
SIALLL!!!!!
Sudah sejak kemarin siang mood Zefa begitu buruk, lebih tepatnya sejak Lina datang dan memberitahukan foto laknat tersebut. Dia tak henti hentinya mengumpat, menjambak, bahkan membanting apapun benda yang berada di dekatnya. Dia frustasi.
Terlebih kemarahannya semakin memuncak disaat anak buahnya yang disuruhnya tuk menyelidiki tentang Kaesang dan Tyas sudah memberikan info lebih cepat dari perkiraannya.
Zefa yang begitu kesal langsung membuka chat anak buahnya itu dan melihat apa yang di dapatnya. Saat Zefa membuka WhatsApp nya, ada sekitar lima puluh chat baru yang dikirim anak buahnya itu. Terlebih tak hanya chat, foto dan Vidio pun ada.
Awalnya Zefa mencoba positif thinking, dia membaca satu persatu pesan yang dikirim anak buahnya itu seraya menahan kekesalannya.
Melihat keromantisan guru dan murid itu berhasil membuat kepala Zefa serasa panas. Dia cemburu. Karena waktu Kaesang jadian dengannya, dia tak seromantis itu. Kaesang bahkan begitu dingin, karena dalam hubungan itu Zefa lah yang memiliki rasa terhadap Kaesang namun Kaesang tidak. Sementara yang terlihat di foto yang dikirim anak buahnya, Zefa melihat ada sorot cinta dan ketulusan dari mata keduanya, dan hal itulah yang membuatnya marah sampai detik ini.
Tapi di otaknya yang masih waras, mencoba tuk berpikir, bagaimana bisa seorang yang terkenal dingin seperti Kaesang itu dapat jadian dengan guru biasa seperti Tyas? Tyas memang cantik namun, apa itu wajar? jarak umur mereka sangat jauh.
Hemm, apa mungkin, Bu Tyas yang menggoda Kaesang, secara Kaesang kan tampan, dan kaya, pasti kan dia mendekati Kaesang hanya untuk hartanya saja. Apalagi sejak pertama Kaesang masuk waktu ujian hari itu, tatapan Bu Tyas tak lepas dari Kaesang. Dia selalu mencuri-curi pandang terhadapnya. Kurasa dalam hal ini Kaesang cuma korban, korban dari godaan guru genit seperti Tyas itu. Zefa terus berargumen bahwa dalam hal ini Tyas lah yang menggoda Kaesang, dia juga beranggapan bahwa Tyas hanya mendekati Kaesang karena hartanya saja, secara kan ayahnya sangat kaya.
Namun, di chat terakhir yang dikirim anak buahnya, Zefa yang kaget langsung melempar iPhone barunya ke lantai hingga pecah.
Sebenarnya tak banyak kata yang tertulis di sana hanya saja isinya itu yang membuat Zefa begitu marah dan kesal.
"Kaesang dan gurumu itu adalah sepasang kekasih. Mereka telah jadian sejak lima bulan yang lalu."
Dan itu tandanya jauh sebelum Zefa jadian dengan Kaesang, si guru genit itu sudah lebih dulu memiliki Kaesang. Bahkan, Zefa sampai takut membayangkan tubuh atletisnya Kaesang di sentuh bahkan dijamah oleh Tyas.
Iiihhhh ....
Membayangkannya saja sudah membuat Zefa bergidik. Namun, dia masih penasaran dengan maksud Kaesang memacari Tyas. Karena Zefa rasa ada maksud lain di balik jadian mereka itu. Apalagi tak seorangpun tau.
"Zef ..!" sontak panggilan Lina membangunkan Zefa dari lamunan panjangnya. Dia yang melihat kedua sahabatnya sudah berada di samping kiri kanannya jauh merasa lebih baik sebelum waktu dirinya masih sendirian.
"Lo ngapain bengong? mikirin Kaesang?" tanya Lina heran melihat muka Zefa yang begitu kusut ditambah rambutnya yang sedikit berantakan.
