
"Pa-papa..." ucap lelaki muda itu sembari melonjak kaget, kemudian berlalu pergi mendekat kearah papanya itu dengan langkah perlahan.
"Hi honey, do you miss papa, papa misses you so much, come here son." sapa papanya lembut sembari merentangkan kedua tangannya pada lelaki muda itu, dengan maksud agar putranya itu datang memeluknya.
saat melihat papanya ada dihadapannya, lelaki itupun segera memeluk papanya kaku, antara rasa rindu dan juga benci yang bercampur menjadi satu . Ia bingung dengan perasaannya sendiri, ia ingin sekali membenci papanya itu, akan tetapi serasa ada sebuah kekuatan yang menahannya untuk agar tidak membenci papanya itu.
"Sayang, bagaimana kead---" tanya papanya pada putranya itu, akan tetapi belum juga menyelesaikan ucapannya, lelaki itu terlebih dahulu memotong ucapannya. dan raut wajahnya berubah seketika, menjadi dingin, serta kemarahan yang mulai nampak di wajahnya.
"Kenapa kembali?" tanya lelaki itu dingin.
__ADS_1
"Kok nanyanya gitu, ya papa kembali karena papa kangen sama kamu dong, mau apalagi emang. hmm, kamu sekarang sudah besar ya, ganteng, dan pastinya pinter, iya kan?" jawab papanya itu sembari menepuk pundak lelaki itu lembut, kemudian tersenyum kearahnya.
"Beneran kangen?, masa sih?, bukan karena hal lain?" tanya lelaki itu sembari menatap kearah papanya dengan tatapan marah yang juga penuh dengan tanda tanya.
"Ya bukan dong, nak, papa pulang ya demi kamu, papa kangen kamu.Tapi kamu kenapa sih, kok dari tadi gitu banget ke papa, kamu gak senang papa pulang, gak rindu sama papa?" tanya papanya bingung dengan pertanyaan yang di ucapkan oleh putra semata wayangnya itu, kemudian ia pun bertanya dalam hati 'Apa yang telah terjadi pada putranya?'
"Gak, papa selama ini kemana aja, kerja?, kerja terus?, kapan papa pernah punya waktu buat Kaesang, kapan papa pernah nanyain keadaan aku, gak pernah kan, terus papa juga udah janji buat selalu pulang dua Minggu sekali, tapi nyatanya apa, papa selalu mengingkari janji papa itu, papa selalu bilang besok, besok, dan besok, sampai sampai aku bosen dengernya. sekarang hidupku sudah mulai tenang tanpa adanya papa, maupun mama. Tapi dengan hadirnya papa di sini, papa udah ganggu ketenangan aku tahu gak. Dulu aku selalu nungguin papa pulang, dan jengukin aku, peluk aku, lalu ajak aku jalan jalan kayak dulu. Aku rindu papa, tapi papa gak pernah pulang, papa gak pernah temuin aku. hmm, sekarang rasa sayang, dan rindu aku buat papa udah hilang, dan satu hal yang papa harus tau, yaitu AKU BENCI PAPA." jawab lelaki itu panjang lebar, sembari mencurahkan segala isi hatinya, dan juga beban yang ada dalam pikirannya. Kemudian setelah selesai berkata demikian ia pun beranjak pergi dari sana, lalu menuju ke kamarnya sembari meraih tas sekolahnya yang ada di atas meja ruang tamu, dan meninggalkan papanya sendirian di sana.
