
Tak terasa sudah hampir satu jam waktu berlalu. Terlihat seorang perempuan muda, berpakaian dress hitam selutut tengah duduk santai seraya memainkan handphonenya di suatu cafe. Sudah hampir satu jam ia disana tapi seseorang yang ditunggunya belum juga muncul di hadapannya.
"Mana sih tuh anak, ditungguin dari tadi gak nongol nongol." geramnya.
Setelah beberapa menit berlalu, terlihatlah seorang gadis lain, yang jauh lebih muda datang tergesa seraya tersenyum berjalan kearah perempuan itu.
"Hai Tan, maaf ya telat. Ada urusan bentar tadi." ucap gadis muda itu seraya duduk di kursi di hadapan perempuan tadi.
"Tapi udah satu jam loh Tante di sini. Emang ada urusan apa sih?!" tanya perempuan itu kemudian.
Si gadis pun tersenyum lantas menjawab.
"Masih urusan yang lama Tan."
Si perempuan pun lantas menghela nafas kasar.
"Kamu dari dulu masih ngarepin anak itu? move on Napa Nes. Laki laki di Jakarta bukan dia doang, lagian dia pasti udah punya pacar kali."
"Enggak Tan, aku gak bakal nyerah sebelum dia jadi milik aku. dia itu spesial Tan, gak ada laki laki lain kayak dia di dunia ini. Lagipula aku yakin banget kalo dia itu belum punya pacar." sangkal gadis itu.
Si perempuan pun mengernyit.
"Kok kamu bisa seyakin itu?"
"Karena dia itu kaesang Tan. dia itu gak bakal bisa move on dari Vierra secepat itu. Lagipula aku kan selalu awasin dia setiap saat, dan gak pernah tuh aku lihat dia bawa cewek ke rumah."
"Tapi Tante Lis, Tante ada rencana buat nikahin bokapnya kan, gimana tuh?" tanyanya.
"Gimana apanya?" Jawab Lisa. Ya, Lisa. Calon istri Indra, ayah kandung dari kaesang, dan calon ibu sambung untuknya.
Agnes pun menghela nafas kasar, lantas mendekatkan wajahnya pada Lisa.
"Maksud aku gimana kelanjutannya, Tante beneran nikahin om Indra karena hartanya kan, bukan karena cinta?" Selidiknya.
Lisa pun tergugup lantas berdehem.
"Menurutmu.."
"Ya karena harta lah. Tan, kita udah sejauh ini, Tante gak boleh suka sama om Indra. inget, Tante cuma mau hartanya aja, oke. lagipula Tante gak lupa kan, sama seseorang yang udah buat Tante merantau sampai sejauh ini?" Ingat Agnes.
Mendengar itu, Lisa pun terdiam. Ia menatap dingin Agnes lantas tersenyum miring.
"Tenang aja. Tante gak lupa kok. kan memang karena tujuan itu Tante sampai datang kesini."
__ADS_1
......................
Sampai di jam istirahat, kaesang belum juga beranjak dari bangkunya. Ia menatap lurus kedepan tanpa ekspresi. Semua anak membiarkannya, mereka tak mau mengganggu kaesang, atau kalau tidak, ia akan mengamuk pada mereka.
Sampai suatu ketika datanglah seorang perempuan ke arah bangkunya.
"Sang, Lo di panggil Zefa ke koridor sekolah." ucap gadis itu.
Sontak kaesang pun menatap datar gadis itu.
"Huufft, iya entar gue kesana. thank ya udah kasih tau."
Setelahnya anak itupun pergi. Kaesang dengan malas bangkit dari bangkunya. Ia berjalan malas kearah koridor sekolah seraya menghela nafas panjang.
Aneh. sepanjang perjalanan, sepi. tak ada satupun anak yang terlihat. Sampai pada ujung koridor, terlihat semua anak berdiri mengerubungi zefa. Mereka tertawa riang sampai kedatangan kaesang membuyarkan obrolan mereka.
Kaesang menatap kesana kemari. Ia begitu malas sampai beberapa saat kemudian tangannya ditarik oleh seseorang mendekat kearah zefa. kini ia benar benar berhadapan dengan gadis itu.
Zefa tersenyum manis menatap kearah kaesang. Sedangkan kaesang, ia menatap kearah zefa tanpa ekspresi.
