
Kelanjutan dari episode kemarin...
Kaesang yang baru memasuki kamarnya, seketika langsung melempar kasar raport serta ranselnya keatas sofa di kamarnya, mencopot sembarang sepasang sepatunya, lalu merebahkan tubuhnya keatas kasur sebelum ia berganti pakaian. Ia sedikit dibuat kesal hari ini, apalagi kehadiran serta ajakan papanya tadi sungguh membuat moodnya semakin tak baik saja. Dirinya masih begitu ingat, dimana kemarin ada seseorang misterius yang mengiriminya sebuah video tindak asusila yang dilakukan oleh papanya sendiri juga dengan seorang perempuan pembawa minuman di sebuah bar. Ia begitu marah saat mengetahui itu, dan ingin meminta kejelasan pada papanya mengenai video itu, tapi ia urungkan niatnya itu sesaat setelah ia lihat perilaku papanya yang menungguinya kemarin sembari ketiduran. Ia sedikit tak percaya jika papanya memang benar benar berubah sekarang, sungguh papanya bukanlah seperti dulu lagi, itu menurutnya, tapi nyatanya tanpa disadari dirinya pun turut ikut berubah.
Lalu mengingat perihal liburan, ia pun memiliki ide, bagaimana jika dirinya ajak saja Tyas liburan kesuatu tempat, liburan berdua, mengingat dirinya belum pernah pergi liburan berdua dengan perempuan itu, tapi mengingat ini, ia pun lantas berpikir, bagaimana jika Tyas menolak ajakannya ini, ah, yang penting ia sudah mencoba tuk mengajaknya kan?
Selepas cukup berpikir ia pun lantas merogoh handphone miliknya dari dalam saku celananya, lalu mencari nomor Tyas, dan mulai menelponnya.
.......................................................................
Tyas yang sudah menyelesaikan semua tugasnya, dan terlihat tengah naik bis sembari berjalan pulang, seketika terkejut sesaat setelah handphone miliknya itu berdering dari dalam tas miliknya, ia pun lantas meraih handphonenya itu, lalu melihat sesiapa yang tengah menelpon tersebut.
Ternyata seseorang yang tengah menelpon dirinya adalah Kaesang, ia pun sempat tersenyum lalu mengangkat panggilan itu.
.................................................
Kembali pada Kaesang, ia yang mendapati panggilannya di jawab cepat oleh Tyas seketika langsung memasang muka sumringahnya, kemudian beranjak dari kasurnya, dan mulai berjalan kearah balkon, ia pun lantas berkomunikasi dengan perempuan itu di sana.
Halo...
^^^Halo, Kae, gimana?, kamu udah pulang?^^^
Udah, baru aja. Ehm kamu sendiri gimana?, masih di sekolah?
^^^Udah mau pulang kok, ini aja aku masih di bis, tinggal dikit lagi sampai rumah..^^^
Oh, hati hati di jalan ya. Maaf aku gak bisa anterin kamu pulang, soalnya tadi aku lihat di depan ruang guru kamu lagi sibuk, jadi aku urungin deh niat aku buat ketemu kamu, maaf ya, kamu sampai harus naik bis gini
^^^Ehm gak apa, Kae, santai aja. Lagian aku udah biasa kok naik bis sendirian. Kamu juga, pasti kamu capek kan habis dari sekolah, dan kalaupun kamu mau nganterin aku dulu, itu akan memakan waktu, kan jarak rumahku dari rumahmu jauh. Hmm, sebenarnya aku juga pengen ketemu kamu sih, pengen ngobrolin sesuatu, tapi gak jadi, ntar aja.^^^
Oh, mau ngobrolin soal apa?
^^^Ehm gak, gak jadi lupain aja^^^
Lah, kok gitu, emangnya mau ngobrolin soal apa sih, penting ya, aku jadi kepo nih, ceritain dong
__ADS_1
......................................................
