Cintaku Adalah Kamu

Cintaku Adalah Kamu
Episode 22- Hari terakhir


__ADS_3

Selang beberapa saat kemudian, tibalah lelaki itu dan semua murid Genius high school di spot wisata pertama untuk hari ini yaitu di pantai Pandawa, setelah bis terparkir dengan rapi di tempatnya, maka turunlah mereka semua dari dalam bis itu, lalu berpencar masing masing, mereka bebas mau melakukan apapun, asalkan tepat jam 12.30 siang nanti mereka semua harus sudah kembali ke bis masing masing guna perjalanan makan siang. Setelah turun dari bis, Kaesang pun segera berjalan dengan malas kearah jejeran kedai di depannya, ia hanya ingin melihat lihat, guna menghilangkan rasa bosannya. Ia melihat ke kanan dan ke kiri, begitu banyak aksesoris, pakaian dan semua pernak pernik lucu, dan indah yang di jual di sini, kemudian sebuah kedai langsung menarik perhatiannya, lelaki itu pun segera berjalan kearah kedai tersebut yang ada satu meter di depannya, dan sesampainya di sana, ternyata kedai tersebut tengah menjual berbagai macam pernak pernik indah yang terbuat dari kerang. Ia tersenyum miring, kemudian mengambil sebuah kalung indah yang terbuat dari mutiara kerang, ia lihat kalung itu dengan seksama, kemudian senyuman manis langsung terukir di wajahnya.


"Mbak, saya beli ini satu." Ucap lelaki itu sembari menyerahkan kalung itu pada pelayan kedai tersebut, dan langsung di sambut ramah olehnya.


"Iya mas, sebentar saya hitung harganya ya."


"Mas, harganya 30 ribu." Ucap pelayan itu sembari menyerahkan bungkusan berisi kalung tadi pada Kaesang.


"Ambil kembaliannya." Jawab Kaesang sembari menyerahkan selembar uang seratus ribuan dari dalam kantongnya kemudian di serahkannya pada pelayan kedai tersebut, lalu melakukan barter.


"Terima kasih banyak mas." Balas ramah pelayan tersebut sembari mengatupkan kedua tangannya di depan dadanya.


Setelah selesai membeli kalung tersebut, maka keluarlah lelaki itu dari dalam kedai tersebut, ia tak tau mengapa ia bisa mampir ke kedai tersebut, padahal tadi ia hanya ingin melihat lihat saja, lantas mengapa ia jadi membeli kalung tersebut, buat siapa coba?, itu kan kalung perempuan, jadi sudah jelas ia tak menyukainya, lalu untuk siapa kalung itu?, ia ada firasat jika suatu saat ia akan memberikan kalung itu pada seorang perempuan yang dianggapnya spesial, tapi siapa?, ia tak merasa sedang dekat dengan siapa siapa,.... ah bodo amat lah. Lelaki itu pun segera memasukkan bungkusan itu kedalam saku jaketnya, lalu melanjutkan langkahnya kembali menuju ke arah lurus ke depan.


...Beberapa saat kemudian......


Kini lelaki itu tengah berdiri sembari menatap tenangnya danau Bedugul tersebut, ia menatap kedepan dengan tatapan damai, hingga tiba tiba punggungnya di tepuk oleh seseorang dari arah belakang, dan membuatnya tersentak seketika.


"Eh siapa?, elo, ngapain lo nepuk nepuk gue segala, ga guna?" Ucapnya hendak beranjak pergi dari sana, akan tetapi belum sempat melangkah lengannya langsung dicekal oleh orang itu.

__ADS_1


"Jangan pergi, gue gak akan apa apain Lo kok." Ucap pria tersebut.


"Mau apa Lo." Tanya lelaki itu nyolot.


"Kasih flashdisk itu ke gue, cepet." Jawabnya dengan nada tak kalah ngegas pula.


"Flashdisk apaan?" Tanya lelaki itu dengan polosnya.


"Jangan pura pura polos Lo, cepet kasih flashdisk itu ke gue, atau.." ucap pria tersebut sembari mengencangkan cekalannya.


Dengan sedikit bingung mengenai flashdisk tersebut, lelaki itu pun segera mengingat ingat apakah ia pernah menerima sebuah flashdisk sebelumnya, lalu tiba tiba ia pun langsung teringat, kalau ia pernah menerima sebuah flashdisk dari seorang pria, dan katanya isi dari flashdisk tersebut menyangkut tentang mamanya. Sontak mimik muka lelaki itu pun langsung berubah seketika, menjadi dingin, dan sangat menyeramkan. Lalu dengan sekali kibasan tangan, lepaslah lengannya yang dicekal pria tersebut. Ia mundur dua langkah kebelakang, lalu menatap tajam pria tersebut.


