Cintaku Adalah Kamu

Cintaku Adalah Kamu
Episode 142 -Kencan romantis part. 1


__ADS_3

Deg ...


Tanpa ba-bi-bu Tyas pun langsung saja mengalihkan atensinya kearah lain selepas mendengar ucapan Kaesang itu, ia begitu kaget sekaligus kesal dengan permintaannya yang tergolong begitu liar, dan sangat membuatnya merinding.


"Apaan sih Kae, di waktu romantis gini kamu malah bahas kek gituan, udah ah, yuk keluar." disaat Tyas tengah melepas sabuk pengamannya, tetiba saja Kaesang meraih tangan Tyas dan membuat Tyas sendiri melonjak kaget dan sontak saja mengalihkan atensinya kembali kearah Kaesang.


"Maaf dear, aku tadi cuma bercanda aja kok, aku nggak sungguhan minta hal itu sama kamu. Ehm yuk keluar." setelah berkata demikian Kaesang pun langsung memencet sebuah tombol di samping kemudinya kemudian dalam sekejap mata tetiba saja pintu mobil itu terbuka keatas.


Wuusshhh ...


Tyas begitu kaget sekaligus kagum dengan apa yang dilihatnya saat ini. Ia begitu senang dan kagum dengan kecanggihan mobil yang dinaikinya, sampai tanpa sadar, ia dan Kaesang pun telah turun dari mobil dan tengah melangkahkan kakinya ke resto itu.


Tap ... Tap... Tap ...


Setelah beberapa langkah berjalan akhirnya sampai juga mereka di dalam resto tersebut.


Sesaat langkahnya telah sampai di pintu masuk, ia pun terdiam sekaligus kagum dengan keindahan resto itu, sebelumnya ia memang pernah pergi ke sana dengan Kaesang, tapi suasananya biasa saja, sementara sekarang?


Wow indah sekali, banyak hiasan Bunga dan taburan mawar di segala penjuru, taplak putih dan aroma Bunga yang begitu wangi sontak membuat Tyas tersenyum dan langsung mengalihkan atensinya kearah Kaesang di sampingnya.


Awalnya ia tersenyum sesaat menatap dan mengetahui keindahan resto tempatnya dinner itu, namun, sesaat ia mengalihkan atensinya ke arah Kaesang yang semula berada di sampingnya ia pun terkejut sesaat mendapati jika Kaesang sudah tidak lagi berada di sana.


Mengetahui itu Tyas pun menjadi begitu panik, ia bingung karena Kaesang tak lagi di sana, namun sesaat ia mengalihkan atensinya ke arah belakang tubuhnya, ia pun tersenyum sesaat mendapati Kaesang tengah berjalan ke arahnya dengan memegang sesuatu yang disembunyikannya di belakang tubuhnya.


Melihat itu Tyas pun bernafas lega karena akhirnya Kaesang tak meninggalkannya sendiri di tempat itu, namun melihatnya membawa sesuatu pun membuatnya bingung dan penasaran dengan apa yang dibawa Kaesang itu.


Lalu di saat langkah Kaesang telah sampai di depan Tyas, ia pun tersenyum dan mulai berlutut di hadapan Tyas dengan menekuk satu kakinya ke belakang. Memegang dadanya dengan penuh ketulusan dan menundukkan kepala.

__ADS_1


Tyas yang bingung hanya mampu terdiam melihat apa yang Kaesang lakukan namun, sesaat Kaesang tetiba saja menarik tangannya yang disembunyikannya di belakang tubuhnya pun membuat Tyas terkejut.


Ia terkejut dengan apa yang Kaesang bawa itu, sebuah buket bunga mawar merah sontak menghiasi suasana saat itu.


"Untukmu dear, untuk kamu yang telah menghiasi hidupku dan membuatku seperti sekarang ini. Bunga mawar ini sebagai lambang cinta dan perasaanku padamu, seperti mawar ini yang begitu indah, cintaku pun juga begitu indah dan sangat tulus padamu." ujar Kaesang seraya menyodorkan sebuket mawar tadi kepada Tyas, dan mulai tersenyum hangat ke arahnya.


Lalu dengan tersipu malu Tyas pun perlahan mulai meraih buket mawar tadi, dan mencium aromanya yang begitu harum.


"Dear, ayo kita masuk, di dalam aku udah nyiapin sesuatu yang menarik buat kamu." ujar Kaesang seraya bangkit dari posisinya tadi, dan mulai meraih tangan Tyas kemudian menariknya masuk kedalam resto itu.


Sesampainya di dalam Kaesang pun mulai menarik tangan Tyas dan menuntunnya menuju ke suatu tempat yang telah dipersiapkannya untuk dinner malam ini.


Di sana telah tersaji sebuah vas mawar merah dengan begitu indahnya di atas meja, kemudian di sampingnya juga ada sebuah lilin yang telah menyala, namun disaat lilin itu menyala Kaesang pun mulai mengangkat tangannya dan saat itu terjadi lampu ruangan yang semula menyala tiba-tiba saja menjadi mati.


Kejutan yang begitu indah dan spesial telah Kaesang siapkan untuk Tyas.


Lalu setelah lampu itu mati Kaesang pun mulai menuntun Tyas untuk duduk di meja yang telah dipersiapkannya, kemudian ia pun juga turut duduk di kursi kosong di hadapan Tyas.


Namun, setelah tahu apa yang harus dilakukannya setelah ini Kaesang pun mulai mengalihkan atensinya ke arah sekelilingnya kemudian mengangkat tangannya lagi.


kemudian setelah beberapa saat datanglah seorang pelayan di resto itu dengan mengenakan seragam putihnya dan berpitahkan kupu-kupu, penampilannya begitu rapi dan sangat berkelas, ya setara lah dengan reputasi resto itu yang sangat besar.


