
"Kae, tadi kamu bilang kamu nggak suka drakor ya, kenapa? bukankah drakor itu bagus?" tanya Tyas di saat dirinya dan Kaesang telah tiba di depan rumahnya dan telah sama sama melepas sabuk pengamannya.
Kini tatapan Kaesang menatap begitu dalam kearah Tyas. tanpa mengatakan sepatah katapun Kaesang terus menatap kearah Tyas kemudian menundukkan kepalanya sekilas.
"Memang drakor itu bagus. orang-orangnya begitu tampan dan juga cantik. bodynya sangat bagus, dan untuk laki-laki sangatlah atletis. sebenarnya alasanku nggak suka sama drakor ya cuma satu. aku nggak mau pacarku ataupun istriku nanti selingkuh dariku dan menyukai pria lain walaupun itu cuma sekedar drakor. Kamu tahu kan seberapa bucinnya perempuan di luar sana saat membahas soal drakor. dulu Sebenarnya aku nggak peduli soal drakor ataupun apapun itu. Tapi mantanku di SMP dulu sangat menyukai drakor, dia ada mengidolakan seorang laki-laki yang aku tidak tahu namanya siapa ..
"Ya kalau ngidolainnya biasa aja nggak masalah. lah ini dia ngidolainnya sampai membeli foto mereka dan mencium gambarnya setiap hari. dia bahkan mengatakan Jika dia pengen sekali punya pasangan seperti idolanya itu, padahal saat itu dia sudah berpacaran denganku. aku bisa tahu ini karena salah seorang temannya yang sedang bersamanya saat itu mengatakan semua itu kepadaku. tentu saja aku sedih mendengarnya, aku cemburu, dan aku marah kepadanya. Jika dia tidak menyukaiku kenapa dia mau kuajak berpacaran. bahkan pernah aku memergokinya tengah berada di taman belakang sekolah dengan temannya. mereka membahas soal idol Korea kesukaan mereka, kamu tahu mantanku itu sangat memuji-muji idolanya. dia bahkan mengatakan Jika dia mencintai idolanya itu lebih dari dia mencintaiku. aku sakit banget dear dengernya. sebenarnya nggak masalah jika kamu mau menyukai drakor, tapi aku cuma takut jika kamu sampai seperti mantanku itu. aku nggak mau kalau kamu sampai melupakanku dan lebih memilih orang Korea itu. aku mencintaimu sayang, aku cemburu melihatmu lebih menyukai dia daripada aku." ucap Kaesang panjang lebar seraya menatap sendu kearah Tyas yang saat itu hanya terdiam dan tak mengatakan sepatah katapun.
Sorotnya masih menatap serius kearah Kaesang dan matanya pun sontak berkaca kaca selepas di dengarnya apa alasan dibalik kebencian Kaesang itu terhadap drakor.
Ternyata alasannya tidak suka bukanlah suatu alasan yang besar. Dia hanya alasan kecil dan lebih terkesan biasa. Namun, Tyas yang mendengarnya tak mampu menahan perasaannya saat itu.
Perlahan ia pun mulai meneteskan air matanya dan beranjak memeluk tubuh Kaesang.
"Kae, aku nonton drakor cuma sebagai hiburan aja. aku nontonnya tidak setiap hari tapi di saat aku ingin saja ataupun saat aku merasa lelah. aku tidak seperti mantanmu itu yang sangat menyukai idol Korea dan memuji-mujinya begitu lebay. jujur saja aku menemukan seorang idol Korea yang menurutku sangatlah tampan dan juga aktingnya luar biasa. aku bisa dibilang menjadikannya idola, tapi hanya sebatas itu, aku bisa dibilang menyukainya sebagai seorang penggemar, tapi tidak menyukainya sebagai lawan jenis. Kaesang, aku sangat mencintaimu, aku tidak akan pernah melupakanmu dan lebih memilih drakor daripada kamu ..
"kamu adalah segalanya bagiku Kae, kamu adalah pelita di dalam hidupku yang gelap. kamu yang memberiku harapan dan juga cinta yang luar biasa. Jika kamu mengatakan jika aku menyukai drakor dan lebih memilih drakor daripada kamu tentu saja kamu telah salah. aku memang menyukai drakor tapi rasa sukaku hanya sebatas penggemar. jika cinta terhadap lawan jenis itu hanyalah padamu saja. Kae, kamu percaya kan sama aku? aku tidak mungkin menghianatimu hanya karena drakor." sahut Tyas sembari mengurai pelukannya dan menatap begitu dalam kearah Kaesang.
