Cintaku Adalah Kamu

Cintaku Adalah Kamu
Episode 81- Masa lalu Zora 6


__ADS_3

...5 Tahun kemudian......


Setelah 5 Tahun berlalu, Zora yang telah sembuh dari stresnya pun mulai menjalani kehidupannya kembali dengan normal. Ia telah lulus dari kuliahnya, dan mendapat gelar sarjana manajemen bisnis. Bahkan karena pencapaian prestasinya yang tinggi, baru lulus saja ia langsung ditawari kerja di suatu perusahaan ternama di Jakarta.


dan tepat di hari ini ia telah resmi setahun bekerja di perusahaan itu.


Kini di dalam sebuah taksi dengan setelan jas hitam kemeja biru dan rok span selutut, Zora yang menjadi penumpang di taksi tersebut tengah duduk manis di belakang kemudi seraya memainkan gawainya.


Ia telah berbeda dari Zora yang dulu. Zora yang manja, Zora yang selalu apa apa harus di turuti, dan Zora yang pemarah kini telah digantikan dengan sosoknya yang penyabar dan murah senyum. Bahkan ia tak urung membantu sesamanya yang membutuhkan atau memberikan barangnya bila diperlukan. Sungguh berbanding terbalik dengan sosoknya yang dulu.


Ia telah menemukan jati dirinya, dan berjanji tuk berubah demi masa depannya. Ia tak lagi memikirkan Wisnu ataupun berharap ia kembali. Ya walaupun rasa itu masih ada tapi sudah tak sebesar dulu.


Pengobatan psikis yang dilakukannya hampir dua tahun penuh itupun membuahkan hasil ternyata, dibuktikan dengan perubahan dirinya yang terlihat dewasa dan lebih baik dari sebelumnya.


Kini ia tengah diperjalanan menuju kantor tempatnya bekerja. Ia dengan posisi sekretaris itupun begitu sangat sibuk, terlebih pagi ini. Ia baru saja dikabari jika pagi ini perusahaannya akan melakukan meeting dengan klien penting dari Australia jadi dirinya diminta tuk menyiapkan segala berkas yang dibutuhkan. Itulah sebabnya ia begitu sibuk dengan ponselnya sedari tadi.


"Sudah sampai Bu." Celetuk si bapak Supir tiba tiba seraya memalingkan wajahnya menatap kearah Zora yang masih saja sibuk dengan ponsel di tangannya.


Zora yang terkejut pun lantas memalingkan wajahnya menatap balik si bapak Supir tersebut seraya melontarkan tatapan terkejutnya. Ia beralih menatap kearah jendela, dan ternyata benar, taksi yang ditumpanginya telah tiba di depan perusahaan tempatnya bekerja. Ia lantas kembali menatap si bapak seraya tersenyum.


"Oh iya pak... Terima kasih ya." Selepas merogoh beberapa lembar uang dari dalam tas hitamnya, dan memberikannya ke bapak Supir tersebut, Zora pun bergegas keluar seraya meraih tas juga beberapa dokumennya.


Ia berjalan memasuki lobi seraya mengecek kembali beberapa dokumen yang dibawanya itu seraya berbalas sapa dengan beberapa karyawan lainnya.


"Pagi Bu Zora." Sapa salah satu karyawan yang lewat seraya menunduk hormat dan tersenyum kearahnya.


"Pagi." Sapanya biasa.


"Pagi Bu."


"Pagi."


Sudah jadi hal biasa bagi dirinya untuk mendapat sapaan dari sesama rekan kerjanya. Menimang ia selalu menunjukkan sisi baiknya saat di kantor maupun di luar kantor.


Saat ini masih pukul tujuh tiga puluh tapi keadaan kantor sudah sedikit rame, bahkan mereka terlihat berlalu lalang seraya terburu buru.

__ADS_1


Zora yang memang tengah disibukkan dengan meeting pagi ini telah memasuki ruangannya dan mendudukkan bokongnya di kursi kerjanya.


Ia mulai menyalakan laptop berlogokan apel kroak tersebut lantas membuka beberapa file di sana. Hingga beberapa saat setelahnya...


Tok


Tok


Tok


Ada yang mengetuk pintunya dari luar, dan tanpa menoleh, ia pun mengatakan.


"Masuk."


Ia masih sibuk dengan pekerjaannya hingga seorang rekan kerjanya masuk dan berjalan kearahnya.


"Maaf Bu Zora, anda dipanggil pak Ryan ke ruangannya. Katanya beliau ingin mengatakan sesuatu." Ucap rekannya itu.


Zora pun menoleh padanya lantas berpikir sejenak.


"Ah, baiklah habis ini saya akan menemui beliau di ruangannya. Terima kasih ya, kamu boleh kembali." Balasnya lembut seraya tersenyum.


......................


Seperti yang dijanjikan sebelumnya, pagi ini mereka ada meeting penting. dan di private room ini Zora dan beberapa rekannya yang lain tengah duduk di atas meja meeting dengan ditemani beberapa orang asing yang menjadi klien mereka dari Australia.


