Cintaku Adalah Kamu

Cintaku Adalah Kamu
Episode 11- Masih berusaha


__ADS_3

******Sesampainya di Genius High school******


Lima belas menit kemudian tibalah lelaki itu, Kaesang di depan gerbang sekolahnya. Saat ia mulai turun dari mobilnya, terlihat ada begitu banyak siswa siswi sedang bercengkrama di dalam halaman sekolah, dan sudah siap untuk pergi study tour. Lalu tanpa menunggu lama lagi, ia pun segera pamitan pada mang Jaja, dan segera beranjak masuk. Lalu saat melihatnya sedang berjalan, Zefa and the Genk pun langsung berlari menghampirinya, dan ia pun tahu jika para cewek alay ini pasti hanya akan caper saja padanya, lalu ia pun tetap melanjutkan jalannya tanpa memperdulikan mereka yang tengah menghampirinya.


"Hai, Kae, apa kabar?" sapa Zefa sembari mensejajarkan diri di samping lelaki itu.


"Hari ini kamu ganteng banget deh.." tambahnya.


"Ehm, Kae, kamu udah sarapan belom?, kalo belom nih aku bawa sarapan, kita makan bareng yuk, enak lho," ucapnya lagi sembari mengeluarkan sebuah kotak makan berukuran sedang bergambar hati dari dalam tas nya, lalu menunjukkannya pada Kaesang.


"Gak makasih, Kamu aja, aku udah sarapan tadi, permisi." jawabannya dingin, kemudian ia pun berlalu pergi meninggalkan gadis itu bersama teman temannya sendirian di sana.


"Argh, gagal lagi, padahal aku udah susah susah belajar masak ini cuma buat Kaesang, tapi dia malah nolak aku mentah mentah, dan gak ngehargain aku sama sekali. Untung gua suka sama tuh cowok, kalau gak udah gua buat rujak juga tuh orang." ucap gadis itu sembari mendengus kesal, dan menghentakkan kakinya berulang kali.


"Udah, Fa, sabar aja dulu, nanti lu pasti bisa kok dapetin hatinya Kaesang. ya mungkin dia sekarang hatinya sekeras batu, tapi jika kamu terus kasih perhatian ke dia, nanti suatu saat dia pasti akan bisa luluh kok sama kamu, ya tunggu aja, sabar." ucap salah satu temannya sembari menepuk bahu Zefa lembut.


"Iya, Fa, mending sekarang kita cabut ke lapangan basket aja yuk, kurang sepuluh menit lagi dimulai nih, yuk." ajak temannya yang lain pada Zefa.

__ADS_1


"Yaudah let's go." jawab Zefa singkat sembari beranjak pergi menuju ke lapangan basket yang tak jauh dari tempatnya berdiri, dan meninggalkan dua orang temannya sendirian di sini.


"Eh tunggu atuh zef," panggil Lina, salah satu teman Zefa sembari berlari menyusul gadis itu, dan menggandeng temannya yang lain.


********


Saat ini lelaki itu, Kaesang tengah berada di lapangan basket Genius High school, ia beserta teman temannya yang lain sedang menunggu apel pemberangkatan study tour, dan juga selembar kertas, yang berisikan sebuah tugas yang harus dikerjakannya selama melakukan study tour.


****Beberapa saat kemudian****


Saat ia dan semua anak anak telah mendapatkan kertas itu, maka pak kepala sekolah pun menyuruh mereka untuk pergi dan naik ke bis mereka masing masing sesuai dengan nomor yang sudah di beri kemarin. Pas sekali, saat ini, Kaesang kebagian duduk di bis dua, dan merupakan bis paling nyaman, dan paling mewah bila di lihat dari luar. Tanpa menunggu lama, lelaki itu dan semua anak anak yang ada segera masuk ke bis mereka masing masing. Lalu dengan santainya Kaesang segera memasuki bis dua tersebut, dengan tak bersemangat sama sekali, ya dia sangat sangat malas saat ini, sebab ia terpaksa mau melakukan ini, karena jika ia tak mau mengikuti kegiatan ini sekalipun ia adalah anak dari penyumbang dana terbesar di sekolah itu maka Kepala sekolah pun tak akan memberi toleran terhadapnya, dan ia juga takkan dapat nilai sama sekali. Saat sudah di dalam bis ini, Kaesang segera mencari tempat duduk untuknya, dan kebetulan di tengah tengah terdapat dua buah bangku yang saat ini tengah kosong dan belum ada yang nempati, maka tanpa menunggu lama, ia pun dengan gercep langsung berjalan cepat kearah bangku itu, kemudian mendudukinya. Ia pun menaruh tas kecilnya di samping bangkunya, kemudian mengambil handphonenya dari dalam tas nya itu, lalu memainkannya. Dan sesaat kemudian seseorang yang dianggapnya pengganggu pun muncul tepat di samping bangkunya, dan siapa lagi kalau bukan zefa, ia tengah merapikan rambutnya, kemudian tersenyum manis ke arah Kaesang, sembari menyentuh bahu lelaki itu dengan jari telunjuknya.


