Cintaku Adalah Kamu

Cintaku Adalah Kamu
Episode 70- Cinta dan Ego (Warning !!)


__ADS_3

...Kelanjutan dari episode kemarin......


Masih di hotel yang sama, dan beberapa menit setelah kepergian teman temannya, Zefa yang tergolong anak penakut masih diam di samping Kaesang yang masih tak sadarkan diri itu. Dirinya tengah bergelut dengan ego dan pikirannya. Di satu sisi ia telah mempersiapkan skenario gila yang akan dilakukannya pada Kaesang untuk membuatnya bertekuk lutut. Tapi di sisi lain nyalinya kembali menciut manakala ia teringat akan rencananya itu, dan resiko yang akan ditanggungnya di kemudian hari. Tapi menatap kearah wajah sendu Kaesang saat tengah tak sadarkan diri membuat keinginan zefa tuk memiliki kaesang sepenuhnya kembali mencuat. Akan tetapi saat dirinya mulai menggerakkan tangannya kearah wajah kaesang, dan bermaksud tuk mengelusnya, tiba tiba ia kembali teringat akan ucapan zelyn waktu itu yang juga sama sama mengkhawatirkan apa yang telah direncanakannya ini, bahkan ia juga sempat melarangnya agar tak melakukan hal senekat ini. Tapi karena pada dasarnya zefa adalah anak yang keras kepala, akhirnya ia pun tak mengindahkan ucapan sahabatnya itu, dan tetap ingin melakukannya. Ya walaupun kini nyalinya kembali menciut.


"Lo..yakin zef mau ngelakuin hal ini ke kaesang? maksud gue apa gak ada cara lain gitu. Kan Lo tahu sendiri resikonya seperti apa kalau Lo masih nekat buat ngelakuin rencana Lo ini. Tapi gue sebagai sahabat lo gak bisa berbuat banyak, pokoknya gue akan selalu dukung apapun keputusan Lo, tapi yang satu ini gue harap Lo bisa pertimbangkan lagi baik baik. Gue cuma gak mau Lo nyesel di kemudian hari karena udah salah ambil langkah."


Masih merenung dan memikirkan semua ucapan sahabatnya itu, zefa pun kembali gelisah akan semua rencana yang telah disusunnya tempo lalu. Ia bahkan tak urung tuk turun dari ranjang berjalan kesana kemari lalu naik keatas ranjang kembali.


"Terus sekarang gue mau melakukan apa ya sama Kaesang? masa iya cuma diem dieman gini. HM kalau sesuai rencana sih gue harus..? gak! masa iya gue ngelakuin itu ke Kaesang. Kalau gue lakuin itu gak ada bedanya dong gue sama cewek cewek di link biru yang sering ditonton Lina waktu itu. Ish terus ngapain dong, lakuin gak ya? tapi takut..HM."


Masih bergelut dengan rasa takutnya, zefa pun kembali mengurungkan niatnya tuk menyentuh wajah kaesang. Ia bahkan hanya diam di sebelah kaesang sembari memikirkan iya apa tidaknya ia melakukan rencananya itu. Hingga ia kembali diingatkan akan perlakuan kaesang terhadapnya selama ini. Dimana kaesang begitu dingin, dan sangat acuh terhadapnya. Bahkan bukan cuma sekali zefa memberikan perhatiannya pada kaesang, tapi setiap hari. Tapi dari semua itu kaesang tak pernah menerimanya satu pun, ia selalu membuangnya, atapun memberikannya pada orang lain. Zefa yang mengetahui itu lantas tersenyum miris, ternyata sebegitu tak sukanya kaesang terhadapnya hingga selalu memperlakukannya buruk selama ini. Bahkan pernah suatu momen zefa menembak kaesang tuk pertama kalinya di koridor sekolah. Ia yang saat itu sudah berpenampilan secantik mungkin untuk ini, dan mempersiapkan kata kata terbaiknya, tiba tiba saat dirinya mengucapkan kata kata itu kaesang dengan lantang dan dingin langsung menolaknya begitu saja. Bahkan dirinya pergi selepas itu. Malu, kecewa? tentu saja. Tapi rasa cintanya pada kaesang jauh lebih besar dari rasa malunya. Maka dari itu walaupun hingga kini sudah terhitung tiga kali zefa menembak kaesang, dan mendapat penolakan juga darinya. Zefa masih kekeh dan berniat tuk menaklukkan hati dingin kaesang, walaupun rasa sakit dihatinya akan penolakan kaesang itu masih sangat terasa hingga kini.

__ADS_1


Lalu mengingat kembali rasa sakit itu, zefa pun mulai mencodongkan badannya dan mendekatkan wajahnya pada wajah kaesang. Ia mulai menyentuh wajah mulus kaesang, lalu mendaratkan ciuman hangat di bibir tipis milik lelaki berumur delapan belas tahun itu. Hanya sekilas saja zefa melakukan hal itu, kemudian ia pun mulai merebahkan kepalanya di atas dada bidang kaesang lalu menelusup kan tangannya di pinggang kaesang, dan memeluknya.


