
"Pi, papi ngapain sih jodohin aku segala? Papi nggak tau ya kalau aku ini udah punya pacar! Selain itu aku juga nggak kenal sama dia, Pi. Celine mohon Pi, papi batalin perjodohan itu, ya. Celine nggak mau di jodoh jodohin, Pi. Celine mau cari pasangan Celine sendiri." ujar kesal Celine pada sang ayah seraya memukul pelan pundaknya.
Wisnu yang mendengar itu pun hanya mampu menghela nafas panjang dan menundukkan kepalanya sekilas.
"Papi ngelakuin ini demi kebaikan mu, nak. Demi kamu, agar kehidupanmu bahagia dan terjamin. Om indra, dia itu pengusaha terbesar se-Asia tenggara, perusahaannya besar dan berada di mana mana. Selain itu om indra itu adalah temen kuliah papi dulu, dia sangat baik dan dekat sekali dengan papi dulu sewaktu kuliah. Nak, dulu kita sempat berjanji jika kita sudah sama sama menikah dan punya anak, maka kita akan menjodohkan mereka berdua jika itu berbeda kelamin. Papi ingin hubungan papi dan om indra semakin dekat, jadi dengan ini kita bukan hanya dekat tapi kita akan menjadi keluarga. Sayang, kamu jangan menolak lagi ya, papi ingin melihatmu bahagia bersama Kaesang bukan bersama pacarmu yang urakan itu. papi tau kamu itu menjalin hubungan dengan salah satu temanmu kan, temenmu yang dari klub motormu itu yang orangnya sangat liar dan sok kenal dengan keluarga kita. Papi nggak suka melihatmu dengan dia, dia itu berandalan, nak. Orang yang liar. papi ingin melihatmu pacaran dan bahagia, tapi itu bukan bersamanya melainkan bersama Kaesang. Dia adalah calon suamimu nanti." timpal Wisnu panjang lebar seraya memegang tangan Celine dan menatapnya dengan serius.
Melihat ucapan serta tatapan papinya yang terdengar serius, Celine yang tak suka pun hanya mampu mengalihkan pandangannya dari sang ayah dan menghela nafas kasar.
"Tapi aku nggak kenal dia Pi, aku juga lihat dari matanya kalau dia itu pria yang dingin dan cuek. Aku nggak suka dengan pria sepertinya Pi, aku ingin jika jodohku nanti adalah pria yang hangat dan ceria bukan seperti dirinya, yang bisanya hanya cemberut dan menatap dingin. Lagian kita udah kaya Pi, ngapain papi ingin jodohin aku dengan Kaesang jika itu cuma karena kesuksesannya saja? Papi cuma manfaatin aku demi keuntungan papi sendiri ya?!" timpal Celine dengan nada tinggi dan tatapannya yang tajam menusuk.
Melihat itu Wisnu yang semula tertunduk mulai mengangkat wajahnya dan menarik putrinya itu kedalam pelukannya.
"Maafkan papi nak, papi cuma mau nurutin kemauan kamu aja, papi nggak mau ngingkarin janji papi." balas Wisnu seraya menatap putrinya sendu dan air matanya yang mulai menetes.
Mendengar ucapan papinya, Celine yang kaget pun langsung menegakkan tubuhnya kembali dan menatap bingung papinya yang masih juga meneteskan air matanya.
"Apa maksud papi? Janji, kemauan, apa itu Pi? aku nggak paham." ucap Celine bingung.
Wisnu pun langsung mengalihkan pandangannya kearah langit langit rumah. Dia menatapnya lama dan tak kunjung mengalihkan pandangannya lagi.
"Kamu lupa ya jika dulu kamu pernah bertemu dengan Kaesang dan berteman dengannya sewaktu kamu tinggal di rumah nenekmu di kampung? Dia adalah orang yang dekat denganmu dulu, kamu sangat menyukainya dan tak ingin jauh darinya. papi bahkan ingat waktu kamu menangis di saat papi jemput kamu dan membawamu pulang ke kota." ujar Wisnu seraya tersenyum.
__ADS_1
mendengar penuturan papinya Celine pun mulai terdiam. Dia bingung dan tak percaya dengan semua ucapan papinya itu. Tapi, dibalik rasa bingungnya Celine tetaplah mengingat ingat apakah dia pernah bertemu dengan Kaesang sebelumnya. Momen waktu di rumah neneknya di kampung sudah terlampau jauh untuk Celine ingat. Waktu tinggal di rumah neneknya di kampung itu sudah memakan waktu lebih dari belasan tahun, karena seingat Celine, dia tinggal di rumah neneknya di kampung hanya saat dirinya berumur delapan tahun dan saat libur semester saja.
