
Saling beradu diam, serta tak ada yang berani mengobrol duluan, Kaesang, dan ibu guru itu lebih memilih diam, serta terfokus pada handphonenya masing masing. Akan tetapi sesekali Kaesang juga melirik kearah ibu guru itu, kemudian langsung memalingkan wajahnya, ia ingin mengajaknya berbicara, akan tetapi setelah yang dibuatnya tadi ia merasa tak enak hati, lalu memilih tuk tetap diam.
"Kae." Panggil ibu guru itu sembari menoleh kearah lelaki muda disampingnya. Sontak Kaesang, lelaki itu pun langsung menoleh kearahnya, dengan tatapan bingung, apakah gurunya ini telah memaafkannya?
"Ada apa ya Bu?" Tanyanya sopan tetapi tetap terlihat dingin di wajahnya.
"Hmm, kae, maafin saya ya, kalau tadi perkataan saya sudah menyakiti kamu, saya gak bermaksud kok, saya cuma panik saat kamu gak balik balik, makannya tadi saya marah marah gitu, sekali lagi maafin ya." Ucap tulus ibu guru itu.
sembari menatap kearah jendela bis, lelaki itu tengah memikirkan sesuatu, dan sesaat kemudian ia pun langsung menatap kearah ibu guru itu, sembari berkata,
"it's okay, itu juga saya yang salah kok, harusnya saya yang minta maaf, sudah buat ibu sama teman teman pada cemas nyariin saya, I'm really sorry, and I promise I won't do it again." Jawabnya kalem sembari menatap kearah ibu guru itu dengan tatapan penuh harap.
"yes, it's okay." Balas ibu guru itu sembari tersenyum tipis kearah lelaki itu, kemudian fokus ke handphonenya lagi.
__ADS_1
Sembari diselingi dengan berbagai obrolan, tak disangka ternyata bis yang mereka tumpangi telah sampai di pelataran hotel yang mereka gunakan tuk istirahat sebelumnya. Kemudian setelah bis terparkir dengan rapi di parkiran hotel, maka turunlah mereka semua dari bis masing masing, lalu berjalan masuk kedalam hotel tersebut. Dengan langkah berat, lelaki itupun tengah berjalan kearah kamarnya dengan menenteng satu buah tas belanjaannya tadi. Ia begitu lelah hari ini, dan ingin sekali tuk segera memasuki alam mimpi. Sesaat kemudian, akhirnya tibalah ia di dalam kamar hotelnya lagi, dengan mata sayu, dan langkah berat, lelaki itupun segera mendorong tubuhnya keatas kasur dengan kasar. Ia hampir saja terlelap kealam mimpi, hingga sebuah notifikasi pesan masuk ke layar handphonenya, yang tentu saja membuatnya tersentak kaget, lalu sembari menutup matanya lelaki itupun meraih handphonenya dari samping tubuhnya dengan malas. Lalu sayup sayup ia pun mulai membuka kedua matanya, sembari menguap, kemudian membuka handphonenya dan melihat isi pesan itu, ia pun langsung berdecak seketika saat mengetahui siapa yang telah mengiriminya pesan itu, 'Kenapa muncul lagi sih nih orang?' pikirnya.
Orang gak jelasss_-
Hai, Kae, gimana kabarmu hari ini?, tetap sehat kan?, maafin aku ya karena beberapa hari ini aku gak bisa hubungi kamu dulu, banyak urusan akunya, hmm, tapi tetap kuusahakan buat hubungi kamu kok.
Kae, kamu percaya kan kalau aku ini Vierra?, iya kan?, aku harap kamu percaya, kae, karena kalau kamu gak percaya sama aku, itu sakit banget buat aku kae, sakit, karena gak dipercaya pacar sendiri, oh iya lupa kita kan udah putus ya, hmm, sedih banget aku saat kamu lontarin kata kata putus tepat di depan wajahku saat itu, aku benar benar hancur, saat kamu lebih memilih putus daripada merjuangin hubungan kita, aku tahu kita terhalang Pendidikan kita, akan tetapi apa iya kamu harus putusin aku kayak gitu, Kae, apa kamu gak hancur, mutusin aku gitu aja, setelah beragam kenangan indah telah kita lalui bersama, kamu rela hapus itu semua dari benakmu, kalau aku sih selalu kuingat di dalam pikiranku, bahkan aku masih ingat kok kapan pertama kali kita bertemu, saat itu kamu dingin banget ke aku, datar, terus nyebelin lagi, ih, tapi gak nyangka ternyata sekarang aku malah tergila gila sama kamu, hehe. Hmm, Kae semoga kita berjodoh ya suatu hari nanti, aku akan berdoa setiap hari untuk itu, kamu juga ya, hehe
Kae, maaf ya udah ganggu waktu kamu, sekali lagi maaf, tapi aku harap aku bisa melihat wajahmu lagi suatu hari nanti, aku sangat rindu denganmu, Sangat rindu, aku bahkan rindu bau wangi parfummu, semoga suatu saat kita bisa bertemu lagi ya
Kae, are you here?
