Cintaku Adalah Kamu

Cintaku Adalah Kamu
Episode 139 -Belajar bersama atau malah ngegosip


__ADS_3

Saat mengetahui jika Kaesang menerima tawarannya pun membuat Zeya tersenyum seketika. Ia senang sekaligus puas bisa menjadikan Kaesang temannya, karena semenjak tau dan kenal dengan Kaesang perlahan Zeya pun menyukainya, ia menyukai Kaesang dari sifat dan juga kepribadiannya, Zeya cukup tertarik dengan pribadi seperti Kaesang, namun ia menyukai Kaesang hanya sebatas teman bukan lebih, ia ingin menjadikannya teman semenjak posisi Kaesang berubah. Semenjak ia menjadi anak dari pemilik sekolah, dan atas segala kekuasaannya waktu itu.


Semenjak Kaesang mengeluarkan ancaman untuk melindungi Tyas sontak membuat Zeya kagum, dan keinginannya tuk menjadikan Kaesang teman semakin besar.


"Kae, sebenarnya secinta apa sih Lo sama Bu Tyas sampai Lo mau ngeluarin ancaman kek gitu demi ngelindungin dia?" tanya Zeya sembari membuka ranselnya dan mulai mengeluarkan beberapa buku serta kotak pensil dari dalamnya.


Lalu saat Kaesang tengah asik membaca dan tiba-tiba saja mendengar Zeya menanyakan hal itu padanya pun sontak membuatnya terdiam dan tersenyum seketika.


Tanpa basa basi Kaesang pun langsung mengalihkan atensinya kearah Zeya dan menurunkan senyumnya itu.


"Cinta banget Zey, gue tuh secinta itu sama dia sampai karena rasa cinta itu gue bisa ngelakuin hal sejauh itu demi ngelindungin dia. Gue gak mau ya liat dia terluka atau di hina kek gitu sama orang-orang, apalagi Lo tau sendiri kan waktu itu ada anak yang hina Tyas dan rendahin dia di depan gue esoknya langsung gue keluarin dari sekolah? gue gak tau kenapa bisa sesuka ini sama guru gue sendiri, hmm apa ini karena efek dari kehidupan gue selama ini ya?" balas Kaesang sembari mengulas senyum hangat kearah Zeya.


Lantas Zeya yang tau dan melihat senyum Kaesang itu pun perlahan ikut tersenyum juga. Ia mendengar ucapan Kaesang menjadi terdiam dan tau seberapa besar rasa cinta Kaesang pada gurunya itu.


Tapi yang menjadi pertanyaan Zeya sekarang adalah bagaimana Kaesang bisa mencintai Tyas dan bagaimana Kaesang bisa kenal dengannya?


Namun, itu hanyalah sekedar pertanyaan dan rasa penasarannya saja, karena semenjak ia mengetahui seberapa besar rasa cinta mereka dan tau bagaimana sifat Kaesang sontak membuat Zeya mengurungkan niatnya untuk menanyakan itu.


"Ehm btw hubungan Lo sama Zefa apa? kok kayaknya kalian deket? saudara ya?" tanya Kaesang seraya mengalihkan atensinya kembali kearah buku yang di pegangnya.


"Cih, dia bukan saudara gue, mau gimana pun gue ogah punya saudara seperti dia. Oh ya, gue lupa bilang ya, Zefa itu sebenarnya saudara tiri gue, emaknya nikah sama bokap gue dan racunin pikiran bokap gue. Lo mungkin tau kan kalo selama ini Zefa itu suka ngenalin dirinya kalo dia itu anak tunggal?" tanya Zeya.


"Yah Kae, sebenarnya Zefa ngelakuin itu atas perintah emaknya sih, si nenek lampir itu. Ehm gue ngomong gini jangan Lo bilangin ke dia ya, soalnya ribet ceritanya ntar kalo dia dan nenek lampir itu sampai tau." lagi Zeya tanpa menoleh sedikitpun dan tetap dengan kegiatannya yakni membaca sebuah buku untuk persiapan olimpiade bahasa Inggris beberapa Minggu lagi.

__ADS_1


Selanjutnya, perbincangan mereka berkisar tentang sekolah Kaesang, dan juga bisnis ayahnya. Kaesang mencoba untuk menjelaskannya hati-hati, dan tidak asal bicara, ia walaupun baru memutuskan untuk berteman dengan Zeya, tapi ia sudah percaya dengannya walau belum sepenuhnya.


dan mendengar semua pertanyaan Zeya tentang ayahnya, dan juga bagaimana ia bisa merintis bisnisnya dan juga mengembangkannya sampai sesukses itu membuat Kaesang terdiam dan berpikir.


jujur saat ini ia bingung, apakah ia perlu menceritakan semuanya pada Zeya, atau tidak? ah sebaiknya tidak usah lah, jika Kaesang sampai menceritakan semuanya bukankah itu sama saja dengan dirinya membuka rahasia ayahnya selama ini? sebab Indra bisa sampai sesukses sekarang itu bukan hanya dari kerja kerasnya saja melainkan dari segala usaha yang dilakukannya mati-matian.


