Cintaku Adalah Kamu

Cintaku Adalah Kamu
Episode 150 -Melihatnya menderita adalah suatu kepuasan


__ADS_3

"Iya dear, kebetulan semalem aku dikirimin papa parfum Dior dari Singapura langsung, aku sih nggak terlalu peduli ya karena parfumku dah banyak, tapi berhubung dah terlanjur dikirimin ya kuterima aja, ku coba dan ternyata baunya enak banget. Kamu mau nyoba dear?" tanya Kaesang disaat ia telah menyalakan mesin mobilnya dan melajukannya dengan kecepatan sedang.


Tyas pun sontak terkejut mendengar ujaran Kaesang itu, parfum dari Singapura, wah?! Hebat sekali


Apalagi itu merek Dior, jika suatu barang keluar dengan nama merek itu pasti barangnya sungguh bagus, tapi jika itu merek asli ya.


"Emang kamu bawa parfum itu, Kae?" tanya Tyas sembari menoleh kearah Kaesang.


Kaesang pun hanya tersenyum menanggapi itu, dia sempat menoleh sekilas kearah Tyas namun tidak mengatakan apapun.


......................


Lalu sesampainya mereka di Genius high school Kaesang langsung disambut dengan kehadiran Zeya di parkiran.


Gadis itu saat ini tengah menyenderkan tubuhnya di motor besarnya, tatapannya masihlah fokus pada layar ponselnya, dan terlihat begitu serius.


Tin ... Tin ... Tin ...


Sontak Zeya pun terkejut mendengar bunyi klakson itu, dia hampir Saja menjatuhkan ponselnya bila ia tidak memegangnya dengan erat.


Oh, ****!


Lalu sewaktu Kaesang telah memarkirkan mobilnya dengan rapi, ia pun bergegas melepas sabuk pengamannya dan keluar dari mobil, sementara Tyas yang memang sudah selesai melepas sabuk pengamannya pun juga turut keluar dari mobil.


Disana Kaesang mengalihkan atensinya kearah Zeya dan tersenyum miring.


"Gimana, kaget kan?" tanya Kaesang sembari berjalan santai kearah Zeya.


Hahaha ...


Kaesang pun sontak tertawa dalam hati mendapati respon kesal dari muka Zeya itu. Ia menggandeng tangan Tyas dan membawa Tyas mendekat kearah Zeya.


"Lo! Huufftt ... untung Lo sekarang temen gue jadi gue gak akan marah sama Lo. Tapi sebagai hukumannya, ntar istirahat Lo harus bawa gue ke kantin dan traktir gue makan sepuasnya di sana." ujar Zeya sembari tersenyum miring, melipat kedua tangannya di depan dada dan beranjak pergi dari sana.


Tyas yang mendengar Zeya mengatakan jika Kaesang adalah temannya pun sontak membuatnya tersenyum dan bahagia.


dia mendapati jika sifat Kaesang dan Zeya ada sedikit kemiripan. Mereka seperti anak kembar, sama sama memiliki sikap dingin, cuek, acuh tak acuh, serta sangat tertutup.


sikap mereka memang begitu mirip, namun aslinya mereka sangat bertolak belakang.

__ADS_1


Dulu Kaesang dan Zeya seperti Tom and Jerry, mereka seperti minyak dan air yang jika disatukan pasti akan bertengkar, namun kali ini mendengar Zeya mengatakan jika keduanya telah berteman pun sontak membuat Tyas kaget namun juga bahagia.


Dia bahagia karena akhirnya kedua anak yang memiliki sifat mirip itu bisa berteman juga.


"Sejak kapan kamu temenan sama Zeya?" tanya Tyas sesaat dirinya dan Kaesang masihlah berada di parkiran dan masihlah berada di posisinya semula.


Kaesang pun langsung meraih tangan Tyas dan menggandengnya, ia langsung melangkahkan kakinya dan tetap dengan posisi tangannya itu.


di sana Kaesang pun menceritakan kenapa dan bagaimana dirinya dan Zeya bisa sampai berteman. Ia bahkan juga sampai mengatakan jika karena keusilannya ia dan Zeya bisa sampai berteman.


Huufftt, semoga pertemanan ini bisa berjalan baik


Yap, itu adalah harapan singkat Kaesang, semalam sebelum tidur ia sempat berharap agar pertemanannya dengan Zeya bisa bertahan lama, dan semakin akrab.


karena entah mengapa sesaat Kaesang melihat Zeya dan tahu sifatnya seperti apa, Kaesang pun langsung menyukainya, menyukai sifatnya dan ingin menjadikan Zeya sebagai temannya.


"Oh, semoga aja hubungan pertemanan kalian bisa bertahan lama ya, semoga dia bisa jadi temen yang baik buat kamu. Ehm aku ... duluan ya, Kae." mengetahui kelas Kaesang dan ruang guru berada di jalur yang berbeda membuat Tyas menyudahi obrolannya saat itu dan segera bergegas menuju ke ruang guru.


"Bye, dear ..." sahut Kaesang sembari melambaikan tangannya dan tersenyum kearah punggung Tyas yang perlahan lahan mulai menjauh.


setelah mendapati Tyas yang sudah berbelok ke ruang guru pun membuat Kaesang kembali melangkahkan kakinya menuju ke kelasnya.


Disana ia terkejut selepas mendapati ada sebuket mawar merah dan juga sekotak coklat Silverqueen.


