Cintaku Adalah Kamu

Cintaku Adalah Kamu
Episode 130 -Terus terbayang


__ADS_3

Grrrrr ...


Cuaca hari ini begitu dingin, bahkan sudah pakai selimut tebal dan memasang penghangat ruangan pun masihlah terasa dingin. Semenjak pulang dari sekolah semalam Kaesang tak dapat tidur, ia kesusahan memejamkan matanya di saat pikirannya terus terbayang oleh ucapan ucapan sang ayah dan calon istrinya di dalam kamar. Itu bukanlah ucapan biasa melainkan ******* ******* nikmat mereka yang ternyata tengah berhubungan badan.


Astaga, Kaesang yang polos setelah mendengar itu tidak langsung pergi, melainkan ia tetap berada di sana dan menguping kegiatan mereka. Bahkan saking polosnya ia sampai kegiatan itu hampir berakhir pun Kaesang tetaplah di sana.


"Astaga, Kae, polos banget sih lu. Ngapain semalem lu stay di sana coba, Lo kan tau mereka lagi ngapain, terus dengan Lo berdiri di sana itu fungsinya buat apa kalo nggak gabut aja. Astaga, gue kan tau tentang begituan, gue bukan bocah SD yang polos dan gak paham tentang hal kayak gitu, lalu semalem itu gue ngapain berdiri di sana? astaga, Kae Kae." ucap Kaesang sendiri seraya menepuk jidatnya pelan.


Namun, saat ia akan beranjak bangun dari ranjangnya, ia mendengar suara langkah kaki tengah berlalu di depan kamarnya, suara itu terdengar berulang kali seperti berjalan kesana kemari. bahkan tak hanya itu, melainkan Kaesang juga mendengar suara wanita tengah berbicara sendiri, suaranya sedikit pelan dan seperti gumaman tapi karena telinga Kaesang sangatlah tajam, ia pun dapat mendengar suara itu dengan sangat jelas.


lalu karena Kaesang sudah sangat bosan, ia pun bangkit juga dari ranjangnya dan berjalan ke kamar mandi di kamarnya. Sudah hampir bener menit Kaesang berada di dalam sana, ia bergegas cuci muka, gosok gigi dan kemudian mandi. Selain karena hari ini ia sekolah, ia pun juga ingin menjemput Tyas lebih awal, Kaesang ingin berangkat bersama dengan kekasihnya itu. dan beberapa saat setelahnya keluarlah Kaesang dengan berseragam kan putih abu abu, namun, karena keadaan rambut yang basah dan wajah yang juga masih berair membuat Kaesang berulang kali mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.


Setelah selesai mengeringkan rambut dan berdandan seadanya, Kaesang pun segera meraih tasnya dari meja belajar dan berlalu keluar kamar. Namun, saat ia baru saja membuka pintu, ia di kejutkan dengan kehadiran Lisa di depan kamarnya.


"loh, anda sedang apa di sini?" tanya Kaesang seraya menutup pintu kamarnya dari luar.

__ADS_1


Mendengar itu Lisa yang semula tengah berjalan mondar mandir segera menghentikan langkahnya dan berbalik menatap kearah Kaesang.


Astaga, muka Kaesang langsung di hadapkan dengan payudara Lisa yang lumayan besar, dan karena baju yang dikenakan Lisa itu berwarna putih membuat bra yang Lisa kenakan itu terlihat begitu mencolok. Apalagi saat ini Lisa hanya mengenakan bajunya saja, baju Lisa lumayan panjang makanya kenapa ia berani hanya mengenakan itu untuk keluar kamar. Namun melihat dua kancing baju atas Lisa yang tak tertutup membuat diri Kaesang salah tingkah.


"Kae, Tante cuma mau minta maaf karena Tante udah tidur disini nggak bilang bilang kamu, sekali lagi maafin Tante ya Kae, Tante bener bener udah nggak tahan lagi, Tante sangat rindu dengan papamu sampai karena rasa rindu itu Tante sampai ngelakuin hal ini. Sekali lagi maafin Tante ya Kaesang, kamu nggak marah kan sama Tante?" ujar Lisa penuh rasa bersalah.