**********
__ADS_1
Di dalam kamarnya yang gelap, dan hanya diterangi oleh sebuah lampu kecil di atas nakas di samping ranjangnya, lelaki itu tengah duduk di bawah, di depan ranjang miliknya. Ia tengah termenung sembari membayangkan masa kecilnya dulu, yang masih bahagia dan juga lengkap. Kemudian, suatu kejadian telah merubah segalanya. Papa dan mamanya telah resmi bercerai tepat di hadapannya, ia masih sangat lugu saat itu, dan tak tahu apa apa. Ia mengira jika mamanya hanya akan pergi liburan saja, dan nanti pasti akan segera kembali, namun nyatanya mamanya itu tidak kembali. Ia begitu kesepian, tak ada seorang pun yang dapat ia ajak bicara, dan mengeluarkan keluh kesahnya, Tak ada seorang pun yang perduli dengannya. hingga papa yang sangat ia sayangi juga turut meninggalkannya, karena terlalu fokus pada pekerjaannya hingga tak pernah ada waktu untuk dirinya.
"Kenapa papa pulang?, Kenapa pa?!, kenapa baru sekarang, papa tahu, aku disini sendirian, kesepian, dan tak ada siapapun yang dapat kuajak bicara. Aku kangen kalian semua, pa, ma, tapi apa kalian juga kangen aku?" setelah berkata demikian, lelaki itupun segera beranjak dari duduknya, lalu pergi mengambil sebingkai foto keluarga yang ada di atas meja belajarnya. Ia mengamati foto itu sebentar, kemudian air mata langsung menetes dari pelupuk matanya. Ia kangen masa masa itu. akan tetapi, karena kemarahannya telah memuncak, tanpa pikir panjang ia pun segera membanting foto itu ke lantai hingga hancur berkeping-keping.
brak...
Suara pecahan itu terdengar begitu nyaring hingga ke segala penjuru ruangan, lelaki itu berdiri mematung, sembari tetap menatap kearah foto yang sudah pecah itu. Ia memandanginya lumayan lama, dan setelah puas ia pun segera beranjak dari sana, lalu memutuskan untuk tidur di atas ranjangnya, dengan masih tetap berseragam. lelaki itu menaikkan selimut tebalnya hingga sebatas pinggang, lalu mencoba untuk memejamkan kedua matanya. Sampai akhirnya lelaki itu dapat tertidur dengan posisi miring ke kanan, dengan tangan dibawah kepala, ia begitu pulas. Mungkin ia ingin melupakan semua masalahnya, dan ini salah satu caranya, yaitu dengan tidur.
Saat ini lelaki itu, Kaesang tiba tiba terbangun dengan posisi tertidur di atas rerumputan hijau dibawah sebuah pohon rindang, saat mengetahui ia tak lagi berada di kamarnya, ia pun segera bergegas bangun, lalu mengedarkan pandangannya ke segala arah, mencari seseorang, yang mungkin dapat membantunya. Ia ingat jika tadi ia tengah tertidur di atas kasurnya yang nyaman, lalu mengapa tiba tiba saja ia terbangun di bawah pohon, apa ini sebuah mimpi?, mungkin saja. Kemudian lelaki itu mencoba untuk berjalan ke depan sembari menatap pemandangan di kanan dan juga kirinya. Begitu indah, dan sangat menyejukkan mata. Tempat ini begitu indah, akan tetapi juga ngeri jika hanya dirinya seorang yang ada di sini. Ia masih tetap berjalan ke depan, hingga sebuah panggilan dari arah belakang membuatnya berhenti seketika, 'Kayak familiar banget ya sama suara ini...tapi siapa?, lupa' kemudian ia pun langsung membalikkan badannya, dan menghadap ke belakang, lalu terlihat seorang wanita berumur 35 tahunan tengah berdiri tiga meter di depannya sembari menatap kearahnya. Wanita itu tengah memakai dress putih, dengan rambut terurai sebahu, dan juga sangat cantik. akan tetapi saat melihat wanita itu, sontak lelaki itupun langsung melonjak kaget, dan tak percaya, sebab wanita itu, seorang perempuan yang kini sangat ia benci, tiba tiba saja muncul dalam mimpinya, dan menyisakan sebuah pertanyaan dalam benaknya, 'Bukankah dia...?'
__ADS_1
Bersambung.