Cintaku Adalah Kamu

Cintaku Adalah Kamu
Episode 14- Orang orang tak berguna


__ADS_3

Akhirnya sampailah lelaki itu, dan semuanya di lobi hotel tersebut, lalu sembari menunggu pak guru untuk mencekin kan mereka dimeja resepsionis, mereka pun diminta untuk menunggu di ruang tunggu, akan tetapi disaat semuanya tengah duduk duduk sembari menunggu, Kaesang, lelaki itu beranjak dari tempatnya dan menuju ke meja resepsionis.


"Selamat malam, ada yang bisa saya bantu?"


"VVIP 1."


"Maaf bukannya anda salah satu dari rombongan yang ada di sana?"


"Ya, berikan satu kamar VVIP untukku"


"Baik, atas nama siapa?"


"Kaesang Abi Permana."


"Mohon tunggu sebentar ya, mas Kaesang, saya akan membuat pemesanannya terlebih dahulu,"


"Baik."


"Pemesanan mas sudah diproses, mas Kaesang. Kamar single untuk satu pekan, ya?


"Iya."


"Baik, ini kunci kamarnya, mas Kaesang."


"Terima kasih."


"Terima kasih kembali. Semoga anda menikmati masa selama di hotel kami, mas Kaesang."


Setelah pemesanan kamarnya selesai, dan ia juga sudah mendapatkan kunci kamarnya, lelaki itupun segera beranjak menuju ke kamar VVIP 1 yang telah di pesannya itu, sembari menenteng tas kecil di tangannya. Ia sibuk mengamati nomor nomor di setiap pintu kamar, dan akhirnya kamar VVIP 1 yang telah dipesannya itu ada tepat di depan matanya. Kemudian tanpa menunggu lama lagi ia pun segera membuka kamar itu dengan menggunakan kunci yang telah di berikan oleh resepsionis tadi, yaitu berupa card system. Setelah pintu terbuka, dan lampu kamar juga mulai menyala bersamaan dengan terbukanya pintu kamar itu, lelaki itu pun segera beranjak masuk kedalamnya. Ia masukkan kartu kunci itu kedalam tempat penguncian pintu, dan sesaat kemudian pintunya pun mulai tertutup secara otomatis. Lalu ia edarkan pandangannya ke segala penjuru kamar, sesaat kemudian, ia baringkan tubuhnya itu keatas spring bed dengan kasar, lelaki itu tengah mengamati langit langit kamar sembari berpikir, 'Mengapa ia harus melakukan kegiatan bodoh ini?'


Sesaat kemudian...


setelah ia selesai membereskan barang bawaannya, ia pun segera beranjak ke kamar mandi, untuk membersihkan badannya, setelah perjalanan panjang, dan cukup melelahkan, itu paling cocok jika kita mandi setelahnya. Sembari menenteng baju dan juga beberapa peralatan mandinya, ia pun segera memasukkan kartu kunci yang tadi kearah pintu kamar mandi, dan terbukalah pintu kamar itu bersamaan dengan lampunya yang juga mulai menyala. Begitu mewah, dan juga sangat berkelas, dengan adanya bath tub, dan juga perlengkapan mandi lengkap, lelaki itupun segera menutup pintu kamar mandi, dan segera beranjak mandi. Beberapa saat kemudian, keluarlah ia dari dalam kamar mandi sembari mengeringkan rambutnya dengan handuk. saat ini ia tengah berdiri di depan cermin besar di kamar itu, ia rapikan rambutnya, kemudian ia semprotkan parfum kesayangannya itu ke beberapa bagian tubuhnya sampai begitu harum semerbak. Kemudian satu notifikasi pesan tiba tiba terdengar di telinganya. Ia raih handphone nya dengan kasar dari atas kasurnya, kemudian ia buka handphonenya itu, lalu terlihat ada sebuah notifikasi pesan dari sebuah grup WhatsApp,


Study tour GHS 2022


Anak anak, jangan lupa nanti jam delapan malam kita berkumpul di ruang makan hotel untuk melakukan acara makan malam ya.


Iya pak

__ADS_1


Iya pak


 


Tanpa mengatakan sepatah katapun, lelaki itupun segera memakai jaketnya, mengambil black card nya, serta handphonenya, kemudian beranjak keluar kamar, dan tak lupa mengunci pintu. Ia pun memutuskan untuk pergi makan sendiri di luar, sebab ia sangat tidak menyukai keramaian.


sesaat kemudian, langkahnya pun sampai pada lobi hotel, ia dorong pintunya, kemudian ia pun segera beranjak keluar dari hotel itu, guna mencari makan malam sendiri. Ia melangkah ke depan, menyusuri jalan raya, sembari sesekali mengecek handphonenya. Sesaat kemudian pandangannya pun terfokus pada sebuah warung kaki lima di seberang jalan, nampak dari kejauhan, kalau warung itu tengah menjual bakso, dan juga mie ayam. Lalu karena ia tak ingin lebih ribet lagi, ia pun memutuskan untuk pergi makan di sana saja. Yang penting tak ramai, itu tak masalah buatnya.


