Cintaku Adalah Kamu

Cintaku Adalah Kamu
Episode 29- Semakin dekat


__ADS_3


"Ih, kok gak dijawab, sih!" dumalnya sembari menatap kesal kearah handphone di tangannya.


Perempuan itu, Zefa, saat ini tengah duduk bersandar di kursi panjang di samping jendela di dalam kamarnya. Ia berulang kali menatap kesal kearah handphone yang tengah dipegangnya itu, ia sedang menunggu telponnya dibalas oleh seseorang yang amat disukainya itu, akan tetapi sudah beberapa kali ditelpon tak diangkat angkat, akhirnya zefa pun mematikan panggilannya itu dengan kasar.


"Kemana sih, dia, dari dulu telpon gue gak pernah diangkat Mulu." Ucapnya sembari menaruh handphonenya itu dengan malas di samping tubuhnya bersandar.


"Zef, Zefa, keluar bentar, sayang, ada yang nyariin nih," Panggil seorang wanita dewasa dari arah luar kamar gadis itu.


"Ah, siapa, sih, Ma?" Jawab malas gadis itu sembari berteriak, dan tetap pada posisinya semula.


"Gak tau, gak kenal mama, yang pasti dia cowok ganteng, terus pakaiannya rapi gitu, katanya sih nyariin kamu."


"Ah, yaudah yaudah, bentar lagi aku keluar." Jawab gadis itu akhirnya.


"Yaudah, buruan ya, kasihan udah nunggu lama." Ucap mamanya itu, kemudian setelah itu beranjaklah ia dari sana.


"Iya, ah." Timpal malas gadis itu.


"Siapa, sih? apa Kaesang? semoga aja bener deh, walaupun dirasa rasa mustahil kalau Kaesang sampai kesini."


Setelah itu bergegas keluarlah ia dari dalam kamarnya sembari menenteng handphone di tangannya. Ia mulai melangkahkan kakinya menuju ke ruang tamu rumahnya sembari memainkan handphone di tangannya. selang tak beberapa lama kemudian sampailah ia di ruang tamu rumahnya, dan sesaat setelah ia tengok sesiapa yang tengah mencarinya, terkejut lah ia, Sebab dijumpainya seorang pria tampan nan putih, serta berkemeja rapi, tengah duduk manis di sofa ruang tamunya, saat mengetahui seseorang yang dicarinya sudah hadir di sana, sontak pria itupun langsung berdiri dari duduknya, dan menatap lekat perempuan itu. Gadis itu tak menyangka, seseorang yang telah begitu lama menghilang dari kehidupannya tiba tiba muncul begitu saja, dan membuatnya bingung, apa sebenarnya tujuan dari laki laki ini mendatanginya setelah sekian lama menghilang?


"Lo..., ngapain disini!" Tanya zefa pada lelaki itu sesaat setelah ia tiba di hadapannya.


................................................................


Setiap pagi, dan sehabis ngajar, Tyas selalu menyempatkan diri untuk merawat Kaesang di rumah sakit. Ia begitu telaten, dan juga tulus dalam merawat Kaesang. Bahkan tak pernah di dapatinnya gurunya itu tengah mengeluh, ia justru dengan sabar menuruti segala keinginan Kaesang, dari yang a sampai z, semuanya ia turuti dengan sabar, dan tulus, bahkan tak lupa ia selalu menorehkan senyuman manis sesaat sebelum ia menuruti permintaan Kaesang itu.


"Bu, kalau ibu capek, mending ibu pulang saja, gak papa kok, pasti capek kan habis ngajar. Udah Bu, ibu pulang saja, istirahat, I'll be fine here." Ucap lemah Kaesang pada ibu guru di sampingnya.


"Tidak, ibu tidak masalah kok, ini kan sudah jadi kewajiban saya, buat rawat kamu sampai sembuh. Lagipula saya di rumah juga gak ngapa ngapain, mending di sini jagain kamu." Balasnya.


"Lho, emang ibu gak capek gitu, kan tadi habis ngajar seharian, sekarang malah jagain saya di rumah sakit, pasti ibu capek banget kan. Udah Bu, ibu pulang saja, saya beneran gak papa kok, serius."


"Udah, stop, kamu istirahat, biar cepat sembuh, ini juga udah mau malam, lebih baik kamu istirahat, oke."

__ADS_1


"Tapi, Bu?"


"Iya iya, bentar lagi ibu pulang kok, tapi sebelum itu kamu makan malam dulu, terus istirahat, baru setelah itu saya bisa tenang ninggalin kamu."


"Oke." Ucapnya sembari beranjak bangun dari posisi tidurnya, kemudian membenarkan posisinya, lalu berusaha mengambil semangkok bubur dari atas nakas, tapi sebelum di dapatkannya semangkok bubur itu, sudah terlebih dahulu diambil oleh ibu guru itu.


