
Awalnya Kaesang cukup terkejut mendengar cerita Astrid tentang Zelyn. tapi setelah tahu dengan siapa Zelyn berteman Kaesang pun tak terlalu terkejut akan hal itu. Kaesang yakin bahwa perubahan Zelyn itu pasti disebabkan oleh pengaruh teman-temannya.
Pasti Zefa lah yang sudah membuat Zelyn seperti itu. pasti dia lah yang sudah merubah sifat baik Zelyn dan meracuninya dengan hal-hal jahat yang menjadi kebiasaannya.
Namun, Kaesang tak terlalu peduli akan hal itu. setelah mengucapkan beberapa patah kata dan menuju ke depan untuk membayar belanjaannya, Ia pun langsung saja bergegas pergi dari toko itu.
Huufftt ...
Kaesang cukup lelah dengan sikap Astrid yang sok akrab terhadapnya. Kaesang cukup risih karena sedari awal Astrid terus membahas masalah pribadinya. jika tadi Kaesang tidak memutuskan untuk pergi dari toko itu mungkin sampai sekarang Astrid terus menanyainya perihal Zelyn.
lalu Kaesang yang sudah selesai membeli pakaian gantinya segera bergegas turun menuju parkiran. cukup jauh ia turun karena saat ini ia masih berada di lantai kedua dari mall itu.
Bahkan, saking ramainya mall itu ia bisa sampai berdesak-desakan dengan orang saat akan menuruni tangga eskalator. cukup kesal sebenarnya tapi mau bagaimana lagi.
Lalu setelah beberapa lantai Kaesang lewati akhirnya ia pun tiba juga di area parkiran mall itu. tanpa menunggu lama Kaesang pun segera bergegas menuju mobilnya, Untung saja mobilnya tak berada jauh dari posisinya saat ini, jadi setibanya Kaesang di area parkiran Ia pun bisa langsung menuju mobilnya, membuka kuncinya dan langsung memasukinya saat itu juga.
Setelah selesai memasang sabuk pengaman dan menaruh barang belanjaannya di kursi belakang, Kaesang pun menyempatkan diri untuk merogoh ponselnya dari saku celananya dan mencoba menghubungi Tyas sekali lagi.
Sesaat layarnya menyala ia mendapati adanya rentetan pesan dari nomor Tyas. bahkan juga sempat ada panggilan namun karena tadi Kaesang men silent hp-nya Ia pun tidak mendengar adanya satupun panggilan.
bahkan hp-nya pun juga sama sekali tidak terlihat bergetar karena Kaesang menonaktifkan semuanya. lalu tanpa menunggu lama lagi Kaesang pun langsung saja memswip up layar ponselnya dan bergegas menuju ke aplikasi WhatsApp.
di sana dia membuka nomor Tyas dan membaca pesannya dari awal. ternyata alasan Tyas tidak menjawab panggilannya tadi karena Tyas memang sedang mandi, dan ponselnya pun sedang ia charge di kamar.
Tyas pun juga sempat meminta maaf pada Kaesang dan berjanji akan menghubunginya lagi setelah ini.
"Ternyata dugaanku tidak salah. dia memang sedang mandi makanya kenapa dia tidak menjawab panggilanku tadi." gumam Kaesang sembari membalas pesan Tyas satu persatu.
lalu setelah selesai membalas semua pesan Tyas dan mengatakan padanya Jika ia saat ini sedang berbelanja pakaian di mall Kaesang pun langsung menutup ponselnya dan menaruhnya kembali di dalam saku celananya.
__ADS_1
Dengan perasaan lega Kaesang pun langsung menyalakan mesin mobilnya dan melajukannya dengan kecepatan sedang.
......................
Setelah menempuh perjalanan beberapa menit dan melalui jalan begitu panjang sampailah Kaesang di tempat terakhir tujuannya.
di depan sebuah toko perhiasan mewah Kaesang tak henti-hentinya tersenyum. tujuannya pergi ke tempat ini tak lain dan tak bukan adalah membeli sebuah perhiasan untuk Tyas. memang sebelumnya ia sempat memberikan Tyas platinum card miliknya, mengajaknya berkencan dan menawarkan sebuah liburan mewah padanya.
sebenarnya sudah banyak yang Kaesang berikan pada Tyas namun ia belum bisa merasa puas Jika ia belum memberikan Tyas sebuah perhiasan mewah.
lalu setelah cukup berpikir Kaesang pun langsung bergegas keluar dari dalam mobil dan berjalan santai menuju ke toko itu.
Tap .. Tap .. Tap ..
sesaat langkah Kaesang tiba di dalam toko itu beberapa atensi yang mengenal Kaesang langsung saja terkejut mendapati adanya Kaesang di tempat itu. beberapa dari mereka ada yang terdiam di tempatnya dan ada pula yang bergegas keluar dari toko itu.