Beberapa saat kemudian ...


Sesaat Zeya menatap ke arah arloji di tangannya dan ternyata waktu sudah menunjukkan pukul setengah empat sore membuatnya menganggukkan kepala dan sontak menutup buku yang dipegangnya.


karena selain waktu sudah begitu sore rencananya ia juga akan pergi ke basecamp untuk menyelesaikan pekerjaannya yang lain.


"Kae, ini udah sore, gue balik ya?" ucap Zeya seraya mengemasi barang-barangnya dan memasukkannya kedalam tasnya kembali.


"Yaudah, hati-hati ya, ehm besok gimana, mau belajar lagi atau gak usah? soalnya besok rencananya gue mau ajakin pacar gue jalan-jalan sehabis pulang sekolah." ucap Kaesang santai sembari tetap mengemasi barang barangnya.


Zeya tersenyum dan mengalihkan atensinya ke arah Kaesang, tiba-tiba seperti ada sebuah sengatan listrik dari senyumannya yang diarahkannya ke arah Kaesang saat ini, hingga Zeya maupun Kaesang sama-sama terdiam beberapa saat.


sebenarnya melihat senyuman seseorang itu sudah biasa bagi Kaesang, tapi mengetahui sifat Zeya yang begitu sama seperti dirinya pun membuatnya kaget di saat melihat dia tiba-tiba tersenyum seperti itu.


"Yaudah jalan aja sama Bu Tyas, nggak papa kok, belajar barengnya di lanjut lusa aja, lagian gue besok juga ada urusan. ehm oh iya Kae, soal gue cerita tentang Zefa tadi jangan pernah Lo bocorin ke Zefa atau siapapun loh ya, gue gak mau ribet soalnya." ucap Zeya seraya meraih hp nya dan memasukkannya kedalam ranselnya.


"Yaudah Kae, gue balik ya, thank loh untuk semuanya." setelah mengetahui jawaban iya dari Kaesang dan melihatnya menganggukkan kepala Zeya pun langsung meraih ranselnya, menggendongnya di punggungnya lalu bergegas pulang.

__ADS_1


Setelah mengetahui Zeya bangkit dari duduknya dan melangkah pergi Kaesang pun turut bangkit dari tempat duduknya dan mengikuti langkah Zeya di belakangnya.


Kaesang mengantarkannya sampai depan pintu dan melambaikan tangannya di saat mendengar suara klakson dari motor Zeya.


Namun, saat Kaesang membalikkan badannya dan mulai menutup pintu depan ia pun kembali teringat dengan rencananya untuk dinner malam ini di resto favoritnya bersama Tyas.


sebenarnya Kaesang ingin mengajak Tyas untuk dinner di beach resto bukan hanya untuk sekedar makan malam melainkan ia ingin menikmati suasana sunset bersama dengan kekasih tercintanya itu.


selain itu Kaesang juga ingin memberitahukan sesuatu hal penting kepada Tyas dan memberikannya suatu hadiah kecil.


Sejak mengenal Tyas dan berpacaran dengannya, Kaesang ingin selalu melindunginya dan menjauhkannya dari segala hal buruk. contohnya setelah ia tahu jika Tyas beberapa hari lalu sempat bertemu dengan Zefa dan mengobrol sesuatu penting dengannya, sontak membuatnya kaget dan penasaran.


Namun, setelah ia mendengar dari temannya yang tak sengaja tahu pertemuan itu ia pun menjadi semakin geram terhadap Zefa, Kaesang geram terhadap wanita itu bukan saja dari perilakunya selama ini melainkan Kaesang geram karena sikap Zefa yang begitu kasar mendorong Tyas dan membuatnya terjatuh saat itu.


"Ehm oh iya Tyas sedang apa yang sekarang? gue penasaran banget nih, kan setelah pulang dari nemenin Bu Meri tadi dia belum ngechat gue sama sekali, tapi kalo seumpama dia lagi sibuk apa pantes gue chat dia sekarang? yaudahlah ntar aja, lagian bentar lagi juga ketemu kok." ucap Kaesang sendiri sembari menatap kearah nomor Tyas di WhatsApp dan bingung sendiri.


Setelah Kaesang memutuskan untuk tidak akan mengirimkan pesan kepada Tyas ia pun kembali melangkahkan kakinya ke arah tempat di mana ia belajar bersama Zefa tadi.


Tap ... Tap ... Tap ...


Semua buku dan peralatan sekolahnya masih berada di atas meja, ia mengemasi semua itu, dan mulai meraihnya, kemudian membawanya kembali ke tempat belajarnya di lantai atas.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2