Cintaku Adalah Kamu

Cintaku Adalah Kamu
Episode 52- Rencana ke London


__ADS_3

Kelanjutan dari episode kemarin...


Kaesang yang tahu, dan sadar jika saat ini akan ada pembagian rapot semester, seakan tak perduli, dan tetap santuy dalam berjalan menuju ke kelasnya, padahal hari sudah sedikit terik, lalu sesaat di perjalanannya suara caper para anak gadis di sana kembali di dengarnya seperti biasa, ia pun lantas mendengus lalu mengacuhkannya, kemudian kembali melanjutkan langkahnya menuju ke kelasnya. Lalu sesaat sudah hampir sampai di kelasnya, hanya tinggal beberapa langkah lagi, ia pun berhenti lantas mendengus sebelum akhirnya pergi, dan memasuki kelasnya.


Baru sampai di ambang pintu kelasnya, ia dibuat terkejut dengan adanya Tyas di dalam kelasnya, mengapa Tyas di sini?, lalu dengan langkah cool ia langkahkan kakinya memasuki kelasnya, saat derap langkah kakinya terdengar memasuki kelas, sontak semua anak anak tak terkecuali Tyas langsung menatap kearahnya.


"Maaf, saya terlambat." Ucap Kaesang pada Tyas sesaat setelah ia tiba dua langkah di depannya, tak lupa muka datar, dan nada dingin juga ia lontarkan di kata katanya itu, dengan tanda kutip agar tak ada seorangpun yang curiga mengenai hubungannya dengan gurunya ini, mengingat sikap nya yang berbeda.


"Oh, tidak papa, silahkan duduk." Jawab Tyas, tak lupa dengan senyum manis di bibirnya, yang berhasil membuat Kaesang juga melontarkan senyuman tipis kearahnya. Selepas di persilahkan duduk oleh Tyas, Kaesang pun mulai melangkahkan kakinya menuju ke tempat di mana bangkunya terletak, yaitu berada di tengah paling belakang tepatnya satu bangku di samping bangku milik zefa, mungkin karena hal itulah yang membuatnya sedikit tak betah tuk berlama lama di kelas.


Selepas duduk di bangkunya, Kaesang pun mulai melipatkan kedua tangannya di depan dada kemudian menatap kearah Tyas yang saat ini terlihat tengah duduk di meja guru sembari memainkan handphone di tangannya, ia lantas tersenyum saat mendapati Tyas juga tengah tersenyum. Lalu sesaat setelah itu ia pun langsung berdecak kesal saat mendengar suatu panggilan tertuju kearahnya sesaat ia masih konsentrasi menatapi wajah elok Tyas.


"Kae, Lo dari mana aja tadi, kok baru masuk?" tegur lirih salah satu teman di sebelahnya sembari mendekatkan diri kearahnya, lalu menepuk pelan bahu Kaesang, hingga membuat lelaki itu tersentak, lalu menatap dingin kearah si pemanggil tersebut.


"Toilet."Jawab dingin Kaesang. Selepas selesai mengatakan itu dirinya pun lantas kembali mengarahkan pandangannya ke depan, dan mengabaikan temannya tadi yang masih ingin mengajaknya mengobrol, tapi dirinya sudah lebih dulu cuek, lalu temannya itu pun mengurungkan niatnya tuk bertanya lagi padanya.


Kemudian sesaat selepas itu seseorang yang dianggapnya pengganggu pun datang, dialah zefa, Lina, dan zelyn. Mengapa mereka baru tiba? setelah selama ini, bukankah mereka sudah pergi dari tadi, ah, sudahlah.


"Maaf Bu, kita terlambat, tadi habis dari ruang BK soalnya." Ucap zefa mewakili kedua temannya, tak lupa dengan senyum manis di bibirnya.


Saat melihat kedatangan zefa, Tyas pun langsung menoleh kearahnya, lalu meletakkan hp yang tengah dipegangnya itu di atas meja.