Karena untuk membeli perhiasan khusus untuk Tyas ini Kaesang sudah menyiapkannya dari semalam. Ia telah memilih dua buah perhiasan yang menurutnya sangatlah indah jika dipakai oleh Tyas.
terlebih kulit Tyas itu sangatlah putih dan mulus tentu jika perhiasan itu terpakai di badan Tyas pasti akan cocok.
"Sebentar ya mas, saya ambilkan dulu dari dalam." sahut penjaga kasir itu.
lalu Kaesang yang saat itu hanya berdiri diam dan menunggu pesanannya itu tiba, dari dalam saku celananya ia mendengar dering ponselnya yang begitu keras.
setelah ia raih ponselnya itu dan ia buka ternyata yang meneleponnya adalah kerabat jauhnya dari Surabaya.
orang yang menelponnya ini tentu ada hubungan dengan keluarganya. namun mengingat Jika hubungan mereka tak terlalu dekat dan orang ini pun juga tak pernah bertegur sapa dengan keluarganya langsung saja mengernyit heran di saat mengetahui dia meneleponnya saat ini.
Memang Kaesang merasa heran tapi ia juga cukup penasaran dengan hal apa yang membuat orang ini sampai meneleponnya saat ini. lalu setelah berpikir beberapa saat Kaesang pun langsung mengangkat panggilan itu.
__ADS_1
"Halo .."
Cukup memakan waktu beberapa menit lamanya hingga panggilan itu benar-benar berakhir. ternyata kerabatnya yang menelponnya itu memang ada urusan mengapa ia bisa sampai meneleponnya.
ternyata dia menelponnya karena ingin mengatakan sesuatu penting pada ayahnya. namun karena sejak tadi telepon Indra selalu terlihat sibuk membuatnya begitu pusing.
dia pusing karena hal yang akan diberitahukannya itu adalah sesuatu yang penting. lalu sesaat ia terus menghubungi Indra Ia pun terpikirkan dengan Kaesang.
dengan segera dia pun langsung saja menghubungi Kaesang dan mengatakan semuanya padanya.
"Haduh, ngapain sih Om ini pakai ada acara buat mindahin anaknya ke sekolah gue, dan kenapa pula dia minta gue buat nerima anaknya di rumah? ini berarti beberapa hari lagi cewek rese itu bakal tinggal serumah sama gue dong. kita bakal berangkat sekolah bareng dan pulang sekolah bareng. Please, gue nggak mau ini terjadi. gue udah nyaman sama Tyas, dan kalau dia ikut berarti kita nggak bisa berduaan dong. Aaaaakkkhhhh .. rese banget dah!" batin kesal Kaesang.
Ternyata kerabatnya tadi menelpon Kaesang karena ingin memberitahukan padanya bila anak kerabatnya itu yang bernama Brylea Aerynazzahra atau kerap dipanggil Lea akan dia pindahkan ke sekolah Kaesang.
awalnya Kaesang tak menganggap peduli akan hal itu, namun setelah kerabatnya itu mengatakan jika di sana nanti Lea akan tinggal serumah dengan Kaesang membuat Kaesang langsung melonjak kaget seketika.
samar-samar ia mengingat bagaimana sifat dan sikap Lea itu. gadis tomboy dan sok asik sepertinya sangat membuat Kaesang terganggu. selain sifatnya yang mencerminkan laki-laki, Lea juga sangatlah nakal dan nilainya juga sangat begitu turun di sekolah.
Lea seringkali mendapat nilai merah dan menjadi langganan guru BK. sikapnya yang sangat keterlaluan membuat orang tuanya pusing dan bingung untuk akan menghadapi Lea.
Kaesang cukup tahu sifat dan sikap Lea karena beberapa tahun lalu ia dan papanya sempat datang ke rumah Lea untuk bersilaturahmi saat hari raya tiba. saat itu kedua orang tuanya langsung saja mengatakan semua tentang Lea pada mereka. tentang sikapnya yang sangat nakal, bandel dan nilainya yang sangat turun di sekolah membuat Indra begitu prihatin pada mereka.
Sejauh ini Lea sangat begitu susah untuk diatur. jika orang tuanya menasihatinya Lea akan tutup kuping dan pergi begitu saja. sikapnya yang seperti itu membuat kedua orang tuanya bingung untuk akan mengaturnya bagaimana lagi.
Mereka memiliki inisiatif untuk memindahkan Lea ke sekolah lain selain untuk merubah sikapnya orang tuanya juga ingin menjauhkan Lea dari teman-teman nakalnya sewaktu di sekolah maupun di luar sekolah. Sering sekali mereka mendapati Lea pulang dengan kondisi mabuk dan penampilannya yang berantakan.
Sungguh, di titik ini mereka merasa gagal menjadi orang tua yang baik untuk Lea.
Bersambung ...
__ADS_1