Cintaku Adalah Kamu

Cintaku Adalah Kamu
Episode 12- Mulai tertarik


__ADS_3

******Beberapa saat kemudian******


Keadaan di bis dua saat ini begitu sunyi, sebab banyak diantara mereka yang memutuskan untuk menghabiskan waktu perjalanannya untuk tidur, dan tak banyak juga yang sibuk berkutat pada handphone di tangannya, memandangi pemandangan di luar kaca, dan ada juga yang sedang nyemil. Tapi berbeda dengan Kaesang, sama seperti biasanya, ia justru malah sibuk melamun, dan memandang kedepan dengan tatapan kosong, ia ingin sekali untuk tidur, akan tetapi mata berkata lain, ia tak mengantuk sama sekali, dan ingin memainkan handphonenya tapi males, maka harinya di bis itu ia habiskan untuk melamun tanpa sebab.


Beberapa saat kemudian, saat ia sedang termenung dan juga melamun, tiba tiba ia dikejutkan dengan Tony yang tiba tiba saja menyender di bahunya, saat ia menoleh, ia langsung berdecak, 'Ih ngapain sih ni orang pake ada acara tidur di bahu gua segala, pake ngiler lagi, iuhhh jijik gua, kalo gak karena ada Zefa tadi, ogah gua duduk ama orang lain, apalagi dia, kan jadi gini akhirnya, huufft ke toilet ajalah,' baru saja ia hendak beranjak bangun dari bangkunya, tiba tiba saja dilihatnya si ibu guru yang sering bertemu dengannya itu lewat tepat di sampingnya, tanpa menoleh ke kanan ataupun ke kiri, dan pandangannya tetap fokus ke depan. Dengan berbekalkan rasa penasaran, Kaesang pun beranjak bangun dari bangkunya, dan meninggalkan Tony sendirian di sini, sembari kepalanya menyender kearah kaca jendela bis. Ia pun mengikuti ibu buru itu di belakangnya, sembari memelankan langkahnya, lalu saat ia sadar seperti ada yang sedang mengikutinya, si ibu guru itu pun langsung menengok ke belakang, dan itu sontak membuat lelaki itu, Kaesang, melonjak kaget, dan juga malu. Dengan langkah mantap, lelaki itupun beranjak dari tempatnya, dan mendekat kearah ibu guru itu.


"Siang Bu," sapa lelaki itu sembari menundukkan kepala sejenak, sebagai tanda hormatnya pada ibu guru di depannya.


"Siang, eh kamu..kamu tadi ngikutin saya ya, hayo mau ngapain?" tanya balik ibu guru itu sembari tersenyum jahil kearah lelaki muda di depannya.


"Ehm, gini Bu, tadi saya itu mau ke toilet, cuci jaket saya nih, habis di ilerin temen sebangku saya, dia tidur di pundak saya, eh gak sengaja lihat ibu lagi jalan, makanya saya sekalian nyapa ibu. Hmm ibu dapat tugas buat ngawasin di bis ini ya?" jawab Kaesang masih dengan wajah datarnya, sembari menunjuk kearah jaketnya yang tadi di ilerin oleh teman di sampingnya itu, lalu menunjukkannya pada ibu guru di depannya.


"Oh gitu ya haha, namanya juga orang, pasti ada cara tidur masing masing, yang sabar ya. Hmm iya, saya dapat tugas buat ngawasin di bis ini, bersama beberapa guru yang lain, dan saat ini saya sedang mau ke bangku saya di paling belakang pojok kiri, dan kamu sendiri, katanya mau ke toilet kan, buruan sana, ganti jaket, atau kalau gak, saya bawa jaket dua, kamu mau pakai punya saya satu?, kalau seumpama kamu gak bawa jaket lain?" tawar ibu guru di depannya. Bingung, ya lelaki itu tengah bingung saat ini, ia bingung harus menjawab apa, ia harus menerimanya atau tidak, ia memang tak membawa jaket lain, akan tetapi ia juga tak enak bila harus meminjam jaket milik orang lain apalagi itu gurunya sendiri, perempuan lagi.


