Cintaku Adalah Kamu

Cintaku Adalah Kamu
Episode 82- Masa lalu Zora 7 (END)


__ADS_3

...Kelanjutan dari episode kemarin......


Dalam deburan ombak yang mendayu-dayu di tengah samudera dan semilir angin pantai yang menyejukkan menerpa wajah. Dalam suasana diam dan kecanggungan tingkat dewa, Zora yang menatap lurus kearah pantai pun tak sedikitpun membalas tatapan Wisnu. ia masih tak percaya jika yang dihadapannya adalah Wisnu. mantan pacarnya yang lebih memilih meninggalkannya karena urusan pendidikan juga bertunangan dengan seseorang yang amat dibencinya. Sandra.


Setelah sekian lamanya terdiam dalam suasana canggung, Wisnu pun berdehem seraya meraih tangan Zora dengan sengaja.


Zora yang terkejut pun lantas menghempaskan tangan Wisnu dari tangannya. ia lantas menatap datar kearah Wisnu yang terkejut akan perlakuan Zora padanya.


"Ternyata bukan wajah kamu aja yang makin cantik, Ra. Tapi kamu pun turut berubah." Wisnu pun lantas tersenyum kemudian melanjutkan ucapannya.


"Jadi siapa pasangan kamu sekarang?"


selepas mendengar pertanyaan Wisnu, hati Zora pun berdesir. ia tak menyangka akan mendapatkan pertanyaan itu dari Wisnu. Sebab walau mulut dan egonya berkata tidak, hati kecilnya justru mengatakan yang sebaliknya. Ia masih mencintai Wisnu, dan ia tak bisa mengabaikan kenyataan itu.


Zora pun mengalihkan pandangannya kembali dari Wisnu, ia menatap lurus kearah pantai seraya tersenyum sekilas.


"Bukan urusanmu." jawabnya begitu santai lengkap dengan muka datarnya.


lantas tanpa diminta Wisnu pun tersenyum. matanya seakan menyiratkan sesuatu hal.


"Kamu masih sendiri kan sekarang?" Wisnu pun mengatakan itu dengan entengnya. apakah sekarang ia tengah mengejeknya, dan mengatakan jika dirinya belum bisa move on darinya. tapi sebenarnya memang benar sih, hanya saja Zora malu tuk mengakuinya.


"Sudah kubilang itu bukan urusanmu. lagian untuk apa kau kemari, bukankah lebih baik berada di luar negeri saja, dan eum gimana kabar Sandra?" Zora seperti enggan saat menyebutkan nama Sandra, terlebih dengan muka datar miliknya, Wisnu pun dibuat tersenyum dalam hati. sebab ia merasa jika Zora masih menyukainya seperti dulu hanya saja Zora malu tuk mengakuinya.


"Dia baik, dan sekarang ia berada di mansion kami sekarang. " Wisnu pun tersenyum saat mengatakannya. sebab tak tahu mengapa, bisa bisanya ia dibuat jatuh cinta pada Sandra, dan dalam waktu pernikahan mereka yang ke tiga tahun kemarin, mereka telah dikaruniai seorang anak laki laki tampan, buah cinta mereka. terlebih dengan Sandra yang memilih tuk berubah menjadi lebih baik lagi dan dirinya yang mulai mengenakan jilbab, telah berhasil membuat hati seorang Wisnu terenyuh dan jatuh hati padanya tanpa diminta.


awalnya Wisnu pulang ke Indonesia hanya ingin mengunjungi ayahnya yang katanya sedang sakit, dan selepas beberapa hari menjaga ayahnya di rumah sakit, Wisnu pun lelah, dan memilih tuk berjalan jalan sebentar di pantai tak jauh dari lokasi rumah sakitnya. tepatnya di pantai sembiru.


Tapi selepas ia berjalan jalan menikmati angin pantai, ia kembali dibuat terkejut dengan hadirnya sesosok perempuan yang dulu pernah mengisi relung hatinya. sosok perempuan yang dulu sangat dicintainya, dan sosok perempuan yang amat baik di matanya. Zora vidyananta.


