Cintaku Adalah Kamu

Cintaku Adalah Kamu
Episode 115 -Dia tetaplah pacarku


__ADS_3

Udara yang begitu dingin, cuaca yang juga mendung. hari ini adalah hari dimana dia akhirnya bisa pulang dan santai dengan tenang. ya, setelah sang ibu lumayan membaik dan diizinkan pulang, Zefa beserta sang ayah dapat melanjutkan kegiatan masing masing dengan sedikit nyaman dan tenang. walau Salma di bolehkan pulang, dia tetaplah belum sembuh seutuhnya. kakinya masih sakit sebelah hingga memaksakannya tuk mengenakan tongkat bila hendak berjalan.


dan hal itulah yang membuat Wijaya tak bisa mengerjakan pekerjaannya dengan tenaga penuh, dan intens. dia harus sering melihat keadaan Salma, dan apa yang dilakukannya. walau sebelumnya Wijaya telah menyewa pembantu lagi di rumah guna membantu Salma, dirinya tetap tak bisa membiarkan atau lepas pandangan dari sang istri yang belum sembuh seutuhnya itu.


Hahaha ...


"Akhirnya, mama sembuh dan gue bisa ngelakuin pekerjaan yang udah gue tunda itu. hmm, nggak sabar gue untuk ketemu dia, dan bilang apa yang harusnya gue bilang ke dia." ucap Zefa seraya merebahkan tubuhnya di atas kasur empuknya yang lumayan dingin.


Huufftt ...


"Sebenarnya dia itu baik, ramah dan cerdas banget. panutan gue dan Zelyn dulu. tapi, setelah pacaran sama muridnya gini, apa pantes kata kata baik, dan ramah masih gue sematin buat dia? apalagi mereka sempat ciuman lagi." sebelumnya Zefa sempat tertawa dalam mengatakannya, namun lama kelamaan dia berubah kesal dan menjadi marah. tak hanya bicara, tangan mulusnya pun telah ia pukulkan ke ranjang kosong di sebelahnya. bahkan, ia juga sempat mengumpat berulang kali disaat foto kiriman Zelyn teringat kembali di otaknya.


"Pokoknya gue harus ngomong sesuatu ke dia dan nuntasin apa yang buat gue marah ini. walaupun dia itu cantik, tetap saja dia itu tua. perempuan sepertinya nggak akan pernah pantes sama cowok ganteng seperti Kaesang. Huuhh ... umurnya aja sama nyokap gue gak beda jauh, bisa bisanya dia pacaran sama anak yang masih baru kencur." ucapnya lagi. Setelah selesai mengatakannya, Zefa pun meraih hp nya dari sebelah tangan kanannya, lalu membukanya dan menghubungi seorang temannya di aplikasi WhatsApp.


'Lin, besok Lo ajak Zelyn buat ngumpul bentar di taman Deket sekolah ya. ada yang mau gue omongin.'


^^^'Oh oke, tapi Zef, Lo emang dah pulang dari rumah sakit? atau Lo emang lagi di rumah sakit?'^^^


'Nyokap gue ya yang di rumah sakit bukan gue! Huuhh ... udah balik kok sejak dua hari lalu. ini sekarang gue lagi di rumah.'


^^^'Oh iya nyokap Lo, haha, gue lupa. btw semoga nyokap Lo cepet sembuh ya, biar bisa liburan bareng ke Bali hehe.'^^^


'Astaga Lin, liburan mah gue nggak peduli kali. mau liburan atau gak, asal nyokap gue bisa sembuh itu dah cukup. tapi thank doanya.'


'Besok jangan lupa ya, dan karena rumah Lo dan Zelyn Deket, bisalah Lo datang ke rumahnya buat ngasih tau ini, soalnya gue chat, telpon gak ada respon dari dia.'


^^^'Oh, dia lagi sibuk Zef, neneknya habis datang ke rumahnya kemaren, dan sialnya hp nya tuh jatuh waktu dia keluar ke supermarket.'^^^

__ADS_1


^^^'iya, ntar gue ke rumahnya buat ngasih tau dia suruhan Lo itu, tenang aja ya, ntar gue kirimin nomor dia yang baru, soalnya habis beli hp dia langsung chat gue, jadi ya gue ada nomor dia yang baru.'^^^


'Astaga, oh gitu. yaudah Lo kirim ke gue nomor dia yang baru ya, cepetan.'


^^^'08xxxxxx'^^^


^^^'Tuh nomornya, Lo chat aja, siapa tau dia longgar kali ini. soalnya dia sibuk ngurusin neneknya, sampe gak ada waktu buat pegang hp.'^^^


^^^'Kemaren aja gue chat balesnya baru tadi pagi.'^^^


'Yaudah mungkin dia beneran repot kan, thank ya Lin nomornya, gue save dan gue chat ntar.'


^^^'Oke, Zef. btw Lo cuma mau ngomongin itu kan, gue kebelet pup nih, dah mau keluarrrr.'^^^


'Astaga iya, Lin. dah Lo pup aja sono di WC.'


