjutan dari episode kemarin......


Satu jam setelahnya, masih di rumah sakit Medika Mandiri, dan di ruang rawat Dahlia VI, nampaklah Tyas yang berdiam diri sembari berbaring, dan tak melakukan apa apa, ia masih memikirkan semua perkataan kaesang tadi, ada rasa bersyukur, dan juga khawatir yang ia rasakan sesaat ia mendengar semua ucapannya tadi, akan tetapi walaupun begitu Tyas tetap mencoba untuk tidak khawatir, dan menghadapi semuanya dengan senyuman, mengingat setelah pemberitahuan dokter, penyakitnya ini tak sepenuhnya sembuh, walaupun telah melakukan operasi sekalipun, ada sedikitnya di dalam otaknya yang masih tertinggal, ya walaupun begitu ia boleh bernapas lega hari ini, sebab penyakitnya tak seganas dulu, yah tapi tak tahu untuk kedepannya.


Sesaat ia tengah menatap kosong kedepan, tiba tiba ia mendengar seseorang membuka pintu ruangannya, dan juga ada langkah kaki yang mengiringinya, spontan ia menatap kearah tirai yang menutupi pintu tersebut, hingga munculah seseorang itu, Yap, dialah dokter Ridwan, ia kini datang kembali ke ruangan tempat Tyas di rawat itu, ia tak datang dengan tangan hampa, melainkan dengan sebuah kotak sterofoam, dan satu buah juice gelasan di kedua tangannya. Ia menatap kearah Tyas lalu tersenyum sesaat menyadari Tyas juga tengah menatap kearahnya, dirinya pun lantas duduk di kursi kosong di sebelah ranjang Tyas lalu menaruh kedua buah tangannya itu di atas nakas.


"Siang Bu Tyas," Sapa dokter Ridwan sembari tersenyum menatap kearah Tyas, yang juga sama sama tersenyum padanya, tapi bedanya, dokter Ridwan ini malah tersenyum yang membuat Tyas bertanya tanya, apa maksud dari senyum Dokter Ridwan ini, kenapa seolah olah seperti mengisyaratkan sesuatu hal?


"Siang juga dok, ada apa ya, kok dokter Ridwan sampai repot repot kesini segala?" Tanyaku sembari beranjak bangun dari posisi berbaringku, lalu duduk menatap kearah dokter Ridwan di samping ranjangku.


"Eh nggak Bu Tyas, ini saya cuma mau kasih makan siang saja buat Bu Tyas, siapa tahu Bu Tyas belum makan siang." Balasnya sembari meraih kotak sterofoam yang dibawanya tadi dari atas nakas, kemudian hendak dibukanya.


"Kok pakai repot repot segala dok," sahut Tyas sembari menatap kearah dokter Ridwan dengan tatapan tak enak, mengingat perlakuan dokter Ridwan padanya kali ini sudah lebih dari biasanya, dan tentu membuatnya tak enak hati.


"Gak repot kok Bu Tyas, cuma bubur ayam doang, hehe. Ini mau saya suapin?" terakhir ucapan dokter Ridwan berhasil membuat Tyas melongo di dengarnya, dan membuatnya bingung tak mengerti.


"--Hah? eng-enggak usah dok terima kasih, saya masih bisa makan sendiri kok, dan sekali lagi terima kasih buburnya." Selepas mengatakan itu dokter Ridwan pun menyerahkan bubur ayam di tangannya itu pada Tyas, dan Tyas pun juga terlihat menerimanya, walaupun tetap ada rasa tak enak di dalam dirinya saat menerima bubur pemberian dokter Ridwan tersebut.


.................................................................

__ADS_1


Di dalam sebuah kamar mewah dengan nuansa hitam putih, dan sebuah foto besar bergambar dirinya juga putranya, kaesang, nampak tergantung rapi diatas ranjang besarnya. Pria tersebut terlihat tengah berkaca di depan cermin besarnya, menata rapi pakaian yang dikenakannya, selepas mengambil koper miliknya, dan memasukkan beberapa pakaian serta barang barang yang memang diperlukannya, sebab hari ini juga dirinya, dan beberapa rekannya itu akan berangkat ke londong, ya sebenarnya dirinya tak ingin berangkat hari ini, tapi mengingat agar besok bisa segera sampai di London, dirinya pun memutuskan tuk berangkat hari ini juga selepas pulang ngantor.


