Cintaku Adalah Kamu

Cintaku Adalah Kamu
Episode 41- Kecemasan Tyas & gosip baru


__ADS_3

Setelah berhasil menerobos kerumunan, dan melihat hasil ujian di papan tersebut, wajahnya tak ubah sama sekali, ia seakan tak puas dengan hasilnya, padahal di sana tertera jikalau dirinya menepati posisi pertama dengan nilai ujian paling tinggi di bandingkan yang lain, tapi itu tak membuatnya senang sedikitpun, karena ia hanya bisa senang, dan bahagia jika ia telah memastikan keadaan Tyas baik baik saja, tapi sedari tadi tak dijumpainya sosok wanita tersebut.


Mungkin ia dapat dinilai lebay oleh banyak khalayak, tapi ia hanya ingin menjaganya seperti yang telah diikrarkannya tempo lalu sesaat di gunung, tapi kemana ia harus mencari Tyas kali ini, 'ah sudahlah, nanti juga nongol orangnya.' pikirnya cuek, lalu setelah dari papan pengumuman tersebut, Kaesang pun melenggang pergi, kini kakinya ia langkahkan menuju ke kantin sekolah, siapa tahu orang yang dicarinya ada di tempat itu, tapi ia tak begitu yakin, jika wanita yang di carinya itu benar benar ada di sana?, tapi di mana lagi ia harus mencari?


.........................................................


Disisi lain, Tyas yang tengah mengobrol berdua dengan dokter tampan tersebut, seketika raut wajahnya berubah menjadi sedih, serta seperti ingin meneteskan air mata. Lalu ia tundukkan kepalanya berpikir, 'Kenapa begini?, apa aku tak pantas meraihnya?' Pikirnya sembari menangis dalam diam. Setelah cukup berpikir, ia naikkan wajahnya, lalu menatap intens dokter tampan dihadapannya,


"Apa tidak ada cara lain, dok?" Tanya Tyas penuh harap, dengan tatapan sendu yang sedari tadi ditorehkannya.


"Tidak, Bu, hanya ini jalan satu satunya, saya memang tidak dapat menjamin bahwa dapat 100% berhasil dengan cara ini, tapi memang inilah cara satu satunya, kalau tidak segera ditangani bisa bahaya." Jelas dokter Ridwan.


"Tapi dok, bagaimana jika cara ini masih tak berhasil juga?" Tanya Tyas sembari menundukkan kepalanya kembali, lalu mulai terlihat sedih.


"Ibu berdoa saja yang terbaik, tak usah berpikir yang macam macam, oke. Dengan ijin yang kuasa semua pasti dilancarkan kok Bu."


"Semoga saja dok, ehm tapi dok, kapan saya bisa memulai ini?"


"Jadwalnya akan kita atur dulu Bu, secepatnya akan kita kabari."


"baiklah dok, segitu saja, Terima kasih banyak ya dok, saya permisi." Ucap Tyas, sesaat setelah cukup berbincang bincang dengan dokter spesialis langganannya, Tyas pun memutuskan tuk pulang, dan tak kan pergi ngajar hari ini. Ia masih diliputi rasa khawatir, dengan apa yang baru saja di dengarnya barusan, tapi ia coba tuk menguatkan dirinya, dan berharap masih ada secercah cahaya untuknya.


"Iya, Bu, mari."

__ADS_1


'Semua impianku?, apakah aku masih bisa meraihnya?' Pikirnya sembari berjalan menyusuri lorong rumah sakit, dengan wajah yang tetap tertunduk, serta memendam begitu banyak masalah, Tyas tak lagi terganggu dengan keberadaan orang orang di sekitarnya, serta pandangan orang orang terhadapnya, ia justru tetap melanjutkan langkahnya, hingga sampailah ia di pintu gerbang depan dari rumah sakit tersebut, tuk menunggu sebuah taksi lewat, guna sebagai kendaraan untuknya pulang ke kediamannya.


.................................................


Zefa beserta kedua temannya yang tengah makan di suatu kedai di kantin seketika tersentak saat menapaki sosok Kaesang tengah berada di kantin juga, sebab setahunya Kaesang tak pernah sekalipun pergi ke kantin, pergi pergi mungkin hanya saat kepepet saja, tapi tumben?, ada apa?