Mendengar ucapan Lisa dan ekspresi nya yang memang merasa bersalah, tidaklah penting untuk Kaesang, ia tak peduli dan tak ambil pusing akan hal itu, namun melihat Lisa berjalan mendekat kearahnya dengan penampilannya yang seperti itu tentu saja membuat Kaesang tidak nyaman, ia merasakan sesuatu dalam dirinya terasa bangkit dan mulai bergejolak. Rasanya membuatnya melenguh dan berusaha tuk tidak mengalihkan pandangannya dari wajah Lisa, karena hanya dengan menatap wajahnya saja sesuatu yang bergejolak di diri Kaesang itu mulai berangsur angsur tenang.


"Kalo Tante emang mau tidur di sini ya silakan, aku nggak ngelarang karena kan pemilik rumah ini papa aku bukan aku, jadi kalo papa bilang boleh ya aku sih ngikut aja, lagian Tante kan mau nikah sama papa aku, jadi ya nggak papa kalo Tante emang mau tinggal di sini, tapi saran aku ya Tan, kalo seumpama tidur jangan lupa ruangannya di kasih pengedap suara, agar kalo ngelakuin itu suaranya nggak sampai kemana mana, yaudah Tan, aku berangkat sekolah dulu." ujar Kaesang sedikit gugup, melihat penampilan Lisa seperti itu tentu membuat Kaesang salah tingkah.


Setelah kepergian Kaesang dan langkahnya yang mungkin telah sampai di lantai bawah seketika membuat Lisa terpaku, ia terpaku setelah mendengar ucapan terakhir Kaesang. Astaga, apa suara mereka semalam terlalu berisik sampai Kaesang saja bisa mendengarnya? tapi memang pergumulan semalam begitu panas dan nikmat. indra yang biasanya lemah dalam hal seperti itu, seketika menjadi begitu kuat setelah sebelumnya Lisa memberinya obat perangsang.


namun, saat Lisa ingin beralih tidur membelakangi Indra seketika ia tersentak sesaat melihat tangan Indra melingkar di pinggangnya.


"Mas, kamu ini bikin aku kaget aja deh." ujar Lisa seraya memukul pelan lengan Indra.

__ADS_1


Melihat ia tersenyumlah Indra, dengan sekuat tenaga bangunlah ia dan mulai bergerak menindih tubuh Lisa.


"Mas, kamu mau ngapain, ini masih pagi loh masa kamu mau ngelakuin itu lagi?! aku masih capek mas, ituku masih ngilu sampai sekarang." ujar Lisa seraya menahan dada Indra dengan kedua tangannya.


lalu tanpa bicara, Indra pun segera ******* bibir Lisa dengan lembut, ******* indra yang begitu lembut tentu saja di balas lembut pula oleh Lisa, ia bahkan bergerak melilit lidah Indra dan mengalungkan kedua tangannya di leher lelaki itu.


"Sayang, satu ronde aja ya, mas lagi pengen nih, itu mas juga udah bangun dari tadi." setelah menyudahi ciumannya, Indra pun mengatakan itu sembari memasang muka sedihnya. Karena setelah melakukan itu dengan Lisa, Indra jadi merasa kecanduan. ******* Lisa dan goyangannya begitu aduhai, sampai membuat Indra ingin melakukannya lagi dan lagi.


"Loh mas, kok bisa bangun padahal kita kan nggak ngapa ngapain, aku juga kan nggak nyentuh itu mas dari tadi." ujar Lisa seraya bergerak menyentuh milik Indra dan tersentak kaget setelah mendapati milik Indra itu yang semula terasa lemas, sekarang begitu keras, rupanya milik Indra itu sudah terbangun dari tidurnya.


Gimana nggak bangun kalau pakaianmu aja kayak gini sayang. Udah yuk, segera lepas baju kamu dan kita lakuin lagi sampai puas." ujar Indra seraya turun dan berbaring di sebelah Lisa.


......................


Kaesang yang saat ini tengah berada di jalan raya untuk menjemput Tyas di rumahnya seketika merasa kesal setelah teringat hal semalam. Ia belumlah lupa akan hal itu, suaranya begitu menggema di telinga Kaesang, membuatnya geram dan segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia adalah pria normal dan setelah mendengar suara suara itu tentu saja membuatnya tergerak, ia tau namun ia tak bisa melangkahkan kakinya untuk pergi semalam dari depan kamar sang ayah. Pikiran dan hatinya berkata berbeda.

__ADS_1


"Aish, kenapa sih suara suara itu masih menggema di telinga gue! please lupa dong, gue kan nggak mau kalau Tyas nanti sampai tau kalo gue lagi ngerasain ini, selain bahaya bisa repot ntar urusannya." ucap Kaesang kesal.


Bersambung ...


__ADS_2