Cintaku Adalah Kamu

Cintaku Adalah Kamu
Episode 87 - Jadi pacar Lo?!


__ADS_3

Kriinggg....


Suara alarm terdengar begitu keras memenuhi seisi ruangan. Walau begitu, tak sedikitpun membuat si empunya terganggu lantas beranjak membuka matanya. Ia tetaplah tertidur pulas sambil sesekali menggeliat.


Sesaat hampir lima menit alarm itu berbunyi, akhirnya matilah alarm itu bersamaan dengan bangunnya si empunya tersebut. Ia belum sepenuhnya tersadar sampai gedoran di pintunya berhasil membuatnya terbangun sepenuhnya.


"Kae..Kamu udah bangun belom? papa mau berangkat nih, nanti kalau sekolah hati hati ya, lagi rawan kecelakaan soalnya. yaudah kae, papa berangkat ya." hanya itu yang dikatakannya, selepas itu pergilah Indra dari depan kamar kaesang. Ia berjalan terburu buru karena akan adanya meeting penting pagi ini. Ia bahkan tak mengambil sarapannya karena sudah terlalu siang. Sementara kaesang, ia masih terbengong selepas kepergian papanya itu. Ia tak menyahut atau beranjak dari tempatnya.


Ia duduk diam seraya memandang lurus kedepan. Ia ingat, jika hari ini ia akan masuk kembali ke sekolah. Waktu libur telah habis, dan semua murid diharuskan tuk kembali masuk ke sekolah seperti biasa. Sebenarnya malas bagi kaesang, ia bisa saja mengambil home schooling seperti dulu, tapi kali ini berbeda, ia bukan hanya sekolah tuk mencari ilmu, melainkan ada hati yang harus ia temui di sana.


Tyas, perempuan itulah yang membuat sosok kaesang tetap bertahan masuk sekolah setiap hari. Ia tak pernah membolos, atau pun mengambil izin seperti murid murid yang lain. Ia rajin masuk hingga berhasil membuat sebagian guru di sana heran, dan senang karena perubahannya itu.


......................


Kini langkah kaesang sampai pada koridor sekolah. Suasananya begitu ramai, banyak anak anak yang berlalu lalang memenuhi tempat itu. Tak sedikit juga yang mengambil simpati pada kaesang. Mata kaesang tak menyahut hingga kehadiran perempuan ini berhasil menyurutkan separuh semangatnya.


Zefa, dialah perempuan itu. Ia terlihat datang kearah kaesang bersama kedua temannya, Lina dan Zelyn. Kaesang tak dapat menghindar, sebab tempat yang ditujunya adalah tempat dimana zefa datang. Ia tetap berjalan tanpa memedulikan banyak pasang mata yang beradu menatapnya. Ia tetap berjalan santai sampai saat zefa ada di hadapannya, perempuan itupun mencekal paksa tangan kaesang. Tentu saja kaesang berontak tapi zefa malah menarik kaesang ke suatu tempat.


Kaesang terus berontak tapi zefa tak menyahut. Ia terus menggiring kaesang ke suatu tempat yang telah dipersiapkannya. Lina, dan Zelyn terus mengikuti mereka dari belakang, sampai akhirnya tibalah mereka di tempat itu. Taman private milik Genius high school yang tak bisa di masuki sembarang orang.

__ADS_1


Kaesang pernah sekali memasukinya tapi tak menyangka zefa akan membawanya ke tempat ini.


"Ngapain Lo, bawa gue kesini?" Tanyanya dingin disertai tatapan tajamnya pada zefa. Tapi melihat itu, zefa justru tersenyum, ia sempat tergelak kecil sambil melihat sekeliling taman. Tapi setelahnya ia pun menatap kembali kaesang tanpa ekspresi. Tatapannya tergolong datar tapi serius. Ia tak banyak bicara seperti biasanya. Hanya memberikan suatu lembaran kertas pada kaesang lalu diam kembali.


Kaesang tentu mengernyit melihat lembaran itu. Ia tak langsung membacanya melainkan menatap gadis itu kembali. Tatapannya tajam dan dibarengi mimik wajahnya yang dingin. Barulah setelahnya kaesang pun membaca lembaran itu.


Satu kata dua kata tidak ada masalah, sampai pada kata terakhir berhasil membuat darahnya naik ke ubun-ubun. "Jadilah pacarku, atau kalau tidak, akan kusebarkan foto kebersamaan kita di hotel waktu itu pada semua orang."


Darahnya serasa mendidih seketika, ia lantas meremas kertas itu lalu dilemparnya asal.


"Kamu gak akan bisa nolak kaesang. sebab bukti bukti itu masih ada di tangan aku. Kamu gak ada pilihan lain selain menjadi pacar aku." Ucap zefa tepat di depan muka kaesang.


