Cintaku Adalah Kamu

Cintaku Adalah Kamu
Episode 128 -Tujuan Salma


__ADS_3

Ceklek ...


"Semoga aja papa sama mama udah tidur deh." setelah sebelumnya berbincang singkat dengan Lina di depan rumahnya, Zefa pun naik taksi kembali dan bergegas pulang. Namun, di kondisinya yang masihlah sedikit mabuk membuatnya takut, ia takut bila kedua orang tuanya masihlah terjaga, terlebih saat ini kan masih pukul delapan malam.


Tapi, setelah Zefa sampai di depan rumahnya, ia mendapati jika rumahnya itu dalam keadaan gelap, dalam hati ia pun bersorak senang karena ternyata orang tuanya sudahlah tidur, namun sesaat ia telah masuk kedalam rumah menggunakan kunci cadangan, ia pun terlonjak kaget sesaat mendapati ibunya tengah duduk di sofa ruang tamu sembari melipat kedua tangannya di depan dada dan menatap tajam kearahnya.


"Dari mana aja sayang, kok jam segini baru pulang?" tanya Salma sembari berjalan kearah Zefa dan menatap tajam kearahnya.


Sementara Zefa yang masih terlihat mabuk pun hanya mampu terdiam seraya berdiri sempoyongan.


"Zefa, mama tanya, kamu dari mana!" kini Salma pun menaikkan nada bicaranya sesaat mendapati respon putrinya yang terlihat santai.


"dari bar ma, kenapa sih?!" ujar Zefa seraya mengusap kasar rambutnya dan menatap malas kearah Salma.


Mendengar respon putrinya dan keadaannya saat ini yang memang terlihat mabuk pun membuat Salma naik pitam, ia pun sontak mencubiti lengan Zefa dan memukul pantatnya berulang kali.


"Zefa, sudah berapa kali sih mama bilang, jangan minum minuman beralkohol, jangan pergi ke bar dan jangan pulang kemaleman. mama capek ya Zef, bilang itu terus ke kamu, omelin kamu dan cubitin kamu kayak gini, kapan sih kamu bisa berubah, kapan kamu bisa berubah dan ikutin perintah mama. Mama nggak ngelarang kamu minum itu, dan pergi ke bar sama temen kamu, kamu boleh ngelakuin apapun yang kamu suka, mama sama sekali nggak ngelarang kamu, tapi waktu itu bukanlah sekarang, kamu boleh ngelakuin itu nanti setelah tujuan kita tercapai, kamu ngerti kan ucapan mama, udah kamu tidur sana." setelah mengatakan itu panjang lebar, dan penuh dengan emosi, Salma pun menarik nafasnya kuat kuat dan kemudian memapah Zefa untuk naik ke kamarnya di lantai atas.


"Aish, iya iya ma, masih inget kok aku, tapi tumben mama sendirian, papa mana, dan keadaan kaki mama gimana, udah sembuh?" tanya Zefa.


"papamu lagi dinas di luar negeri, dan keadaan kaki mama udah sedikit baikan, udah bisa dibuat jalan tanpa tongkat dan bisa buat berlari, tapi ya mama tetep harus ngejaga kaki mama ini, soalnya kan baru aja sembuh." jelas Salma.


"loh cepet banget ma, kemarin bukannya mama masih pake tongkat ya, kok sekarang udah sembuh aja, aneh deh lama lama." sahut Zefa seraya menoleh kearah Salma dan menatap bingung kearahnya.

__ADS_1


Mendengar ucapan Zefa tersenyum miring lah Salma, di tatapnya balik putrinya itu, kemudian di lontarkannya senyuman lebar kearahnya.


Ceklek ...


Setelah sampai di dalam kamar Zefa, Salma pun membantu Zefa naik keatas ranjangnya, dan membantunya berbaring.


"sebenarnya mama udah sembuh dari lama sayang, makanya sekarang mama bisa bantuin kamu." ujar Salma seraya menyelimuti tubuh Zefa dan mencium keningnya begitu lembut.


"Maksud mama?" tanya Zefa kaget dan penasaran dengan ucapan mamanya itu.


"Kamu gak perlu tau, nak karena ini bukan urusan kamu, sekarang kamu tidur ya, dan jangan banyak tanya." balas Salma seraya tersenyum lebar kearah Zefa.


mendengar jawaban ibunya yang terdengar tajam namun bersifat halus pun seketika membuat Zefa mengernyitkan keningnya, ia yang semula masihlah pusing karena mabuk pun seketika langsung sembuh setelah mendengar ucapan ibunya dan ekspresinya yang sangatlah aneh.


