Cintaku Adalah Kamu

Cintaku Adalah Kamu
Episode 140 -Dinner dan kencan romantis


__ADS_3

Sesampainya Kaesang di lantai atas ia pun iseng untuk memasuki kamar papanya, awalnya ia ingin mengurungkan niatnya itu, namun setelah niat isengnya muncul ia pun menjadi seperti sekarang, mengutak-atik kunci pin di sana dan membuka pintu itu perlahan lahan.


Sesampainya di dalam ia pun tersentak disaat mendapati kamar papanya itu begitu berantakan. Kondisi tirai yang masih tertutup, dan juga ranjang yang berantakan membuatnya mendengus kesal


Lalu saat Kaesang menyalakan lampu dan mulai berjalan kearah ranjang ia pun kembali tersentak disaat mendapati sebuah CD perempuan tengah tergeletak di bawah ranjang.


Melihat itu tentu membuat Kaesang begitu jijik dan geli sendiri, namun teringat dengan keadaan malam kemarin, ia pun semakin bergidik dan memutuskan tuk keluar dari kamar itu begitu saja.


Rasa rasanya baru kali ini lah ia melihat CD perempuan sejelas itu dan sedekat itu.


"Astaga, kenapa mereka teledor sekali sih?! harusnya kalau selesai melakukan itu dan mau pergi ya kamarnya dibereskan dulu dong, tirai tirai di buka, kasur di rapikan, eh tadi malah ada tuh benda keramat di sana. Ihhh geli banget gue liatnya, mana warnanya item lagi." ujar Kaesang seraya bergidik sendiri mengingat benda yang ditemukannya tadi.


Lalu saat langkah Kaesang telah sampai di ruang belajarnya di sebelah kamarnya ia pun langsung berjalan menuju meja belajarnya di sana, semula ia letakkan buku buku dan semua peralatan sekolahnya tadi di sana, kemudian setelah semuanya berhasil ia letakkan dan simpan, ia pun membalikkan badannya dan berjalan pergi dari sana.


Tap ... Tap ... Tap ...


Selangkah dua langkah akhirnya keluarlah juga ia dari dalam ruang belajarnya itu. sebenarnya Kaesang ingin pergi ke kamarnya untuk tidur, namun mengingat jika dinnernya nanti akan di laksanakannya selepas Maghrib membuatnya mengurungkan niatnya itu.


Lalu karena merasa sedikit lapar ia pun mulai melangkahkan kakinya dan menuruni tangga, ia ingin pergi ke dapur untuk sekedar makan, namun baru sesampainya ia di perbatasan dapur ia pun tersentak mendapati puluhan makanan telah tersaji di meja makan di sana.


"Astaga banyak banget, katanya bibi tadi cuma masak beberapa, eh ini kok malah jadi semeja?"ujar Kaesang seraya melangkahkan kakinya menuju ke meja makan.


Sesampainya ia di sana ia pun langsung membuka tudung saji besar itu kemudian mendapati puluhan makanan kesukaannya telah terjadi dengan begitu rapinya, bahkan saking lengkapnya ia pun juga mendapati adanya makanan Dubai kesukaannya yang hanya ada dan tersaji di Dubai saja, yakni ada Esh Asarya dan juga Mehalabiya. Tapi ini, kenapa art rumahnya bisa tau resep ini? belajar dari mana ia?


"Ah, taulah yang penting dah ada makanan, mau itu dari Dubai ataupun dari manapun gue nggak peduli, yang penting gue bisa segera makan, dan bisa segera kenyang." ujar Kaesang sembari duduk di salah satu kursi di meja makan disana.


Setelah duduk Kaesang pun mulai membuka piring yang tertutup di sana, ia menatap puluhan makanan itu dan menentukan makanan mana yang hendak di santapnya.


Lalu karena ia penasaran dengan makanan Dubai yang sudah tersaji di sana, ia pun mulai mengambil itu beberapa. Awalnya ia cium baunya, kemudian perlahan ia gigit dan di rasakannya.


