Cintaku Adalah Kamu

Cintaku Adalah Kamu
Episode 160 -I will always with you


__ADS_3

"Ehm, mas, ini pesanan mas semalam sudah siap." ucap salah seorang pelayan di toko itu kepada Kaesang.


lalu Kaesang yang mendengar itu pun langsung beranjak mendekat ke meja kasir dan mendapati adanya perhiasan yang dipesannya semalam sudah berada tepat di hadapannya. sungguh-sungguh indah, warnanya yang emas berkilauan bentuknya yang sangatlah cantik membuat Kaesang tak henti-hentinya memuji keindahan dari perhiasan itu.


memang harganya tidaklah murah, namun harga yang sangatlah fantastis itu dapat digantikan dengan bentuknya yang sangatlah indah. selain itu kalung ini juga dibuat dari emas murni dan dipesannya langsung dari Prancis.


"Oh yaudah, semalam sudah saya transfer kan, sudah masuk atau belum, kalau belum akan saya cek kembali." tanya Kaesang.


"Sudah mas, semua uangnya sudah masuk dan sudah pas jadi perhiasan ini hanya tinggal mas ambil saja." balas pelayan itu sembari tersenyum dan menganggukkan kepala ke arah Kaesang.


lalu setelah bernegosiasi sebentar, Kaesang pun langsung meminta pelayan itu untuk membungkus perhiasan yang dipesannya. Setelah selesai, ia langsung membawanya dan pergi dari sana.


......................


kini Kaesang tak ada tujuan lain selain pulang kembali ke hotel. namun sebelum ke sana Kaesang menyempatkan diri untuk mampir sebentar di cafe terdekat untuk sekedar istirahat dan ngopi-ngopi.


di sepanjang perjalanan Kaesang tak menemukan adanya cafe yang senggang, Kebanyakan tempat tersebut ramai dan bahkan ada yang disertai dengan musik live. Ia bertanya-tanya mengapa kafe-kafe tersebut begitu ramai dan dihadiri oleh banyak orang, termasuk orang-orang penting di ibukota.


Lalu karena Kaesang sangat tidak menyukai keramaian Ia pun memutuskan untuk kembali ke hotel dan beristirahat saja. sebenarnya ia sangat ingin pergi ke cafe untuk sekedar ngopi-ngopi biasa namun karena semua cafe yang dilewatinya terlihat ramai Ia pun langsung membatalkan niatnya itu.


Lagi pula semenjak pacaran dengan Tyas, Kaesang sangat tidak ingin pergi ke manapun seorang diri. Ia ingin pergi ke kafe ataupun liburan hanya bersama dengan Tyas, agar jika ada gadis yang menggodanya, ia bisa langsung mengatakan bahwa ia sudah memiliki pacar dan para gadis tersebut tidak akan mengganggunya lagi.


lalu setelah menempuh waktu beberapa menit dan melewati jalan yang begitu panjang akhirnya tibalah Kaesang di hotelnya semula. di sana Ia pun segera memarkirkan mobilnya di parkiran, melepas sabuk pengamannya kemudian meraih barang belanjaannya dan beranjak keluar dari mobilnya.


sampainya di luar, Kaesang langsung saja mengunci mobilnya dan beranjak memasuki hotel itu. di lobi ia mendapati adanya Dinda di sana. Namun, karena Kaesang tidak peduli Ia pun sama sekali tak menoleh kepadanya.


Sesampainya di depan meja resepsionis, Kaesang hanya berjalan lurus tanpa sedikitpun menoleh. Sikap dingin dan cuek Kaesang terhadap Dinda membuat hati Dinda semakin sedih saat melihatnya.


Sejak dulu Kaesang memang seperti ini kepadanya, bahkan di saat Dinda berteman dengan pacarnya pun Kaesang tetaplah seperti ini kepadanya. selalu dingin, bersikap cuek dan tak pernah sedikitpun menyapa jika tidak disapa duluan.

__ADS_1


Karakternya yang tertutup dan tak pernah sedikitpun tersenyum membuat Dinda begitu heran dan penasaran dengan sosok Kaesang sebenarnya.


Sejak dulu Dinda kerap kali menanyakan tentang Kaesang kepada pacarnya yakni Vierra. Dinda kerap kali menanyakan tentang latar belakang Kaesang, kehidupan setiap harinya dan apakah sikapnya itu memang seperti itu saat berada di rumah. Bahkan Dinda juga pernah menanyakan tentang makanan kesukaan Kaesang kepada Vierra.


Dia menanyakan itu semua tanpa ragu sedikitpun. Tak ada sedikitpun rasa sungkan di dalam dirinya saat menanyakan tentang Kaesang kepada pacarnya sendiri. memang aneh sebenarnya tapi Vierra yang mengetahui jika Dinda adalah sahabat baiknya pun langsung saja mengatakan tentang Kaesang tanpa ragu. dia bahkan juga mengatakan kepada Dinda apa yang tidak Dinda tanyakan.


begitu banyak yang Dinda tanyakan kepada Vierra, dan Vierra pun juga menjawab semua itu tanpa adanya sedikit keraguan ataupun kecurigaan sedikitpun.


kedekatan antara Dinda dan Vierra memang sudah begitu jauh. Bahkan, lebih jauh itu daripada persahabatan antara Vierra dan Agnes.


memang benar dulu Kaesang bersahabat dengan tiga orang gadis. diantara mereka ada Vierra yang merupakan pacarnya sendiri, kemudian ada Agnes yang merupakan sepupu Vierra, dan juga Dinda yang kemudian memutuskan putus sekolah karena kekurangan biaya.


sejak awal SMP hingga lulus, Kaesang hanya berteman dengan mereka karena dari awal ia bersekolah tak ada satupun anak laki-laki yang mau dekat ataupun berteman dengannya. Semuanya pada menjauh, bahkan tidak ada satupun yang mau berkelompok dengannya saat ada tugas kelompok.


