Dark Wife Mr. JEF

Dark Wife Mr. JEF
Enjoy, Belle!


__ADS_3

Setelah memantapkan diri, pada akhirnya Belle mau memerankan karakter di film yang akan akan di garap Maxjaya Pictures. Ia mengabaikan kemarahan Jef demi karirnya. Masalah Jef, itu urusan nanti. Sebab Jef begitu mencintainya, tidak mungkin Jef akan marah berlama-lama.


"Syuting akan di mulai pukul 7 malam, Belle. Apa kau sudah siap?" tanya Rasson ketika mereka dalam perjalanan menuju lokasi syuting.


"Tentu saja," jawab wanita itu.


"Bagaimana dengan suamimu?"


"Aku harus bekerja secara profesional."


Rasson menatap wanita yang duduk di sampingnya sedikit lama, ia masih mengkhawatirkan nasib Belle ke depannya. Jika job Belle nantinya sepi, maka itu akan berimbas juga padanya. Mulai detik ini ia harus mencari aktris lain yang membutuhkan jasanya sebagai manager, guna mewanti-wanti jika suatu hari karir Belle redup.


Tepat pukul 6 Belle tiba di lokasi. Ia melakukan briefing sebentar dengan tim. Serta membaca naskah yang menimbulkan keraguan itu muncul kembali.


Dan di pukul 7 nya, sin pertama akan di lakukan di sebuah kamar dengan cahaya lampu yang sedikit remang. Belle sedikit saat pertama kali melihat wajah lawan mainnya. Sebelumnya ia hanya di kasih tahu namanya saja, tanpa tahu wajahnya seperti apa.


Pria itu masih tampak muda, mungkin seumuran dengan istri gelapnya. Wajahnya tidak terlalu tampan namun enak untuk di pandang. Tatapan sedikit nakal, mungkin itu yang menjadikannya di pilih untuk memerankan karakter di film tersebut.

__ADS_1


"Mirabelle kan?" tanya pria muda itu.


Belle menganggukan kepalanya.


"Senang akan menjadi lawan mainmu," ucap pria yang di ketahui bernama Lim Ganedict.


Obrolan singkat mereka terhenti, ketika seorang sutradara meminta mereka untuk bersiap-siap. Adegan ciuman di balik selimut menjadi adegan perbukaan di antara pemeran utama.


Belle dan Lim sudah melepas pakaian luar masing-masing. Selimut juga sudah menutupi tubuh mereka sampai bahu. Posisi mereka tidur miring secara berhadapan. Kini udara yang berasal dari hidung runcing milik Lim terhempas ke wajah Belle. Wanita itu sedikit gugup di buatnya.


"Kamera rolling... Action..!" teriak sutradara menandakan jika akting di mulai.


"Malam ini kau milikku, baby!" ucap Lim mengawali dialog pertama di naskah film tersebut.


Lim menarik tengkuk Belle dan mencium bibir itu lembut. Belle masih kelihatan tidak nyaman melakukan hal tersebut dengan pria lain. Pasalnya ini merupakan adegan vulgar pertamanya selama terjun ke dunia perfilm-an.


"Cut..!" teriak sutradara, Belle dan Lim melepas pagutan bibirnya.

__ADS_1


"Nona Belle, bisa lebih rileks lagi? Kau terlihat kaku sekali, bayangkan saja Lim itu suamimu. Ok?!"


Belle mengangguk, sutradara itu berbicara dengan nada sedikit tinggi padanya.


"Action..!"


Lim kembali menarik tengkuk Belle dan menciumi bibir Belle cukup lembut. Pria muda itu terlihat begitu menikmati setiap inci bibir Belle, berbeda halnya dengan Belle. Tapi ia berusaha untuk totalitas dalam berakting, akhirnya ia bisa mengimbangi ciuman tersebut.


Seseorang berdiri di ambang pintu dengan mengangkat ponselnya ke udara. Ponsel itu merekam adegan yang tengah di lakukan oleh Belle dengan Lim. Kemudian ia kirimkan kepada salah satu nomer yang ada di dalam kotaknya.


Bersambung...


...IKLAN...


Bestie: Thor, kapan nih bab unboxing Kimmy sama Jef? Udah gak sabar.


Otor: Sabar bestie, tunggu beberapa hari lagi, ya! Dan ingat, ketika bab UNBOXING muncul, jangan dulu di baca kalau belum buka puasa!

__ADS_1


__ADS_2