Cintaku Adalah Kamu

Cintaku Adalah Kamu
Episode 129 -Masih mencintaimu


__ADS_3

Sudah sejak sejam yang lalu Vierra dan Reynald mengobrol asik bersama Zelyn di rumahnya, Reynald begitu rindu dengan Zelyn dan tak segan segan tuk bermesraan dengan Zelyn di depan Vierra. bahkan tanpa malu pun, Reynald mencium bibir Zelyn dan memeluk tubuhnya begitu erat, saking eratnya Zelyn sampai mencubit pinggang Reynald karena merasa sesak napas.


"Bang, lain kali kalo mau ketemu sama pacar abang mending sendiri aja ya, nggak usah ngajakin aku. Aku gabut tau, dari tadi cuma jadi obat nyamuk aja." ujar Vierra seraya melipat kedua tangannya di depan dada dan menatap kesal kearah Reynald.


Mendengar ucapan Vierra sontak tertawalah Reynald dan juga Zelyn bersamaan, mereka mengurai pelukan mereka dan mengalihkan atensi mereka kepada Vierra.


"Maaf ya dek, habisnya kakak itu udah kangen banget sama pacar kakak ini, udah lama loh kita nggak ketemu, udah hampir setahunan ya, yang?" tanya Reynald seraya menoleh kearah Zelyn.


Mendengar itu mengangguklah Zelyn, tersenyumlah ia kepada Reynald dan mulai dengan beraninya mengecup pipi Reynald, bahkan tak hanya mengecup ia pun juga sempat menjilat pipi itu dua kali.


"iya sayang, udah lama banget ya kita nggak ketemu, aku di sini sampai lumutan tau gegara nungguin kamu." ujar Zelyn manja seraya melipat kedua tangannya di depan dada, ia pun juga memajukan bibirnya lima centi, berpura pura merajuk tentu adalah cara terampuh yang Zelyn punya.


"maaf ya sayang, gegara aku kamu sampai harus nunggu begini, sabar ya, bentar lagi aku bakal lulus dan segera balik terus ke Indonesia. disaat itu kita akan bertunangan dan juga menikah, membangun rumah tangga yang bahagia dan juga nyaman." ujar Reynald serius namun tetaplah tersenyum.


Melihat kakaknya mengucap kata seserius itu membuat Vierra merinding, ya kakaknya memang orang yang terkenal dingin bila di luar namun bila dengan Vierra, Reynald akan terlihat hangat dan juga jahil. Dia selalu menggoda Vierra dan menjahilinya tanpa henti, membuat Vierra geram dan kesal dengan Reynald, namun melihatnya begitu serius, tentu membuat Vierra kaget, ia tak pernah melihat kakaknya seserius itu dalam berucap, namun Vierra juga senang, karena akhirnya kakaknya memiliki pacar dan akan segera menikah.


..."Oh ya, ngomong ngomong kamu sekolah di mana Lyn?" mendengar pertanyaan Vierra, sontak menolehlah Reynald dan juga Zelyn kearah Vierra bersamaan....


"Di Genius high school, Ra, kenapa?" balas Zelyn seraya tersenyum manis pada Vierra, dan mengulas senyum hangat kepadanya.


Mendengar kata Genius high school sontak membuat Vierra membeku seketika, mendengar nama sekolah itu tentu saja mengingatkan Vierra dengan Kaesang, karena di sekolah itulah Kaesang belajar dan menuntut ilmu.


Melihat Vierra yang terdiam sontak membuat Reynald menganggukkan kepalanya dan menoleh kearah Zelyn.


"Dek, udah, lupain soal Kaesang ya, kakak gak mau kamu sedih terus gara gara mikirin dia, kakak mau kamu bahagia, Ra." ujar Reynald seraya mengalihkan atensinya kearah Vierra.


Mendengar nama Kaesang disebut sontak membuat Zelyn tersentak, ia membulatkan matanya sempurna dan menatap kaget kearah Reynald.


