
Di sebuah kafe, tampak seorang pria tengah menunggu kedatangan seseorang. Dan selang beberapa menit, orang yang ia tunggu pun kini sudah menampakan diri.
"Maaf aku telah membuatmu menunggu," ucap wanita sambil duduk di hadapan sang pria.
"Tidak apa-apa, dengan ku datang saja sudah membuatku senang, Imel," ujar si pria dan Imel mengulum senyum.
"Belum pesan minuman, Lim?" tanya wanita itu ketika tidak melihat ada minuman maupun makanan di mejanya saat ini.
"Sudah pesan, tapi ku batalkan."
Imel mengernyit. "Kenapa?"
"Aku memilih untuk menunggumu terlebih dahulu," jawabnya.
Lagi-lagi Imel di buat tersenyum. Entah kenapa setiap ucapan yang keluar dari mulut pria itu terdengar begitu menggoda. Dan ia senang bisa berkenalan dengan Lim. Lagipula, Lim pria yang memiliki paras rupawan. Sehingga tidak ada alasan untuknya menolak ajakan pria itu untuk bertemu dengannya di kafe ini.
"Ya sudah, kalau begitu bagaimana jika aku pesankan?" tawar Imel di akhiri dengan kedipan mata.
"Yeah, baby," balas Lim seraya mengangkat sebelah sudut bibirnya mengulas senyum.
Sambil menunggu minuman yang baru saja di pesan, mereka mengisinya dengan obrolan kecil guna memperjauh perkenalan.
"Oh ya, bagaimana hubunganmu dengan Mirabelle sekarang?" tanya Imel pada pria yang saat ini terbelalak mendengar pertanyaannya.
__ADS_1
"Darimana kau tahu aku kenal dengan Belle?" Lim balik bertanya, pasalnya film yang ia bintangi dengan Belle belumlah tayang, lalu bagaimana bisa ada orang lain yang mengetahui jika ia mengenal wanita itu.
"Hmm, aku pernah merekam potongan adegan kalian," jawab Imel jujur, ia tak sungkan untuk mengatakan yang sebenarnya pada Lim.
"Untuk apa?"
"Panjang jika kuceritakan."
Lim menatap wanita di hadapannya. Ia tertegun sejenak. Tiba-tiba saja rasa penasaran terhadap Imel menghampirinya begitu besar.
"Lalu bagaimana bisa kau mengenal Belle?" tanya Lim setelah beberapa saat memilih diam.
Seorang pelayan kafe tersebut mengantarkan dua gelas minuman ke meja mereka. Sebelum kemudian pergi lagi usai tugasnya selesai. Imel menyeruput minuman tersebut menggunakan sedotan yang tersedia.
"Aku tidak mengenal sosok Mirabelle. Yang aku tahu, dia adalah wanita beruntung menurutku," terang Imel, lalu menyeruput kembali minumannya.
"Kenapa kau bisa berpikiran jika Belle adalah wanita beruntung?" tanya Lim lagi, sepertinya ia mulai tertarik bicara dengan Imel.
"Semua orang akan berpikiran yang sama denganku. Mirabelle Louislyn memiliki karir yang bagus, dan lihatlah sekarang, karirnya tengah berada di puncak. Selain itu, ia memiliki suami yang sangat setia padanya. Dan itu salah satu alasan mengapa aku diam-diam mengambil potongan adegan kalian untuk aku kirimkan pada suami dan mertuanya," jelas Imel.
Lim berusaha mencerna baik-baik ucapan wanita di hadapannya. "Apa kau menyukai suami Belle?" tanyanya dengan memicingkan mata curiga.
Imel menganggukan kepalanya. "Ya. Aku bukan hanya menyukainya, aku bahkan mencintainya. Aku pernah tergila-gila dengan Jef Abellard sampai aku memiliki keinginan untuk tidur bersama pria itu."
__ADS_1
"Lantas?"
"Jef terlalu setia pada Mirabelle, pria itu bukannya tergoda ketika aku merayunya, dia justru malah membakar lenganku denganku dengan koreknya."
Jika mengingat hal itu, Imel kembali kesal. Bukannya kenikmatan ia yang ia terima, justru rasa sakit.
Lim memperhatikan tubuh Imel yang tampak seksi dan menggoda siapapun yang melihatnya. Rasanya tidak mungkin suami Belle menolak ajakan wanita itu.
"Benarkah dia tidak sedikitpun menyentuhmu?"
"Sungguh, aku tidak sedang berbohong. Lagipula, jika Jef memang menyentuhku, maka dengan bangga aku akan mengatakan pada siapapun termasuk dirimu."
Rupanya Imel tipe wanita yang blak-blakan. Dari ekspresi wajahnya saja wanita itu tidak terlihat sedang berbohong. Jika suami Jef itu tipekal pria yang setia sampai menolak ajakan wanita seseksi Imel, lantas apa yang menjadi alasan pria itu poligami? Rasanya ada yang aneh, tapi itu tidaklah penting baginya.
"Setelah kau mengirim video itu, apa reaksi suami dan mertuanya?" Rasa penasaran Lim terhadap Imel mengenai Belle kian membesar.
"Sesekali aku membuntuti aktivitas Mirabelle. Dan sepertinya mereka sempat bertengkar dan hubungannya sempat renggang. Tapi sialnya, aku ketahuan dan tertangkap basah ketika sedang membuntutinya di mal ketika film-nya sedang promosi di bioskop. Ya mungkin setelah itu, aku rasa Mirabelle mengatakan yang sebenarnya pada Jef dan hubungan mereka membaik."
"Lalu kau tidak pernah lagi mencari tahu hubungan mereka seperti apa?"
"Tidak, aku memutuskan untuk berhenti di sana. Aku berusaha untuk melupakan Jef."
Lim menghela napas berat kemudian menghembuskannya sedikit kasar. Ternyata pribahasa dunia selebar daun kelor itu memang nyata. Dunia itu sempit, sekarang ia bertemu dengan orang yang ternyata memang ada di sekitar kehidupan rumah tangga Belle.
__ADS_1
Mereka melanjutkan obrolan ringan, dengan sesekali di selingi tawa maupun tersenyum sipu sebab tak jarang Lim menggoda Imel dengan rayuan mautnya.
Bersambung...