Dark Wife Mr. JEF

Dark Wife Mr. JEF
Darah Segar


__ADS_3

Kimmy menjerit ketika melihat darah segar menetes berasal dari telapak tangan Jef. Pria itu mengambil kepingan kaca yang hendak di lemparkan oleh Belle padanya.


"Jef.." Kimmy membungkam mulutnya panik.


Belle pun tak kalah paniknya. "Sayang.. Kenapa kau melakukan ini?" cecar wanita itu, bukannya merasa bersalah.


Belle hendak menyentuh luka di telapak tangan Jef, tapi segera di tepis begitu saja oleh pemiliknya. "Kau benar-benar keterlaluan, Belle!" ujar pria itu datar.


"Jef, seharusnya kau tidak melakukan itu," kata Kimmy yang baru saja mendekat.


"Aku hanya berusaha melindungimu," balas Jef, kembali menyulut emosi Belle yang belum sempat reda.


"Berhenti mengatakan sesuatu seolah-olah kau perduli padanya, Jef!" seru Belle.


"Aku memperdulikan siapapun yang memperdulikanku."


Belle mengepal kedua tangannya cukup erat. Kemudian ia mengambil sesuatu dan melemparnya ke arah Kimmy.

__ADS_1


Kimmy yang lengah akibat terlalu mencemaskan Jef, kini jatuh tergeletak di lantai. Saat benda yang baru saja Belle lempar mendarat tepat mengenai kepalanya.


"Kimmy..!!" Jef memekik melihat gadis itu jatuh terkulai.


Kedua matanya kini ia hunuskan pada Belle yang merasa puas akan apa yang baru saja ia lakukan.


"Berhenti melakukan sesuatu yang membahayakan orang lain, Belle! Kau bahkan melukai suamimu sendiri, istri macam apa kau ini, hah?"


Belle terlonjak mendengar bentakan Jef yang kasar. Ini pertama kalinya untuk sejarah rumah tangganya selama tujuh tahun ini. Dan Jef melakukan itu padanya demi wanita lain.


"Aku menyesal telah menjadikannya dia istri gelapmu, Jef. Aku sungguh menyesal telah memilih di antara pilihan gila yang di buat oleh orang tuamu!"


Jef membungkukan badannya dan berjongkok di sisi Kimmy. Ia berusaha membangunkan gadis itu, tapi Kimmy tidak sadarkan diri. Lalu ia mengangkat tubuh Kimmy, membopongnya meski dalam keadaan tangan yang terluka.


"Jef... Kau mau kemana?" panggil Belle ketika Jef membawa Kimmy keluar rumah. "Jef... Jef.. Jeefff..!!"


Teriakannya sama sekali tidak di gubris. Jef terus berjalan dengan langkah tergesa, memasukkan Kimmy ke dalam mobil guna memberikan pertolongan.

__ADS_1


Jef menancap mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia tidak memperdulikan luka di tangannya. Sebab keselamatan Kimmy jauh lebih penting. Ia di buat cemas ketika setetes darah keluar dari pelipis gadis itu. Di tambah, memar biru kehitaman membuat wajah Kimmy pucat, seakan darah terserap habis oleh tenaganya.


"Jangan sampai sesuatu buruk terjadi pada Kimmy, ya Tuhan.." ucap Jef penuh harap.


Keadaan seketika berubah menjadi tegang. Beruntungnya jalanan tidak macet, sehingga Jef bisa membawa Kimmy ke rumah sakit dengan cepat.


Sampai di rumah sakit, beberapa perawat datang membawa brangkar pasien usai meminta tolong. Jef membaringkan tubuh Kimmy di sana. Perawat segera membawa Kimmy masuk ke dalam ruangan untuk di tangani. Sementara Jef tidak di perbolehkan masuk, hanya bisa menunggu di depan ruangan tersebut.


"Semuanya akan baik-baik saja, semuanya akan baik-baik saja." Jef merapalkan kata-kata itu guna meyakinkan dirinya sendiri jika tidak akan terjadi hal buruk pada Kimmy.


Ia berdiri di depan kaca jendela yang tirainya sedikit terbuka. Mengintip Kimmy yang tengah di tangani oleh Dokter.


"Tenang, Jef! Semuanya pasti akan baik-baik saja. Ya, akan baik-baik saja," ucapnya sekali lagi.


Bersambung...


...SELAMAT HARI SENIN...

__ADS_1


...SAATNYA MEMBERI VOTE...


...Jangan pelit-pelit poin yaaaa......


__ADS_2