Eum, enak sekali, Yap rasanya begitu lezat sesaat makanan itu menyentuh lidah Kaesang. Bahkan saking enaknya Kaesang terus menambah dan mengambil makanan itu hingga habis.


......................


Beberapa saat kemudian ...

__ADS_1


Selepas selesai sholat Maghrib, dan selesai merapikan penjuru rumahnya, Tyas terlihat duduk termenung di kamarnya, ia bingung ingin memakai baju yang mana untuk dinner bersama dengan Kaesang nanti.


karena selain ingin terlihat cantik di mata Kaesang, ia juga ingin menunjukkan sisi berbeda kepada pacarnya itu.


Namun, hingga detik ini pun ia belum juga menemukan baju yang pas dan sesuai dengan keinginannya.


"Semua baju sudah ku coba tapi kok rasanya biasa banget ya, aku dari dulu nggak pernah memiliki baju bagus, yang ku beli ya cuma baju untuk mengajar dan baju biasa. Ehm tapi, ibuku dulu pernah meninggalkan baju ini untukku, baunya terlihat apek sih tapi ku coba pakai kali ya, siapa tau cocok." ucap Tyas seraya meraih sebuah dress lengan panjang berwarna merah polos lengkap dengan pernak pernik di bagian perut dan juga dadanya dari atas gantungan.


Semula ia pandangi dress itu dari bagian atas hingga kebawah, memang di sana tercium bau apek dan tak sedap di karenakan usianya yang sudah usang, namun karena tidak ada baju lagi Tyas pun mencoba untuk memakai dress itu.


Wah, ukurannya terlihat begitu pas di tubuh Tyas, warnanya juga cantik dan begitu cocok dipadukan dengan kulit Tyas yang begitu putih.


"Bagus banget ya baju ibu ini, ehm aku pakai ini aja deh." ucap Tyas seraya menatap pantulan dirinya di depan cermin.


......................


saat ini waktu sudah menunjukkan pukul delapan belas lebih lima belas menit, Kaesang yang hingga saat ini masih berdiri di depan cermin terus-menerus menghela nafas panjang. Ia merasa gugup karena selain ini adalah kencan pertamanya, ia juga telah menyiapkan beberapa pertunjukan khusus yang telah ia persiapkan sedemikian rupa untuk Tyas.


lalu setelah meyakinkan diri ia pun segera menyemprotkan parfum kesukaannya di pergelangan tangan dan juga di beberapa bagian tubuhnya.


itu pun hanya di pergelangan tangannya saja dan juga di beberapa tubuhnya yang ia rasa penting.


lalu setelah menatap pantulan dirinya di depan cermin dan merasa jika semuanya telah selesai, Kaesang pun segera meraih handphone dan juga dompetnya dari atas nakas kemudian membalikkan badannya dan berjalan keluar dari kamarnya.


rencananya untuk dinner kali ini ia tidak akan menggunakan Lamborghini putihnya yang biasa ia gunakan ke sekolah, melainkan ia akan menggunakan mobilnya yang lain yakni LaFerrari Aperta, sebuah mobil Ferrari termahal yang pernah dibelinya, yakni 72,5 miliar di New York beberapa bulan lalu.


setelah sebelumnya ia menyuruh security rumahnya untuk memanasi mobil yang akan digunakannya itu, Kaesang pun segera berjalan menuju depan rumah dan mendapati mobil Ferrari nya itu tengah berdiri dengan gagahnya di sana.


suaranya terlihat menggegar dan bodinya begitu aduhai, warna abu-abunya yang begitu indah membuat Kaesang tidak menyesal telah membelinya.


"Pak, ini sudah ya?" tanya Kaesang kepada bapak security yang disuruhnya tadi untuk memanasi mobilnya, dan membawanya keluar dari garasi.