Setelah selesai menyebrang jalan, ia pun segera masuk kedalam warung itu, dan mulai memesan satu porsi mie ayam spesial. sembari menunggu mie ayamnya siap, lelaki itu pun segera mencari tempat duduk untuknya, dan setelah ia lihat kalau ada yang kosong di paling pojok, ia pun segera beranjak ke sana, dan mulai mendudukkan bokongnya di sana. Sembari memainkan handphone di tangannya, lelaki itu tengah fokus memperhatikan satu buah foto seorang perempuan, sudah sedari tadi ia perhatikan foto gadis itu, tanpa ekspresi, dan ia juga tak berkedip sama sekali, kemudian tiba tiba saja sebuah panggilan berhasil membuatnya berdecak kesal, ya saat ini ia tengah di telfon oleh seseorang, dan orang itu adalah orang yang sangat tidak Kaesang sukai.


...Dimas gaje...


...calling you...


...........


..........


.........


........


.......


...Dimas gaje...


...panggilan tak terjawab 20.30...


...panggilan tak terjawab 20.30...


...panggilan tak terjawab 20.31...


...panggilan tak terjawab 20.31...


Oy, angkat telfon gua bab*


Gua mau ngomong sama Lo


PENTING, CEPETAN

__ADS_1


...panggilan tak terjawab 20.32...


anj*ng angkat telfon gua, ada masalah apa sih lo Ama gua, ha


woy jawab, kok cuma di read doang


jawab gblk


^^^Kenapa?^^^


akhirnya nongol juga lu, kemana aja lu, berak?


^^^Kalau mau ngomong, cepet^^^


Halah iye iye


Lu kenapa gak mau sekamar Ama gua?, jijik lu Ama gua ha


...Anda telah memblokir nomor ini...


sesaat kemudian, Kaesang pun langsung memblokir nomor orang itu, karena telah mengatainya, dan mengganggu ketenangannya. Lalu bersamaan dengan ia memblokir nomor itu mie ayam yang di pesannya pun telah tiba dihadapannya. Aroma mie ayam yang khas, dan juga harum semerbak, langsung masuk menusuk hidungnya. Setelah ia bumbui dengan sambal tomat, kecap asin, saos tomat, dan juga sambal, ia pun segera mengambil sumpit lalu mengadukannya, setelah sudah cukup merata, tanpa menunggu lama, ia pun segera menyantap mie nya itu perlahan. Kemudian ia pun mendapatkan satu panggilan lagi, dan ia pun langsung berdecak kesal, 'Ih siapa sih yang telfon, ganggu aja!' sembari meraih handphonenya dari atas meja, ia pun langsung melihat siapa yang telah menelponnya itu, dengan malas.


...+6285774236821...


...calling you...


............


..........


.........


........


.......


Tak menekan tombol accept, lelaki itu justru menaruh handphonenya kembali di atas meja, tak memperdulikannya sama sekali, malah ia kembali fokus pada mie nya dan tak memperdulikan panggilan beruntun di handphonenya itu terus berbunyi.


Setelah mie nya sudah habis, dan ia sudah mulai kenyang, lelaki itupun segera membayarnya, dan beranjak kembali ke hotelnya, untuk istirahat. Akan tetapi entah mengapa, saat dijalan ia merasa seperti sedang ada yang mengikutinya dari belakang. Berulang kali ia tengok ke belakang, akan tetapi nihil, tak ada seorangpun di sana kecuali dirinya, kemudian karena ia takut terjadi apa apa, ia pun semakin mempercepat langkahnya, lalu tiba tiba tangannya di pegang dengan sangat kuat oleh seseorang dari arah belakang, ia sudah berontak mencoba melepaskan pagangan itu, akan tetapi pegangan itu terlalu kuat untuknya. Karena penasaran dengan seseorang yang tengah mencekal lengannya, sontak ia pun langsung memutar badannya menghadap ke belakang, dan dilihatnya orang itu, orang yang sangat asing dimatanya. Saat ini ia tengah menatap manik mata orang itu, seorang pria dewasa berumur sekitar 40 tahunan tengah berdiri tepat di hadapannya sembari menatapnya lekat, dan tetap mencekal lengannya kuat. Kemudian dengan suara serak, lelaki itupun berkata tepat di depan wajah lelaki itu,

__ADS_1


"Anak orang kaya nih kayaknya, bolehlah uangnya buat bapak," ucap pria itu sembari tersenyum dengan sangat lebar kearah lelaki muda itu. hanya diam yang dapat lelaki itu lakukan saat ini, akan tetapi entah itu apa, lelaki itu seperti telah memencet sesuatu dari arah saku celananya dengan menggunakan tangan satunya, dan senyuman tipis langsung terulas di bibirnya. 'Tunggulah, sesuatu yang menarik akan segera terjadi.' ucapnya dalam hati sembari menatap dingin kearah pria dewasa di depannya.


Bersambung.


__ADS_2