Cintaku Adalah Kamu

Cintaku Adalah Kamu
Episode 137 -Belajar kelompok


__ADS_3

Huufftt ...


Kaesang terus melangkahkan kakinya menuju parkiran yang lokasinya masih sedikit jauh dari posisinya saat ini. Ia terus saja menghela nafas kasar semenjak keluarnya ia dari dalam kelasnya. Karena perkiraannya semua anak-anak di Genius high school telah meninggalkan sekolah dan pulang ke rumah mereka masing-masing.


Tapi sesampainya ia di luar, ia pun di hadapkan oleh sekumpulan anak-anak perempuan dan laki-laki yang masih berada di koridor sekolah. Mereka seperti tengah berbicara satu sama lain dan mengobrolkan sesuatu, namun sesaat Kaesang lewat mereka semua pun menjadi diam dan sontak menatap tajam kearah Kaesang.


Semuanya pada melihat kearah Kaesang dan tatapannya itu tergolong begitu tajam. Namun, Kaesang yang tak peduli pun tak terlalu ambil pusing, dan tetap melanjutkan langkahnya itu, ia ingin marah tapi yasudah lah, toh mereka cuma melihat kan nggak sampai melakukan hal yang berbahaya, bagi Kaesang mah tak masalah.


Ia tak masalah jika orang-orang menatapnya tak suka atau melakukan sesuatu padanya, namun jika itu dihadapkan kepada Tyas sudah lain lagi ceritanya. Kaesang tak terima jika orang-orang menatap tak suka kepada Tyas ataupun menghinanya seperti dulu. Ia akan melakukan sesuatu kepada orang yang menghina Tyas itu, dan membuatnya menyesal, tak akan Kaesang biarkan lolos siapapun orang yang berani menghina pacarnya itu.


Lalu sesaat langkah Kaesang telah sampai di area parkiran sekolahnya, ia pun segera menuju kearah mobil miliknya yang terparkir sedikit ke ujung, namun sesaat ia telah menemukan mobilnya dan bermaksud tuk berjalan menghampirinya, ia pun terkejut sesaat melihat sebuah motor ninja besar berwarna hitam yang terparkir di sebelah mobilnya.


motor itu nampak keren dan gagah, warnanya cukup menarik dan terlihat begitu mahal, lalu dari arah lain datanglah Zeya seraya menenteng helm besar miliknya dan berjalan menghampiri Kaesang.


"Gue udah selesai sama urusan gue, yuk balik sekarang," ucap Kaesang seraya berjalan kearah mobilnya dan mulai membukanya, namun sesaat ia akan beranjak masuk ia pun dikejutkan dengan Zeya yang tiba-tiba menaiki motor yang membuatnya terkagum-kagum tadi.


Rupanya motor itu milik Zeya, hmm tapi kok bisa motor sebesar dan sekeren itu dinaiki oleh cewek sepertinya? apa dia tidak keberatan ya menaiki motor sebesar itu, sungguh cewek yang aneh dan misterius sekali.


Kemudian setelah Kaesang memasuki mobilnya, dan memasang sabuk pengaman, ia pun segera menyalakan mesin mobilnya dan segera melaju, lalu karena Zeya sudah siap sedari tadi, ia pun juga melajukan motornya dan berjalan santai dibelakang mobil Kaesang.


Namun, karena Kaesang tau jika motor milik Zeya itu adalah motor untuk balapan, ia pun dengan iseng segera mengencangkan laju mobilnya, ia pun juga tersenyum miring mendapati Zeya ketinggalan jauh di belakang.


"****! nantangin gue nih ceritanya, oke gue jabanin Lo." setelah mengatakan itu Zeya pun juga menaikan laju motornya dan melaju begitu cepat. bahkan ia yang semula berjalan begitu santai tetiba saja mengebut dengan begitu cepatnya, saking cepatnya jaket yang dikenakannya sampai terbang-terbang tertiup angin.


Namun, Kaesang yang tau jika Zeya mulai mengikuti alur permainannya segera tersenyum miring, kemudian karena jalur ke rumahnya tinggal berbelok sedikit lagi, ia pun tetap dengan sikapnya itu, yakni ia tetap melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian ...


Sesampainya Kaesang di depan rumahnya, ia pun segera menyalakan klakson mobilnya untuk membangunkan pak satpam yang saat itu memang tengah tertidur di dalam pos jaganya. Lalu setelah beberapa saat Kaesang membunyikan klakson itu, terbukalah pagar besar itu, dari dalam nampaklah satpam rumahnya tengah tergopoh-gopoh membuka pagar seraya menundukkan kepalanya.