Dari awal Kaesang keluar rumah ia mendapati si bapak security itu tengah asyik mengelap bagian depan mobilnya dan bernyanyi-nyanyi sendiri.


suaranya sih bagus tapi Kaesang tetaplah tertawa melihat tingkahnya itu.

__ADS_1


"Eh den, sudah kok sudah, ini lagi saya lapin biar bersih, kan udah lama juga aden gak pake mobil ini." balas security itu sembari membalikkan badannya dan menatap kaget ke arah Kaesang yang sudah berdiri di belakangnya seraya tersenyum dan melipat kedua tangannya di depan dada.


setelah menganggukkan kepalanya Kaesang pun segera membuka pintu ferrarinya itu, dan beranjak masuk ke dalamnya.


semula ia pandangi seisi mobilnya itu yang masih terlihat bagus dan juga terawat. sejak pertama kali ia membeli mobil ini ia sama sekali belum pernah menggunakannya, karena awal ia membeli mobil ini hanya karena ia terpesona dengan bodinya dan juga harganya yang begitu fantastis.


Memang bagi sebagian orang membeli barang yang tidak begitu berguna dan juga terlihat mahal adalah sesuatu yang sangat boros dan membuang-buang uang, namun untuk seseorang seperti Kaesang yang kekayaannya tidak perlu diragukan lagi membuatnya tidak masalah untuk membeli barang-barang itu termasuk mobil Ferrari ini yang tercatat sebagai mobil Ferrari termahal di dunia.


Kaesang sengaja menggunakan mobil ini untuk mengejutkan Tyas dan menyenangkannya. ia ingin memanjakan Tyas, dan membuatnya bahagia malam ini.


Karena memang Kaesang dan Tyas sudah pergi ke berbagai tempat untuk sekedar liburan, dan juga makan-makan, namun itu terkesan sangat biasa untuk Kaesang, lalu setelah berpikir begitu lama ia pun terpikirkan ide ini, yakni membawa Tyas ke beach resto, untuk sekedar dinner dan juga kencan romantis.


Namun karena Tyas menolak pergi ke beach resto dengan alasan yang begitu masuk akal membuat Kaesang kembali berfikir. karena ini sangat begitu mendadak membuat Kaesang bingung harus pergi ke tempat mana lagi untuk dinner bersama Tyas.


Karena setelah terpikirkan ide untuk dinner dan juga kencan bersama Tyas membuat Kaesang langsung terpikirkan tempat itu.


Beach resto adalah lokasi dan tempat favorit semua orang yang ingin melihat sunset dan juga menikmati suasana malam, beach resto selalu buka tiap malam hari, dan selalu padat pengunjung tiap harinya.


Tempat itu bukan hanya bagus dari tempatnya saja melainkan dari makanannya pun juga begitu enak. semua hidangan di resto itu penuh dengan ciri khas makanan barat dan sebagian besarnya adalah seafood.


Eummmppp ...


mendengar nama seafood sontak membuat Kaesang begitu bersemangat untuk makan di sana, dan menikmati suasananya yang begitu indah. Namun, karena Tyas sebelumnya menolak untuk makan di sana pun sontak membuat Kaesang mengurungkan niatnya itu.


Brummm ...


Setelah selesai memasang sabuk pengaman dan memberitahu Tyas kalau dirinya sedang otw ke rumahnya pun membuat Kaesang sedikit nerfes dan begitu deg degan.


Huufftt ...


Ia pun mencoba meyakinkan diri, dan mengatur nafasnya kuat kuat, berulang kali ia menarik hembuskan nafasnya untuk menghilangkan rasa nerfes nya itu.


Lalu setelah merasa cukup yakin dan tidak senerfes tadi ia pun segera melajukan mobilnya dan berjalan santai menuju ke rumah Tyas, namun sebelum itu ia pun menyempatkan diri untuk mampir sebentar di Grecia florist guna mengambil pesanannya, yakni sebuket bunga mawar merah yang akan diberikannya pada Tyas nanti.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2