Setelah selesai chat sedemikian panjang dengan Lina, sahabatnya yang rusuh itu, Zefa pun menaruh kembali hp nya di sebelahnya di tempatnya semula, kemudian pandangannya pun ia arahkan lurus ke depan ke atas langit langit rumah, seraya menenangkan pikirannya, Zefa pun menghela nafas sejenak.


Dia memikirkan segala cara untuk memisahkan Kaesang dengan Tyas. awalnya dia kesal karena tak ada satupun cara yang nyantol sedikitpun di kepalanya, namun bukan Zefa namanya jika dia menyerah karena tak menemukan cara itu. sembari tersenyum Zefa pun terpikirkan sebuah ide bagus yang besok ia laksanakan bersama kedua temannya.


"Besok, dia harus ngikutin perintah gue." ucap Zefa dengan tegas seraya tersenyum.


......................


Hari ini adalah hari Minggu dan besok adalah hari Senin. hari yang dulu begitu menyebalkan buat Kaesang namun tidak untuk sekarang. Yap, semua orang pun tau kalau kaesang itu pintar dan anak penyumbang dana terbesar di sekolah itu. Visual dan diri yang cemerlang tidaklah membuat seorang Kaesang senang dan rajin untuk sekolah. buktinya, dulu hanya seminggu dia sekolah dan karena merasa tak nyaman, dia pun meminta papanya tuk mengatur sekolahnya menjadi home schooling.


Ya, semua itu bisa terjadi karena kuasa sang ayah selaku penyumbang dana terbesar lah yang membuat guru guru dan kepala sekolah tak mampu berkata apapun selain menyetujui permintaan Kaesang.

__ADS_1


namun, lain untuk sekarang. Dulu sekolah adalah tempat tersiksa buat Kaesang, tempat membosankan untuknya. tapi, setelah hadirnya Tyas di hidupnya, jiwanya yang semula mati menjadi hidup kembali dan semakin berwarna. awalnya dia hanya menganggapnya biasa perasaan itu. namun, mengapa dia semakin nyaman, dan tak ingin jauh darinya? ya, itulah yang membuatnya menjadi seperti sekarang, dan bangga dengan posisi ayahnya.


Haduh, bahkan saat ini pun Kaesang sudah merindukan sosoknya itu. dia benar benar suka dan sayang padanya, tak ingin sesuatu buruk terjadi padanya. namun, dia sedih karena besok dia takkan bisa menemuinya dulu, menelponnya pun dia belum mampu. hal itu terjadi karena sang ayah mengajak Kaesang ke tempat kerabatnya di Surabaya guna menghadiri sebuah acara penting besok.


"Sebenarnya acara apaan sih?! ngapain papa diem aja waktu ku tanya, apa itu acara nikahan aja atau acara lain?" ucap Kaesang sendiri seraya memandangi pantulan dirinya di depan cermin.


Huufftt ...


Sembari mengusap wajahnya dengan kedua tangan, Kaesang pun tertunduk sekilas lalu memandangi kembali pantulan dirinya di dalam cermin.


"Padahal gue kangen banget sama Tyas dan pengen banget ketemu dia. gue udah nyiapin sesuatu buat dia bahkan siap buat ngasih. tapi, gue nggak bisa ngelawan papa. gue harus nurutin dia walau itu cuma menghadiri sebuah acara yang gue sama sekali nggak tau." batin Kaesang dengan nada pilu, dan wajah yang terlihat muram.


"Semoga, acara besok bukan acara aneh aneh yang bakal ngerugiin gue." ucap Kaesang masih dengan nada dan raut wajah yang sama.


......................


Di sore yang mendung ini tak cukup kuat untuk membuat Tyas malas dan hanya berdiam diri di atas ranjang. sudah sejak tadi siang dia sibuk membersihkan rumah dan kamar miliknya dengan semangat. mulai dari sapu, pel semuanya telah ia raih untuk membersihkan rumahnya ini.


"Astaga, capek ya ternyata. kukira nggak bakal capek karena rumahku hanya sekecil ini, tapi setelah selesai ternyata secapek itu. tulang tulangku rasanya remuk semua." setelah kegiatan bersih bersihnya selesai, Tyas pun menuju kamarnya guna merebahkan tubuhnya.


Rumahnya memang kecil tapi jika hanya dia yang membersihkannya, apa takkan merasa lelah?


"Besok, aku harus lebih semangat lagi ngajarnya, ngasih segala ilmu ke murid murid biar mereka semakin pintar. Tapi, besok aku takkan ketemu Kaesang. selain tadi dia udah bilang ke aku, rasanya aku sedih untuk tak bertemu dirinya walau sehari aja. semoga perjalanannya besok lancar dan dia segera kembali." ucap Tyas sendiri seraya menatap langit langit kamar.


"Walau statusnya muridku, dia tetaplah pacarku. tak mampu untukku berada jauh darinya. walau tadi udah video call, tetap saja aku masih merindukannya merindukan wajahnya, suaranya, dan semua yang berada padanya. Kae, aku merindukanmu, sangat rindu. kuharap kamu baik baik ya di rumah, dan segera kembali dari perjalanan mu besok." batin Tyas seraya tersenyum dan meneteskan air mata.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2