Wisnu terdiam saat melihatnya duduk tak jauh darinya, ia berpikir, haruskah ia pergi menemuinya ataukah ia justru menghindar, dan mencoba tuk melupakan semuanya. tapi ia memilih hatinya, hati kecilnya meminta dirinya tuk pergi menemui Zora, sebab ia sadar jika sosok Zora tak bisa dilupakan semudah itu.


"Apa kau ingin menemuinya? dia ingin menemuimu tuk meminta maaf." Wisnu pun benar benar mengatakan apa yang menjadi keinginan Sandra, istrinya. Dulu ia dibuat terkejut saat mengetahui Sandra mengatakan jika dirinya ingin menemui Zora, dan meminta maaf padanya atas segala kelakuan buruknya di masa lalu.


"Tidak, untuk apa aku menemuinya. katakan saja padanya, aku sudah memaafkannya dari dulu." Kini mereka nampak kaku dengan Zora yang tak sedikitpun mau menatap kearah Wisnu.


'Dari sikapmu ini, apa kau masih mencintaiku, Ra? kuharap dugaanku ini benar, dan kau masih menyimpan rasa itu untukku.' Batin Wisnu seraya menatap teduh kearah Zora.

__ADS_1


Tanpa diduga Wisnu pun kembali menggenggam tangan Zora, tapi anehnya Zora tak mengelak seperti tadi. Pandangannya mulai mengarah pada Wisnu, dan menatap rindu padanya. seakan ingin mengatakan jika ia benar benar merindukan sosok Wisnu. Bahkan dalam waktu hampir lima tahun ini belum ada seorangpun yang masuk dan mengisi hatinya selepas kepergian Wisnu waktu itu.


"Aku masih menyukaimu Ra, apakah kau juga merasakan hal yang sama?"


Deg!


Jantung Zora kembali dibuat berdesir karenanya. ya Wisnu benar benar mengatakannya, dan anehnya Zora malah menyukai itu. Ia menjatuhkan bulir matanya yang menumpuk di pelupuk matanya dan menangis dalam kerinduan yang mendalam.


......................


Sudah seminggu setelah hari dimana Zora bertemu dengan Wisnu waktu itu di pantai sembiru. Kini di tanggal merah ini Zora yang tengah libur ngantor pun terlihat rebahan di kasur nyamannya seraya memainkan gawainya. Ia tak henti hentinya di dibuat tersenyum karena seseorang yang mengiriminya pesan itu.


Ya, perlu ditegaskan jika Zora telah mengingkari janjinya sendiri tuk berubah. ia kembali menjalin hubungan dengan Wisnu setelah bujuk rayunya di pantai waktu itu. Dan mengenai perasaannya juga Zora akhirnya mengambil keputusan itu. Ia tak perduli dan mengabaikan jika Wisnu telah memiliki istri dan dengan dirinya melakukan ini mungkin suatu saat akan ada seseorang yang mengecapnya sebagai pelakor atau semacamnya. Tapi kini Zora tak memikirkan itu, ia masih fokus pada kebahagiaannya sekarang, dan ketenangan yang tak dapat diperolehnya dari manapun kecuali dari Wisnu sendiri.


Ia bahkan pernah berjanji pada kedua orang tuanya tuk berubah dan melupakan Wisnu dari hidupnya. Tapi hari itu justru membuat seluruh tekad yang ia bangun selama ini kembali goyah. Ia kembali kalah dengan perasaannya dan mengabaikan segala resiko yang mungkin akan diterimanya tak lama lagi.


'Kamu datang ke hotel anugrah ya, ntar aku kirim nomor kamarnya. Aku pengen ngasih kamu sesuatu soalnya.'


^^^'Kenapa harus di hotel, kan di tempat lain bisa. lagian hari ini kamu gak lagi ngantor?'^^^


'Ini tanggal merah, sayangku. Lagian kamu datang aja deh gak usah banyak nanya, soalnya ada yang spesial yang mau aku kasih ke kamu setelah sekian lamanya kusimpan.'


