Dark Wife Mr. JEF

Dark Wife Mr. JEF
Darah Suci


__ADS_3

Pagi harinya.


Kimmy membuka mata, dan mendapati Jef yang tidur di sampingnya tengah melemparkan senyum padanya.


"Selamat pagi.." sapa Jef.


Ia refleks menjauhkan tubuhnya dari sana, lalu meraba permukaan tubuh yang ternyata sudah memakai pakaian piyama.


Kimmy bangun dan terduduk, pikirannya belum sepenuhnya bersinkron dengan kejadian malam tadi, sehingga ia menganggap itu seperti mimpi. Tapi, rasa sakit dan perih di bagian itu seolah menyadarkannya.


Jef ikut bangun dan duduk di samping istrinya. "Kenapa?"


Kimmy menoleh kaget. "Hah?"


Jef tersenyum lalu menarik tubuh Kimmy ke dalam dekapannya. "Jangan pikirkan apapun!"


Kimmy mendongakan wajahnya, pria itu memberinya ciuman singkat di kening. Untuk beberapa saat mereka saling diam.


"Aaawwhh..." Kimmy memekik kesakitan, sekujur tubuhnya terasa sakit sekali.


"Kenapa?" tanya Jef khawatir.


Kimmy menggigit bibir bawahnya berusaha menahan. Melihat tangan Kimmy memegangu area itu, Jef kini paham.


"Tidak usah khawatir, ya. Itu biasa untukmu yang pertama kali. Besok atau lusa sakitnya akan hilang," tutur Jef.


"Selama itu?"

__ADS_1


"Itu sebentar, sayang..."


Lagi-lagi Kimmy terbelalak oleh sebutan itu, tetapi entah kenapa ia suka mendengarnya.


"Aku sudah siapkan air hangat untukmu mandi, jika masih sakit, aku bantu, ya?" tawar Jef.


"Bantu memandikanku?"


Jef mengangguk.


"Tidak, aku bukan jenazah."


Jef terkekeh mendengar jawaban gadis itu. Baru kali ini Kimmy melihat Jef tertawa selebar itu.


"Ya sudah, aku tunggu di sini. Pakaian gantinya ada di sana." Jef menunjuk sebuah lemari berukuran sedang, dimana di sana tersedia beberapa pakaian yang sengaja di simpan. Baik pakaian pria maupun wanita.


"Iya."


***


Pukul tujuh, mereka bersarapan di meja makan. Anelis dan Abellard sudah ada di sana begitu Kimmy dan Jef datang.


"Pagi, Kimmy. Pagi, Jef," sapa Anelis seraya mengoles selai nanas ke atas roti tawar.


"Pagi, ma," sahut keduanya.


Kimmy mencoba menetralisir ekspresi rasa sakitnya agar mertuanya tidak curiga. Ia berusaha mengulas senyum ketika sepasang mata mereka bertemu.

__ADS_1


Sepuluh menit sarapan, Jef dan Kimmy berpamitan. Anelis meminta Jef untuk sering-sering membawa Kimmy ke rumahnya. Jef pun mengiyakannya.


Mobil yang mereka tumpangi pun kini sudah meninggalkan halaman rumah Abellard. Anelis masuk ke dalam, ia berpapasan dengan pelayannya yang tengah membawa keranjang cucian berisi sprei putih yang tergulung.


"Itu sprei kamar mana?" tanya Anelis menghentikan langkah pelayan tersebut.


"Sprei kamar yang di tiduri tuan Jef dan nona Kimmy, nyonya," jawabnya.


"Oh, baguslah jika kamu inisiatif."


"Tuan Jef yang meminta saya untuk segera mencucinya, nyonya," sanggah pelayan.


"Jef?"


"Iya, nyonya."


Anelis sedikit terheran, lalu mengabaikannya begitu saja dengan pergi melanjutkan langkah menuju kamar. Pelayan pun ikut pergi ke belakang.


Ia hendak memasukan sprei tersebut ke dalam mesin cuci, tapi urung ketika melihat ada bercak darah di sana. Pelayan itu terkejut dan hampir melempar sprei itu.


"Darah apa itu?" gumamnya.


Ia tertegun, lalu senyumnya mengembang seraya menahan malu sendiri. Sepertinya ia tahu darah apa itu.


"Hihihi... Darah suci," ujarnya kemudian.


Bersambung...

__ADS_1


...MOHON DUKUNGANNYA MELALUI HADIAH POIN ATAU KOIN, VOTE, LIKE KOMEN DAN TAMBAH KE FAVORIT YA BESTIE...!!!...


...Follow juga instagram aku untuk memperpanjang silaturahmi @wind.rahma...


__ADS_2