Cintaku Adalah Kamu

Cintaku Adalah Kamu
Episode 154 -Cemburu dengan Drakor


__ADS_3

Lalu Tyas yang perlahan mulai menatap kearah tempat Kaesang berada sembari matanya yang terus sayu saking mengantuk nya tetiba saja begitu terkejut sewaktu mendapati Kaesang benar benar berada di sana.


Saat itu, Kaesang masih juga tersenyum kearah Tyas dan menatapnya dengan jarak yang begitu dekat.


Astaga, berada sedekat ini dengan Kaesang membuat Tyas merasa begitu gugup. Jantungnya berdegup kencang, dan dengan perlahan, dia mulai mendorong dada Kaesang agar sedikit menjauh.


"Sejak kapan kamu disitu Kae, kok gak bilang bilang sih kalau kamu mau ke sini?" tanya Tyas sembari mengalihkan atensinya kearah lain dan mulai mengemasi barang barangnya yang masih berada di atas mejanya, mulai dari buku, kotak pensil serta botol minum pun telah berhasil ia eksekusi ke dalam tasnya.


"Sejak lama sih dear, sejak aku tau kalau kamu itu lagi tidur di sini .. Ehm dear, ngomong ngomong kok kamu bisa sampai tidur di sini sih? Nggak biasanya loh kamu itu tidur di sekolah seperti ini .. Kenapa? ada yang kamu pikirin ya semalam sampai membuatmu nggak tidur terus ketiduran di sekolah seperti ini?" tanya Kaesang lembut.


Lalu Tyas yang saat itu telah selesai mengemasi barang barangnya pun segera membalikkan badannya dan mengalihkan atensinya kearah Kaesang.


Disana, ia melihat Kaesang tampak begitu khawatir padanya, tatapannya yang tak lepas dari Tyas, serta tangannya yang saling bertaut satu sama lain sontak membuat Tyas tersenyum.


"Nggak ada kok Kae, nggak ada yang lagi aku pikirin kok. Aku baik baik aja, nggak ada satupun masalah yang datang ke aku sampai buat aku gak bisa tidur seperti itu." sahut Tyas.


"Kalau nggak ada masalah, kenapa kamu bisa tidur di sini?" lagi Kaesang.


Tyas pun sontak saja tertawa menanggapi pertanyaan bingung Kaesang itu. Dia mendapati Kaesang terlihat bingung dengan pernyataannya, dan masih ada sorot khawatir di matanya itu.


Kasihan sih, tapi Tyas jujur dari hatinya. Saat ini dia memang sedang tidak mengalami masalah apapun, kondisinya baik baik saja, hanya saja kadang dia merasa cukup lelah dengan semua omongan buruk terhadap hubungannya.


Huufftt ... Jika Tyas itu bukan orang yang sabar, pasti saat itu juga Tyas akan langsung memutuskan hubungannya dengan Kaesang dan menjauhinya.


Tyas akan melakukan itu jika saja perasaan cinta itu belum juga muncul di hatinya.


"Kemarin setelah dinner itu aku nggak langsung tidur, tapi aku nonton drakor dulu mumpung drakor favoritku muncul episode baru. Ehm kemarin itu aku nonton begitu serius sampe lupa jam, kukira masih sekitar jam sebelas an loh, eh ternyata malah dah pagi, mana saat itu aku nggak tidur lagi. Jadi ya alasanku tidur di sini ya karena itu, Kae ..." sahut Tyas sembari tertawa kecil dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Lalu Kaesang yang kaget dengan Tyas yang ternyata menyukai drakor pun membuatnya tak bisa menahan tawanya. Selain karena dia tak menyukai drakor, Kaesang juga cukup geli dengan beberapa adegan lebay di drakor itu.

__ADS_1


Hahaha ...


"Kamu suka drakor dear, tumben?" tanya Kaesang masih sembari tertawa.


"Iya suka Kae, kenapa, kok kamu ketawa gitu, ada yang lucu ya?" tanya Tyas.


Wajah Tyas terlihat begitu bingung mendapati respon Kaesang yang seperti itu. Respon tertawa dari Kaesang membuat Tyas tak mengerti mengapa Kaesang bisa sampai seperti itu.


Menurutnya tidak ada yang lucu dari ucapannya tadi, lalu mengapa Kaesang bisa sampai tertawa??


"Lucu sih enggak ya dear, cuma aku tuh denger kata drakor rasanya pengen ketawa aja. Kamu tau kan kalo kebanyakan para cowo tuh gada yang suka drakor. Aku tuh termasuk gak suka dear sama drakor. Geli aku liat film kayak gitu." sahut Kaesang.