"Ya jelaslah gue mikirin Kaesang. Lo tau nggak gue tuh sebel banget sama dia. Kenapa sih dia tega selingkuhin gue?! Kurang apa coba gue, cantik iya, tajir iya, otak bolehlah ya, baik pastinya. Tapi kenapa dia tega, mana selingkuhnya sama tuh guru cupu lagi. Iiihhh sebel sebel sebel." Zefa tampak mengepalkan tangannya kuat-kuat, menahan ledakan amarah yang pasti tengah membuncah dalam dadanya kali ini.
"Tapi Zef, Bu Tyas tuh nggak cupu kali Zef, dia cantik, baik lagi." tanpa sadar Lina memuji-muji Tyas di depan mata Zefa yang saat itu tengah menahan amarahnya. Alhasil, sebuah pukulan sedang pun mendarat tepat di kepala Lina.
"Diem Lo sialan. Lo mau jadi penghianat hah dengan memuji guru sialan itu di depan gue?! mau Lo gue depak dari Genius High school hari ini?!" umpatnya marah. Zefa begitu marah mendengar pujian-pujian baik yang dilontarkan Lina pada Tyas. Zefa yang semula biasa saja kepada Tyas sekarang menjadi begitu benci. Benci karena Kaesang lebih memilih Tyas dibanding dirinya, juga benci melihat kenyataan bahwa keduanya memiliki hubungan khusus.
__ADS_1
"Ya, sorry. Gue kan cuma ngomong apa adanya." balas Lina merasa bersalah.
"Udah ah, gue nggak mau buang waktu lagi. Pokoknya gue harus buat mereka putus, dan rebut Kaesang kembali. Dia itu aset berharga buat gue, enak aja tuh guru cupu main ambil-ambil aja. Lin, Zel, gue ada tugas buat kalian ..." senyuman iblis mulai terpatri di bibirnya, setelah terpikirkan sebuah ide gila untuk membuat hubungan Kaesang dan Tyas kandas, Zefa pun mulai memberitahukan rencana gilanya pada Lina dan Zelyn. Karena mereka berdua lah yang akan menjalankan ide gila tersebut.
......................
Sejenak suasana hening tercipta di ruangan itu hingga beberapa saat. Tyas bingung dengan semua yang terjadi, sementara Kaesang terlihat diam seperti semula, dan pak Bejo, pria itu tetap menatap dingin ke arahnya dan juga Kaesang, tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Namun,
Hahahaha ...
Tyas dibuat terkejut setelah melihat Kaesang dan pak Bejo yang tiba-tiba tertawa. Kenapa mereka tertawa? aneh.
"Kalian kenapa tertawa? ada yang lucu?" heran Tyas. Dia pun menatap aneh ke arah kedua pria yang saat ini masih tertawa. Bahkan Kaesang sampai mengeluarkan air mata saking lamanya ia tertawa. Tyas sendiri bingung apa yang membuat kedua pria ini tertawa terbahak-bahak seperti ini, menurutnya tak ada yang lucu yang dapat ditertawakan namun kedua pria ini masih saja tertawa, dan hal itulah yang membuat Tyas bergidik ngeri. Takut mereka kerasukan jin penunggu sekolah ini. Jika itu terjadi bisa repot, Tyas kan bukan dukun ataupun ustad. Mana bisa dia menangani orang yang kerasukan. Orang surat pendek saja dia belum pada hafal.
"Kamu kenapa natap kami seperti itu? aneh?" tanya pak Bejo setelah beliau menyelesaikan tertawanya dan mengenakan kacamata nya kembali.
Tyas pun menghela nafas kasar.
"Ya jelas aneh lah, orang kalian tiba-tiba tertawa seperti itu. Saya kira tadi kalian berdua kerasukan jin penunggu sekolah ini, mana saya nggak hafal ayat kursi atau apa. Sebenarnya tadi kalian kenapa sih?"