^^^'Yaudah deh iya aku datang. Jam berapa nih, kamu gak mau jemput aku?'^^^


'Jam sepuluh sayang, dan eum maaf ya, aku gak bisa jemput soalnya ada keperluan mendadak nih, jadi sekali lagi maaf ya, gak papa kan, kamu datang sendiri?'


^^^'Hm, okedeh gak papa, aku mau siap siap dulu ya, kamu tunggu aku disana.'^^^


'Oke sayang, love you.'


^^^'Too, baby.'^^^


Selepas itu Zora pun bangkit dari posisinya, ia beranjak ke kamar mandinya, dan bersiap sesuai apa yang dikatakannya pada Wisnu.


......................


"Terus sekarang gimana, apa yang mau aku lakuin sekarang, ayah sama ibu pasti marah banget sama aku kalau mereka denger berita ini." Ucapnya cemas.

__ADS_1


Ini sudah hampir dua Minggu setelah Zora bertemu dengan Wisnu kembali di suatu hotel. Ya awalnya Zora tak mengira jika Wisnu akan melakukan itu padanya. Awalnya ia menyangka jika Wisnu hanya akan memberikannya barang, dan mereka akan meluapkan rasa suka masing masing setelah itu pergi. Tapi apa, kenyataannya justru sangatlah berbeda dari apa yang dipikirkannya. Ya sesampainya di kamar hotel yang diminta, Zora malah di buat tercengang dengan sosok Wisnu yang hanya mengenakan celana boxernya tanpa mengenakan atasan sehelai pun. Zora maju perlahan, dan tanpa disangka Wisnu pun turut berjalan kearah Zora lantas mengunci pintu begitu saja, dan menarik Zora pada pelukannya. Dan setelah ini kalian Taukan apa yang mereka lakukan ya, itu mereka melakukannya atas dasar cinta dan kenyamanan serta melupakan segala resiko besar yang mungkin akan terjadi.


Kembali pada Zora, ia nampak terpuruk dan sama sekali tak berselera makan setelah mengetahui berita ini. Ia bahkan izin tak pergi ngantor karena hal ini. Ia hamil dua Minggu, dan hal itu terjadi karena ulah mereka waktu itu. Mereka melakukannya sehari penuh tanpa adanya jeda sedikit pun, bahkan Zora saja dibuat tak berdaya selepas itu. Badannya semuanya sakit terlebih dibagian itunya, sungguh perih, karena ini adalah yang pertama baginya, dan yang merenggutnya adalah Wisnu sendiri.


Zora menangis, karena ia belum mengatakan apapun pada kedua orang tuanya, kepada Wisnu pun belum. Ia terlalu takut akan segala resiko yang mungkin diterimanya jika ia sampai mengatakan itu. Ia juga takut jika harus sampai menggugurkan kandungannya itu, sebab Zora belum pernah melakukannya, dan ia juga penakut. Lalu pilihannya hanya satu ia akan mengatakannya pada Wisnu, lalu ia pergi jauh darinya dan dari semuanya. Ia telah memikirkan ini semalaman dan akhirnya keputusan inilah yang ia pilih. Yaitu pergi dan menjalin hidup baru tanpa diketahui siapapun.


Kini di taman tak jauh dari rumahnya, Zora tengah duduk bersebelahan dengan Wisnu. ia berencana akan mengatakannya, dan ia juga tak perduli apa kata Wisnu nanti. Yang terpenting ia sudah mengatakannya.


"Sayang, ada apa kelihatannya kamu lagi sedih, kamu lagi ada masalah di rumah?" Wisnu pun bertanya seraya meraih tangan Zora lalu menggenggamnya.


"Aku hamil, dan kamu harus tau itu." Zora pun bertanya bersamaan dengan tatapan nanarnya yang ia layangkan pada Wisnu.


Terkejut, tentu saja. Wisnu terlihat terkejut setelah mendengar penuturan Zora. ia tak menyangka jika akan mendapatkan kejutan itu dari sang pacar sekaligus selingkuhannya. Ia juga tak menyangka jika hanya melakukannya sekali dapat langsung terwujud secepat itu.