Zefa pun tersenyum miring lantas menjawab, "Jawabannya cuma satu, gue suka sama Lo kae, gue cinta sama Lo. Gue mau, Lo jadi milik gue selamanya."


Ini adalah kesekian kalinya zefa menyatakan cintanya pada kaesang, dan Pertama kalinya ia terlihat serius dengan ucapannya.


"Harus gue bilang berapa kali sih sama Lo! Gue itu gak ada perasaan sama Lo, gue gak cinta sama Lo! Tapi kenapa Lo gak ngerti ngerti sih! gue capek harus bilang ini terus berulang kali." Ucap kaesang geram.


"Gue gak peduli. Gue gak peduli Lo suka atau gak sama gue. Yang penting Lo harus jadi milik gue, milik gue satu satunya, karena dengan itu gak ada satupun cewek yang bisa milikin Lo. Gak ada seorang pun yang bisa milikin cinta Lo. Karena Lo udah jadi milik gue. Zefanya."

__ADS_1


Mendengar itu semakin geramlah kaesang. Ia ingin marah tapi tak bisa apa apa. Lantas ia pun terbesit suatu ide. Ya ia akan menerima zefa sebagai pacarnya, tapi dibalik itu ia akan mencari celah tuk menghapus semua foto itu di hp zefa.


"Lo diem, gue anggap lo setuju. Dan sekarang Lo udah resmi jadi pacar gue. Jadi gak ada seorang pun yang bisa deketin Lo selain gue." Ucapnya sesaat kemudian.


Setelahnya kaesang pun pergi dari sana. Ia tak berucap apapun sampai keluarlah ia dari taman itu. Pikirannya sibuk mencari cara bagaimana tuk menghapus foto itu di hp zefa. Ia tak terpikirkan cara apapun kecuali satu cara. Meminjam jasa hacker tuk membajak hp milik zefa. Karena jika kaesang yang mengambilnya langsung dari zefa itu akan sangat berbahaya. Karena sudah pasti zefa akan bersiap dan menyembunyikan hp nya itu.


Sesaat akan menuju kelasnya, tak sengaja ia berpapasan dengan seorang gadis asing yang sangat familiar untuknya. Ia rasa pernah bertemu dengan gadis itu sebelumnya. Tapi sayangnya ia lupa. Sampai berlalu lah gadis itu. Ia tak melirik kaesang sama sekali, ia sibuk berjalan sambil sesekali memainkan hp nya.


Dan Sesaat setelahnya, tibalah kaesang di kelasnya. Semua anak nampak ramai sampai kedatangan kaesang mengheningkan mereka. Tatapan mereka begitu hangat menyambut kedatangan kaesang tapi tak banyak juga yang justru menatap tak suka padanya. Semua itu dihiraukannya, ia tetap menuju bangkunya lalu meletakkan tasnya di atas meja. Tapi baru juga ia akan duduk, ia dikejutkan dengan pertanyaan salah seorang temannya.


"Lo ada jadian ya sama zefa, kapan?" Sesaat pertanyaan itu terucap, membuat sekujur tubuh kaesang merinding. Ia menatap dingin temannya itu lalu membisikkan sesuatu padanya.


"Darimana Lo tau?" ucapnya lirih nyaris tak terdengar.


"Semua anak juga pasti udah tau kali, orang zefa sendiri yang beritain ini di Instagramnya kok." Jelas temannya itu.


Sesaat mendengar itu, mata kaesang pun membola. Ia tak bisa percaya jika zefa akan memberitakan ini di Instagram miliknya. Ia benar benar tak menyangka jika semua anak akan tau jika zefa adalah pacarnya, terlebih satu hal yang membuatnya takut jika semua ini benar benar terjadi. Tyas, dia pasti sudah mengetahuinya atau akan mengetahuinya. Ia tak bisa menebak apa reaksi Tyas setelah mengetahuinya. Apa dia akan marah, ngambek atau yang lebih parahnya lagi, ia akan memutuskannya. Semua pikiran negatif itu memenuhi kepalanya hingga beberapa detik setelahnya diamlah seisi ruangan itu.


Kaesang memandang kearah pintu masuk, ia tertegun kala melihat sesosok perempuan yang dicintainya itu datang seraya tersenyum kepada semuanya. Semuanya kecuali Kaesang. Sesaat kedua mata itu beradu pandang, Tyas buru buru mengalihkannya, dan bisa ditebak, jika Tyas pasti telah mengetahuinya. Rasanya kaesang ingin berlari kearah Tyas dan menjelaskan semuanya, tapi belum saatnya. Ia belum bisa berbuat apa-apa sebelum rencananya itu berhasil. Alhasil ia hanya bisa diam sambil menatap kearah Tyas yang sedang mengajar.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2