Cintaku Adalah Kamu

Cintaku Adalah Kamu
Episode 114 -Penuh syukur di idul adha


__ADS_3

Setahun lima bulan sebelumnya ...


Udara pagi ini lumayan dingin namun matahari terlihat begitu cerah di balik awan awan. Hmm, walau masih terus menguap, dan kedua mata yang berusaha mengatup, Lelaki muda ini terus berusaha membuka matanya, dan bersikap biasa. walau sikapnya dia buat cuek, dan dingin, namun matanya berwarna merah, dan terus mengeluarkan air mata. Hahaha dia masihlah mengantuk, belum cukup kah tidurnya sejauh ini. padahal sekarang adalah jam delapan tiga puluh pagi, harusnya dia sudah segar dan tak lagi mengantuk.


Puk (Tepukan di punggung)


"Kae, kok masih ngantuk sih, ini udah siang loh katanya mau bantuin papa bagiin daging kurban?" ternyata indra lah yang menepuk pundak putranya yakni Kaesang, guna menyadarkannya. indra terlihat menatap kearah Kaesang yang terus saja menguap dengan tatapan kesal.


"Aishh pah, jangan nepuk punggung dong, kaget. lagian aku cuma ngantuk dikit kok." sahut marah Kaesang seraya mengusap kasar wajahnya dan berdecak.


Namun, mendengar respon Kaesang yang demikian, sang papa hanya mampu menggelengkan kepalanya dan melenggang pergi.


Saat ini Kaesang masih berada di ruang tamu rumahnya. setelah sebelumnya sholat idul adha di masjid tak jauh dari rumahnya, Kaesang beserta indra langsung melenggang pulang setelah sebelumnya berbincang-bincang dengan beberapa orang yang menyapa. Walau merasa kesal dengan orang orang yang terus mengajaknya bicara, indra tetaplah kekeh dengan niatnya. niat tuk berkorban lima buah sapi dan empat buah kambing hari ini di hari raya idul Adha.


Indra akan membagi bagikannya pada para tetangganya dan orang orang yang membutuhkannya. namun, orang orang yang disuruhnya alias di pekerjakannya tuk menyembelih hewan kurban datang terlambat, dia tak tau apakah saat ini hewan kurban sudah di sembelih atau kah belum.


Sesampainya di rumah, ternyata orang orang tersebut sudah datang dan kurban pun sudah selesai di sembelih. selain senang, indra juga bersyukur karena niatnya ini akan terlaksana.


Lalu di mana Kaesang??


Ya, indra awalnya memang pulang dengan Kaesang, namun di tengah jalan Kaesang ijin pergi sebentar ke sebuah toko tuk membeli beberapa barang.


setelah hewan kurban di sembelih semua dan telah di masukkan kedalam plastik kecil kecil, indra pun menyuruh orang orang tersebut tuk membagikannya kepada para tetangganya dan orang yang membutuhkannya.


......................


Kaesang memang berniat pergi ke warung tuk membeli barang keperluannya. namun, sesaat semuanya telah selesai dan berniat akan pulang, tak sengaja dia menabrak seorang gadis sesaat dirinya membalikkan badannya. gadis itu pun mengaduh dan seketika memundurkan langkahnya.


ya, tak ada yang Kaesang ucapkan selain kata maaf. namun, si gadis nampak kesal dan langsung membalikkan badannya kemudian berjalan pergi.


Astaga, gadis labil. itulah pikiran Kaesang sesaat melihat respon si gadis tersebut.

__ADS_1


......................


Kaesang terlihat berjalan pulang seraya menenteng sekantong plastik yang isinya adalah beberapa barang yang di belinya di warung tadi.


Huhh ...


Kaesang merasa lelah dan ingin segera pulang. dia lelah bukan karena berjalan, melainkan karena dia harus berusaha untuk tersenyum kepada orang orang yang menyapanya di jalan dan kadang mengajaknya bicara.


Selain sifatnya yang tergolong anti sosial, Kaesang bukanlah tipe cowok yang ramah dan banyak teman. dia memang tampan, cool, pintar, dan tajir. namun sikapnya yang dingin berhasil membuatnya dijauhi oleh banyak cowok sampai saat ini.


"Eh, Kae, sendiri aja? dimana papamu?" lagi lagi dia bertemu seorang pria seumuran papanya di jalan dan mengajaknya bicara.


Kaesang pun menghela nafas kasar.


