Dark Wife Mr. JEF

Dark Wife Mr. JEF
Obrolan Keluarga Abellard


__ADS_3

Anelis menyambut kedatangan Kimmy dengan binar kebahagiaan. Ia memeluk gadis itu guna melepas kerinduan.


"Mama kangen sekali denganmu, Kimmy," ungkap wanita paruh baya itu.


Kimmy hanya membalas dengan senyuman. Jujur, ia begitu senang di perlakukan seperti itu oleh mama mertuanya. Terlebih ia merasa seperti memiliki seorang ibu baru.


Kedua bola mata Anelis teralih pada Jef, wanita itu dengan cepat mengubah ekspresi wajahnya menjadi dingin.


"Jef, ikut mama! Ada hal yang harus kita bicarakan," ucap wanita itu datar.


Jef mengangguk tanpa ragu. "Iya, ma."


"Kimmy, ayo masuk! Tunggu di ruang tamu sebentar tidak apa-apa, kan?" ajak dan tanya Anelis.


"Tidak apa-apa, terima kasih, ma," balas Kimmy di sertai senyuman.


"Nanti mama akan minta pelayan untuk membuatkan minuman untukmu. Ayo!"


Anelis merengkuh bahu Kimmy untuk masuk ke dalam, langkah mereka di ikuti oleh Jef dari belakang. Sampai di ruang tamu, lagi-lagi Anelis meminta Kimmy untuk menunggunya sebentar. Sebab akan ada obrolan penting di antara dirinya dan putranya.


Anelis berjalan menuju ruang keluarga, di sana sudah ada Abellard yang sedang membaca majalah seperti biasanya. Begitu melihat istri dan putranya datang, pria itu mengakhiri membaca majalahnya.


"Duduk, Jef!" pinta Abellard dengan nada bicara yang terdengar tegas.


Jef pun menurut. Keadaan di sana sedikit menegangkan. Ketika wajah kedua orang tuanya tampak seserius ini.


"Ada apa, pa, ma? Apa yang ingin kalian bicarakan denganku?" tanya Jef terheran-heran.


Abellard menghela napas panjang, kemudian menghembuskannya. Mencoba mengambil ancang-ancang untuk bicara.


"Jef, satu minggu lalu kami mendapat sebuah video dari seseorang. Video tersebut menunjukan Belle tengah bermesraan dengan pria lain. Apa kau sudah tahu itu?"


Deggg..!


Jef sedikit terkejut mendengar ungkapan sang papa. Ternyata orang asing itu bukan hanya mengirimkan video tersebut padanya, pada orang tuanya juga.

__ADS_1


"Aku tahu, pa," jawab Jef membuat kedua orang tuanya saling memberi tatapan.


"Lantas kenapa kau membiarkan hal seperti itu terjadi, Jef?" tanya Anelis mulai kesal.


"Sebenarnya apa yang di lakukan Belle itu hanya sebuah akting."


"Akting?" tanya Anelis seraya mengerutkan dahinya dalam.


"Iya, ma, pa. Waktu itu Belle meminta izin padaku untuk memerankan karakter di film terbarunya, yang terdapat adegan seperti itu," jelas pria itu.


"Lalu kau mengizinkannya?" seru Abellard.


"Itu dia, pa. Belle meminta izin setelah dia menanda tangani kontraknya. Jelas aku tidak memberinya izin, dan meminta Belle untuk membatalkan kontrak kerjanya. Tapi sayangnya, mungkin Belle tidak mau membatalkannya. Buktinya, dia mengabaikan laranganku dan tetap berakting dengan mengatasnamakan profesional," terang Jef.


"Dan selama satu minggu belakangan ini, Belle tidak pulang ke rumah," tambahnya.


Abellard mengusap wajahnya sedikit kasar mendengar penjelasan mengenai menantunya. Sementara Anelis terlihat sangat geram.


"Lantas kau diam saja, Jef?" seru Anelis.


Untuk beberapa saat mereka terdiam. Namun di dalam diamnya, Anelis memaki Belle tanpa henti dalam hati.


"Lalu kapan kau akan memberi kami kabar baik mengenai Kimmy?" tanya Abellard membelah keheningan.


Jef bergeming. Pertanyaan papanya seolah menngingatkannya pada kesepakatan pernikahan mereka di awal. Tapi mengingat Kimmy sepertinya tidak rela jika harus memberikan anaknya pada dirinya dan keluarganya, membuatnya tidak tega untuk memenuhi kesepakatan yang ada.


Tapi, ada tapinya lagi, nih. Tapi, mengingat kebersamaannya selama satu minggu terakhir, terlebih Belle yang mengabaikannya begitu saja, membuat Jef ingin memenuhi permintaan kedua orang tuanya.


Alih-alih menjawab pertanyaan papanya, Jef justru malah balik bertanya. "Apa aku boleh menginap di sini?"


Pertanyaan itu tentunya di angguki dan di sambut senang oleh Anelis.


"Tentu saja, Jef. Kau bahkan bisa menginap selama satu minggu, satu bulan, atau bisa tinggal di sini bersama kami. Mama senang jika ada Kimmy di sini," jawab Anelis.


"Terima kasih," ucap Jef. "Jika tidak ada yang perlu di bicarakan lagi, aku pamit ke ruang tamu. Kasihan Kimmy sendiri," pamitnya kemudian.

__ADS_1


"Silahkan, silahkan!" jawab Anelis sergap.


Jef bangun dari duduknya dan beranjak dari sana.


Sementara di ruang tamu, Kimmy tampak penasaran sekali dengan apa yang bicarakan oleh suami dan mertuanya. Apa mereka membicarakan dirinya? Begitu pikirnya.


Begitu melihat Jef muncul dari kejauhan, ia segera menunduk. Berpura-pura tidak perduli dengan pembicaraan mereka.


"Maaf lama," ucap Jef dan duduk di kepala sofa yang ada di samping Kimmy.


"Tidak apa-apa. Satu jam lagi juga tidak apa-apa, aku akan meminta jus jambunya lagi pada pelayan untuk menunggu."


Jef mengulas senyum kecil, begitu melihat ada dua gelas kosong di atas meja. Rupanya Kimmy begitu menyukai jus jambu.


Seorang pelayan di rumah itu datang dan berdiri sopan di hadapan Jef.


"Maaf, tuan. Aku di minta nonya besar untuk memberi tahu jika makan malam sudah siap dan akan segera di lakukan," ucap pelayan itu.


"Baik, terima kasih."


Tanpa di suruh ataupun di usir, pelayan itu undur diri dan kembali ke tempatnya.


"Makan malam di sini sedikit ribet, ya, seperti akan melaksakan upacara bendera saja," gumam Kimmy.


"Kau bilang apa?" tanya Jef lantaran tidak begitu jelas mendengar apa yang di katakan Kimmy.


"Hehehe.. Tidak, aku tidak mengatakan apapun!" elaknya.


"Ya sudah, ayo!" ajak Jef meminta Kimmy untuk berjalan lebih dulu.


"Iyaa.."


Bersambung...


...KEJUTAN NANTI DI JAM SEPULUH ATAU SEBELASAN MALAM, YAAAA..! ...

__ADS_1


__ADS_2