Tanpa mengatakan apapun lagi Kaesang pun sontak menundukkan kepalanya sekilas, menganggukkan kepalanya berulang kali kemudian kembali mengalihkan atensinya ke arah Tyas.
di sana Kaesang tersenyum begitu lebar ke arah Tyas kemudian beranjak memeluknya begitu erat.
__ADS_1
"You are my everything, baby. I love you very much, thank you for your beautiful words. I am so lucky to have you in my life. Terima kasih dear, jawabanmu membuatku yakin jika cintamu hanyalah kepadaku. Ehm setelah mendengar ucapanmu tadi aku tidak akan melarangmu untuk menonton drakor. Kamu boleh menontonnya kapan saja sesuka kamu asal pesanku cuma satu, yaitu jangan pernah melupakanku, oke." ucap Kaesang sembari mengurai pelukannya dan mentoel gemas hidung Tyas.
Sembari tersenyum Kaesang pun juga sempat mengecup lembut bibir Tyas kemudian membiarkan Tyas untuk turun dari mobilnya.
......................
Setelah menempuh perjalanan beberapa menit sampailah Kaesang di depan rumahnya. sembari membuka pintu, samar samar Kaesang mendengar suara riuh dari arah ruang tamu. Suaranya seperti suara papanya dan juga seorang wanita yang Kaesang duga adalah Tante Lisa.
Yap, Kaesang pun tak peduli akan hal itu. dengan langkah perlahan Ia pun mulai masuk ke dalam rumahnya dan melihat pemandangan menjijikan yang ada di hadapannya.
Benar! Papanya tengah minum-minum dengan Lisa dan menciuminya berulang kali.
Di sana Kaesang pun memiliki ide untuk akan bermalam di hotel. selain karena ia begitu risih dengan papanya yang mengumbar hal menjijikkan itu di depan matanya, Kaesang rencananya juga ingin pergi ke sebuah toko perhiasan yang lokasinya berada begitu dekat dengan hotel yang akan didatanginya.
Huufftt ...
Sampai detik ini pun Kaesang sama sekali tidak mengira jika papanya akan melakukan hal semenjijikkan itu. Karena setahu Kaesang sesaat sebelum papanya kenal dengan Lisa kepribadian papanya itu sangatlah begitu baik. Dia sangat fokus bekerja dan tidak memiliki waktu untuk minum-minuman keras atau pun bercumbu seperti tadi.
Papanya terkenal begitu tegas dan juga sangat profesional dalam bekerja. Namun, setelah kenal dengan Lisa entah kenapa kepribadian papanya itu mulai sedikit berubah.
Kaesang merasa jika papanya yang sekarang sudah tidaklah peduli terhadapnya. jika dulu papanya sangatlah memperhatikannya, sekarang seperti lebih memperhatikan Lisa daripada dirinya.
__ADS_1
Jarang sekali papanya menghubunginya sekarang. memang jika dalam urusan keuangan papanya tidak pernah lupa namun jika dalam urusan memberi kabar papanya jarang sekali mengiriminya kabar. bahkan sudah terhitung sejak dua hari yang lalu semenjak papanya menanyakan kabarnya lewat chat di WhatsApp.
Huufftt ...
Sesampainya Kaesang di hotel yang ia tuju Ia pun segera turun dari mobilnya dan beranjak masuk ke dalam hotel itu.
Di sana ia pun bergegas menuju ke meja resepsionis untuk memesan sebuah kamar.
Tap .. Tap .. Tap ..
"Mbak, saya mau memesan sebuah kamar VVIP untuk satu orang saja, bisa?" sesaat kata-kata itu terucap dari mulut Kaesang membuat si mbak penjaga resepsionis yang semula menundukkan kepala langsung melonjak kaget seketika.
Sembari mengalihkan atensinya ke arah Kaesang dengan terburu-buru Mbak si penjaga resepsionis itu langsung saja menutup mulutnya saking terkejutnya mendapati siapa pelanggannya itu.
"E-ehm bi-bisa mas, untuk berapa hari ya?" si Mbak penjaga resepsionis itu nampak gelagapan saat menanggapi ucapan Kaesang.
Lalu Kaesang yang tidak peduli pun tak terlalu menanggapi akan hal itu. dipikirannya dia hanya ingin segera istirahat dan memejamkan matanya.
"Semalam aja mbak, besok saya sudah harus pulang. Ehm gimana mbak, kamar yang saya minta masih ada kan?" tanya Kaesang santai namun terkesan dingin.
Bersambung ...
__ADS_1