"Udah pulang, om." sahut Kaesang singkat dan tanpa ekspresi.


si pria pun manggut-manggut dan menatap kearah bawah, tepatnya ke arah jalan.


Kaesang pun menarik napas panjang, dan mengalihkan pandangannya sekilas.


"Iya dia baik, yaudah om, saya pulang duluan ya." setelah berkata demikian, Kaesang pun ijin pulang pada ayah Daniel dan melenggang pergi begitu saja.


......................


Setelah sesampainya Kaesang di depan pagar rumahnya, dia di kejutkan oleh kedatangan ribuan orang ke dalam rumahnya. Tak hanya ibu ibu, bapak bapak, anak seusianya dan anak kecil pun datang seraya dorong dorongan saat ini. suasana begitu ramai di saat dari dalam pasokan daging mulai dibagikan pada orang orang tersebut.


Astaga, ternyata seperti inilah suasana idul adha sesungguhnya. Walau ramai, desak desakan, namun sangat hikmah dan penuh syukur. Kaesang tetaplah bersyukur dengan suasana idul adha saat ini.


Tunggu ...


"Bukannya dia cewek yang gue tabrak tadi ya? dia ikut ngantri kek gini apa nggak inget sama gua, dan kejadian di toko tadi?" sesaat tatapannya ia arahkan ke kerumunan warga di depan rumahnya, Kaesang di buat terkejut oleh adanya seorang gadis yang tadi tak sengaja di tabrakannya di warung. Si gadis asing itu saat ini tengah berada di antara kerumunan tersebut dan terlihat begitu antusias.

__ADS_1


......................


si gadis yang tak sengaja di tabrak Kaesang tadi, ternyata rumahnya berada jauh dari rumah Kaesang. Di sebelah rumahnya tak ada masjid atau apapun, dan hal itu lah yang membuatnya sampai harus jauh jauh ke daerah rumah Kaesang tuk sholat idul Adha di masjid besar yang berada di Utara jalan perempatan dari rumah Kaesang.


Si gadis adalah gadis biasa dan sangatlah baik. dia sopan, dan sangatlah santun pada siapapun. Memang dia bukanlah dari kalangan orang berada, namun dia sangatlah Sholehah, dan hal itulah yang membuatnya bisa sekuat, dan setegar sekarang.


Gadis itu bernama Clarissa Valencia Sinaga. gadis yatim yang ternyata hanya memiliki seorang ibu, karena dua tahun sebelumnya, dia dan sang ibu harus tabah dan ikhlas dengan kepergian sang ayah atas musibah yang menerimanya yakni tertabrak mobil sesat mau menyebrang jalan.


Sungguh kasian sekali dengan kehidupannya yang keras. dia dan sang ibu harus berdagang dan melakukan segalanya yang menghasilkan uang.


......................


Sesaat Kaesang kembali mengalihkan pandangannya kearah para kerumunan orang orang yang antri daging kurban. dia kaget sesaat melihat si gadis yang tadi di tabrakannya sudah tak ada lagi di kerumunan itu.


"Kemana tuh cewek, kok udah ilang aja?" tanya Kaesang seraya mengernyitkan keningnya.


"Loh, Kae, Kaesang. Ini Kaesang putranya Indra, kan?"


Untuk kesekian kalinya Kaesang harus dibuat kaget oleh kedatangan tiga sosok di depannya. mereka adalah bapak, ibu dan seorang anak kecil yang berpakaian sangatlah rapi.


Hm, sejauh ini Kaesang belumlah kenal terhadap mereka, namun, sepertinya mereka kenal dengan keluarga Kaesang?


"Iya, saya Kaesang, dan nama ayah saya indra. tapi maaf, kalian bertiga siapa ya?"


Sebelumnya Kaesang sempat membelalakkan matanya sesaat melihat kedatangan mereka yang tiba tiba namun, beberapa saat setelannya, dia pun menepuk jidatnya dan mengingat sesuatu.


"Kalian keluarga jauh kami kan yang kalau nggak salah dari Jogja?" tanya Kaesang seraya tersenyum.


Mereka pun tersenyum, lalu si bapak dan ibu pun saling berpandangan kemudian menganggukkan kepala sambil beralih menatapku.


"Dimana papamu, nak? bagaimanakah kabarnya sekarang?" tanya si bapak seraya tersenyum manis dan berjalan mendekat kearah Kaesang.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2