
Kelanjutan dari episode kemarin...
"Apa ini?!!" Ucap Kaesang bertanya tanya, sembari memegang sebuah boneka Teddy bear coklat yang berlumuran darah, kemudian menjatuhkannya tanpa sengaja.
Saat ia tengah memandangi boneka Teddy bear tersebut yang tengah tergeletak di lantai, Kaesang sedikit kaget sebab baru kali ini ia dikirimi terror seperti ini, lalu matanya tak sengaja menangkap secarik kertas yang masih tergeletak tak bertuan di dalam kotaknya semula, lalu tanpa pikir panjang, ia pun langsung meraih secarik kertas tersebut, lalu membacanya..
secarik kertas yang dipegang Kaesang;
"Siapa sih! yang udah ngirimin ginian, kagak ada kerjaan banget." Tanya Kaesang sendiri sembari meremas kertas yang dipegangnya itu, lalu melemparkannya ke sembarang arah.
Tanpa takut, ataupun merasa jijik sedikitpun, Kaesang pun tanpa pikir panjang langsung memungut boneka Teddy bear yang berlumuran darah tersebut, beserta kotaknya, lalu memasukkannya kedalam tas plastik hitam, yang akan dibuangnya nanti diluar selepas ini.
Disisi lain, seorang gadis cantik dengan rambut pirangnya, tengah berada di sebuah taman sendirian sembari menelpon seseorang.
"Oke, nanti kita urus lagi." Ucapnya sembari menghentikan telponnya itu, lalu disimpannya handphone miliknya tersebut kedalam sling bag coklat nya, lalu berdiri dan menyambut seorang pria yang baru saja tiba di tempatnya. Gadis itu tersenyum manis, lalu menyapanya.
"Sore om, bagaimana kabarnya?, Anda sehat?" Tanya sopan gadis tersebut pada pria dewasa dihadapannya.
"Hmm, gimana nes, kau sudah melakukan semua yang ku perintahkan padamu?" Tanya langsung pria tersebut, tanpa berbasa basi sedikitpun.
"Sudah om, beres, anak buah saya juga sudah mengirim barang yang om minta kerumah anak tersebut. Jadi tinggal nunggu reaksi lelaki itu gimana nanti." Jawab gadis tersebut takut takut.
__ADS_1
"Yasudah, bagus kalau gitu. Hmm, nihh untukmu, permisi." Ucap pria tersebut sembari menyerahkan sebuah amplop besar berisi sejumlah uang pada gadis tersebut, lalu melenggang pergi dari sana.
"Sebenarnya, gue gak mau ngelakuin semua ini sama Lo, Sang, tapi demi nyukupin kebutuhan gue, gue rela ngelakuin apapun. Btw sorry, Sang, gue gak bermaksud." Ucap gadis itu dalam hati, sembari menyimpan sebuah amplop tadi dalam Sling bag nya, kemudian berjalan pergi dari sana.
Dilain sisi, Kaesang yang baru selesai membuang boneka Teddy bear tadi dalam tong sampah di luar, saat ini tengah berjalan masuk kembali kedalam rumahnya, hingga seorang ibu ibu tiba tiba memanggilnya.
"Kaesang, hey." Panggil seorang ibu ibu rumah tangga, sembari menenteng tas sayuran di tangannya.
"Eh, iya Bu, anda manggil saya?" Tanya Kaesang pada ibu ibu tersebut sembari berjalan mendekat kearahnya, lalu membukakan pintu pagar rumahnya pada ibu ibu tersebut.
"Papamu ada dirumah gak ya?" Tanya ibu ibu tersebut pada Kaesang.
"Enggak, ada apa sampai ibu cari papa saya seperti ini?" Tanya balik Kaesang.
"Saya gak tahu Bu, entar ibu tanya sendiri deh sama papa saya saat dah pulang. Saya capek mau istirahat, maaf saya tinggal kedalam ya." Ucap Kaesang sembari melenggang masuk kedalam rumahnya begitu saja, tanpa memperdulikan ibu ibu tadi yang saat ini tengah menatapnya heran.
"Ngaco kali ibu itu, ada ada aja modusnya." Ucap Kaesang sendiri saat ia baru tiba di dalam rumahnya kemudian menutupnya rapat rapat.