Mulai bosan dengan handphonenya, gadis itu pun, Zefa, segera meletakkan handphonenya dengan kasar di dalam tas kecilnya yang tengah terbuka. Lalu saat pandangannya mengarah ke depan, tak sengaja ia melihat Kaesang, lelaki yang sangat disukainya itu tengah bercengkrama dengan seorang guru cantik di depannya. Ia dapat melihat, jika hubungan mereka itu terlihat sedikit akrab, dan itu tentu membuat Zefa bingung, dan kesal, ia bingung, bagaimana seorang yang terkenal dingin seperti Kaesang bisa dengan mudahnya akrab dengan seseorang, apalagi itu gurunya sendiri. Lalu karena dia adalah ratu kepo, dia pun segera menguping pembicaraan mereka tetap dari bangkunya. Akan tetapi ia sedikit tak begitu jelas mendengar pembicaraan mereka, sebab jaraknya dari mereka terlihat sedikit jauh.

__ADS_1


"Hmm makasih Bu, tapi saya gak bisa Nerima jaket ibu, gak papa saya pake jaket ini aja, ntar cuma saya cuci pas bagian yang kena ilernya aja kok jadi gak terlalu basah semua, maaf ya Bu, bukannya saya gak mau, tapi saya cuma gak enak aja sama ibu, ehm saya permisi dulu Bu, mau ke toilet." jawab lelaki itu menolak secara halus, sembari hendak beranjak pergi dari sana.


"Oh yasudah kalau begitu, Iya." ucap ibu guru itu singkat, sembari mengumbar senyum pada lelaki muda di depannya, lalu pergilah lelaki itu dari hadapannya, dan meninggalkannya sendirian di sana.


*****Di toilet bis*****


Sembari mengusap jaketnya yang tadi terkena iler temannya dengan tissue basah, ia pun memandang sekilas ke arah kaca sembari memberengut kesal.


"Ah benci banget gua kayak gini, harus ngusapin iler temen, pake bau lagi, hiii." Celotehnya sendiri sembari tetap mengusap jaketnya dengan tissue basah di tangannya.


************


"Abis dari mana, Sang?" Tanya Tony tanpa menoleh sedikitpun, dan tetap fokus pada layar handphonenya.


"Dari toilet, kenapa?" tanyanya balik sembari duduk kembali di bangkunya, dan langsung menatap kearah Tony.

__ADS_1


"Gak papa, tanya aja, tadi pas aku baru bangun tidur, saat aku tengok ke bangku kamu, kamunya gak ada, aku kira kamu kemana," Jawab Tony sembari tetap pada layar handphonenya.


"Oh, cuma ke toilet bentar, bersihin jaketku nih, habis kamu ilerin, mana bau banget lagi, ih jorok banget sih kamu." ucap Kaesang terang terangan tanpa adanya rasa sungkan sedikitpun.


"Oh maaf-maaf ya, Sang, aku gak sengaja, aku kalau tidur emang gitu, suka ngiler, tapi maaf ya kalau tadi aku udah bikin kamu gak nyaman, sekali lagi maaf ya, kalau mau nih pake jaketku aja, aku bawa dua kok, daripada kamu harus pake jaket bekas ileranku, nih, aku ambilin ya." Timpal Tony merasa tidak enak hati, kemudian hendak mengambil jaketnya yang satu dari dalam tasnya, dan hendak diberikannya pada Kaesang, akan tetapi Kaesang melarangnya, dan tak mengucapkan kata kata lagi hingga beberapa saat.


"Iya gak papa kok, santai aja, tapi maaf aku gak bisa nerima jaket dari kamu, bukannya apa-apa, tapi pake ini aja gak papa kok, orang tadi cuma kena dikit doang ilernya, itupun udah aku bersihin, jadi kamu santai aja, dan maaf karena aku udah hina kamu tadi." Ucap Kaesang dengan wajah datarnya sembari menatap kearah Tony malas.


"Iya, Sang gak papa kok, hmm aku ada kue bolu nih, kamu mau?, buatan ibu aku nih, enak lho, cobain deh." tawarnya antusias, sembari mengeluarkan kotak makan hijaunya dari dalam ranselnya kemudian membukanya, dan menunjukkannya pada Kaesang.


"Hmm...boleh deh...aku minta satu ya." ucap lelaki itu sembari mengambil sepotong kue bolu dari dalam kotak makan tersebut.


"Iya silahkan, nambah juga boleh kok, nih." tawarnya lagi sembari menyodorkan bolunya itu pada Kaesang.


"Gak, ini aja belom abis, tapi makasih ya, ini enak banget, lembut." Jawab lelaki itu datar, sembari mengangkat bolu yang dipegangnya itu hingga setinggi mulut, kemudian mencicipinya.

__ADS_1


"Terima kasih ya, " Timpal Tony ramah.


Bersambung.


__ADS_2