Meskipun tidak pernah dibully, kenyataannya Kaesang tidak memiliki teman sejak dulu. Bahkan saat ia SMA, tidak ada satu pun orang yang berani berteman dengannya karena merasa segan.


sampainya Kaesang di dalam kamar hotelnya ia pun langsung saja beranjak menuju ranjang dan menjatuhkan tubuhnya dengan lemasnya di sana.


Ia pun langsung saja membuka belanjaannya dan membawanya masuk ke dalam kamar mandi.


cukup memakan waktu beberapa menit hingga keluarlah Kaesang dari dalam kamar mandi. di sana ia nampak begitu tampan dengan pakaian barunya. setelan serba hitam langsung saja membuat suasana kamar terasa lebih hidup.


Huufftt ...


"Agak kebesaran dikit sih, tapi nggak papa ..." tanpa memperhatikan penampilannya, Kaesang langsung berjalan menuju ranjang dan naik ke atasnya. Ia meraih ponselnya dari atas nakas dan membukanya, lalu mencoba menghubungi Tyas.


Sayangnya, Tyas tidak menjawab tiga panggilan telepon dari Kaesang dan pesan chat-nya juga tidak dibalas. Namun, saat Kaesang mencoba menghubungi Tyas untuk keempat kalinya, akhirnya Tyas mulai menjawabnya.


"Halo dear .."

__ADS_1


cukup lama panggilan itu berlangsung. jika dihitung mungkin bisa memakan waktu 1 jam lebih. tentu saja seseorang jika sudah berpacaran pasti akan seperti ini bila sedang bertelepon ataupun melakukan video call dengan pacarnya.


bahkan bisa semalaman suntuk HP itu terus menyala karena mereka tak ingin memutus panggilan itu.


sebenarnya di panggilan itu Kaesang dan Tyas tak membahas sesuatu yang penting namun karena saat ini mereka sedang dimabuk asmara pun Kaesang dan Tyas terus saja membahas banyak hal sampai tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul setengah sembilan lebih.


di sana Kaesang juga mengatakan mengapa ia memilih untuk bermalam di hotel. ia mengatakan segalanya tentang apa yang membuatnya sampai harus repot-repot ke hotel jika hanya untuk sekedar istirahat saja.


Huufftt ...


alasan Kaesang yang begitu jelas membuat Tyas merasa terkejut dan bingung harus menyikapinya bagaimana lagi.


"Yaudahlah Kae, nggak papa. mungkin papamu sedang banyak pikiran dan stress makanya kenapa beliau lebih memilih menuntaskan rasa lelahnya itu dengan bermabuk-mabukan. Ehm oh iya, tadi katanya kamu pergi beli pakaian ya, dimana kamu beli?" tanya Tyas.


"Di mall dear. Sebenarnya aku cukup lelah, tapi mau gimana lagi. Kondisi tubuhku begitu lengket. Jadi ya tadi pas aku nggak jawab teleponmu itu aku sedang di mall dan hp ku juga kebetulan sedang ku silent makanya kenapa tadi aku nggak denger waktu kamu telepon." balas Kaesang sembari menghela nafas berat.


"Kae, ini sudah cukup malam ya, lebih baik kita tutup panggilannya sampai di sini saja ya. kamu perlu istirahat Kae. Besok kamu sekolah."


mendengar ucapan Tyas Kaesang pun langsung memberenggut seketika. "Yah, dear. masih kangen loh ini. masih pengen ngobrol sama kamu. please ya sebentar lagi."


Tyas yang mendengar Kaesang begitu manja kepadanya pun langsung saja menggelengkan kepalanya. Sebenarnya dia juga masih kangen dengan Kaesang. Tapi waktu saat ini sudah lumayan malam lebih baik keduanya segera tidur agar keesokan harinya mereka tidak terlambat untuk pergi ke sekolah.


"Yaudah, kita lanjut teleponnya bentar aja ya. habis itu kita tidur, soalnya ini udah lumayan malam, Kae. aku nggak mau kalau kamu sampai terlambat besok ke sekolahnya. Ehm oh iya sampe lupa, tadi aku udah nyiapin kamu sesuatu loh. Kata-kata khusus." balas Tyas yang dari suaranya sudah terdengar melemah.


"Kata-kata apa dear? kata-kata gombal ya?" goda Kaesang.


"Pertama-tama aku mau ngomong stay with me, and never leave me. I love you, and I will never leave you." Kaesang yang tahu artinya apa langsung saja tersenyum.


"Dear, I will always with you. I will never leave you, even if my father tells me to. I love you, and my love remains eternal. My love remains etched in my heart." saat Tyas akan mengatakan sesuatu dia pun langsung mengurungkan niatnya itu sewaktu mendengar Kaesang tiba-tiba mengatakan sesuatu padanya.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2