Kembali pada Tyas, kaesang yang mendesaknya agar menceritakan apa yang hendak diobrolkannya dengan dirinya, lantas bingung, dirinya sebenarnya hendak menceritakan sesuatu hal padanya, mengenai dirinya, dan keluarganya, karena ia ingin tak ada satupun rahasia yang ia tutup tutupi dari kaesang, tapi setelah ia menimbang nimbang kembali, ia pun memutuskan tuk takkan menceritakan apapun pada lelaki itu, mengingat dirinya tak ingin membebani pikiran lelaki itu dengan kondisinya yang kini tak dapat dianggap baik baik saja.
....................................................................
Kaesang yang mendapati tak ada suara lagi dari Tyas, seketika bingung, lalu menegurnya.
Halo, dear...kamu, masih disana kan?
^^^Ah, halo, Kae, iya, aku masih disini kok, maaf ya tadi aku habis dari toilet, jadi aku tinggal bentar deh, sorry ya kalau seumpama lama^^^
Oh gitu, it's okay, don't worry, ehm oh iya dear, tadi kamu mau ngobrolin apa sama aku?
^^^(Waduh, gawat, harus kujawab apa nih?!)^^^
^^^pikir panik Tyas.^^^
Dear, are you okay?
^^^Ah, i-iya, hmm Kae, kayaknya aku habis ini harus masak deh, aku tutup ya teleponnya, ntar habis masak aku telepon lagi, okay.^^^
Eh, ntar dulu, ada yang mau aku omongin nih sama kamu, penting
Gak bisa, harus kuomongin sekarang. Hmm gini, besok kan dah mau libur semester nih, kamu pasti juga dapat libur kan dari sekolah, dan rencananya aku mau ajak kamu liburan berdua ke puncak, mau gak, dua hari dari sekarang. Tapi tenang aja gak akan lama kok, cuma nginep dua harian aja, itu pun kalau kamu mau pergi berdua sama aku
^^^Ah, liburan ke puncak??^^^
^^^(Gimana ya, kenapa harus dua hari lagi sih?!, itu kan pas banget sama aku lagi rawat inap di rumah sakit, ah, kutolak aja kali ya, tapi pakai alesan apa biar dia gak curiga?!)^^^
^^^Pikirnya cemas, bercambur dengan rasa tak enak pada Kaesang karena harus menolak ajakannya, tapi walaupun begitu, dirinya tetaplah akan menolak ajakannya tersebut.^^^
Dear, kok kamu kayak terkejut gitu, kenapa?, kaget ya mau pergi liburan sama aku, udah dear, gak usah pakai berpikir segala, kamu mau ya, pergi liburan sama aku, aku janji bakal selalu jagain kamu disana, so kamu tenang aja, dan bersedia, okay?
^^^Ehm, maaf kae, sebelumnya, tapi kayaknya aku gak bisa deh, soalnya besok sampai dua hari kedepan aku mau pulang kampung ke rumah nenekku di daerah Cianjur. Kemarin aku dikabarin kalau saat ini beliau lagi sakit, dan gak ada yang jagain, dan karena hanya aku yang beliau punya, jadi akulah yang harus rawat dia, gak papa kan, liburannya lain kali saja ya, aku janji selepas itu aku bakal turutin semua kemauan kamu, termasuk liburan kemanapun yang kamu mau, okay?^^^
Ah, nenekmu sakit?!, sakit apa?, semoga cepat sembuh ya
^^^Ah cuma penyakit biasa aja kok, amin, makasih ya doanya^^^
__ADS_1
Tapi besok kamu mau pergi sama siapa ke Cianjur?, mau kuanterin gak? sekalian kutemenin, kan Cianjur itu jauh, takut kamu kenapa Napa(Tawar kaesang, ia turut cemas saat mengetahui Tyas akan berpergian seorang diri ke Cianjur, maka dari itu dirinya pun memutuskan tuk mengantarkannya ke tempat tujuannya, sekaligus menemaninya di sana nanti.)
semakin cemas mengetahui kaesang berniat tuk mengantarkannya ke Cianjur, padahal sebenarnya itu hanya akal akal-akalan nya saja, Tyas seketika bingung, dan tak tahu harus memberinya alasan apa lagi, mengetahui kaesang sama sekali tak dapat dibohongi.
