
"Assalamu'alaikum..," salam dari seseorang membuat Anelis dan Abellard yang tengah duduk di sofa ruang keluarga menoleh.
"Wa'alaikumussalam..." jawab keduanya.
Pagi ini Azuma kembali ke tempat kediaman mereka untuk bekerja. Azuma, juru masak baru sekaligus bibi menantunya itu untuk ikut duduk bergabung. Azuma sedikit segan, namun itu merupakan permintaan majikannya, jadi ia menurut.
"Ada apa, nyonya?" tanya Azuma dengan wajah menunduk sopan, bagaimana pun wanita itu majikannya.
"Uma, jangan memanggilku dengan sebutan nyonya, lagi! Sebab mulai hari ini kau tidak perlu bekerja lagi untuk kami," ujar Anelis lirih, namun cukup membuat Azuma mendongak karena terkejut.
Melihat ekspresi Azuma yang kurang mengerti akan ucapan istrinya, Abellard segera ikut bicara untuk meluruskan agar tidak ada kesalahpahaman.
"Maksud istriku bukan seperti yang kau pikirkan saat ini, Azuma," sela Abellard seakan tahu apa yang tengah ada di pikiran wanita yang duduk di ujung sofa. "Kau adalah keluarga Kimmy-menantu kami. Itu artinya kau jadi bagian keluarga kami juga. Jadi, bagaimana bisa kami mempekerjakan keluarga kami sendiri?" tutur Abellard.
"Tapi saya butuh uang untuk biaya sekolah putri saya, tuan, nyonya," ujar Azuma mengiba.
__ADS_1
Anelis menusap bahu Azuma seraya tersenyum. Semalam sambil menenami Kimmy tidur, gadis itu bercerita soal keluarganya. Termasuk Azuma yang memiliki dua bocah yang masih kecil. Hal tersebut yang membuat Anelis berpikir agar Azuma tidak usah bekerja lagi di rumahnya. Namun memutuskan sesuatu yang lain.
"Iya, kami tahu, Azuma. Putrimu yang bernama Lexa akan masuk sekolah tahun ini, bukan?" tanya Anelis di angguki oleh wanita itu. "Kimmy sudah menceritakannya semalam," imbuhnya.
"Karena kau masih memiliki dua anak kecil dan kami pun membutuhkan juru masak sepertimu, kami memutuskan bagaimana jika kau tinggal saja di rumah kami bersama putra-putrimu?" tawar Abellard. "Kau di sini bukan berperan sebagai pelayan, melainkan keluarga kami. Dan jangan memanggil kami dengan sebutan tuan dan nyonya, sebab kami bukan majikanmu melainkan keluargamu."
Azuma begitu terharu, mereka sangat baik sekali padanya. Ia bangkit dan langsung bersimpuh di kaki Anelis. Anelis langsung membangunkan Azuma dan memeluknya.
Perhatian mereka teralih pada Kimmy yang sedang merengek menginginkan mangga muda sejak masih di Barcelona. Tapi Jef belum kunjung mengabulkan permintaannya. Hari ini ia juga mengurungkan niatnya pergi ke kantor, dan meminta Cheryl yang meng-handle semuanya.
"Iya, sabar dulu, ya! Aku akan mencari pohon mangganya yang tengah berbuah," ujar Jef berusaha menenangkan.
"Kau mau mangga muda, Kimmy?" tanya Azuma.
Jef dan Kimmy yang berjalan tidak jauh dari sana menghentikan langkah kemudian menoleh.
__ADS_1
"Iya, bibi. Aku ingin Jef mengambil langsung dari pohonnya," jawab bumil.
"Masalahnya aku tidak tahu dimana ada pohon mangga yang sedang berbuah," keluh Jef.
"Kalau begitu kita ke rumah bibi saja. Kebetulan pohon mangga samping rumah sedang berbuah."
Binar kebahagiaan terpancar di wajah Kimmy, ia tidak sabar untuk segera pergi ke rumah bibinya.
"Sungguh?" tanya Kimmy mendapat anggukan dari Azuma.
Anelis dan Abellard ikut lega mendengarnya. Kini Jef tampak gelisah, memikirkan bagaimana cara memanjat pohon.
Bersambung...
...Jangan lupa tinggalkan jejak yaaa. Like, komen, vote, dan kumpulkan koin sebanyak-banyaknya untuk kasih hadiah....
__ADS_1
...Follow akun ig: @wind.rahma...