Tyas yang baru selesai memasak, langsung dihidangkannya masakan buatannya tersebut diatas meja makan minimalisnya, lalu duduklah ia seorang diri di salah satu kursi kosong disana, kemudian mengambil piring kosong, serta sendok, lalu memasukkan beberapa lauk serta nasi kedalam piringnya tersebut, kemudian makanlah ia sembari memainkan handphonenya.
Hingga seminggu kemudian, hari ini adalah hari dimana UAS yang Kaesang beserta semua anak anak genius high school lakukan berakhir sudah, dan sekarang tinggal menunggu hasil dari ujian tersebut.
Dan hari ini adalah hari yang baik untuknya, sebab ia sudah lama menahan kerinduannya dengan Tyas, dan akhirnya ia dapat berjumpa, dan mengobrol lebih lama dengan wanita tersebut.
__ADS_1
Setibanya ia di depan gerbang sekolah, lelaki itu pun segera memasukkan kendaraannya, lalu memarkirkan nya rapi, baru setelah itu turunlah ia, dan hal pertama yang dicarinya yaitu Tyas, Yap, baru saja ia tiba di koridor sekolah, ia buru buru mencari keberadaan Tyas, dengan tetap berhati hati agar tak ada seorangpun yang curiga. Tapi hampir satu sekolah dijelajahinya tak didapatinya sosok wanita tersebut, lalu menyerahlah ia, dan mulai meraih handphone miliknya dari dalam saku celananya, lalu mulai mencari nomor wanita itu, kemudian menelponnya.
Sudah beberapa saat tak diangkat teleponnya tersebut, lalu dimatikannya panggilan itu, kemudian mulai mencari sosok Tyas tersebut di perpustakaan seperti yang selalu dilakukannya. Tapi sesampainya ia di sana, nihil tak ada sosok Tyas di sana, yang ada hanya ada zefa beserta kedua temannya yang tengah duduk didalam perpustakaan tersebut, sembari membaca sebuah buku, yang tentu saja membuat Kaesang sendiri heran, mengapa tiba tiba mereka bertiga bisa jadi rajin begitu. Tapi ia kesampingkan itu, lalu mulai menuju ke papan pengumuman tempat nilai hasil ujian dibagikan yang saat ini terlihat tengah dikerumuni oleh beberapa anak.
Disisi lain, Tyas yang tengah berada di dalam sebuah taksi, dan hendak menuju ke RS.Jakarta Medika guna melakukan kegiatan rutinnya di sana. Ia sedikit khawatir kali ini, ia takut jika yang selama ini ditakutkannya terjadi, makanya sedari tadi ia tak henti hentinya berdoa untuk keselamatannya, hingga tanpa disadarinya, sampailah ia di halaman depan RS.Jakarta Medika, kemudian setelah usai membayar taksi, dan beranjak keluar, tanpa berlama-lama lagi, segera masuklah ia kedalam rumah sakit tersebut.
Sesampainya ia di dalam, segeralah ia menuju ke meja resepsionis, kemudian bertanya pada salah satu suster yang bertugas.
"Permisi sus, saya mau bertanya, dokter Ridwan ada di tempatnya tidak ya, saya mau bertemu" Tanya Tyas pada suster cantik di hadapannya.
"Oh, dengan ibu siapa saya berbicara?"
"Tyas."
"Oh baiklah ibu, sebentar saya tanyakan pada dokter Ridwan terlebih dahulu ya." Ucap suster tersebut, kemudian segera ia raih gagang telepon didepannya, dan mulai memencet beberapa tombol, lalu mulailah terdengar suara seseorang dari teleponnya itu.
Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya suster itu pun memberi jawaban, atas pertanyaan Tyas.
"Ibu, sekarang Bu Tyas sedang ditunggu dokter Ridwan di ruangannya."
"Oh, baik sus, terima kasih ya, permisi." Ucap Tyas sembari beranjak pergi dari sana, dan tengah menuju ke ruangan milik dokter Ridwan, guna menemuinya, seperti yang telah dijanjikannya tempo hari lalu, untuk membahas sesuatu hal penting dengannya.
__ADS_1
Bersambung.