"Eh, zef, habis bikin masalah apa lagi Lo, sampai di panggil ke ruang BK segala, hahaha." Ejek salah satu anak lelaki bertubuh tambun berkaca mata yang duduk tepat di depan bangku miliknya, saat mendengar ejekannya, sontak semua anak di sana tertawa oleh ucapannya, lalu menatap kearah ketiga gadis tersebut, tapi tidak dengan Kaesang, ia tetap pada wajah dinginnya itu, dan pandangannya sama sekali tak beralih sedikitpun dari Tyas, walaupun di kelas yang tengah ricuh seperti itu.


"Diem Lo!!" Balas zefa dengan nada tinggi, dan dengan rasa malu yang sedari tadi di tahannya. Ia beserta kedua temannya itu sama sama menatap tajam kearah anak lelaki tadi juga semua anak yang tertawa karenanya.


"Sudah sudah, kalian bertiga silahkan duduk di tempat kalian masing masing." Selepas Tyas selesai mengatakan itu, zefa beserta kedua temannya pun beranjak menuju ke bangkunya, lalu mendudukinya, hingga sesaat ia baru meletakkan bokongnya di bangku miliknya itu, perhatiannya pun teralihkan dengan Kaesang yang saat ini terlihat tengah duduk manis di bangkunya, Zefa pun lantas tersenyum saat menatap kearah lelaki tersebut, hingga ia alihkan pandangannya itu kedepan sesaat selepas itu.

__ADS_1


"Baik anak anak saya mulai sekarang ya. Selamat pagi, dan Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu." Ucap Tyas memulai.


"Selamat pagi Bu, Walaikumsalam warahmatullahi wabarakatu." Jawab mereka serentak.


"Baik, saya hari ini akan menggantikan pak Aziz selaku wali kelas kalian untuk membagikan raport akhir semester, dikarenakan beliau saat ini tak bisa hadir, karena sakit, jadi hari ini sayalah yang akan menggantikannya. Baiklah saya mulai ya, hemm nanti yang namanya saya panggil silahkan maju kedepan." Jelas Tyas, sesaat selepas itu ia pun memulai agenda hari ini, yaitu membagikan raport akhir semester, menggantikan wali kelas mereka yang saat ini tak bisa hadir karena sakit.


"Arumi Desita..."


....


....


Satu persatu nama mulai terpanggil, hingga tibalah giliran Kaesang tuk datang, dan menerima raport nya tersebut.


"Kaesang Abi Permana..." Panggil Tyas pada Kaesang, bermaksud agar dirinya datang kepadanya tuk menerima raport nya tersebut.


Kaesang yang mendengar namanya dipanggil, sontak langsung tersentak, lalu berdiri dari duduknya, dan berjalan kedepan, guna mengambil raport nya tersebut.


Tyas yang mendapati senyum Kaesang itu, sontak ia pun juga tersenyum, lalu melanjutkan tugasnya kembali, yaitu membagikan raport anak kelas 11 IPA 3, menggantikan wali kelas mereka yang tak dapat masuk, karena sakit.


............................................................


...Selang beberapa jam kemudian.......


Seorang lelaki muda terlihat berjalan di area koridor sekolah yang tengah ramai oleh beberapa anak yang juga sama sama akan pulang. Awalnya ia ingin menengok, dan mengobrol sebentar dengan Tyas sebelum ia beranjak dari sekolah itu, tapi, selepas ia menengok keberadaan Tyas di ruang guru, dan diketahuinya wanita tersebut tengah sibuk, ia pun tak mau menggangunya, lalu memilih tuk pulang saja, sembari akan menghubunginya nanti.


...........................................................................

__ADS_1


Sementara Tyas yang tengah berada di ruang guru sembari mengerjakan tugasnya yang tersisa, seketika menghentikan kegiatannya, lalu meraih handphonenya dari dalam tas hitam miliknya, membukanya, lalu melihat history Panggilan di aplikasi WhatsApp nya, dan setelah melihatnya, ia pun lantas mendengus lalu mensleep handphonenya itu, kemudian di letakkannya handphone miliknya itu di atas meja.