"Zef, lihat tuh siapa di sana." Ucap Lina sembari menunjuk kearah Kaesang yang tengah berdiri dua meter di depannya, dan terlihat tengah mencari seseorang, walaupun lagaknya sudah sehalus mungkin, tapi masih saja terlihat oleh ketiga gadis tersebut.


"Iya gue tahu. Tapi tumben tuh anak ada di kantin, kenapa ya?"


"Ya mau makan kali ah, masa mau kencing di kantin." Canda Lina, sembari tertawa geli oleh candaannya sendiri.


"Serius gue. Apa kalian gak sadar, kalau akhir akhir ini tingkah Kaesang tuh makin aneh, kayak ada sesuatu gitu yang lagi dia sembunyiin, dia tuh gak kayak biasanya." Spekulasi zefa, sembari pandangannya tetap tertuju pada Kaesang yang saat ini mulai berjalan pergi menjauhi kantin.


"Please Lina, masa Lo gak sadar sih, orang ti---" Putus zefa.


"Gue tahu." Ucap zelyn tiba tiba, setelah sedari tadi membisu sembari tetap menatapi kedua temannya berbicara, akhirnya ia pun unjuk diri.


"Apa?" Tanya Lina, dan zefa bersamaan. Dan itu berhasil membuat zelyn heran dengan kedua temannya tersebut.


"Ciee, kompak nih ye, tumben, biasanya si kucrit sama si curut tuh kalau dah berdebat, aduh kayak tom and Jerry tahu gak, ter---" Putus zelyn.


"Pake curut curutan, udah apa tadi yang Lo tahu soal Kaesang, cepetan!" Ucap zefa tak sabar dengan jawaban zelyn atas penuturannya barusan, tak lupa ia juga memasang muka sebalnya.

__ADS_1


"Hmm, dua hari yang lalu, saat gue di ajak nyokap gue belanja ke mall *****, gak sengaja gue lihat Kaesang di sana juga sama cewek lagi, aneh kan, bukannya Kaesang jomblo ya?, kok tiba tiba udah ada cewek aja, kan aneh, masa satu sekolah gak ada yang tahu hal ini." Jelas zelyn.


"Gak usah ngawur Lo, mana ada Kaesang punya cewek, ceweknya Kaesang tuh cuma gue, ngerti Lo!" Bantah zefa tak terima.


"Ih gue serius, gue lihat pake mata kepala gue sendiri. Bahkan yang buat gue heran tuh bukan Kaesang nya, melainkan cewek yang sama dia itu." Lagi zelyn.


"Emang siapa? anak sini juga, huu, palingan juga gak cantik cantik amat." Tambah Lina.


"Masalahnya dia tuh bukan siswa." Bantah zelyn.


"Terus??" Tanya Lina, juga zefa, yang keduanya lagi lagi bersamaan dalam memberikan jawaban.


"Ada deh." Timpal zelyn. Setelah berhasil membuat kedua temannya penasaran, dirinya pun memutuskan tuk pergi dari sana sembari tersenyum jahil, sebab ia telah berhasil mengerjai kedua sohib nya itu, dan membuat mereka penasaran, apalagi kalau sudah menyangkut Kaesang, mereka pasti gercep.


"Eh, Zel, mau kemana Lo, lanjutin dulu, woy.." Teriak zefa memanggil manggil zelyn, sahabatnya itu, tapi orang yang dipanggil justru semakin menjauh darinya.


....................................................


Setelah dirasa Tyas tak juga ada di kantin, Kaesang pun memutuskan tuk pergi menyendiri di taman belakang sekolah sembari tetap mencoba menghubungi Tyas.


Dan saat sesampainya ia di taman tersebut, dirinya pun berangsur senang, sebab ternyata taman tersebut dalam keadaan sepi, dan tak ada seorangpun, sebab biasanya walaupun ini di belakang sekolah, tempat ini selalu ramai di kunjungi oleh beberapa anak, tapi untunglah hari ini hanya ada dirinya saja di taman itu. Setelah sampai di taman tersebut, Kaesang pun memutuskan tuk duduk di bawah batu besar yang terletak di bawah pohon besar di tengah tengah taman itu. Ia rebahkan bokongnya di atas batu tersebut, kemudian mencoba tuk menghubungi Tyas kembali.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2