Dark Wife Mr. JEF

Dark Wife Mr. JEF
Berkunjung ke Rumah Azuma


__ADS_3

"Bibi Kimmy!" seru bocah laki-laki yang baru saja membuka pintu rumahnya.


Gadis yang menenteng beberapa kantong plastik itu merentangkan tangannya usai menaruh barang bawaan di sisi tempat berdirinya.


"Ziel... Bibi begitu merindukanmu.." Kimmy menghujani bocah itu dengan ciuman di pipi kanan, kiri, serta puncak kepalanya.


"El juga.."


Setelah merasa puas, Kimmy menurunkan keponakannya itu dari pangkuannya.


"Bibi bawa apa?" tanya bocah perempuan yang baru saja keluar dari dalam rumah.


Kimmy sampai melupakan barang bawannya, ia segera mengambil barang tersebut.


"Coba kalian tebak, bibi bawa apa?"


Kedua bocah itu menyipitkan matanya, menerka-nerka apa yang ada di dalam bingkisan itu.


"Pasti mainan," ucapnya dengan semangat lalu mendapat cubitan gemas dari bibinya.


"Anak pintar," pujinya. "Oh ya, ibu kalian kemana?" tanya Kimmy kemudian.


"Ibu pergi membeli sayuran," jawab Lexa.


"Sudah lama?"

__ADS_1


"Baru saja pergi."


Kimmy menganggukan kepalanya. Kedua bocah itu menuntun tangan Kimmy untuk segera masuk ke dalam rumahnya.


"Bibi, kau tahu tidak, betapa senangnya aku bisa pulang lagi ke rumah ini," ujarnya.


Hati Kimmy langsung tersentuh oleh ucapan Ziel, itu artinya dia tidak sia-sia mengorbankan kebahagiaan demi keluarga Azuma.


"Iya, bibi. Aku juga sangat bahaaaagia.." sahut Lexa.


Kimmy membelai kedua rambut keponakannya dengan penuh kasih sayang.


"Syukurlah jika kalian bahagia, itu memang tujuan utama bibi."


Kimmy lekas memberikan salah satu bingkisan pada Ziel, juga pada Lexa. Mereka tampak senang sekali mendapatkan mainan yang selama ini mereka inginkan. Sambil memakan cemilan ringan, mereka bermain menggunakan mainan masing-masing. Kimmy turut senang melihatnya.


"Bibi apa kabar?"


Wanita itu mengulas senyum. "Baik."


"Syukurlah.."


Azuma menengok ke arah anak-anaknya yang tengah asik bermain, lalu mengajak Kimmy untuk duduk kembali tapi sedikit jauh. Perasaan Kimmy sudah mulai tidak enak, lantaran wajah wanita itu tampak serius sekali.


"Apapun yang telah kau korbankan demi keluarga ini, bibi harap kau mendapatkan kebahagiaan lebih di dalamnya," ucap wanita itu membuat Kimmy sedikit terkejut.

__ADS_1


"Tidak usah terlalu di pikirkan, bibi! Mendengar Lexa dan Ziel bahagia bisa kembali ke rumah ini sudah menjadi bahagiaku," balas Kimmy seraya menggenggam buah tangan milik Azuma.


"Bagaimana bibi tidak memikirkanmu, sedangkan kau begitu memikirkan kebahagiaan kami."


"Itu sudah menjadi kewajibanku untuk membahagiakan kalian, bahkan itu tidak akan pernah bisa menggantikan apa yang selama ini bibi berikan untukku."


Azuma menangkup sebelah pipi Kimmy, matanya sendu dan ingatannya mulai kembali pada kakaknya yang berpesan untuk merawat dan membesarkan putrinya itu.


Seharian ini Kimmy bermain bersama kedua keponakannya, sampai ia melupakan waktu yang sudah menjelang sore. Lalu ia memutuskan untuk membantu bibinya yang hendak memasak untuk makan malam nanti.


"Masak apa, bi?"


Azuma di buat terkejut oleh kedatangan Kimmy secara tiba-tiba.


"Masak makanan kesukaanmu," jawab wanita itu tanpa mengalihkan perhatiannya dari papan penggorengan.


"Aku bantu, ya!"


"Tidak usah! Bibi masakin khusus untukmu."


Baru Kimmy akan memprotes dan memaksa untuk tetap membantu wanita itu, sebuah notifikasi pesan masuk mengalihkan perhatian.


Kimmy rogoh ponsel di saku celananya, lalu membaca pesan yang baru saja di kirim seseorang.


Kau dimana? Aku sudah di depan rumah.

__ADS_1


Kimmy menepuk jidatnya dengan mata sedikit membulat, ia lupa jika hari ini giliran Jef bermalam di rumahnya.


Bersambung...


__ADS_2