.........................................................................................
__ADS_1
Lelaki itupun langsung membanting handphonenya dengan kasar keatas kasur, kemudian melanjutkan tidurnya, tanpa mau memikirkan hal yang barusan terjadi. Ia tak perduli sama sekali, dan tak mau memperdulikannya juga, ia tak mau memusingkan sesuatu yang menurutnya tak penting seperti tadi.
...Keesokan harinya......
Tepat pukul 06.00 bangunlah lelaki itu dari tidurnya, ia regangkan tubuhnya sembari menguap berkali kali, ia masih sedikit mengantuk saat ini, akan tetapi keadaan yang memaksanya untuk bangun lebih pagi dari biasanya, dikarenakan agenda hari ini adalah berwisata ke pantai Pandawa, kemudian dilanjut makan siang, lalu berwisata ke Bedugul, dan seterusnya sampai selesai. Dengan langkah malas, ia pun segera beranjak bangun dari ranjangnya, kemudian mengambil beberapa pakaiannya, facial foam nya, lalu beranjak masuk ke bath room untuk mandi, ia begitu suka air, akan tetapi tak suka mandi, itulah mengapa ia sangat jago berenang, bahkan ia sampai menjuarai olimpiade berenang tingkat internasional.
sudah sepuluh menitan lebih telah berlalu, akan tetapi lelaki itu sama sekali belum beranjak dari bath room tersebut. Ia masih berjongkok di pojokan bath room sembari air shower yang mengguyuri tubuhnya, ia tak merasa kedinginan sama sekali, justru ia malah mengencangkan laju air dari shower tersebut hingga ke batas maksimal, yang tentunya air akan mengguyur dengan sangat derasnya. Ia memang suka begitu jika sedang mandi, hingga tunggakan air di rumahnya melambung tinggi, semua karenanya, karena kebiasaannya. Selang beberapa saat kemudian, selesailah lelaki itu dari mandinya, kemudian dengan berbalutkan kaos putih polos, serta celana jeans hitam, keluarlah lelaki itu dari dalam bath room sembari mengeringkan rambutnya menggunakan handuk kecil yang dibelinya kemarin selama dipantai Kuta.
Ia tengah berdiri dengan gagahnya di depan cermin besar di kamar itu, ia pakai skin care rutinnya, kemudian ia sisir rambutnya dari sisi ke sisi, lalu ia kenakan jaket Levis coklat nya, ia rapikan sebentar, kemudian duduk kembali di tepi kasur. Ia tengah melamun sembari menatap kedepan dengan tatapan kosong, serta tak memikirkan suatu hal apapun, kemudian ia pun langsung tersentak kaget saat tiba tiba panggilan masuk kedalam handphonenya. Ia buka handphonenya itu dengan malas, lalu melihat siapa yang tengah menelponnya, dan iya, dia adalah orang yang sangat dekat dengannya, tapi juga ia benci, ia begitu kesal saat tahu orang itu tengah menelponnya saat ini, dan sama seperti biasanya, ia taruh kembali handphonenya diatas kasur, lalu ia biarkan telepon itu terus berdering, hingga akhirnya mati dengan sendirinya.
"Dia menelpon, mengapa, mengapa baru sekarang?, hmm, dia ada atau tidak, aku sama sekali tak perduli, mau dia menelpon sampai ratusan kali sekalipun tak akan pernah kuangkat, sebab aku telah muak dengan muka muka pembohongnya." Ucap lelaki itu sendiri sembari memasang muka dingin di wajahnya.
Bersambung.
__ADS_1