"oh jadi selama ini mama udah bohong ya sama semuanya, mama berlagak sok sakit buat kepentingan mama sendiri, buat tujuan mama itu kan?" tanya Zefa seraya bangkit dari posisi tidurnya.


"anak mama begitu pintar, sepertinya kamu tau semua tujuan mama ya." ujar Salma seraya mengecup kembali tangan Zefa yang di genggamnya.


"ma, sekarang gimana, apa mama masih berlagak sakit atau mama menyudahi semuanya, papa .. Sudah tau belum tentang keadaan mama ini?" tanya Zefa seraya menatap serius kearah Salma.


"semuanya sudah mama atur nak, sudah mama rancang dengan begitu baiknya, jadi kamu, dan papamu tinggal nunggu aja." balas Salma.


"Ma, ini aku loh yang tanya, Zefa, anak mama, masa mama nggak ngasih tau aku sih?" tanya kesal Zefa.

__ADS_1


Mendengar itu tersenyum lah Salma, di lepasnya tangannya yang menggenggam tangan Zefa, dan berdirilah ia, dengan langkah santai keluarlah ia dari kamar Zefa, namun sebelum itu, salma pun sempat tersenyum lebar kearah Zefa dan mengatakan beberapa kata padanya.


"semuanya akan berakhir dengan bahagia, sayang, tunggu saja ya, nanti kamu juga akan tahu kok." ucap Salma sebelum dirinya keluar dari kamar Zefa.


......................


Setelah menempuh perjalanan sedikit jauh, berhentilah Alphard hitam itu di depan sebuah rumah tua yang mirip seperti gudang. Lokasinya sedikit jauh dari keramaian, dan berada di pinggir hutan.


"Sebenarnya siapa kalian dan kenapa kalian membawaku kemari?" tanya Gina sesaat kedua pria tadi menariknya keluar dari mobil dan menyeretnya masuk kedalam gedung tua itu.


Astaga, cahaya di dalam gedung itu terlihat remang remang, suasananya begitu sepi dan juga sunyi. Di dalam sana terdapat beberapa barang kantoran seperti meja dan kursi serta beberapa lukisan miring.


"Sudah tak usah banyak tanya, ayo." setelah itu kedua pria tadi pun menyeret Gina semakin masuk ke gedung itu.


Lorong demi lorong, dari ruangan satu ke ruangan yang lain sudah Gina tapaki, sampai akhirnya berhentilah mereka tepat di lantai paling atas di gedung itu, di sana terdapat sebuah kursi dan juga seorang asing yang tidak di ketahui siapa, dia memakai jaket hitam, topi, masker hitam, kaca mata hitam dan juga sarung tangan. Gina tak tau itu siapa, laki laki atau perempuan, namun melihat rambutnya yang panjang, sepertinya dia perempuan.


"Bos, kami sudah membawanya kemari." ujar salah seorang pria tadi pada perempuan bermasker hitam setelah sebelumnya telah tiba di hadapannya.


"Bagus, sekarang kalian paksa dia duduk dan ikat dia." ucap perempuan bermasker itu.


......................


Setelah sebelumnya mampir sebentar di cafe tuk membeli kopi untuknya dan sang ayah, Kaesang pun bergegas pulang, ia menyetir mobilnya dengan kecepatan tinggi dan berkali kali tersenyum miring.

__ADS_1


"Melakukan itu bersama Tyas ternyata mengenakan juga, rasanya nikmat tapi takut membuat gue candu. Melakukan itu masihlah pertama kali buat gue, tapi karena sering mendapat video tak senonoh dari orang tak di kenal akhirnya membuat gue terbiasa, gue menjadi ahli walau sebelumnya gue nggak pernah ngelakuinnya. Astaga, Kae, kenapa Lo tadi nawarin itu ke Tyas, bukankah harusnya ini berakhir di sini saja. Huufftt ... Semoga saja kejadian ini nggak akan keulang lagi, walau sebenarnya nikmat, dan menggairahkan, tapi gue takut, gue takut dengan semua resikonya nanti." ucap Kaesang seraya menepuk jidatnya pelan.


Bersambung ...


__ADS_2