"Sayang, kamu serius, kamu gak lagi ngerjain aku kan?"


Zora pun terkekeh kecil lantas memberikan suatu tespek dari dalam Sling bag hitamnya pada Wisnu. Ia telah mengecek itu sebelumnya, dan ternyata hasilnya positif. Ia hamil, dan ia tak menyangka itu, sebab segala tanda tanda kehamilan ia tepis jauh jauh hingga ide gila tuk membeli tespek pun ia lakukan, dan beginilah hasilnya. Ia hamil dan ia tak tahu harus melakukan apa, sebab tak mungkin ia meminta pertanggungjawaban Wisnu sebab ia sendiri tahu seluruh keluarga Wisnu dan dirinya tak saling akur. Dan banyak yang akan terluka jika ia sampai meminta Wisnu melakukan itu. Dan keputusan akhir yang diambilnya pun akhirnya hanya pergi sejauh jauhnya.


"Aku serius, dan terima kasih ya kamu sudah memberiku cinta yang luar biasa ini, tapi maaf hubungan kita sepertinya hanya akan berakhir sampai disini. Kita putus, dan setelah ini jangan mencariku lagi."


Zora pun lantas bangkit dari duduknya dan melenggang pergi begitu saja, tapi sebelum punggungnya benar benar menghilang Wisnu pun lantas menahan kepergian Zora, dan mengatakan sesuatu tepat di telinganya.


"Sayang apa yang kamu bicarakan, jangan mengatakan itu lagi. aku sudah cukup tersiksa dengan jauh dari kamu selama lima tahun ini, dan sekarang jangan mengatakan putus putus lagi, aku gak mau jauh dari kamu sayangku. Aku mencintaimu dan berjanji akan menikahimu setelah aku menceraikan Sandra nanti."


Apa, Wisnu akan menceraikan Sandra? apa ia sudah gila, kenapa ia mengatakan itu dengan entengnya, dan tak memikirkan perasaan kedua belah pihak. Apa Wisnu tak memikirkan perasaan Sandra juga, memang Zora tak menyukai Sandra, tapi sebagai perempuan ia tak sampai hati membuat hati perempuan lain bersedih hanya karena egonya sendiri.


"Jangan cari aku lagi setelah ini." Zora pun menghempaskan kasar tangan Wisnu dari lengannya lalu melenggang pergi dari sana tanpa adanya penahanan dari Wisnu lagi.


Ia masih tak menyangka jika kecerobohannya waktu itu karena menodai Zora hanya karena ingin memenuhi hasratnya sendiri justru akan memperkeruh keadaan, dan menghancurkan hubungan mereka. Bahkan tanpa sadar Wisnu justru menghancurkan Zora daripada membuatnya bahagia.


......................


Setelah mengemasi pakaiannya, dan meletakkan surat yang ditulisnya diatas nakas, zora pun mengenakan jaket, dan maskernya setelah itu pergi dengan santainya dari pintu belakang. Ia bisa pergi dengan santai sebab kedua orang tuanya tengah keluar dan sampai kini belum kembali.


sebenarnya Zora berat tuk pergi, dan meninggalkan rumah serta kedua orang tua yang telah merawatnya dan membesarkannya selama ini. Tapi tak ada keputusan lain yang dapat diambilnya, dan ia juga sebenarnya yang memilih keputusan ini. Karena pikirnya dengan ia tetap berada di rumah pasti itu akan memberatkan dan membebani keluarganya. Terlebih setelah mereka tahu kondisi kehamilan Zora, sudah pasti mereka akan hancur sehancur hancurnya. Zora juga akan meninggalkan pekerjaan yang sekarang ini tengah dilakukannya. Ia akan meninggalkan semuanya, dan pergi jauh tanpa diketahui siapapun.


End.

__ADS_1


Untuk part Zora tamat ya, dan setelah ini akan kembali pada part kaesang. oke guys, selamat membaca dan thank you.


__ADS_2