
...Kelanjutan dari episode kemarin......
Di heaven's light cafe, nampaklah zefa dan kedua temannya tengah minum minum bersama dua orang lelaki lainnya, yang kurang lebih adalah pacar dari Lina, dan juga zelyn. Mereka sama sama menikmati hari itu dengan candaan, dan obrolan seru lainnya, hingga pacar dari Lina pun menanyakan hal ini pada zefa.
"Eh zef, lu gak laku ya, kok masih jomblo aja sih?, cari pacar Sono." Ejek Bryan, lelaki Ambon, yang merupakan pacar dari temannya, yaitu Lina. Ia dengan sembarangan mengatakan itu pada zefa tanpa menyaringnya terlebih dahulu, yang alhasil membuat Lina langsung menatap tajam kearahnya.
"Gue itu orangnya pilih pilih ya, selera gue tinggi, gak sampah kayak lo." Sekali berucap, zefa langsung melontarkan kata kata menyakitkan itu, hingga berhasil membuat Lina langsung menatap kearahnya.
"Kok Lo gitu sih zef..?!" mendengar ucapan tak terima dari Lina, zefa pun seketika bad mood lalu memutuskan tuk pergi dari sana tanpa kedua temannya.
"Dahlah, males gue." Selepas mengatakan itu, zefa pun beranjak dari sana, seketika moodnya hancur sesaat Bryan mengatainya tadi, dan membawa bawa kata gak laku. Dirinya bukannya tak laku, atau memang ingin menjomblo, tapi karena dirinya masih mengharapkan cinta dari seorang kaesang, yang notabenenya sangat ia cintai, tapi semakin dilihat semakin mustahil saja tuk ia dapatkan cinta kaesang itu, mengingat ia selalu mendapat perlakuan tak mengenakkan darinya.
Kini nampaklah zefa tengah melangkahkan kakinya menuju ke tempat dimana mobilnya terparkir, ia sungguh sungguh ingin meninggalkan cafe ini, hingga matanya tak sengaja menangkap sesosok laki laki yang begitu dikenalnya, dan saat ini juga nampak tengah berjalan kearahnya. Dan saat mengetahui itu, zefa pun semakin mempercepat langkahnya, tapi ternyata lelaki itu jauh lebih cepat dari perkiraannya, ia dengan cepat menyusul zefa, lalu mencekal lengannya hingga membuatnya tak dapat berkelik ataupun menghindar.
__ADS_1
"Mau apa lagi sih lo?!" Tanya ketus zefa pada lelaki yang tengah mencekal lengannya tersebut.
"Gue mau ngomong bentar sama Lo zef, please." Jawabnya dengan sorot serius yang begitu ketara di wajah tampannya.
"Mau ngomong apa lagi sih, kita itu dah selesai, dan gak ada yang harus di omongin lagi, udah lepasin gue, gue mau pergi!" Sahut zefa semakin ketus, ia mencoba tuk melepas cekalan di lengannya itu, tapi karena cekalan lelaki itu cukup kuat, akhirnya ia pun menyerah sembari melontarkan tatapan tajamnya pada lelaki itu.
"Zef, please kasih gue kesempatan, gue masih sayang sama Lo, gue gak mau hubungan kita berakhir gitu aja, please Lo juga masih sayang kan sama gue, gue harap Lo ngertiin perasaan gue ini, dan mau balikkan lagi sama gue, karena hanya gue seorang yang pantes buat Lo." Ucap lelaki yang setelah diketahui bernama Vero andreano Arez tersebut. Dirinya yang ternyata adalah mantan pacar zefa, dan seorang leader geng motor, sampai sekarang tak terima jika dirinya putus dari zefa, ia masih berharap zefa mau memberinya kesempatan kedua tuk memperbaiki hubungan mereka itu.
"Lo inget ya, gak ada yang namanya kesempatan kedua buat sampah kayak lo, yang bisanya cuma mainin hati cewek aja. Oh ya satu lagi, gue udah gak ada sedikitpun perasaan cinta ke Lo, karena apa, karena di hati gue cuma ada kaesang doang, cowok yang jauh jauh lebih baik dari Lo, dan sorry ya, Lo sekarang gak pantes buat gue, jadi sorry sorry aja ya, gak usah ngarep buat bisa balikan lagi sama gue." Selepas zefa mengatakan itu dengan santainya, hati vero pun seketika hancur, lalu melepas cekalan tangannya itu, ia menundukkan kepalanya lalu memikirkan dalam dalam semua perkataan zefa tadi. Kaesang? anak mana? berani banget dia rebut zefa dari gue?! awas aja gue bakal buat perhitungan sama Lo!