"Kaesang siapa ya kamu maksud?" tanya Zelyn pada Reynald masih dengan ekspresi yang sama.

__ADS_1


Melihat ekspresi Zelyn dan pertanyaannya yang terdengar seperti terkejut sontak membuat Reynald mengalihkan atensinya kearah Zelyn, ia menatap bingung gadis itu, dan sembari menghela nafas sejenak Reynald pun menganggukkan kepalanya.


"Kaesang, dia itu adalah mantan pacar Vierra dulu sewaktu SMP, teman dekatnya dan juga sahabat baiknya, oh iya Kaesang itu juga satu sekolah denganmu, dia adalah anak penyumbang dana terbesar di Genius high school." balas Reynald.


Apa??!! tidak mungkin?!!!


"Jadi, dia adalah Kaesang Abi Permana? putera pak Indra jaya Permana?" dengan muka kaget, Zelyn pun menanyakan hal demikian pada Reynald, dia begitu terkejut mendengar nama Kaesang disebut, namun ia tetap berharap jawaban tidak yang akan Reynald ucapkan nantinya.


Melihat Zelyn terkejut dan seperti tau tentang Kaesang sontak membuat Reynald kaget, ia mengernyitkan keningnya dan menatap serius kearah Zelyn.


"Ada hubungan apa kamu dengan Kaesang, sepertinya kamu tau sesuatu tentangnya?" tanya Reynald serius.


Seperti tau maksud dari pertanyaan Reynald itu, Zelyn pun langsung meraih tubuhnya dan memeluknya begitu erat, namun itu terjadi hanya sebentar saja, setelah beberapa saat Zelyn pun mengurai pelukannya.


"Kamu kok nanyanya gitu, kamu cemburu ya melihatku membahas lelaki lain?" tanya Zelyn seraya tersenyum dan mulai mentoel gemas dagu Reynald.


"Nggak tuh, biasa aja. Ngomong ngomong, kamu kenal sama laki laki bernama Kaesang?" tanya Reynald kemudian.


"Kenal, dia itu adalah temen sekelas aku, cowo dingin dan terpintar seantero sekolah." jelas Zelyn.


Vierra yang mendengar itu tentu saja terkejut, bahkan tak hanya terkejut melainkan sekujur tubuhnya menjadi panas dingin.


"K-kamu beneran kenal sama Kaesang, Lyn?" tanya Vierra masih sembari kaget dan mulutnya yang mulai menganga lebar.


"Iya, Ra. dia itu adalah crushnya temen aku, aku udah hampir tiap hari liatin dia dan buntutin dia kalo di sekolah. bahkan pernah loh aku dan seorang temenku ngelakuin hal berbahaya gegara temenku yang ngecrushin Kaesang itu." balas Zelyn berapi api.


Mendengar kata berbahaya sontak membuat Vierra yang semula terkejut menjadi semakin terkejut, ia kaget mendengar Zelyn kenal dengan Kaesang dan tau sesuatu tentangnya, namun mendengar kata berbahaya sontak membuat Vierra takut, namun dibalik semua itu, dia tetaplah penasaran, apa dan bagaimana kisah Kaesang itu di Genius high school.


"berbahaya gimana?" tanya Vierra setelah sekian lamanya terdiam.

__ADS_1


"panjang ceritanya Ra, intinya aku pernah bantuin temen aku itu buat jebak Kaesang di hotel. Kita paksa Kaesang minum minum lalu setelah mabuk dan pingsan, aku dan kedua temanku angkat Kaesang itu ke sebuah hotel. Sungguh, temenku itu sangat gila, dia segitu sukanya sama Kaesang sampai ngelakuin hal segitu kotornya demi bisa dapetin Kaesang." balas Zelyn seraya menepuk jidatnya pelan.