Lalu setelah ia sampai di meja Tyas dan Kaesang, ia pun pertama-tama menundukkan kepala ke arah mereka dan menyerahkan sesuatu yang dibawanya di atas nampan kepada mereka.


melihat itu Kaesang pun tersenyum ke arah pelayan itu kemudian menganggukkan kepalanya.


"Dear, terima kasih ya sudah menerima ajakan dinner ini, terima kasih sudah bersedia menerimaku sebagai kekasihmu, dan terima kasih juga telah memberikan cintamu kepadaku." ucap Kaesang seraya meraih tangan Tyas dan mengecupnya dengan lembut.

__ADS_1


"Iya Kae, aku juga terima kasih karena kamu sudah mengajakku untuk berpacaran dan menerimaku sebagai kekasihmu. Terima kasih juga untuk cinta yang begitu besar yang telah kamu berikan kepadaku dan menjagaku sampai sejauh ini. Terima kasih ya sayangku, aku begitu mencintaimu." balas Tyas seraya tersenyum manis kearah Kaesang.


lalu Kaesang yang bahagia pun langsung saja melepaskan tangan Tyas yang dipegangnya kemudian meraih sesuatu yang dibawa pelayan tadi kemejanya.


sesuatu itu berada di dalam kotak berwarna hitam dan ukurannya juga tidak terlalu besar. Kaesang yang melihatnya pun sontak tersenyum dan langsung saja menyerahkannya kepada Tyas.


Dengan bingung Tyas pun langsung saja menerima kotak itu dan mengamatinya beberapa saat. ia pun juga sempat mencium aroma kotak itu namun hasilnya nihil, tak ada apapun yang tercium di kotak itu.


lalu Karena rasa penasarannya sudah begitu besar ia pun perlahan mulai membuka kotak itu dan wow ... hasilnya sangat di luar dugaannya.


"Kae, ini apa, kenapa kamu memberikan ini kepadaku?" tanya Tyas setelah ia membuka kotak itu dan mendapati sesuatu yang begitu besar di dalamnya.


Sebuah platinum card telah terpampang jelas di hadapannya. kartu tipis namun sangatlah besar isinya pun membuat Tyas tak mampu berkata-kata.


"Untukmu dear, aku memberikan itu sebagai hadiah karena kamu sudah bersedia menerimaku sebagai kekasihmu, dan mencintaiku sampai sejauh ini." ujar Kaesang seraya menganggukkan kepalanya dan tersenyum.


Bukannya senang mendapatkan kartu yang sangatlah besar Tyas justru bingung dan masihlah tak mengerti dengan pemberian Kaesang ini. Ia senang jika Kaesang memberinya bunga, mengajaknya dinner dan menyatakan perasaannya saat ini, namun jika memberikan platinum card, Tyas sama sekali tak bisa menerimanya.


Kartu ini sangatlah besar isinya, Tyas saja sampai tak menyangka dan tak mengira jika Kaesang akan memberikan kartu ini kepadanya. karena selain ia tak memiliki kartu kredit, ia pun juga tak pernah mengira akan mendapatkannya secepat ini.


"Kae, maaf ya, aku nggak bisa nerima kartu ini. Ini adalah kartu yang begitu besar, hasil kerja keras papamu, dan sesuatu yang harus kamu simpan. Jadi maaf ya, untuk hadiah ini aku nggak bisa menerimanya." ujar Tyas seraya memasukkan platinum card itu kembali kedalam kotak dan menutupnya.


Mengetahui jika Tyas menolak pemberiannya pun sontak membuat Kaesang sedih. ia pun menghela nafas kasar dan menundukkan kepalanya sekilas.


"Dear, kumohon terima ya, kartu itu bukanlah pemberian dari papa, melainkan itu adalah hasil dari kerja kerasku sendiri. selama ini aku kerja dear, memang setiap harinya papa selalu memberikan uang kepadaku, tapi aku yang tidak ingin selalu hidup di bawah ketiak papa pun mulai membuka bisnisku sendiri. kamu tahu novel CINTA SANG DEWI NAGA, dan novel JERITAN WANITA MALANG? aku tak ingin sombong ya, tapi kedua novel itu adalah novel yang ku karang, aku adalah penulis dari kedua novel terkenal itu."


"Setelah waktu itu kamu bilang jika kamu ingin sukses dengan kerja kerasmu sendiri sontak membuatku terdiam dan berpikir. aku mencoba memahami kata-katamu, dan menuliskannya di kepalaku. awalnya aku memang tak paham dengan itu, namun setelah beberapa hari aku memikirkannya, akhirnya aku pun mengerti. dengan bakatku menulis novel aku pun memulai bisnisku sendiri. aku mulai mengarang begitu banyak novel dan juga cerpen lalu menyerahkannya kepada penerbit."

__ADS_1


"Awalnya mereka menolak karyaku itu karena tergolong sangat biasa dan belum banyak yang membacanya, namun setelah aku mencoba untuk menulis novel di sebuah platform online pun akhirnya satu persatu ada yang membaca ceritaku. Dear, kartu itu adalah hasil dari jerih payahku sendiri. jadi kumohon kamu terima ya, aku akan sangat senang bila kamu menerimanya. karena jika pun aku tak memberikannya kepadamu kartu itu akan menumpuk di dompetku. kamu, terima ya sayang, jika pun kamu tak ingin menggunakannya untuk kebutuhanmu, kamu bisa menyimpannya jika suatu saat kamu memerlukan sesuatu dan tidak memiliki biaya, atau Jika kamu ingin menyumbang ke fakir miskin, kartu itu bisa kamu gunakan." jelas Kaesang seraya menganggukkan kepalanya.


Bersambung ...


__ADS_2