Awalnya Kaesang meraih benda itu namun sewaktu ia mendapati jika loker miliknya selalu ia kunci dan kuncinya juga selalu ia bawa pun membuatnya kembali bingung.


jika sebelumnya ada seseorang yang menaruh benda ini di lokernya, harusnya itu dalam keadaan lokernya tidak dikunci kan? tapi seingatnya Kaesang selalu mengunci lokernya itu, ia tidak pernah lupa dan sebelum meninggalkan sekolah Kaesang selalu menyempatkan diri untuk mengecek lokernya itu.


dan saat ia mengecek itu tak ada benda apapun di dalamnya selain barang miliknya. bahkan saat ia mengecek kemarin sore pun kedua benda ini tak ada di dalam lokernya.


lalu Siapa yang meletakkannya, dan bagaimana dia bisa menaruh di dalamnya??


kedua pertanyaan itu masihlah tercetak di kepala Kaesang sampai ia berhasil mengambil barang miliknya dari dalam loker, menutup lokernya kembali dan melanjutkan langkahnya menuju ke kelas.


tapi di tiga ratus meter dari loker di balik tembok terlihatlah seorang gadis misterius yang mengenakan seragam sama dengan Kaesang.


Gadis itu berambut lurus sepinggang, berponi dan juga terlihat manis.


Tubuhnya terlihat ramping, dan pipinya juga lumayan tirus. Eum ... Gadis yang cantik.

__ADS_1


Gadis itu terlihat menyunggingkan bibirnya sewaktu mendapati Kaesang berjalan menuju ke lokernya, selama Kaesang berada di sana sampai akhirnya Kaesang beranjak pergi dari tempat itu pun si gadis misterius itu tetap berdiri di posisinya sembari mengamati Kaesang dan tersenyum.


"Aku tidak akan pernah gagal Kae, kemanapun kamu pergi pasti akan kususul, dimanapun kamu tinggal pasti akan ku datangi. Jadi jika cuma membobol pintu loker itu bukanlah hal yang sulit buatku. Dari dulu kamu adalah milikku, selama aku belum mendapatkanmu, tak akan ku biarkan siapapun mendapatkanmu. Tak akan pernah, bahkan Guru itu pun sama, dia hanyalah kerikil kecil bagiku. Sebenarnya menyingkirkannya bukanlah hal yang sulit bagiku, tapi karena aku ingin bermain cantik makanya ku tunda niatku itu. Kaesang, Bu Tyas .. Kalian tunggu saja ya, tak lama lagi hubungan asmara kalian itu akan segera kandas." ucap gadis itu sembari menatap tajam kearah tempat Kaesang berada tadi dan tersenyum kearahnya.


......................


Jam 06.38, Zefa sudah siap dengan setelan seragam sekolahnya, dan bersiap untuk berangkat.


sembari menenteng tas ranselnya dan keluar dari kamar, Zefa pun menyempatkan diri untuk menghubungi Zelyn untuk mengajaknya berangkat bersama.


Namun, di waktu Zefa yang telah menutup pembicaraannya dengan Zelyn di telpon dan tengah berjalan menuruni tangga sembari menenteng tas ranselnya, dia pun sontak memberengut kesal sewaktu mendapati mamanya yakni Salma tetiba saja menghadang langkah Zefa di ujung tangga.


Zefa pun berjalan mendekati Salma, dan mencium punggung tangannya.


"Kenapa sih ma, ada apa lagi ini, mama masih mau nyuruh aku buat kerjain bocah itu lagi?" tanya Zefa langsung. Zefa sudah cukup lelah dengan permintaan Salma itu.


sebenarnya Zefa sendiri juga tidak suka dengan Zeya, dia ingin menyingkirkan Zeya dan membuat anak itu menderita.


Namun, mengingat jika sekarang Zeya tidaklah sama seperti dulu membuat Zefa berpikir dua kali untuk mengerjainya.


Entah mengapa Zefa melihat Zeya berbeda dari dirinya yang dulu. dirinya yang sekarang terlihat begitu misterius dan sangatlah tertutup.


Jika dilihat lebih lanjut sikap Zeya yang sekarang begitu mirip dengan Kaesang, namun entah mengapa Zefa melihat diri Zeya yang sekarang terlihat sedikit enggan, ia merasa Jika dia yang sekarang tidaklah selemah dulu.


sepertinya Zeya telah menemukan kekuatan baru, dan nyali baru hingga membuatnya sampai seperti sekarang ini. auranya terlihat begitu menyeramkan dan sangatlah berkuasa.


dia yang dulu terlihat begitu lemah dan mudah sekali untuk ditindas kini terlihat sangatlah berbeda. Zeya yang dulu korban penindasan itu, kini terlihat seperti dialah orang dari penindasan itu.


Zefa sekarang ingin melupakan tentang Zeya dan ambisinya untuk membuat Zeya kembali menderita. Karena ia merasa Jika Zeya yang sekarang ini sudah jauh berbeda dari dirinya yang dulu.


Zefa sudah tak mau berurusan lagi dengan Zeya tapi Salma terus menyuruh Zefa untuk mengerjai Zeya, dan melakukan sesuatu pada gadis itu.


"Ayolah sayang, sekali ini saja kamu turuti permintaan mama, mama belum puas sayang kalau belum liat dia menderita. Please, kamu ikuti rencana mama kemaren ya." pinta Salma.


Zefa pun menghela nafas kasar mendengar itu, ia tak tau lagi dengan cara apa ia menolak permintaan mamanya itu. Sebab semenjak Zefa menolak permintaan Salma dengan berbagai alasan, Salma tetap tidak berhenti sampai di sana. dia terus membujuk Zefa dan menyuruhnya untuk melakukan sesuatu pada Zeya.


Belum melihat Zeya menderita belum puas hidup Salma. dia akan terus melakukan segala cara untuk menuntaskan dendamnya itu.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2