Karena kedekatan antara Tyas dan pak Bejo, ia jadi tidak merasa canggung lagi dengan pria tersebut. malahan ia begitu akrab dan menganggap pak Bejo seperti kakaknya sendiri. Tyas juga tahu karakter asli pak Bejo yang suka ngelawak dan bikin orang tertawa itu sukses membuat semua guru dan anak murid yang ada di Genius High school senang kepadanya. Jadi, jika melihat pak Bejo tertawa hari ini dia tidak begitu heran, karena sifatnya memang begitu. Namun, lain halnya jika melihat Kaesang yang tertawa. Pria yang satu ini terkenal dingin dan tak pernah sedikitpun tertawa. Setidaknya itu yang Tyas ketahui, dan jika melihatnya tertawa lepas seperti ini ada rasa senang di hati Tyas, setidaknya ia bisa melihat Kaesang bahagia dan tertawa. Tapi tetap saja itu terasa aneh, nada tertawa mereka itu persis seperti mengejek.
Sementara pak Bejo sendiri, memberenggut kesal setelah mendengar dirinya dikatain mirip jin.
"Udah udah, kok kalian malah ngelawak sih?! ini keadaannya lagi genting loh!" ucap kesal Tyas selepas melihat tingkah konyol keduanya.
"Apanya yang genting sih, dear? semuanya udah selesai, udah clear." balas Kaesang santai.
Tyas yang masih melongo, tak paham akan ucapan Kaesang barusan hanya bisa diam seraya menyilangkan kedua tangannya di depan dada.
Dan Kaesang yang telah puas mengerjai Tyas, akhirnya mulai menjelaskan semuanya. Dia mengatakan jika dirinya memang sudah menceritakan yang sebenarnya pada pak Bejo selaku kepala sekolah di Genius High school. Awalnya pak Bejo memang nampak syok dan kaget dengan apa yang Kaesang ucapkan. Beliau juga sempat marah pada Kaesang dan sedikit membentaknya. Namun, karena kelihaian Kaesang, dia pun membawa-bawa nama sang ayah selaku penyumbang dana terbesar di SMA itu untuk mengancam pak Bejo. Lelaki muda itu mengancam akan membujuk sang ayah untuk menarik semua dana yang telah ayahnya sumbangkan untuk SMA itu apabila pak Bejo sampai memberhentikan Tyas dari pekerjaannya.
Dan karena pak Bejo takut akan ancaman Kaesang, sebisa mungkin dia pun akan menuruti semua yang Kaesang ucapkan, namun dia tetap takut akan konsekuensi yang akan mereka terima apabila hubungan itu masih terus berlanjut. Karena kan kita semua tahu, berita Kaesang yang berpacaran dengan Tyas sudah menyebar ke mana-mana. Semua orang sudah tahu Tyas adalah pacar Kaesang, pria tampan yang dijuluki pangeran sekolah tersebut. Pak Bejo tidak khawatir kepada Kaesang namun dia lebih khawatir kepada Tyas, selain karena dia perempuan, dia juga masih Guru baru di SMA itu.
Takutnya orang-orang yang tak suka akan hubungan mereka akan berbuat jahat kepada Tyas, namun, Kaesang meyakinkan pak Bejo bahwa tak akan ada apapun yang terjadi kepada Tyas selama Kaesang menjadi pacarnya. Walaupun, Kaesang telah bicara dengan penuh keyakinan, pak Bejo tetap mewanti-wanti agar Kaesang selalu menjaga Tyas. Walau umur Tyas jauh lebih tua daripada Kaesang. Tapi dia tetaplah perempuan yang lemah, dia yakin kepada Kaesang karena dia tahu Kaesang itu adalah lelaki yang baik dan juga hebat tentunya. Namun, saat baru saja pak Bejo mawanti-wanti hal itu kepada Kaesang, Tyas tiba-tiba mengetuk pintu dan membuat mereka terkejut.
"Terus soal ..." ucap Tyas terputus. Perempuan itu masih tidak percaya dengan apa yang Kaesang ucapkan. Terlebih soal ayah Kaesang yang merupakan penyumbang dana terbesar di SMA ini, karena dari awal Tyas kenal dengan Kaesang sampai sekarang lelaki itu tak pernah menceritakan apapun soal ayahnya. Karena Tyas juga tidak pernah bertanya. Namun, ia terkejut setelah mendengar semua fakta itu.