"Sialan, cari masalah lu sama gue, buruan kasih, atau gue hajar Lo." Ancam pria tersebut. Bukannya takut, lelaki itu justru tersenyum miring, kemudian maju satu langkah kedepan.


"Kalau berani silakan, gue gak ngelarang kok, cuma jangan salahin gue kalau gue teriak terus Lo digebukin deh sama orang orang yang ada disini, gimana?" Ucapnya santai sembari tersenyum miring.


"Dasar banci Lo, awas aja ya, gue akan buat perhitungan sama Lo, Tunggu aja, gue akan rebut flashdisk itu dari Lo." Ucap lantang pria tersebut, kemudian berlalu pergi menjauh dari sana.


"Sekarang siapa yang Lo sebut banci, HAH!" teriak dingin lelaki itu saat pria tersebut sudah mulai menjauh.

__ADS_1


Ia tak mengerti mengapa pria tadi bisa tahu tentang flashdisk itu, dan mengapa sangat menginginkannya. Ah bodo amatlah, terserah dia mau berbuat apa, gak perduli. Setelah selesai dengan semua hal tadi, pergilah ia dari sana, menuju ke suatu tempat yang sepi, dan jauh dari keramaian.


Selang beberapa jam kemudian...


Hampir saja tertidur, lelaki itu pun langsung menegakkan kepalanya, dan mengedarkan pandangannya ke segala arah, ia menoleh sekilas kearah ibu guru itu, yang saat ini tengah tertidur dengan handphone di tangannya. Ia tersenyum sekilas lalu pandangannya terfokus kearah jendela bis kembali. Selesai sudah tuk hari ini, dan saat ini mereka tengah diperjalanan kembali ke hotel tempat mereka istirahat semula.


Selang beberapa saat kemudian, tibalah bis yang mereka naiki tepat di pelataran hotel tempat mereka berpulang. Saat bis telah terparkir dengan rapi di parkiran yang di sediakan, maka turunlah mereka semua dari dalam bis masing masing, kemudian beranjak masuk ke dalam hotel tersebut. Dengan langkah malas, serta rasa penat yang sedari tadi dirasakannya, Kaesang, lelaki itu saat ini tengah menuju ke kamarnya, ia menatap malas ke depan, serta tak mau memikirkan suatu hal apapun, ia hanya ingin tidur nyenyak hari ini.


...Selang 4 hari kemudian......


Pukul 06.06 bangunlah lelaki itu dari tidurnya, ia regangkan tubuhnya, kemudian beranjak bangun dari ranjangnya. Ia ambil pakaian serta facial foam nya, kemudian beranjak menuju ke bath room hotel tersebut untuk mandi, dan membersihkan tubuhnya. Sudah beberapa menit berselang, akhirnya selesailah lelaki itu dari mandi panjangnya. Dengan mengenakan kaos hitam bertuliskan huruf Jepang di depannya, jeans hitam polos, serta Hoodie putih polos yang menutupi kaos hitamnya itu. Saat ini lelaki itu tengah berdiri dengan gagahnya di depan cermin besar di kamar itu, ia mulai menyisir rambutnya, mengenakan skincare rutinnya, kemudian menyemprotkan parfumnya ke beberapa bagian tubuhnya. Kemudian setelah acara dandan dandannya selesai, mulailah ia packing packing barang barangnya, karena hari ini adalah hari terakhir mereka study tour di Bali, dan setelah ini mereka akan perjalanan pulang kembali ke Jakarta.


Selang beberapa saat kemudian, setelah dirasa semua barang barangnya telah dipacking semua, tersenyum lah ia, kemudian dikenakannya sneaker putihnya itu, lalu sembari menenteng tas kecilnya itu, keluarlah ia dari kamarnya, ia kunci pintunya, kemudian berjalanlah ia menuju ke lobi hotel, sebab pukul tujuh tiga puluh semuanya sudah harus berkumpul di lobi hotel guna check out hotel, selepas itu perjalanan pulang sekaligus sarapan pagi.


...Beberapa saat kemudian.......


Selepas sarapan pagi di Krisna kencana resto, mereka pun melanjutkan perjalanan mereka menuju kembali ke Jakarta. Dikarenakan perjalanannya masih jauh, tertidur lah lelaki itu sembari menyender ke pundak ibu guru itu, dan sontak ibu guru itu pun langsung menoleh kearahnya, ia terdiam sejenak lalu senyuman manis langsung terukir di wajahnya, 'Manis.' Satu kata tiba tiba terbesit begitu saja di pikirannya sesaat setelah ia menatap wajah lelaki itu.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2