'Kaesang kok belum ngehubungin aku ya?' Tanyanya dalam hati, sesaat setelah itu ia pun kembali mengerjakan semua tugasnya yang tersisa, tapi walaupun begitu, di sela sela fokusnya, ia dapat merasakan kembali rasa pusing di kepalanya yang membuatnya sedikit mendesis, lalu kefokusannya pun mulai sedikit pecah.


............................................................


Kaesang yang baru tiba di halaman depan rumahnya, seketika beranjak turun dari mobilnya selepas ia memarkirkannya rapi di tempatnya. Ia langkahkan kakinya itu menuju rumahnya, ia putar knop pintu, lalu dilangkahkannya masuk kakinya tersebut kedalam rumahnya, ia mendengus setelah di lihatnya papanya tersebut tengah berada di ruang tamu, dan tengah menunggunya.


"Ah, Kae, baru pulang...Sini papa mau ngomong bentar sama kamu," Panggil indra pada Kaesang saat menyadari kepulangannya. Dengan langkah malas, segera dilangkahkannya kakinya itu menuju ke tempat dimana papanya berada, yang saat ini terlihat tengah duduk di sofa sembari menunggunya.


"Kenapa?" Tanya Kaesang datar selepas ia telah ada tepat di hadapan sang ayah, lalu mulai duduk di sofa di hadapannya.


"Di sekolah habis pembagian raport, kan?, sini papa lihat raport kamu," Balas Indra sembari meminta agar raport Kaesang tersebut di serahkan padanya.


Kaesang yang merasa berat pun akhirnya membuka tasnya lalu meraih raport miliknya, kemudian di serahkannya raport nya itu pada sang ayah.


Indra yang menerima raport Kaesang pun, langsung membuka nya perlahan, dan melihat nilai uji kompetensi serta perkembangan Kaesang selama beberapa semester ini. Ia pun sontak tersenyum saat mendapati nilai uji kompetensi Kaesang, ya semuanya sesuai dengan apa yang diharapkannya, yaitu nilai tinggi di semua materi.


"Papa bangga Kae, sama kamu, bertahun tahun kamu selalu pertahanin prestasi kamu ini, hebat anak papa, ehm oh iya mengingat ini papa juga ada sesuatu yang mau disampaikan sama kamu." Puji Indra pada Kaesang atas prestasi yang diperolehnya itu, tapi Kaesang yang mendengar itu seolah tak perduli, dan tak berekreasi sama sekali, ia bahkan tak mengucapkan sepatah katapun lagi selepas itu.


"Apa?, cepetan ngomong, aku mau ke atas." Ucap dingin Kaesang.


Indra yang melihat ekspresi putranya tersebut, seketika langsung mendengus lalu menatap lembut kearah sang putra hingga ia menyampaikan sesuatu hal padanya.


"Ehm gini, papa kan rencananya ada tour bisnis ke London dua hari lagi sama beberapa kolega papa, dan kemungkinan semingguan lah kita di sana nanti. Ehm tujuan awalnya sih mau membahas soal proyek bisnis terbaru papa sama liburan juga, jadi tujuan papa sebenarnya ajak kamu ngobrol ini cuma pengen ajak kamu juga kesana kalau kamu mau, biar kamu gak sendirian gitu di rumah, hmm, mau ya, ikut papa." Tawar Indra, saat mendengar itu, Kaesang pun langsung mengernyitkan dahinya, lalu mengucapkan kata kata ini,


"Papa pergi aja sendiri, gak usah ajak ajak aku." Selepas menolak mentah mentah ajakan papanya tersebut, dan mengambil kembali raportnya dari tangan sang ayah, Kaesang pun beranjak dari duduknya, kemudian pergi, meninggalkan sang ayah yang masih terbengong oleh ucapannya barusan. Sedangkan sang putra kini sudah mulai menaiki tangga, dan hendak menuju ke kamarnya di atas.

__ADS_1


'Kenapa kamu masih seperti ini sama papa sih, Kae,' Ucap sedih Indra sembari menatapi punggung putranya tersebut yang kini sudah berada di lantai atas, dan hendak masuk ke kamarnya.


Bersambung.


__ADS_2