Cintaku Adalah Kamu

Cintaku Adalah Kamu
Episode 134 -Ancaman untuk kebaikan


__ADS_3

Teng ... Teng ... Teng ...


Di saat bel istirahat telah berbunyi keluarlah semua anak anak dari kelas termasuk Kaesang, ia pun berjalan santai menuju ke kantin ke tempat yang sebelumnya telah ia pesan bersama Tyas. Yap, ia telah mengabari Tyas tuk menemuinya nanti di kantin di saat jam istirahat. Awalnya Tyas menolak mendengar tawaran Kaesang itu, karena menurutnya ia tak pantas dan merasa malu tuk menunjukkan kemesraan mereka di tempat umum seperti ini, tapi karena Kaesang sudah bersikeras dan memohon mohon, Tyas pun akhirnya mengiyakan ucapan Kaesang. Ia akan beranjak menemuinya di saat jam mengajarnya telah selesai.


Lalu Kaesang yang berjalan santai pun akhirnya sampai juga di kantin sekolahnya yang tak pernah di datanginya semenjak dulu. Selain karena ia tak suka keramaian, ia juga paling anti dengan Zefa dan gengnya, namun karena ia merasa lapar dan ingin mengatakan sesuatu dengan Tyas secara langsung, ia pun langsung mengabari Tyas dan mengajaknya ke kantin.


saat Kaesang tengah mengedarkan pandangannya ke segala arah guna mencari keberadaan Tyas ia pun tersenyum di saat mendapati Tyas tengah duduk seorang diri di kios paling Utara di kantin itu. Kemudian dengan perasaan senang segera berjalanlah ia ke kios paling Utara itu untuk menemui Tyas, dan sesampainya ia di sana, ia pun segera menepuk pundak Tyas dan mengejutkannya, karena rupanya Tyas tengah membalas sebuah chat dengan rekannya. Sorotnya begitu serius salam berbalas chat itu, bahkan saat mendapati Kaesang menepuk pundaknya dan mengangetkannya Tyas pun sontak marah dan mematikan ponselnya begitu saja.


"Dear, maafin aku ya, aku ini cuma iseng aja tadi. Aku seneng liat kamu udah duduk disini, ehm kamu jangan marah lagi ya, aku benar-benar minta maaf deh." ucap Kaesang seraya beranjak duduk di sebelah Tyas dan menundukkan kepalanya.


Tyas yang awalnya marah karena mengetahui Kaesang menepuk pundaknya pun sontak mulai mendingin seketika di saat melihat Kaesang yang menundukkan kepalanya dan bersedih.


"Iya Kae, nggak papa kok, ehm btw kamu mau makan apa nih, ku pesenin ya." tawar Tyas seraya menyentuh lengan Kaesang dan tersenyum kearahnya.

__ADS_1


semua anak anak yang mendapati Tyas menyentuh lengan Kaesang dan begitu romantis kepadanya sontak membuat mereka kesal seketika, mereka marah dan tak suka melihat keromantisan itu karena awalnya mereka memang menentang hubungan itu tapi karena posisi Kaesang begitu besar, dan sangat berkuasa, mereka pun hanya bisa diam dan tunduk. Karena jika mereka marah ataupun melakukan sesuatu sedikit saja nyawa mereka bisa dalam bahaya, mereka akan di keluarkan dari Genius high school dan dilimpahkan penderitaan tiada berakhir.


"ehm, bakso juga boleh dear." balas Kaesang seraya tersenyum dan menatap hangat kearah Tyas.


Tyas yang mengetahui banyak pasang mata yang menatap tajam kearah mereka sontak membuatnya tak enak hati. Ia pun lebih banyak diam dan menundukkan kepala daripada tersenyum dan bercengkrama seperti biasa.


Lalu Kaesang yang mengetahui Tyas seperti itu sontak membuatnya menghela nafas kasar dan tersenyum. Ia mengalihkan atensinya kearah teman temannya di sekitarnya lalu menghujani mereka dengan tatapan tajam pula.


Dan mereka yang mendapati hujanan tatapan tajam itu dari Kaesang sontak membuat mereka menciut seketika, satu persatu dari mereka meninggalkan Kantin sembari terburu buru.


"Kae, kok tiba-tiba kantin menjadi sepi ya, ada apa sih ini, atau ada pengumuman ya makanya semuanya mendadak pergi?" tanya Tyas di saat ia telah kembali dari dalam kios sembari membawa semangkok bakso di tangannya.