"Astaga, Kae, bagaimana keadaanmu sekarang? apa kamu baik baik saja, apa kamu terluka? aku segini sedihnya mendengar apa yang sudah terjadi padamu, sungguh Kae, temanmu itu sangat gila. Dia tega ngelakuin hal sekotor itu demi keuntungannya sendiri, tanpa mikir akibat dan resiko yang akan di dapatnya nanti. Kae, jika masih ada kesempatan, aku ingin bertemu denganmu lagi, aku ingin menghiburmu, dan menemanimu dikala kamu tengah bersedih. Tapi, segitu marahnya kamu denganku sampai kata maaf pun takkan mampu menghapus rasa benci di hatimu. Kae, aku masihlah mencintaimu, sangat sangat mencintaimu. Kuharap suatu saat kamu bisa memaafkanku, dan kita bisa bertemu lagi." batin Vierra seraya menundukkan kepalanya dan mulai berkaca kaca.


"Lalu bagaimana keadaan Kaesang setelahnya, Lyn? dia baik baik saja, kan?" tanya Vierra seraya mengangkat wajahnya kembali.


Mendengar dan mengetahui jika Vierra masihlah peduli dan ada rasa dengan Kaesang sontak membuat Zelyn terdiam.


"Dia baik baik aja kok, Ra, Aman. Nggak ada hal buruk yang terjadi padanya karena temenku itu nggak jadi ngapa ngapain dia." balas Zelyn.


Mengetahui jika Kaesang baik baik saja sontak membuat Vierra merasa tenang, ia dapat tersenyum dan bernapas dengan lega setelah tidak ada sesuatu buruk yang terjadi dengan Kaesang.


"ngomong ngomong, kamu masih suka dengan Kaesang ya, Ra? kamu masih ingin balikan lagi dengannya, masih ingin menjadi pacarnya?" tanya Zelyn sembari tersenyum dan bertukar pandang dengan Reynald yang sedari tadi terdiam.


"nggak tau lah, Lyn. Aku bingung dengan perasaanku sendiri, di satu sisi aku masih peduli dengannya, takut terjadi hal buruk dengannya, aku mengakui jika aku masihlah mencintainya, namun dia sangatlah marah padaku, dulu aku sempat melakukan kesalahan padanya, kesalahan itu begitu besar sampai membuatnya begitu marah padaku, dia tak mau memaafkanku dan bicara denganku. Tapi, Lyn, bagaimana dengan Kaesang? apa dia telah memiliki kekasih sekarang?" tanya Vierra sembari tersenyum namun kedua matanya yang mulai berkaca kaca.


Tanpa pikir panjang menganggukkanlah Zelyn, ia mengiyakan pertanyaan Vierra itu tanpa memikirkan perasaan Vierra atau responnya nanti.


"iya, dia telah memiliki pacar sekarang, lebih tepatnya dari lima bulan lalu sih." balas Zelyn.


"Kaesang saat ini tengah menjalin hubungan dengan seorang guru bahasa Inggris di Genius high school. Aku nggak tau gimana awalnya hubungan itu tercipta, tapi guru itu lumayan cantik, dia sangat ramah dan begitu baik. Kepintarannya dalam bahasa inggris tak perlu di ragukan lagi. Tapi, awalnya hubungan itu di tutupi oleh Kaesang, dia mungkin merasa takut bila hubungan itu terbongkar, namun karena ulahku, akhirnya hubungan itu benar benar terbongkar." ucapan Zelyn kali benar benar membuat Vierra kaget bahkan tak hanya Vierra melainkan Reynald pun juga melakukan hal yang sama.


"Tunggu, Kaesang jadian sama Guru? serius nih?" tanya Reynald seraya menoleh kearah Zelyn dan menatap kaget kearahnya.


"iya, benar, dia jadian sama gurunya sendiri, guru bahasa Inggris, dan guru tercantik di Genius high school." balas Zelyn seraya melipat kedua tangannya di depan dada.


sembari mengatur nafasnya dan menghapus beberapa bulir air matanya yang menetes, Vierra pun bertanya pada Zelyn, "Siapa nama ibu guru itu?"


sembari tersenyum, ia pun mengangguk, "Zarina Tyas Ayushita, biasa dipanggil Tyas."

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2