Satpam itu bahkan juga meminta maaf pada Kaesang karena sudah terlambat untuk membukakan pagarnya, namun karena Kaesang tak peduli, ia pun segera melajukan mobilnya dan segera memasuki halaman depan rumahnya, tak lupa Zeya juga mengikutinya dari belakang, sedari tadi matanya sibuk mengamati lingkungan serta bangunan mewah di hadapannya.


Rumah Kaesang sungguh mewah dan berkelas, bangunannya begitu megah mirip seperti perumahan mewah di eropa, dan dindingnya juga berwarna emas. Pintu besar yang begitu berkilau bila terkena sinar matahari dan langit-langit rumah yang penuh dengan lukisan alam sontak membuat Zeya terdiam.


Ia tau jika Kaesang itu sangatlah kaya dan berkuasa di sekolah. Ia juga tau jika Kaesang saat ini telah resmi menjadi anak dari pemilik sekolah, kekayaan ayahnya, dan kekuasaannya begitu besar, relasinya di mana mana, dan perusahaannya ada di berbagai tempat. melihat ini Zeya pun menjadi teringat dengan ayahnya, dulu ayahnya juga adalah rekan kerja ayahnya Kaesang, namun karena suatu masalah, ayah Kaesang pun memutus begitu saja kerja sama itu. Hmm, sampai sekarang pun Zeya masihlah terkagum kagum dengan tempatnya berada sekarang, matanya masihlah sibuk berkeliling di berbagai penjuru sambil dibarengi senyuman yang tercipta di bibirnya.


lalu saat Kaesang mendapati Zeya tengah terbengong-bengong sambil menatap kearah rumahnya membuatnya tersenyum. Ia pun langsung saja menepuk pundak Zeya dan membuatnya tersentak.


"Ish, Kae! kaget tau, jangan nepuk-nepuk dong." ujar kesal Zeya seraya mengalihkan atensinya kearah Kaesang dan menatap tajam kearahnya.


Sesampainya di dalam, Kaesang pun segera menuntun Zeya ke ruang tamu rumahnya dan menyuruhnya beristirahat.


"Lo duduk aja dulu, gue mau ke kamar gue dulu buat ganti baju." setelah mengatakan itu pergilah Kaesang dari sana, ia segera menaiki tangga di rumahnya tuk menuju kamarnya di lantai dua.


Namun, sesampainya ia di atas, ia pun tersenyum disaat mendapati Zeya tengah berdiri sembari mengamati seisi rumahnya, pandangan gadis itu terlihat begitu kagum dan heran dengan rumah Kaesang yang begitu mewah itu.


Namun, karena Kaesang naik keatas untuk berganti pakaian segera berjalanlah kembali ia menuju kamarnya di ujung lorong.


sementara Zeya masihlah berdiri di posisinya. Ia bukanlah orang yang norak dan tak pernah melihat hal semacam ini, tapi ia adalah gadis yang tak terlalu minat dengan hal berbau kemewahan, dan furniture seperti di dalam rumah Kaesang ini.


Namun, saat ia mulai duduk di sofa sembari menaruh ranselnya di sana, ia pun tersentak disaat mendapati ponselnya tetiba saja berbunyi dengan begitu kerasnya.

__ADS_1


Lalu dengan berbekalkan decakan dan raut wajah yang begitu kesal, dirogohnya ponsel miliknya itu dari dalam ranselnya kemudian membukanya. Setelah terbuka ia pun semakin kesal disaat yang menelpon tak lain dan tak bukan adalah Hengky, teman satu gengnya dan anak yang begitu menyebalkan buat Zeya.


Namun, karena Zeya tak ingin membuatnya menunggu segera diangkatnya panggilan itu.


"Ya, halo .."


^^^" ... "^^^


"Ish, serius dong, ada apa Lo nelpon gue?! gue lagi ada urusan nih!"


^^^" ... "^^^


"Terus, gimana? kalian udah selesain kerjaan itu?"


^^^" ... "^^^


"Halah kebiasaan kalian, udah gue ajarin dan gue bantuin setiap saat kok tetep gabisa sih! udah, kalo gitu kalian tinggal aja kerjaan itu, ntar kalo gue udah selesai sama urusan gue, segera gue kesana ya, lagian Lo kan juga bisa Heng, ngapain Lo pake nelpon gue segala?"


^^^" ... "^^^


"Oke, bye."


...Tut ... Tut ... Tut ......


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2