"Aku tidak ingat Pi, momen itu sudah terlalu lama berlalu. Kurasa papi cuma mau membohongiku saja, aku sebenarnya tak ada teman masa kecil sepertinya, kan?" tuding Celine.
......................
Saat ini tak ada yang dapat Salma lakukan selain tidur, makan dan nonton tv. Dia dengan kondisi kakinya seperti ini tak di perbolehkan melakukan kegiatan berat dan bekerja keras. Salma hanya boleh melakukan kegiatan ringan dan bersantai saja selama kakinya belum sembuh benar.
"Mas, kamu sudah pulang?" di saat tatapannya dia arahkan ke pintu utama, Salma tersenyum di saat suaminya lah yang membukanya dan juga melayangkan senyum kepadanya.
Tuk ... Tuk ... Tuk ...
"Sayang, maaf ya aku pulang telat, tadi ada mee****ting penting dan pertemuan dengan CEO luar tadi." ujar Wijaya di saat dirinya sudah sampai pada tempat di mana Salma duduk.
Mendengar ucapan suaminya, Salma hanya tersenyum dan mengangguk, dia tak menanggapinya apapun sampai teringat lah dia sesuatu.
"Mas, apa kau tak ingin memberi pelajaran pada Zeya?! kan dia yang sudah membuatku seperti sekarang ini, kaki lumpuh dan badan sakit sakitan." tanya Salma.
Wijaya pun beranjak duduk di sebelah Salma dan menatap kearahnya dengan serius.
"Aku belum ada waktu sayang, aku kan lagi sibuk bekerja dan mengurus kamu. Mungkin jika aku ada waktu aku akan mengurusnya. Sudah, kamu tenang saja, Zeya pasti akan mendapatkan hukumannya karena sudah membuatmu terjatuh, dia pasti akan menyesal dan segera berlari ke mari tuk meminta maaf kepadamu." ucap Wijaya seraya mengecup kening Salma dan tersenyum begitu manis kearahnya.
__ADS_1
......................
Karena melihat Kaesang terus cemberut, indra yang merasa bersalah pun langsung membelokkan laju mobilnya kearah restauran guna makan malam dan menurunkan emosi Kaesang. sejak dulu sekali, dipikirkan indra hanya makanan lah yang dapat menurunkan emosi seseorang. Dan karena makanan lah seseorang yang semula cemberut langsung tersenyum begitu bahagia di saat melihat makanan enak di depannya.
"Kae, kita makan dulu ya." ujar Indra di saat mobil yang di kendarainya telah tiba di sebuah restoran mewah yang menjadi favoritnya.
Bukannya menjawab, Kaesang tetap diam mematung dan tak menolehkan kepalanya sedikitpun.
"Besok aku harus ketemu dengan Tyas dan mengobrol kan hal ini kepadanya. kuharap dia mengerti dan mau berjuang bersamaku. Ku hanya mencintainya dan hanya bersamanya lah ku mau melangkah, jadi mau seperti apapun perjodohan itu, aku akan tetap menolaknya." batin Kaesang.
......................
Di langit yang perlahan menggelap, di awan yang juga berintik rintik. Di sini lah Viona berada sekarang. Setelah memantapkan hati dan memutuskan tuk menemui Tyas ke rumahnya, Viona pun langsung berangkat sesaat alamat Tyas telah di milikinya. Dia juga telah menyiapkan segala hal yang akan dibicarakan dengan Tyas nantinya, namun sejak sejam yang lalu hingga saat ini, Tyas tak kunjung pulang ke rumahnya.
Astaga
Viona bahkan hampir menyerah dan pulang ke rumahnya sendiri di saat Tyas yang di carinya tak kunjung kembali. Viona mengira telah salah rumah dan berencana tuk mencarinya lagi esok hari, namun di saat dia membalikkan badan, dia terkejut disaat si empunya rumah telah terlihat di jalan depan dan mulai berbelok ke rumah tempat Viona berada.
"Nah, akhirnya tuh orang pulang juga." ucap Viona lirih.
Bersambung ...
__ADS_1