Setelah itu, tanpa diduga zefa sontak berjinjit lalu mencium sekilas bibir kaesang. Tentu saja, kaesang terkejut akan hal itu, ia mundur beberapa langkah lalu menatap tajam kearah zefa.
"Kae, maaf atas ciuman aku barusan. kamu mungkin belum terbiasa, tapi di depan semua orang, aku mau mengatakan sesuatu yang penting."
Setelah zefa mengatakan itu, sontak riuhlah semua anak yang ada di sana. Mereka tertawa riang dan mengucapkan selamat pada mereka. Semuanya gembira, terkecuali kaesang, ia menatap kesal kearah zefa lantas beranjak dari sana tanpa sepatah katapun.
Ia berjalan tergesa kearah kelas, tapi di pertengahan jalan, tak sengaja ia menabrak seorang guru hingga membuatnya terjatuh.
Sontak kaesang langsung mengulurkan tangannya pada guru itu, dan saat guru itu menoleh, kaesang terkejut saat mendapati ternyata Tyas lah guru itu. Ia menatap datar kearah kaesang lalu tersenyum dan beranjak pergi begitu saja.
Kaesang ingin mencegahnya pergi dan menjelaskan padanya semuanya yang terjadi. Tapi ia tak ada keberanian tuk melakukannya. Semua keberaniannya lenyap di barengi zefa mengumumkan hubungan itu di depan semua orang.
......................
Sesaat pulang sekolah pun Kaesang terus saja diam. Ia tak berselera berbicara pada siapapun. Bahkan zefa yang terus saja mengganggunya tak sedikitpun membuat kaesang bereaksi seperti biasa. Ia membiarkannya dan sesekali menjawab pertanyaannya.
Sampai saat hendak pulang, zefa langsung masuk kedalam mobil kaesang dan teringin pulang bersamanya. Kaesang begitu malas berdebat, toh semua orang tau zefa adalah pacarnya kan. Akhirnya mereka pun pulang bersama. Walau bersama, Kaesang sama sekali tak menanggapi zefa. Ia tetap diam walau diajak bicara oleh zefa. Bahkan tanpa bosan, zefa terus saja membicarakan banyak hal tanpa henti.
Sampai di pertengahan jalan, tak sengaja matanya menangkap sesosok Tyas di bawah suatu halte. Ia terlihat begitu letih, dan juga kepanasan. Sebenarnya ada keinginan di benak Kaesang tuk menghampirinya dan mengantarkannya pulang. Tapi sekarang, ada zefa. Masalah itu ada bersamanya sekarang. Alhasil kaesang hanya bisa mengalihkan pandangannya dari Tyas lalu tetap melanjutkan perjalanannya.
......................
"Yaampun panas banget. Ini taksi atau bis gak ada yang lewat ya? haduhh." Ucapnya sendiri seraya mengipasi wajahnya dengan telapak tangannya.
__ADS_1
Lalu tanpa sengaja, terlihatlah mobil yang sangat dikenalnya melintas tepat di hadapannya. Anehnya mobil itu tak berhenti, ia terus melaju. Awalnya Tyas tak terlalu menggubris tapi tanpa sengaja, terlihatlah siluet seorang perempuan dari dalam mobil itu. Tyas tersenyum kecut lalu berpikir jika itu pasti adalah zefanya.
Tyas awalnya terkejut saat mendapati postingan di Instagram jika zefanya jadian dengan kaesang. menimang kaesang adalah pacarnya. walaupun tak seorangpun tau, tapi ia adalah pacar sahnya. tapi ini? apa yang terjadi, mengapa ada berita seperti ini? Lantas, tadi sebenarnya Tyas teringin menanyakan langsung pada kaesang, atau berharap jika kaesang akan menjelaskan sendiri padanya. Tapi apa, kaesang tetap diam seolah jika berita itu benar adanya, dan atas seijinnya.
Hati Tyas sakit saat mendapati Kaesang tetap diam, seolah tak kenal dengannya. Kaesang tetap diam saat ia terjatuh dan melewatinya begitu saja dengan mobilnya. Tyas mungkin dapat menyangkal jika mungkin kaesang tak melihatnya, tapi tadi Tyas dengan jelas melihat jika kaesang sempat melihat kearahnya. Walau sekilas tapi jelas sekali. Kenapa Kaesang berubah? bukannya dia membenci zefanya, tapi ini apa, dia justru jadian dengannya, dan menduakan Tyas?!