"Udah, kamu kan masih lemah, saya yang suapin kamu hari ini. aaaa." Ucapnya sembari menyodorkan sesendok bubur pada Kaesang, dan dengan polosnya ia pun langsung membuka mulutnya lebar lebar, dan menerima bubur hambar itu di dalam mulutnya. Sembari menyantap bubur itu, tak ia kedipkan matanya hingga beberapa saat, ia begitu heran, baru kali ini ia diperhatikan sampai sebegitunya oleh seorang guru, bahkan ia nampak begitu tulus melakukannya.


"Kae, kenapa kamu natap saya kayak gitu?" Tanya Tyas tiba tiba sesaat setelah ia mulai sadar kalau sedari tadi Kaesang terus menatap kearahnya.


"Eh, gak Bu, gak papa kok." Ucapnya gelagapan sembari menundukkan kepalanya sekilas.


......................................................


...Selang tiga hari kemudian......


Hari ini adalah hari terakhir Kaesang di rumah sakit, karena setelah beberapa hari ini di rawat kondisi nya telah pulih kembali walaupun masih sedikit lemah. Dengan ditemani Bu Tyas di sampingnya, lelaki itu pun tengah berjalan kearah meja administrasi rumah sakit guna membayar perawatannya selama beberapa hari ini.


"Kae, kamu beneran udah gak papa?, apa mau saya papah?" Tawar ibu guru di sampingnya tulus.


"Saya udah baikkan kok Bu, gak usah pake dipapah segala, kan saya gak pincang." Jawabnya sembari menoleh sekilas kearah ibu guru di sampingnya.


"Hmm."


.............................................................


Tiga orang siswi berseragam rapi tengah berdiri di depan gerbang sekolah mereka sembari bercengkrama ria.


"Guys, Kaesang kemana ya?, kok udah tiga hari ini gak masuk sekolah?, terus gak ijin lagi." Tanya Lina pada kedua teman di sampingnya sembari menatap mereka bergantian.


"Gak tau, udah kucoba hubungi tapi gak diangkat. Taudeh Lagi ada acara keluarga kali." Timpal Zefa sembari memasang muka malas.


"Masa sih, kok sampai lima hari gak masuk, itu acara keluarga atau apa." Timpal zelyn.


"Udah deh, jangan kebanyakan komen. Yuk cabut, tuh supir gue dah jemput." Ucap Zefa sembari menunjuk kearah sebuah mobil Alphard hitam yang terparkir tak jauh dari posisi mereka saat ini.


Selepas itu beranjaklah mereka dari sana, dan mulai melangkahkan kakinya menuju ke tempat dimana mobil itu berada.

__ADS_1


............................................................


Sesaat kemudian sampailah langkah mereka di depan meja administrasi rumah sakit, dan langsung di sambut ramah oleh salah satu suster di sana.


"Ehm sus, saya mau bayar biaya perawatan saya selama di rawat di rumah sakit ini, total keseluruhannya berapa ya?"


"Atas nama siapa?"


"Kaesang."


"Oh, sebentar ya, saya cek terlebih dahulu."


"Ini mas perinciannya." Jawab suster tersebut sembari menyerahkan selembar nota pembayaran pada lelaki muda di hadapannya, dan langsung di sambut baik olehnya.


"Nih sus." Ucap lelaki itu sembari menyerahkan sebuah black card yang ia ambil sebelumnya dari dalam dompetnya kepada suster tersebut.


Dengan hati hati, suster itu pun mengambil black card tersebut dari tangan lelaki itu, kemudian di selesaikan nya proses pembayaran tersebut.


...Selang beberapa saat kemudian.......


Saat ini Tyas dan juga Kaesang tengah berdiri mematung di depan halaman rumah sakit sembari menengok keadaan sekitar, juga sesekali mengobrol satu sama lain.


"Kae, hari ini kamu dijemput papamu?"


"Tidak, saya pulang sendiri naik taksi."


"Lho kok gitu, papamu lagi sibuk ya, sampai gak bisa jemput?"


"Gak tau ah Bu, males."


sesaat setelah itu terdengarlah suara notifikasi dari layar handphone lelaki itu, sembari menunggu taksi yang dipesannya tiba, iseng ia buka handphonenya, dan membaca isi pesan tersebut,



Dengan raut wajah kesal, ia masukkan kembali handphonenya itu kedalam saku jaketnya, kemudian mengajak Bu Tyas untuk berjalan kearah luar gerbang rumah sakit sembari menunggu taksi pesanannya tiba.


...Selang beberapa hari kemudian.......

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2