"Ehm, mumpung di sebelah mu kan kosong, maka bolehlah aku duduk di situ, ya, please, udah gak ada bangku kosong lagi soalnya." pinta gadis itu sembari mengatupkan kedua tangannya di depan dada, lalu memasang wajah memelas.


Sesaat kemudian lelaki itu pun berdiri dari bangkunya, dan mengedarkan pandangannya ke segala arah, lalu ia pun langsung menyunggingkan bibirnya, sembari berkata,


"Tuh kosong, duduk di sana aja Sono." suruh Kaesang pada gadis itu, sembari menunjuk sebuah bangku yang masih kosong terletak di paling pojok kanan belakang.

__ADS_1


"Ih kok di pojok sih, gak mau ah, aku kan maunya duduk sama kamu, please lah Kaesang, sekali ini aja ya, kumohon, biarin gadis cantik ini duduk di samping mu, please." pinta gadis itu semakin memohon.


"Ogah, gak mau, gua udah ada teman sebangku tau gak, jadi mana boleh Lo duduk di sini, udah cari tempat lain aja sono!" usir Lelaki itu pada gadis di sampingnya.


"Mana gak ada tuh orang yang sebangku sama kamu, orang juga masih kosong gitu, udahlah biarin aku duduk di situ ya, daripada kamu duduk sendirian."


"Mana ada sendirian, Ton, sini bentar deh." panggil salah satu temannya yang saat ini tengah bingung hendak duduk di mana, kemudian dengan tumbennya seorang Kaesang yang terkenal dingin menawarinya duduk sebangku. Dengan sedikit berlari, dan menggendong tas ransel di punggungnya, lelaki itu tergopoh-gopoh menghampiri Kaesang.


"Kenapa sang?" tanya seseorang yang bernama Tony tersebut pada Kaesang.


"Lo duduk sama gue ya." pinta Kaesang pada lelaki itu, langsung pada intinya.


"Ah gue...?" jawab lelaki itu bingung.


"Udah Lo duduk aja sama gue, gue gak bakal apa apain Lo kok, jadi tenang aja, aman." ucap Kaesang meyakinkan lelaki itu, masih dengan nada datarnya, dan tanpa ekspresi apapun.


"Hmm, okelah, gua duduk sama Lo." jawab lelaki itu akhirnya. Kemudian ia pun meletakkan ranselnya di bawah bangkunya, lalu beranjak duduk di samping Kaesang, dan disusul Kaesang yang juga duduk di bangkunya. saat ini Zefa masih setia berdiri mematung di sana, sembari mendengus kesal, dan menghentakkan kakinya berulang kali. pandangannya tak pernah lepas dari mereka, ia tetap memandangi mereka dengan tatapan kesal, sembari memajukan bibirnya lima senti. Ia merasa kesal, karena dari tadi ia hanya diabaikan oleh Kaesang, padahal ia sudah bersikap baik padanya.

__ADS_1


"Ngapain Lo masih di sini, udah pergi sana, balik ke bangku Lo di belakang Sono noh, jangan ganggu gua lagi." usir Kaesang pada gadis itu. Kemudian dengan langkah berat gadis itupun segera beranjak dari sana, dan berjalan kearah bangku yang paling belakang, seperti yang Kaesang pilihin tadi untuknya. Ia duduk dengan terpaksa, dan pandangannya juga tak pernah lepas dari dua sosok itu, yaitu Kaesang, dan juga Tony, ia begitu kesal dengan mereka, lalu untuk mengusir rasa kesalnya ia pun segera mengambil handphonenya dari dalam tas nya, kemudian membukanya, dan memilih untuk menscroll scroll tik tok, serta mencoba untuk mengalihkan perhatiannya dari dua orang itu.


Bersambung.


__ADS_2