
Kimmy masuk ke dalam rumahnya usai di antar pulang oleh suaminya. Baru tiga langkah ia berjalan dari pintu, suara pintu yang di ketuk oleh seseorang membuatnya membalikkan badan. Ia bergegas membuka pintunya kembali.
"Apa lagi, Je-?"
Ia menggantung kalimatnya ketika melihat bukan pria yang ia pikir kembali lagi, melainkan seorang wanita dengan wajah merah padam menahan gejolak amarah.
Plaaakkk...
Sebuah tamparan yang di layangkan oleh wanita tersebut berhasil mendarat mulus di pipi Kimmy. Bukan cuma itu, wanita itu juga mendorong tubuh Kimmy sampai terjatuh.
"Dasar gadis tidak tahu diri!" maki wanita itu dengan amarah yang meluap-luap.
Kimmy mendongakan wajahnya, menatap wanita yang berdiri di hadapannya.
"Kenapa kau marah padaku, kak Belle?" tanya Kimmy tanpa merasa bersalah, kemudian ia bangkit berdiri mensejajarkan tubuhnya.
Belle tersenyum menyeringai. "Kenapa? Kau pikir aku akan diam saja ketika tahu suamiku jalan dan makan siang denganmu, hah?"
"Kenapa kak Belle marah padaku bukan pada Jef? Dia yang mengajakku, aku tidak pernah memintanya. Lagipula, memang apa salahnya jika aku jalan bersamanya? Toh, dia suamiku dan aku juga istrinya," jawab Kimmy tanpa takut.
Kedua bola mata Belle kian memerah. Ia tidak menduga jika Kimmy bisa mengatakan hal itu padanya.
"Kau lupa kalau statusmu itu hanya istri gelap?" ucap Belle penuh penekanan. "Tidak lebih dari itu. Paham?"
__ADS_1
"Ya, aku tahu. Bahkan aku juga tidak melupakan statusku. Tapi kak Belle juga harus ingat, Dark Wife berlaku sebagai status. Bukan berarti aku tidak boleh melakukan aktivitasku dengan Jef," jawab gadis itu.
"Tapi kau sudah melanggar poin kesepakatan yang sudah di buat! Jatahmu bertemu dengan Jef hanya satu kali dalam satu minggu. Dan sekarang kau malah jalan bersamanya bahkan tanpa sepengetahuanku, sialan!"
"Jangankan jalan bersama dan makan siang, tidur sepanjang malam setiap hari pun aku berhak! Sebab aku juga memiliki kewajiban untuk melayaninya!" ucap Kimmy tenang namun cukup membuat Belle naik pitam.
"SIALAAAN..!!"
Belle hendak melayangkan pukulan lagi pada Kimmy, tetapi segera di tangkap oleh gadis itu.
"Jika kak Belle nekad memukulku lagi, maka aku tidak akan segan memberitahu publik soal pernikahan ini!" ancam Kimmy dan itu membuat Belle bungkam seketika.
Sial, berani sekali dia. Tidak! Itu tidak boleh terjadi. Aku tidak ingin kehilangan popularitasku. Aku juga akan kehilangan banyak job untuk itu. Ujar Belle dalam hatinya.
Belle menarik tangannya yang di cekal oleh Kimmy dan bergegas pergi dari sana.
***
"Aaarrghh.."
Belle membanting tasnya ke atas sofa yang ada di kamar. Teriakan itu menarik perhatian Jef yang sedang berada di kamar mandi.
"Ada apa, Belle?"
Tanya seorang pria yang baru saja keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
Belle langsung menghampiri Jef dan menodong pria itu dengan sederet pertanyaan.
"Kenapa kau mengkhianati aku, Jef? Kenapa?"
Belle mengguncang kedua bahu suaminya yang cukup kekar. Sedangkan pemiliknya terlihat begitu tenang.
"Aku tidak pernah mengkhianati siapapun, termasuk kau Belle!" jawab pria itu.
"Lalu apa yang kau lakukan tadi siang bersamanya, hah? Kau melakukan sesuatu tanpa sepengetahuanku, apa itu tidak mengkhianatiku?"
Jef menghela napas berat, sejak kapan Belle menjadi wanita pecemburu seperti ini.
Jef meraih tangan Belle di bahunya, lalu menggenggam kedua tangan itu cukup erat. Matanya menatap manik mata Belle yang di penuhi amarah.
"Dengarkan aku, Belle! Tadi aku tidak sengaja bertemu dengan Kimmy di depan kantorku. Dia berdebat dengan seseorang yang membuat pakaiannya kotor. Dia berniat untuk melamar kerja di kantorku, tapi aku bawa dia dari sana," jelas Jef.
"Lantas kau memberinya pekerjaan di kantormu? Cepat katakan, Jef! Apa benar begitu?" tanya Belle dengan tidak sabar.
"Bahkan aku tidak mengizinkan Kimmy bekerja. Dan karena waktunya sudah menjelang makan siang, aku sekalian mampir saja ke restoran. Memangnya kau mengizinkan jika aku mengantar Kimmy pulang dan sekalian makan siang di sana?"
Belle menggeleng.
"Ya sudah, tidak usah marah-marah. Beristirahatlah!" pinta Jef dan mendapatkan anggukan.
Sebenarnya masih banyak pertanyaan yang ingin Belle lontarkan, tapi ia tak ingin hal itu justru menjadi bumerang baginya.
__ADS_1
Bersambung...