Seketika air mata Tyas luruh dibarengi bis yang berhenti tepat di depannya.
......................
Mobil kaesang pun berhenti tepat di depan sebuah rumah mewah di kawasan komplek jenderal Sudirman. Ia tak mengatakan apapun sampai zefa turun dari mobilnya.
"Makasih ya sayang udah anterin pulang. Ehm gak mau mampir dulu..."
Belum juga zefa menyelesaikan ucapannya, Kaesang sudah melajukan mobilnya kembali.
Walau kesal dengan sikap dingin kaesang padanya, tapi zefa juga senang. Senang sekali, bahkan ia tak dapat menggambarkan betapa senangnya dia saat ini. Ia yang telah ditolak kaesang beberapa kali, kini telah resmi jadi pacarnya. Pacar sahnya. Tentu zefa sangat senang walau rasa senangnya itu tak terlalu sempurna, sebab kaesang menerimanya karena keterpaksaan dan bukan karena cinta.
"Gak papa kae, mungkin sekarang kamu belum cinta sama aku. Tapi seiring berjalannya waktu, aku akan buat kamu jatuh cinta sama aku. Bahkan kamu gak akan kuat jauh jauh dari aku. iiihh seneng banget, akhirnya Kaesang jadi pacar gue juga. Aaaahhhh, mama i am so happy!!!!" Teriaknya seraya memasuki rumahnya dan mendapati sang mama tengah duduk di sofa seraya menatap aneh padanya.
"Mam..mama, sejak kapan mama di sini?" tanya zefa seraya berjalan kearah mamanya dan duduk tepat di sebelahnya.
"Sejak mama denger kamu teriak manggil mama. Sayang, kamu sebenarnya kenapa sih, kok kayaknya senang banget?" Tanya salma pada zefa yang terus tersenyum.
"Ya jelas aku senang dong mamaku. Karena kerja kerasku selama ini akhirnya terwujud." Jawabnya seraya memeluk manja pinggang sang mama.
"Kenapa? kamu..dijadiin pewaris utama keluarga Adipura ya, atau blackcard kamu yang disita papa kamu waktu itu udah balik lagi. Kenapa sayang, jelasin dong ke mama." Salma pun menjadi antusias selepas melihat raut senang di muka putri kesayangannya. Ia mengira jika zefa mungkin telah menjadi satu satunya pewaris utama di keluarga Adipura, atau mungkin blackcard milik zefa yang disita waktu itu telah kembali.
Tapi melihat zefa cemberut, Salma pun berpikir jika kesenangan zefa bukan karena dua hal yang ia sebutkan. Tapi apa, apa yang membuat putrinya sampai sesenang ini?
"Ih mama. Bukan itu ma, Kalo masalah pewaris utama mah aku gak terlalu mikirin, toh papa juga cuma sayang sama aku kan sekarang. Dan kalo blackcard, mama gak usah khawatir. Aku udah dapetin balik blackcard itu kok dari papa. Jadi sebab kesenangan aku itu karena hal lain. Hal yang membuat hidup aku semakin sempurna." Jelasnya seraya tersenyum menatap kearah sang mama.
Salma pun mengernyit heran mendengarnya.
"Apa itu kalo mama boleh tau?"
"Ehm nanti ajalah aku kasih tau. Aku mau mandi dulu." Selepas itu, Zefa pun beranjak dari sana.
Sepeninggal zefa, Salma pun berpikir, sebelumnya zefa sering mendapatkan apapun yang diinginkannya tapi ia tak sesenang ini. Dan kali ini, Beda.
Ia terlihat begitu bahagia, seperti sesuatu yang telah dikerjakannya bertahun tahun akhirnya berhasil. Atau suatu barang langka yang telah ia cari cari akhirnya ia dapatkan. Ia terlihat begitu bersemangat.
Sangat senang melihat zefa seperti itu. Salma ingin zefa terus bahagia sampai nanti. Dan apa yang membuat zefa bahagia ini, Salma harap sesuatu itu akan terus ada bersama zefa. Bersamanya selamanya.
__ADS_1
Bersambung.