
...Kelanjutan dari episode kemarin......
Kaesang yang masih terkejut dengan adanya si gadis yang turut ada di dalam tempat dirinya tersadar, kini matanya membulat sempurna tatkala si gadis semakin mendekatinya dan duduk tepat di tepi ranjang di sampingnya duduk. Ia tersenyum menggoda seraya menarik tali lingerie yang dipakainya, hingga berhasil membuat kaesang nampak sesuatu yang kenyal di balik lingerie tersebut. Kaesang yang memang manusia normal lantas meneguk salivanya selepas itu, ia mencoba tuk memalingkan mukanya agar tak tergiur dengan apa yang ada di hadapannya.
Tapi tanpa di duga sebelumnya, tiba tiba si gadis meraih tangan kaesang begitu saja lalu menggenggamnya. Ia tetap menatap manik mata kaesang walaupun orang yang ia tatap tak menatapnya balik. Tanpa berucap sepatah katapun kaesang lantas mengibaskan tangannya itu, hingga membuat tangan si gadis terhempas begitu saja ke atas kasur.
Suasananya begitu canggung hingga terdengar olehnya Lamat Lamat seperti tangisan seseorang. Ya gadis itu tengah menangis, tapi mengapa, apa ini ada kaitannya dengan dirinya? tapi ia rasa ia tak melakukan apapun sampai membuat rugi gadis cantik di hadapannya. Lalu karena tangisannya terdengar pilu dan menyayat hati bagi sesiapa yang mendengarnya, kaesang pun lantas memalingkan wajahnya dan menatap gadis cantik di hadapannya, ia tengah menundukkan kepalanya sembari menangis sesenggukan.
Ia yang sempat tak menyukai gadis itu ataupun risih terhadapnya kini nampak tak tega dengan suara tangisannya. Perlahan tangannya pun ia arahkan ke puncak kepala gadis itu, ia mengusapnya tanpa sadar lalu tersenyum kearahnya. Si gadis yang terkejut dengan perlakuan tiba tiba kaesang lantas mengangkat kepalanya, ia menatap wajah dingin kaesang yang juga balik menatapnya dengan masih sesenggukan juga air matanya yang masih membanjiri pipinya.
__ADS_1
Saat melihat gadis itu menangis di hadapannya, kaesang pun tak kuasa, ia lantas memeluk tiba tiba gadis itu, lalu menyembunyikan kepalanya di balik ceruk leher jenjang si gadis. Ia menutup matanya lalu menghembuskan nafas perlahan, "Tolong jangan nangis, kumohon. Aku gak suka lihat cewek nangis."
Dialah zefa. Gadis yang selama ini selalu mengejar cinta kaesang, tanpa lelah ia selalu memberikan rayuan gombalnya pada sang pujaan hati walau nyatanya tak pernah kaesang lirik sedikitpun. Dan kini ia tengah dipeluk oleh kaesang tanpa ia minta sekalipun. Senang, tentu saja. Ia sempat berpikir kalau semua rencananya akan berhasil kali ini, tapi tiba tiba kaesang melepas pelukannya itu, dan tentu saja menyisakan zefa yang masih belum puas akan pelukannya tersebut.
Kini kedua mata tersebut saling tatap, diam dan sunyi. Beberapa saat mereka ada dalam situasi seperti itu, hingga zefa kembali menangis, lalu mengeratkan lingerie yang dipakainya itu.
"K--ae,, kamu jahat kae, jahat. Ka--muu udah injak injak aku. Kamu buat aku gak punya harga diri sekarang. Semuanya udah kamu renggutt kae, kamu renggutt tanpa sisa. Jahat kamu kae, jahatt!!" Zefa yang semakin menangis sembari memukul pelan dada bidang kaesang, lantas mulai sesenggukan dan menyeka air matanya layaknya anak kecil. Ia tetap mengeratkan lingerie yang dipakainya itu sembari tak henti hentinya mengatakan jahat pada kaesang.
Dengan masih sesenggukan dan air matanya yang tak kunjung berhenti zefa pun kembali menatap manik mata kaesang. beberapa saat ia menatap manik coklat kehitaman tersebut hingga suara paraunya kembali bersuara, "Menurutmu aku mengarang cerita begitu? menurutmu aku sengaja melakukan ini. Iya begitu kae? kae semua ini real, kamu udah rusak aku, dan sekarang kamu mengatakan kalau aku cuma bohong. Jahat kamu kae. Segitunya kamu benci sama aku, sampai keadaan aku begini pun masih kamu anggap bohong. Serius kamu jahat kae, aku kecewa sama kamu." Dengan raut wajah di buat sesedih mungkin zefa pun kembali menyeka air matanya, ia masih sesenggukan hingga tangan kekar kaesang yang menyentuh pundaknya tiba tiba membuatnya tersadar, lalu menoleh kearah pundaknya itu.
__ADS_1
"Jika apa yang kamu ucapin itu fakta, aku bener bener minta maaf sama kamu. Saat itu aku mabuk, dan gak tahu apa yang udah aku lakuin setelahnya. Sekali lagi maafin aku, tapi eh tunggu.. kok aku bisa ada di sini ya, bukannya semalem kita lagi ada di puncak, ini kok udah ada di hotel aja?" Kaesang yang tiba tiba bertanya demikian, membuat zefa kembali panik, ia bingung harus menjawab apa pertanyaan kaesang ini, kemudian secercah ide langsung terbesit begitu saja di pikirannya. Ya ia kembali membohongi kaesang, bahkan dengan air mata palsunya itu.
Zefa yang awalnya bingung lantas menghela nafas perlahan, ia menatap wajah kaesang lalu mengatakan apa yang sudah disusunnya itu. Ia mengatakan jika kaesang telah mabuk dan pingsan selepas minum minum dengan mereka semalem. Dan ya itu benar, tapi ia kembali menambahkan, jika kaesang sempat terbangun selepas itu ia lantas menarik tangan zefa begitu saja, saat keadaan di sana tengah kosong, dan semua teman temannya telah pergi, kaesang lantas menarik zefa dan memberhentikan taksi di pinggir jalan. Zefa sempat takut manakala kedua temannya juga tak dapat melakukan apapun. Lalu tanpa di duga ternyata kaesang membawanya ke tempat ini, ke kamar hotel nomor 419. Ia sempat berontak saat kaesang hendak menyentuhnya, tapi sekali lagi perasaan suka terhadapnya mengalahkan akal sehatnya. Ia seperti tersihir dan mengabulkan apapun yang kaesang inginkan hingga kesuciannya lah taruhannya.
Kaesang yang mendengar itu lantas tersentak, lalu jantungnya seakan berhenti seketika. Ia menatap zefa lekat hingga akhirnya ia pun frustasi dengan semua itu. Tapi zefa yang tahu jika itu hanya skenarionya saja lantas tersenyum dalam hati. Ia sempat tak tega pada kaesang jika harus memfitnahnya seperti ini, tapi lagi lagi rasa ingin memiliki berhasil mengalahkan akal sehatnya.
Zefa pun kembali menangis untuk yang kesekian kalinya hingga suara kaesang kembali menyadarkannya. "Katakan padaku, apa yang harus kulakukan setelah ini untuk menebus semuanya."
Zefa yang memang sudah tahu kemana arah ceritanya tertuju, lantas menyeka air matanya, dan tersenyum miring dengan mata menyiratkan makna tersendiri.
__ADS_1
"Jadilah milikku selamanya."
Bersambung.