__ADS_1
"Soal semuanya udah tahu hubungan kita? Kamu nggak usah takut, semua anak-anak takut sama aku. Mereka nggak ada yang berani berkutik setelah kuancam mereka bahwa jika mereka tetap mempermasalahkan hal ini mereka akan di DO dari Genius High school. Selain itu semua guru pun juga sama. Nah, setelah ini tak akan ada yang mencibirmu lagi. Semuanya akan kembali berjalan normal." ucap Kaesang bangga. Dia tak bermaksud untuk menyombongkan diri, namun dia hanya ingin memperlihatkan kepada Tyas atau kepada siapapun bahwa keinginannya adalah mutlak dan tak bisa diganggu gugat.
"Jadi kamu mengancam mereka semua?" tanya Tyas sekali lagi.
"Bahkan, pak Bejo juga?" lanjutnya.
"Bu Tyas, sekarang Anda tidak perlu khawatir. Anda tidak akan dipecat dari pekerjaan anda, dan hubungan anda dengan Kaesang akan tetap aman." ucap pak Bejo seraya tersenyum tipis menatap kearah Tyas.
"Kamu sudah kuanggap seperti adikku sendiri, semoga Kaesang adalah pria yang tepat untukmu. Walau sebenarnya aku ragu kamu memiliki hubungan dengannya, tapi aku tetap mendukung semua keputusanmu. Semoga Kaesang dapat menjagamu dengan baik." batin pak Bejo tulus seraya menatap kearah Tyas yang juga tengah menatapnya.
"Lalu, dalang dibalik tersebarnya foto itu kira-kira siapa?" tanya Tyas kemudian.
"Zefa dan komplotannya." jawab Kaesang geram seraya mengepalkan kedua tangannya.
"Benarkah?" ulang Tyas.
"Benar, dan karena hal itu mereka semua akan segera menerima akibatnya." sahut pak Bejo.
Tyas juga sempat mendengar dari Kaesang jika orang yang sudah memotret mereka kemarin dan juga menempel foto-foto itu di papan pengumuman tak lain dan tak bukan adalah Aisha Zelyn Nathania. Teman sekomplotannya Zefa juga. Gadis itu jugalah yang menemui Kaesang tadi pagi dan meminta maaf pada Kaesang karena telah memotret mereka tanpa izin dan menempelkan foto-foto itu di papan pengumuman.
Kaesang tahu Zelyn sebenarnya adalah gadis yang baik, dia hanya salah dalam berteman saja. Terlebih dia juga mengakui jika kemarin dia tak sengaja melihat adegan itu dan iseng untuk memotretnya. Awalnya dia memang mengirimnya kepada Lina, hanya untuk sekedar bertanya padanya apakah ini beneran Kaesang, namun cerobohnya Lina justru mengirimnya balik kepada Zefa yang sudah tentu akan sangat marah bila melihat foto tersebut.
"Jadi semua ini Zelyn yang melakukannya?" tanya Tyas tak percaya.
"Benar, dan itu atas dasar perintah Zefa, si gadis gila itu." balas Kaesang tajam.
"Lalu apa yang akan kamu lakukan?" Tyas pun kembali bertanya.
lantas Kaesang pun tersenyum miring.
"Aku akan memberikan sedikit kejutan kecil untuknya. Lihatlah, besok papanya akan kehilangan satu rekan bisnis terbaiknya."
Tyas dan pak Bejo pun saling berpandangan. Kejutan kecil? kejutan kecil apa yang Kaesang maksud? apa yang akan dia lakukan?
"Baiklah, jika tak ada yang perlu dibahas lagi. Kaesang, kamu bisa kembali ke kelas karena bel akan segera berbunyi, dan untuk Bu Tyas, anda bisa kembali ke ruang guru." ucap pak Bejo setelah melirik ke arah arloji di lengannya, dan menyadari bila jam masuk akan segera dimulai.
"Baik, pak. Kami permisi." setelah bersalaman dengan pak Bejo, Tyas dan Kaesang sama-sama keluar dari ruang kepala sekolah secara beriringan.
__ADS_1
Bersambung ...