Sesaat ia membalikkan badannya, dan hendak melangkah tiba tiba handphone miliknya berbunyi dari dalam saku celananya, dan mendengar itu dirinya pun lantas merogohnya lalu mengambil sesuatu yang bergetar itu, selepas benda pipih itu ada di tangannya, ia pun lantas menatapnya, kemudian membukanya, dirinya pun lantas tersenyum sesaat mengetahui sesiapa yang menelpon tersebut.


'Halo sayang, kenapa, kangen ya, hehe'


^^^'...'^^^


'Mas juga kangen sama kamu, kangen banget, tapi ini mas lagi mau ada perjalanan bisnis ke London untuk dua hari kedepan, gak papa ya, kangen nya di tunda dulu, ntar mas beliin hadiah buat kamu, oke.'


^^^'...'^^^


'Iya, ini mas lagi siap siap mau berangkat ke bandara. Mas lagi ngerjain proyek besar nih sayang, doain ya semoga berhasil, dan sesegera mungkin mas bisa lamar kamu. Mas gak sabar banget pengen segera mungkin jadiin kamu isteri mas. Ehm, tapi sayang, kamu lagi dimana ini, kok mas denger kayak ada suara keramaian gitu, kamu lagi ada diluar ya, hmm?'


^^^'...'^^^


^^^'...'^^^


'Iya sayang, aku percaya kok sama kamu, hmm oh iya katanya tadi kamu mau ngomong, mau ngomongin apa?'

__ADS_1


^^^'...'^^^


''Sayangnya aku sabar ya, mas lagi nunggu saat yang tepat ini, dan mungkin kalau proyek ini berhasil, setelahnya mas akan langsung lamar kamu, kemudian kenalkan kamu sama anak mas, kaesang, ya, kamu yang sabar dong, semuanya akan terjadi pada waktunya, dan saat itu tiba semua teman teman kamu akan iri, dengan apa yang terjadi dan kamu dapatkan, oke sayang?'


^^^'...'^^^


'Iya sayang, mas juga sayang sama kamu, love you too, bye.'


Selepas selesai menelpon dengan kekasihnya tersebut, suasana perasaan Indra pun menjadi semakin baik hari ini, apalagi setelah mendapat ucapan semangat dari sang kekasih barusan. Selepas telepon dari sang kekasih berakhir, sebuah kontak yang lain pun langsung menelponnya, bahkan raut wajahnya pun sempat berubah melihat sesiapa yang menelpon tersebut.


'Semoga ada hal baik yang di ucapkannya kali ini,' Selepas berucap demikian dalam hati, Indra pun lantas mengangkat panggilan tersebut, sebuah panggilan dengan nama Bram tersebut berhasil membuatnya berdecak, dan tatapannya pun seolah mengisyaratkan bahwa dirinya sudah sangat geram dengan tingkah orang bernama Bram ini, apalagi setelah tahu jika Bram ini adalah adik kandungnya sendiri, yang lebih memilih tinggal jauh seorang diri di Australia selepas ia tamat dari S2 di universitas yang ada di sana.


..........................................................................


Saat hari semakin terik, kaesang pun bermaksud tuk beranjak dari kolam renang, dan hendak masuk kedalam villa tersebut, tapi baru saja ia melangkahkan kakinya satu langkah, tiba tiba ada sebuah notifikasi pesan yang baru saja dikirimkan padanya. Karena penasaran, kaesang pun membuka pesan tersebut, ia sempat mendengus kesal saat mengetahui siapa yang mengiriminya pesan tersebut.



__ADS_1


Kalian tahu siapa yang mengirimkan pesan tersebut, ya dia zefa, dirinya berniat mengajak kaesang tuk liburan bareng dengannya dan bersama teman temannya esok hari di puncak, dan tanpa kaesang sadari, dirinya pun sekarang ini juga tengah di puncak. Rasa ingin menghindar agar tak bertemu, tapi zefa mengatakan itu, dan kaesang tak menyadarinya, mungkin besok bisa saja mereka bertemu di sana, dan secara tak terduga, dirinya bertemu seseorang yang sangat dihindarinya itu.


Bersambung.


__ADS_2