Ini adalah proyek besar, dan penting, tapi naasnya, bos mereka yang bernama Ryan itu tak dapat ikut meeting dengan mereka karena adanya keperluan mendadak yang sama sekali tak dapat ditunda, jadi semua meeting hari ini akan dilimpahkan ke orang kepercayaannya yaitu Zora sendiri.


"Kamu pasti bisa Zora, pasti bisa."


Sudah berulang kali menangani meeting sendiri tapi tetap saja dirinya merasa nervous. Ia bahkan terus menguatkan dirinya, dan berharap yang terbaik. padahal setiap meeting yang ia tangani selalu berhasil tanpa ataupun dengan adanya Ryan. itulah sebabnya mengapa Ryan mempercayakan Zora tuk menepati posisinya sekarang.


Setelah cukup mengumpulkan keberanian, dan menghilangkan nervous yang di rasanya, ia pun lantas bangkit dari duduknya, dan menyalakan proyektor. Di sana tertera beberapa file yang menjadi bahan meeting mereka.


Dan sedetik setelah itu meeting pun dimulai. Ia menjelaskan dengan sangat baik, dan tegas bahkan dengan berbahasa Inggris nya yang cukup baik ia mampu membuat beberapa kliennya itu manggut manggut seraya tersenyum menatap kearah layar juga menatapnya.

__ADS_1


...Dua jam setelahnya......


Setelah meeting dua jam lamanya akhirnya berakhir juga dengan ditanda tanganinya perjanjian kontrak kerja yang menjadi pokok dari meeting itu di lakukan. Zora nampak tersenyum lega selepas berjabat tangan dengan para kliennya itu.


Dan karena kinerjanya yang cukup baik, juga ia yang telah menyelesaikan meeting pagi ini dengan mudah, ia pun diberi waktu satu jam untuk istirahat barulah setelahnya ia pun harus berangkat ke suatu cafe untuk menangani meeting yang ke dua.


......................


Seminggu setelahnya. Karena hari ini adalah hari Minggu maka Zora pun libur bekerja. Ia yang telah lama tak pergi liburan pun memutuskan tuk berlibur sebentar ke pantai tak jauh dari lokasi rumahnya.


Ia pergi sendiri dengan menaiki angkutan umum mengingat lokasinya juga tak terlalu jauh.


Sembari menunggu tiba di lokasi yang dituju ia pun iseng membuka aplikasi Instagram miliknya yang telah lama tak ia intip mengingat sibuknya dalam bekerja. Dan baru kali ini ia membukanya lagi. Sesaat baru di buka saja, ribuan pesan telah tertera di kolom pesan di sana, bahkan ada beberapa orang yang juga mem-follow dirinya. Terlihat dari notifikasi yang muncul di bentuk love yang ada di atas.


Ia sibuk menjelajahi Instagram miliknya hingga tanpa sadar tibalah ia di tempat yang ia tuju. Sebuah pantai yang tenang, dan beraih biru kehijauan bernama Sembiru.


"Makasih ya pak." Selepas turun dari angkot dan memberikan selembar uang merah pada si bapak kernet, Zora pun mulai melangkahkan kakinya memasuki pantai tersebut.


Tak tau telah berapa kali ia kepantai tersebut, tapi yang pasti ia takkan pernah bosan untuk kesana, sebab Zora sangat menyukai pantai, dan sunsetnya.


Ia berjalan menyusuri pantai seraya menjejakkan kakinya di hamparan pasir pantai yang nampak putih dan tersapu ombak yang datang tanpa lelah.


Kini di bawah payung santai di pinggiran pantai, Zora nampak duduk seraya memandang teduh hamparan air laut di hadapannya. Ia tersenyum lantas memotret beberapa gambar di sana hingga suara seseorang mengejutkannya.


"Permisi, bolehkah saya duduk di sini?" Tanya pria asing tersebut.


Zora yang masih asik memotret pun tak melihat kearah pria tersebut, ia masih saja memotret dari beberapa angle seraya menyahut,,


"Boleh kok silahkan."


Saat ia telah selesai memotret, dan menatap kearah samping kanannya, ia dibuat terkejut setengah mati. Ya terkejut, bahkan jantungnya hampir saja melorot selepas mengetahui siapa pria itu.


"Wis--wisnu. Kau??" Ucapnya tak percaya.


Ya pria itu adalah Wisnu, ia telah kembali dengan penampilan barunya. ia terlihat tampan dan terlihat telah sukses. Bahkan suatu kebetulan atau tidak, mereka kembali dipertemukan di sini dalam keadaan yang berbeda.

__ADS_1


"Ya, ini aku, Wisnu. Ternyata setelah lama gak ketemu kamu makin cantik aja ya Ra." Balasnya seraya tersenyum menatap kearah zora yang masih membatu.


Bersambung.


__ADS_2