Dark Wife Mr. JEF

Dark Wife Mr. JEF
Test


__ADS_3

Sementara Jef mengurus penerbangan, Kimmy menunggu di penginapan. Tidak ada hal yang bisa ia lakukan selain diam di atas tempat tidur. Terasa membosankan.


Jarum jam sudah menunjukkan pukul satu siang, dan itu merupakan waktunya untuk makan. Tetapi kali ini, jangankan makan siang, sarapan pun ia lewatkan karena yang ia inginkan bukan makan, tapi mangga muda. Ia merasa mual jika melihat nasi atau mencium aroma masakan. Sejak tadi pagi, yang masuk ke dalam perutnya hanyalah air putih, itupun hanya setengah gelas.


Kimmy merasa enggan berada di posisi seperti sekarang, entah apa yang ia rasakan. Rasanya sekujur tubuh lemas, inginnya tidur, tapi mata sulit untuk di pejamkan.


Ia mencoba memejamkam matanya, tapi seketika urung ketika Jef kembali. Ia bangun bersandar di sandaran tempat tidur, Jef bergegas lari dari ambang pintu untuk membantunya bangun.


"Tidak usah, Jef! Aku bisa sendiri," ujar Kimmy.


"Tidak apa-apa, aku akan tetap membantumu."


Jef menumpuk dua bantal untuk sandaran punggung Kimmy, sampai Kimmy menemukan posisi yang lebih nyaman. Lalu ia duduk di tepi ranjang, di samping Kimmy.


"Bagaimana urusannya, lancar? Apa kita bisa pulang hari ini?" tanya Kimmy dengan tidak sabar.


"Jadwal penerbangan kita jam empat sore. Sekarang aku akan berkemas, kau diam saja beristirahat!" jelas dan pinta pria itu.


"Aku ikut berkemas juga."


Kimmy hendak bangun tapi segera di cegah oleh Jef.


"Jadilah istri yang patuh! Turuti saja apa kataku!" ucap Jef membuat Kimmy urung untuk bangun.

__ADS_1


Kimmy mengangguk dan sedikit kecewa lantaran kondisinya yang seperti ini.


"Oh ya, satu lagi." Jef mengeluarkan sesuatu dari balik saku celananya, lalu memberikannya pada Kimmy. "Aku membeli ini, sekarang kau coba, ya! Mudah-mudahan positif," harapnya.


"Test pack?" Kimmy terperangah mendapat benda itu dari Jef. "Aku hamil?"


"Coba saja dulu!"


Kimmy pun menerima benda tersebut dari tangan suaminya dengan ragu. Kemudian, ia menyingeaikan selimut yang menutupi setengah tubuhnya. Jef membantu Kimmy berjalan menuju kamar mandi, sebab wanita itu merasa lemas sekali.


Di dalam kamar mandi, Kimmy membaca sekilas bagaimana cara menggunakan benda itu. Setelah paham, ia mempraktikannya. Beberapa menit kemudian, ia keluar dari kamar mandi, mendapati Jef yang tampak tegang.


"Bagaimana hasilnya?" tanya Jef sudah tidak sabar.


Kimmy memasang wajah kecewa. Ia menunduk, takut jika Jef juga akan merasakan hal yang sama.


"Hasilnyaaa..." Kimmy menggantung kalimatnya, menghirup banyak-banyak oksigen agar ia siap menerima apapun yang nantinya di ucapkan oleh Jef, bahkan jika pria itu kecewa sekalipun padanya.


"Jika garisnya satu, maka negatif. Dan jika garisnya dua, maka kau positif hamil. Begitu kata penjual test pack itu. Dan sekarang katakan, berapa garisnya?"


Jef semakin tidak sabar, kenapa Kimmy begitu lama sekali untuk mengatakan hasilnya.


"Tapi ini garisnya tiga," ujar gadis itu sontak membuat Jef terheran.

__ADS_1


"Hah?"


Jef mengambil benda tersebut dari genggaman tangan Kimmy, lalu melihat hasilnya. Kemudian ia mendongak, menatap wajah istrinya yang sedang melempar senyum bahagia padanya.


"Kau akan menjadi seorang ayah," ucap Kimmy membuat Jef merasa terharu.


Jef langsung memeluk Kimmy, mendekapnya begitu erat. Hari ini, sesuatu yang selama ini ia nantikan akhirnya ia dapatkan. Kebahagiaan yang tak terhingga itu akan ia dapatkan dari Kimmy, istri yang berstatus sebagai dark wife-nya. Tanpa Jef sadari, air matanya menetes untuk pertama kalinya. Ia benar-benar terharu dan merasa sangat bersyukur. Tuhan begitu baik padanya.


Jef melepaskan pelukannya. Kemudian menangkup kedua pipi Kimmy, menatap kedua manik mata Kimmy dengan haru. Matanya berkaca-kaca.


"Kau akan menjadi seorang ibu dan aku akan menjadi seorang ayah. Kita akan memiliki seorang anak, sayang. Terima kasih. Terima kasih banyak, Kimmy sayang. Aku mencintaimu," ungkap Jef kemudian menghujani kening dan pangkal kepala Kimmy dengan sebuah ciuman.


Ia kembali memeluk tubuh Kimmy dengan erat seperti orang yang tidak akan bertemu lagi. Sangat erat. Bahkan Kimmy sampai kesulitan bernapas.


"J-jef..." lirih Kimmy lantaran pria itu begitu erat memeluknya.


Jef langsung melepaskan pelukannya.


"Maaf, sayang. Aku terlalu bahagia dengan semua ini," ucap pria itu.


Lalu ia berjongkok, menekuk kedua lututnya di hadapan Kimmy. Mensejajarkan posisinya dengan perut Kimmy yang masih tampak datar. Kedua tangannya ia lingkarkan ke pinggang tersebut.


"Sehat-sehat di dalam perut ibumu, nak. Ayah dan ibumu menantikan kehadirannya. I love you, sayang..."

__ADS_1


Jef menenggelamkan wajahnya di perut Kimmy, memberi sentuhan ciuman di perut itu cukup lama.


Bersambung...


__ADS_2