Merasa nyaman, dan tak ingin waktu berlalu dengan begitu cepat, zefa pun melepaskan kembali pelukannya pada kaesang lalu menegakkan tubuhnya kembali. Ia menatap kaesang dengan penuh makna, dan kembali mendaratkan bibirnya di atas bibir kaesang. Ia kembali menciumnya, dan memberi beberapa ******* disana. Ia tak begitu grogi dengan hal ini mengingat ia juga pernah melakukannya dengan mantan pacarnya dulu.


Walaupun ia merasa kecewa karena tak ada balasan dari kaesang mengingat ia masih tak sadarkan diri, itu sedikit tak ada masalah baginya, asalkan hari ini ia dapat bersama dengan Kaesang, dan melakukan apapun yang ia mau.


Selepas cukup lama bibir mereka saling bertautan, zefa pun mulai melepaskan tautannya itu. Ia menegakkan tubuhnya kembali, dan mulai menatap kearah badan atletis kaesang. Walaupun ada gejolak di hatinya agar tak melakukan itu, dengan perlahan zefa pun mulai melepas satu persatu kain yang melekat di tubuh kaesang hingga tersisalah sebuah CD bermerk channel berwarna hitam yang kaesang kenakan. Memang zefa sengaja membiarkannya tetap seperti itu, dan tak membugilkannya untuk sementara waktu.


Selepas mulai bernafas lega, zefa kembali melancarkan aksinya. Ia tetap melanjutkan semua rencananya, tapi tidak satu hal. ya dia takkan menyetubuhi kaesang seperti yang sudah direncanakannya itu, ia cukup takut, dan memikirkan resiko yang akan didapatkannya mendatang tatkala kaesang tak bersedia bertanggung jawab. Lalu untuk memuaskan semua rasa sakitnya selama ini zefa pun kembali mencium bibir kaesang, bahkan tak hanya bibir, melainkan pipi, kening, leher, dan perut sixpack kaesang pun ia ciumi hingga lidahnya pun ikut ia daratkan di sana. Menyapu bersih semua tubuh kaesang.


Sejenak ruangan ini menjadi begitu panas dengan perlakuan zefa tersebut. Bahkan hingga kini pun zefa masih tetap pada kegiatannya, ia masih sibuk menciumi perut sixpack kaesang hingga tak sengajalah matanya menatap sesuatu milik kaesang di bawah sana. Sesuatu yang membuat wajahnya memerah seketika. Ia sudahi acara ciumannya tersebut, dan ditegakkannya tubuhnya itu. Jika ia ingin mendapatkan kaesang sepenuhnya ia masih ada satu rencana lagi, dan tentunya itu aman untuk dirinya. Ya ia pun mulai melepaskan semua pakaiannya satu persatu hingga tak tersisa sehelai pun, begitupun dengan kaesang, dengan ragu zefa pun mulai melepas CD yang masih melekat di tubuh kaesang tersebut, dan dilemparkannya jauh ke bawah. Ia sempat melotot gugup manakala mendapati sesuatu milik kaesang yang nampak besar dan panjang. Sungguh begitu mirip seperti yang pernah dilihat Lina waktu itu, hanya saja yang milik kaesang ini agak sedikit lebih panjang, dan ujungnya yang mirip seperti jamur.

__ADS_1


Walaupun dirinya sudah sangat panas dan dikuasai kabut gairah manakala mendapati keduanya yang telah sama sama full naked, zefa kembali menahan hasratnya itu. Justru ia mulai meraih handphone miliknya dari atas nakas. Sesaat ia buka camera handphone miliknya itu, ia setting cameranya dengan mode Selfi, lalu


Jepret


Ia pun melakukan Selfi dengan kaesang yang sama sama full naked. Bahkan dengan ragu zefa pun mulai mengarahkan tangannya pada telapak tangan kaesang, lalu menggenggamnya. Ia sengaja mempotret dirinya dengan kaesang yang seperti itu guna menekan kaesang tempo hari. Walaupun itu jauh dari rencananya awal tapi tak apa, itu sudah lebih dari cukup.


Lantas dengan malu malu zefa pun mulai melepaskan genggaman tangannya dari tangan kaesang, ia kembali mencium intens bibir kaesang dan ********** untuk beberapa saat sebelum akhirnya ia memilih tidur di sebelah kaesang, dan berharap kaesang tak terbangun sebelum dirinya agar semua rencananya tak berantakan.


Zefa mulai merebahkan tubuhnya di sebelah kaesang, ia miringkan posisinya itu menghadap kearah kaesang, lalu menaikkan selimut tuk menutupi tubuh polos keduanya. Lantas tertidurlah ia di sebelah kaesang seraya memeluknya erat.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2