......................................................................
Kaesang yang merasa obrolan tersebut sudah semakin tak beres saja akhirnya memutuskan tuk kembali ke villanya selepas mengucapkan terima kasih, dan berpamitan pada bapak dan ibu tadi.
__ADS_1
Saat kakinya mulai menjauhi rumah si bapak, dan mulai memasuki jalanan tempat dirinya bertemu dengan si bapak misterius tadi, ia sempat menghentikan langkahnya sejenak, lalu berjalan kembali sembari memikirkan tentang sosok Mira, pak Subardjo dan mengapa sosok Mira bisa begitu mirip dengannya, semua pertanyaan itu telah memenuhi kepalanya hingga tanpa sadar tibalah ia di halaman depan villa miliknya kembali. Semula ia tengok arloji di tangannya, lalu karena hari sudah menunjukkan pukul tengah hari kurang satu jam atau jam 11 siang, ia pun memutuskan tuk beranjak ke kolam renang di sebelah villanya, hanya sekedar tuk santai santai saja sambil menikmati hari.
Sembari duduk duduk santai di kursi santai di pinggir kolam renang, dan memakan apa yang tengah di belinya tadi, sontak kaesang pun teringat kembali dengan sosok Tyas, ia tak tahu apa yang terjadi dengannya, apakah ia sudah di perjalanan ke Cianjur ataukah belum, dan mengapa ponselnya tak bisa dihubungi, lalu mengingat itu, ia pun kembali mengirimi Tyas pesan, dan sebuah foto, dengan harap ia dapat segera menjawabnya selepas ini.
Tapi selepas diketahui ternyata Tyas tak kunjung online hingga saat ini, dan itu membuat kaesang kepikiran, ia pun lantas menelpon nomor Tyas tersebut, dan berharap ada perubahan, tapi selepas di telpon berulang kali, ternyata telponnya tak sedang online, dan hanya memanggil saja, kaesang yang mengetahui itu lantas berpikir, apa terjadi sesuatu ya dengan Tyas saat ini? apa dia sesibuk itu mengurus neneknya hingga tak dapat mengecek handphonenya sama sekali? dan Cianjur itu kan..? Dan ia pun baru ingat jika Cianjur, dan Bogor itu tak terlalu jauh jaraknya, hanya beberapa kilometer saja, akan tetapi ia tak tahu lokasi tepatnya Tyas ada Cianjur mana, jadi jika pun dia ingin pergi menemuinya, itu akan sia sia saja menimbang Cianjur itu luas, dan dia tak tahu lokasi rumah nenek Tyas tersebut ada di desa mana.
.................................................................
Setelah kurang lebih 3 jam operasi tersebut berlangsung, kini akhirnya saat saat yang ditunggu tunggu pun tiba, operasi yang dijalani Tyas tersebut ternyata membuahkan hasil, operasinya berjalan lancar sesuai dengan yang diharapkannya, akan tetapi setelah analisis lebih lanjut, ternyata penyakit Tyas tersebut tak dapat dibersihkan atau diangkat 100 persen, dan setelah operasi ini ada kurang lebih 20 persen dari penyakitnya yang masih tertinggal di otaknya, dan menimbang itu Tyas masih dianjurkan tuk menjalani cek up rutin, dan juga menjalani pengobatan pengobatan yang dianjurkan. Walaupun begitu, Tyas kini dapat merasa tenang sebab penyakitnya kini sudah tak seberbahaya dulu, ya walaupun penyakitnya itu masih ada, tapi sudah tak seganas dulu, asalkan Tyas selalu rajin melakukan semua yang dianjurkan, pasti penyakitnya itu dapat perlahan lahan menghilang dengan sendirinya.
Setelah operasi panjang itu, Tyas kini nampak terbaring lemah tak sadarkan diri di ruang operasi itu dengan kedua dokter yang sudah keluar dari ruangan tersebut bersama beberapa suster, dan kini hanya menyisakan dirinya seorang di dalam sana.
__ADS_1
Bersambung.