Melihat respon Tyas seperti itu sontak membuat Kaesang tersenyum seketika, sembari mengambil mangkok itu dari tangan Tyas, Kaesang pun tiba-tiba saja mengecup pipi Tyas dan tersenyum hangat kearahnya.

__ADS_1


"Kaesang, apa yang kamu lakukan, hah? ini di kantin loh, walau sepi disini masih ada beberapa anak, kamu nggak malu ya kalau tindakan kamu ini di ketahui oleh mereka?" tanya Tyas lirih sembari beranjak duduk di sebelah Kaesang dan menatap kaget kearahnya.


Kaesang yang tak peduli pun hanya mampu tersenyum dan memakan baksonya saja, ia tak menggubris ucapan Tyas sama sekali dan tak peduli. baginya melakukan kemesraan dengan Tyas di tempat umum bukanlah hal memalukan untuk Kaesang, ia pun juga tak merasa malu ataupun takut dengan semua orang yang menyaksikannya ataupun marah terhadapnya. karena selama kartu as mereka Kaesang pegang dan Kaesang kendalikan, mereka sama sekali tak berkutik, karena jika mereka sampai berkutik sedikit saja posisi mereka akan sangat berbahaya.


"Memangnya kenapa sih dear, biarin ajalah kalau mereka tau juga, lagian kamu lupa dengan posisiku di sekolah ini apa, mereka takkan berani menyinggungku ataupun marah terhadapku, karena kalau mereka sampai berani marah ataupun mempermasalahkan hubungan kita, tanpa menunggu waktu lagi aku akan meminta kepala sekolah Genius high school ini untuk mengeluarkan mereka dan membebani mereka iuran yang begitu banyak." ucap Kaesang begitu santai dan seperti tidak ada beban, ia pun juga masih dengan lahapnya memakan bakso miliknya tanpa menoleh sedikitpun kearah Tyas.


Mendengar ucapan Kaesang tentang anak anak Genius high school dan ancamannya yang terdengar serius pun sontak membuat Tyas terhenyak seketika. Ia tak menyangka jika Kaesang sampai sejauh ini dalam melindungi hubungan mereka, ia pun juga tak menyangka jika Kaesang begitu mencintainya dan rela melakukan apapun demi melindungi hubungan mereka.


"Kae, kamu tidak kasihan ya sama teman temanmu? mereka begitu tersiksa loh mendengar ancamanmu seperti itu, kamu kenapa sih sampai sejauh ini, kita bisa kan melakukan hubungan ini biasa saja, setidaknya jangan membebani teman temanmu dan semua guru di sini dengan ancaman seperti itu. Aku senang melihatmu begitu mencintaiku, tapi tidak seperti ini caranya, Kae. Mungkin bagus untuk kita tapi tidak untuk mereka, please ya, kamu cabut ancamanmu itu." ucap Tyas seraya memegang lengan Kaesang dan tersenyum kearahnya.


Kaesang yang semula tengah makan baksonya dengan begitu tenang dan santai tetiba saja langsung terdiam di saat mendengar ucapan Tyas, ia meminta Kaesang tuk mencabut ancamannya dan bertindak biasa saja dalam hubungannya, tapi ini berat untuk Kaesang, ia tak ingin siapapun menjelek jelekkan nama Tyas dan mengganggu hubungan mereka itu. Namun jika Tyas sendiri yang meminta langsung darinya, bagaimana? apakah Kaesang tetap dengan pendiriannya dan tak mencabut ancamannya itu ataukah justru sebaliknya?


"Ku pikirin dulu ya dear, aku bingung dengan permintaanmu itu, karena aku menerapkan ancaman itu bukan tanpa alasan, aku menerapkan itu untuk melindungimu, melindungi nama baikmu, dan hubungan kita. Aku tak ingin siapapun menjelek jelekkan namamu, dan mempermasalahkan hubungan kita. Jika saja mereka menghina namaku itu nggak masalah, tapi jika namamu aku nggak terima dear. Aku nggak ingin siapapun menghinamu, aku ingin posisimu di sini tetap sama seperti dulu, sekali lagi maafin aku, aku akan mempertimbangkan permintaanmu itu." balas Kaesang seraya kembali melanjutkan kegiatan makannya.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2