
Laki laki itu, Kaesang tiba tiba saja terbangun dari tidurnya, sembari mengerjap kaget. Ia melirik sebentar jam Beker yang ada di atas nakas di samping ranjangnya, dan setelah dilihatnya ternyata jam telah menunjukkan pukul tujuh malam, ia telah tidur lumayan lama, mungkin karena mimpi tadi. Tapi ada satu hal yang membuatnya bertanya tanya hingga saat ini. Mamanya, mengapa mamanya bisa sampai datang dalam mimpinya, mengapa bisa seperti itu?, ah entahlah, ia sama sekali tak ambil pusing akan hal itu, akan tetapi yang menganggu pikirannya saat ini yaitu mengenai gadis yang dibicarakan oleh mamanya tadi dalam mimpi, gadis itu, teman masa kecilnya?, ia merasa jika dirinya tak mempunyai satu pun teman masa kecil, tapi siapa perempuan itu?, benarkah dia adalah teman masa kecil lelaki itu?, jika iya, mengapa ia tak dapat mengingatnya sama sekali, argh siapa sih dia, lelaki itu tak dapat mengalihkan pikirannya dari bayangan gadis itu, ia begitu penasaran, sampai sampai ia terus memikirkannya tanpa henti sembari mengingat ingat teman masa kecilnya satu persatu, akan tetapi ia benar benar lupa siapa saja teman masa kecilnya itu, karena sudah lumayan lama. Lalu karena hari sudah gelap, ia pun segera beranjak dari ranjangnya, kemudian pergi untuk membersihkan dirinya dalam pancuran shower di kamar mandi pribadinya. Setelah cukup kurang lebih setengah jam ia dikamar mandi, lelaki itupun segera beranjak keluar dari kamar mandi setelah ia selesai dengan urusannya. Dengan berbalutkan kaos serta celana training berwarna hitam, lelaki itu tengah berdiri dengan gagahnya di depan cermin besarnya. Ia tengah memakai beberapa skin care rutinnya, dan tak lupa ia juga menyemprotkan cairan parfum ke beberapa bagian tubuhnya. Kemudian menata rambutnya sebentar, lalu segera beranjak keluar dari kamarnya sembari memasukkan handphone miliknya, dan juga dompetnya itu kedalam saku celananya. Saat ini ia tengah berjalan hendak menuju ke garasi rumahnya, dan akan pergi keluar hanya untuk sekedar refreshing, dan menenangkan pikirannya saja. Lalu saat ia hendak menjalankan mobilnya, tiba tiba saja papanya muncul dari arah belakang, dan menanyakan sesuatu padanya.
"Mau kemana malam malam begini?" tanya Indra pada putra semata wayangnya itu, sembari sedikit berteriak padanya, karena kaca mobil yang dikendarai oleh putranya itu telah tertutup rapat, takutnya jika putranya itu tak mendengar ucapannya.
"Keluar bentar, cari angin." jawabnya singkat, kemudian setelah itu iapun segera menyalakan mesin mobilnya, dan berlalu pergi meninggalkan papanya sendirian disana.
*********
Kaesang, lelaki itu saat ini tengah mengemudikan mobilnya menuju ke starlight cafe, sebuah cafe berkelas yang dari dulu selalu menjadi tempat favorit keluarganya bila ingin berkumpul, makan, atau hanya sekedar refreshing saja. Ia ingin melihat kondisi cafe itu sekarang, dan mengenang kenangan kenangan indahnya bersama kedua orang tuanya di cafe itu. Saat sesampainya ia di depan cafe itu, terlihat agak sedikit ramai diluar maupun di dalam cafe itu, karena hari ini adalah malam Minggu. Lalu setelah ia selesai memarkirkan mobilnya pada parkiran yang telah disediakan, ia pun segera berjalan masuk ke dalam cafe itu. Ia tarik knop pintunya, kemudian maju satu langkah kedepan. Saat ini terlihat dimatanya, ada begitu banyak pasangan, dan juga beberapa keluarga yang tengah berbincang bincang antara yang satu dengan yang lain. Ia menatap kearah mereka sebentar, lalu berlalu pergi menuju kesalah satu meja yang kosong di area paling pojok kanan. Ia pun mulai memesan segelas minuman, dan semangkok kecil camilan. kemudian saat pesanannya itu diantar ke mejanya, ia sedikit kaget, karena ternyata pelayan yang mengantarkan pesanannya itu adalah gurunya yang ditemuinya di halte waktu itu. Ia tengah memakai seragam pelayan, dan juga nampan di tangannya.