^^^Ehm gak usah repot repot lah Kae, aku bisa pergi sendiri kok, lagipula Cianjur kan gak jauh jauh amat. Udahlah kamu tenang aja, percaya sama aku, okay. Gak akan lama kok, jadi kamu cukup doain aja semoga aku bisa sampai di tujuan dengan selamat, okay Kae?^^^
Serius nih, gak papa?, gak mau kutemenin aja?
^^^Serius, ih, udah percaya aja sama aku, aku bakal baik baik aja kok, hmm.^^^
Yaudah iya percaya, tapi kamu hati hati ya, sampai disana kabarin aku, jangan lupa
^^^Iya, kaesang, udah ah aku mau masak dulu, dah sore, bye Kae.^^^
Iya, bye, yang enak ya masaknya, hehe
^^^Ya iyalah, kalau aku yang masak mah selalu enak, bahkan chef terkenal pun kalah^^^
Oh gitu, hmm boleh lah ya lain kali buatin aku bekel makan siang gitu, jangan cuma sekali setiap hari pun boleh
^^^Oh kalau itu mah gampang, udah ya aku mau masak dulu, bye, Kae.^^^
......📞......
Selepas mengatakan itu Tyas pun lantas mematikan obrolan tersebut. Ia sempat tersenyum bahagia, tapi selepas itu ia pun berangsur cemas, dan takut, sebab esok ia akan menjalani operasi yang sudah dijanjikannya dengan dokter Ridwan tempo hari. Ia tak henti hentinya berdoa, semoga operasi esok itu akan berhasil, dan berjalan lancar, seperti yang selalu diharapkannya.
.........................................................
Dilain sisi, kaesang yang baru memasuki kamarnya kembali, dan mulai merebahkan bokongnya di tepi kasur, seketika merasa seperti ada sesuatu hal yang tengah disembunyikan oleh Tyas, tapi ia tak tahu itu apa. Kemudian tanpa mau memikirkannya lagi, kaesang pun meletakkan handphone miliknya diatas kasur lalu beranjak memasuki kamar mandinya, berniat tuk mandi sekalian menenangkan pikirannya.
..........................................................
Di sisi lain, di pinggir sebuah jalan, terlihat seorang perempuan cantik yang begitu familiar tengah berdiri sembari memandangi sebuah kotak di tangannya. Ia lantas bimbang, lalu mengalihkan pandangannya kearah jalanan yang tengah ramai tersebut.
"Apa yang harus aku lakuin, Kae?, apa aku harus kirim ini ke kamu?, dan buat kamu terluka lagi, tapi apakah aku sanggup, kuharap setelah kamu tahu aku nanti, kamu bisa maafin aku,.." ucap sendiri perempuan itu sembari meneteskan air mata, tapi buru buru ia seka air matanya itu sesaat setelah seorang anak buahnya menepuk pundaknya dari belakang.
"Bos, semuanya sudah siap." Lapor seorang pria dewasa berbadan kekar, dan berkepala plontos pada perempuan cantik nan putih itu. Ia lantas menatap intens perempuan yang menjadi junjungannya itu, lalu berdiam diri sembari menunggu junjungannya itu memberinya perintah kembali.
"Baik, kita berangkat sekarang." Balas perempuan tersebut sembari tak berekspresi sama sekali, ia pun lantas menyudahi drama pendek itu, dan mulai berjalan kearah mobilnya terparkir, sembari diikuti pria tadi di belakangnya.
__ADS_1
"Ah, iya bos, baik." Sahut pria tersebut sembari tetap melangkahkan kakinya di belakang punggung perempuan itu, dan mengikutinya.
Bersambung.