Lalu Tyas yang tau Kaesang tak menyukai drakor pun membuatnya ikutan tertawa. Sejak dulu memang kebanyakan para cowo tak menyukai drakor, ada sih yang suka tapi tidak banyak.


"Beneran gak suka Kae kamu sama drakor? Yakin?" pertanyaan Tyas ini terdengar seperti godaan bagi Kaesang. Rasanya terdengar sedikit manja serta senyum Tyas yang terus tersungging sontak membuat Kaesang menurunkan senyumnya itu.


Tapi ucapannya terdengar begitu lucu di telinga Tyas, mana ekspresinya juga mendukung lagi.


"Aku kan nggak sedang ngelawak dear, kok kamu ketawa sih?" ekspresi Kaesang masih tetap sama, masih juga cemberut dan juga terlihat kesal.


Hahaha ... Lucu sekali sih melihat Kaesang seperti ini.


"Kae, maaf ya .. aku nggak kuat Kae liat kamu .. haduh lucu sekali Kae, sejak kapan kamu jadi pelawak seperti ini?" Tyas pun langsung saja menepuk jidatnya dan kembali tertawa.


Rasa rasanya baru kali ini lah dia bisa tertawa selebar dan selama ini, itu pun Kaesang yang membuatnya tertawa.


Walaupun alasan yang membuatnya tertawa adalah hal remeh, dan terkesan biasa saja, tapi itu tidak bisa untuk tidak membuat Tyas tertawa, selain karena dia sangat menyukai drakor, Tyas juga adalah penggemar nomor satu Lee min ho.


Drama yang di tontonnya semalam adalah salah satu drama yang di perankan Lee min ho sebagai pemeran utama.

__ADS_1


Astaga tampan sekali, mengingat muka Lee min ho membuat Tyas langsung tersenyum seketika. Jika saja dia tidak ingat ada Kaesang di hadapannya pasti saat itu juga Tyas langsung saja tersenyum senyum sendiri sembari membayangkan muka Lee min ho di kepalanya.


"Pelawak? Memangnya apa yang lucu dari kata kataku itu? perasaan tidak ada yang lucu." Kaesang masih juga cemberut bahkan kini terlihat seperti tengah kesal.


Wahh, cuma karena Drakor saja Kaesang bisa sampai sekesal ini, kok bisa?


"Yaudahlah Kae, lupakan aja yang itu, ehm yuk kita pulang, udah lumayan sore ini .." Tyas terlihat bangkit berdiri dari duduknya di ikuti Kaesang yang juga turut berdiri dari duduknya kemudian membalikkan badannya dan berjalan pergi begitu saja, tanpa adanya ajakan pada Tyas untuk pulang bersama ataupun menggandeng tangannya.


Kaesang sama sekali tak melakukan itu. Dia hanya diam dan terlihat begitu dingin. Ekspresi kesal dari mukanya membuat Tyas merasa bersalah pada Kaesang.


Dia merasa bersalah karena mungkin karena tindakannya tadi Kaesang marah dan kesal padanya.


Sebenarnya Tyas hanya bercanda dengan Kaesang, tapi Kaesang yang menanggapinya serius sama sekali tak Tyas duga. Dia tidak menduga jika Kaesang akan merespon seperti itu.


Haduh .. Sepertinya quote dalam novel yang sempat di bacanya akan terjadi padanya kali ini.


"Cowok dingin dan cuek mungkin terlihat tidak peduli, tapi ketika dia cemburu karena hal-hal kecil, itu adalah bukti tak terbantahkan betapa dia memperhatikan dan peduli padamu."


Kaesang mungkin tampak dingin dan cuek, perasaan cemburunya pada hal-hal kecil bisa menjadi tanda bahwa ia sangat peduli dan memperhatikan detail dalam hubungan dengan pasangannya.


Yap, sepertinya Kaesang cemburu dengan drakor. Entah mengapa Tyas merasa jika saat ini Kaesang tengah marah padanya karena urusan drakor tadi.


Memang Kaesang tak mengatakan apapun tapi dari ekspresinya Tyas sudah tau jika saat ini Kaesang tengah marah padanya, dan marahnya itu tak lain dan tak bukan karena drakor.


Karena hal terkesan ringan itu Kaesang bisa sampai marah pada Tyas, dan meninggalkannya pergi seperti ini.


"Kae .. Kae .. ada ada aja kamu ini, untung tadi aku tak mengatakan Lee min ho padamu, jika tadi aku sampai mengatakannya bukankah kamu akan semakin marah padaku, ini saja kamu sudah marah. Bagaimana jika ku beritahukan padamu, bukankah kamu akan memutuskanku sekarang juga?" gumam Tyas sembari berjalan santai di belakang Kaesang.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2