"Tunggu, ibu bukannya guru di sekolah saya ya, di Genius High school, kok ibu bisa ada di sini?, ibu juga kerja di cafe ini?" tanya lelaki itu heran sembari menatap wajah ibu guru di depannya.
__ADS_1
"Iya, saya guru di Genius High school, saya lagi butuh uang jadi saya ambil beberapa pekerjaan sampingan deh, dan kamu sendiri?, Tumben kesini?" tanya balik perempuan itu yang ternyata adalah gurunya sendiri.
"Sekedar refreshing saja, tempat ini udah dari dulu menjadi tempat favorit keluargaku untuk kumpul kumpul, makan atau hanya sekedar refreshing, dan cari angin saja, contohnya kayak aku saat ini." jawab lelaki itu sembari menatap wajah ibu guru di depannya.
"Oh gitu, jadi kamu udah sering datang ke sini ya, tapi kok saya gak pernah lihat kamu ya?" ucapnya bertanya tanya sembari mengernyitkan dahinya.
"Kan dulu belum kenal Bu," timpal lelaki itu.
"Oh iya juga ya, lupa hehe." ucap ibu guru itu sembari tertawa kecil, dan menutup mulutnya dengan sebelah tangannya.
"Oh iya sebentar," jawab ibu guru di hadapannya itu sembari berteriak pula pada wanita berbadan gempal itu sembari menoleh padanya sekilas.
__ADS_1
"Saya tinggal sebentar ya." ucap ibu guru itu sembari berlalu pergi menuju kearah dapur cafe itu, dan meninggalkan lelaki itu sendiri di sana.
*****
Sebuah jus alpukat dengan ragam pelengkap tengah tersaji di meja lelaki itu, akan tetapi ia malah sibuk melamun, sembari mengaduk aduk minumannya itu dengan sedotan, dan tak kunjung ia minum sama sekali. Saat ini ia tengah memikirkan tentang mimpinya tadi. Sosok Mamanya yang tiba tiba muncul setelah sekian lama, lalu mengenai gadis itu. Ia benar benar pusing dengan semua yang telah terjadi padanya hari ini. Ingin rasanya ia tuk kabur dari semua masalah ini, dan menjalani kehidupan yang tenang, serta bahagia tanpa adanya seorang pengganggu. Akan tetapi itu tidak mungkin kan?.
*******
Hari sudah semakin larut, akhirnya lelaki itupun memutuskan untuk meninggalkan cafe itu, dan pulang ke rumahnya. Semilir angin tiba tiba saja menerpa wajahnya, dan membuatnya teringat kembali. 'Ibu guru itu bekerja di sana, mengapa?, mengapa aku baru tau?'.
Saat jarak rumahnya sudah semakin dekat lelaki itu pun segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dengan maksud agar ia tak semakin larut untuk sampai di rumahnya. Akan tetapi di tengah tengah perjalanan lajunya terpaksa harus terhenti, sebab di depan telah terjadi sebuah kecelakaan, dan telah menewaskan dua orang laki laki muda, mungkin seumuran dengannya, dan itu tentu saja membuat jalanan macet panjang. Lalu sesaat kemudian lelaki itupun langsung berdecak kesal 'Ih lama banget sih, masa dari tadi belom di pindahin sih mayatnya, kan udah malem banget ini, mana macet lagi, nanti sampai rumah jam berapa coba?'.
__ADS_1
Sudah lebih dari lima menit lelaki itu terjebak dalam kemacetan, akhirnya jalanan pun normal kembali, walaupun di pinggiran jalan masih terdapat beberapa bagian sepeda motor yang telah hancur sebagian, motor yang dikendarai oleh korban yang tewas itu. Akan tetapi ia sama sekali tak ambil pusing dalam hal itu, dan berfokus pada tujuannya, yaitu pulang ke rumahnya, karena setelah ia lirik Arloji di tangannya, ternyata jam telah menunjukkan pukul sepuluh malam, apalagi besok ia ada kegiatan study tour ke Bali, dan lebih parahnya lagi saat ini ia juga belum menyiapkan apa apa. Lalu sembari tetap berhati hati, lelaki itupun melajukan laju kendaraannya dengan kecepatan tinggi, karena ia takut pulangnya akan semakin larut, dan besoknya ia akan kesiangan.
Bersambung.