
Seorang wanita tampak senyum-senyum sendiri di sofa kamarnya, kedua bola matanya terfokus pada layar ponsel yang tak terlepas dari genggaman tangan sejak satu jam lalu.
Ia merasa bangga sekali pada dirinya, karena namanya semakin besar. Followers akun Instagram-nya naik drastis. Tetapi kebahagiaan itu lenyap seketika notifikasi pesan masuk ke dalam ponselnya.
Lim:
Film kita sudah selesai, Belle. Minggu depan akan tayang.
Belle langsung menegakkan wajahnya. Kedua matanya memelotot, memastikan jika dirinya tidak salah membaca. Baru saja ia mendapat kebahagiaan karena namanya di sanjung, ia cemas jika hal tersebut akan menjatuhkan namanya dan menghancurkan karirnya.
Belle bangkit dari duduknya dan bergegas melangkah keluar kamar, menuruni anak tangga dengan langkah yang cepat. Ia akan pergi ke tempat rumah produksi Maxjaya Pictures agar wajahnya di sensor ketika tayang. Lagipula, selama ia akting, ia tidak di bayar sepeser pun, karena pencabutan kontrak kerja. Dan ia sudah membayar denda sebesar 1 Milyar pada mereka. Ia tidak ingin lebih di rugikan lagi dari ini.
Belle membuka kunci pintu rumah dan menarik gagang pintu, begitu akan keluar ia tercekat melihat seseorang berdiri di depan pintu tersebut. Hampir saja jantungnya copot karena terkejut.
"Selamat malam, Belle," sapa orang tersebut dengan senyum yang mempeseona.
"Sejak kapan kau kemari dan untuk apa kau kemari?" tanya Belle pada orang itu.
Pria muda itu tersenyum. "Aku yakin, kau pasti akan panik setelah membaca pesan dariku. Maka dari itu, aku mengirim pesan saat aku sudah di depan pintu rumahmu. Dan aku datang kemari karena aku merindukanmu, Belle," terangnya.
"Berhenti mengganggu kehidupanku, Lim!" seru Belle dengan perasaan kesal. Ia pikir setelah hengkang dari film itu membuat hidupnya tenang, tapi justru lebih ruwet dari yang ia bayangkan.
__ADS_1
"Baiklah jika itu maumu, aku akan pergi dari kehidupanmu. Tapi jangan salahkan aku jika semua orang akan tahu aktris besar yang saat ini mereka idolakan dan banggakan ternyata di madu oleh suaminya," ancam Lim, pria itu hendak pergi tapi segera di tahan oleh Belle.
"Jangan macam-macam kau, Lim! Jangan pernah mengatakan pada siapapun tentang apa yang terjadi dengan keluargaku!" pinta Belle merasa terancam.
Lim tersenyum menyeringai. "Aku bisa saja menuruti apa yang kau mau, asal kau pun mau menuruti permintaanku!"
Belle memicingkan matanya, menatap Lim yang menatapnya dengan tatapan sulit di artikan.
"Apa maumu?" tanya Belle dengan sedikit takut.
"ML," jawab pria itu.
Lim terkekeh kecil. "Iya, aku memang sudah gila. Tergila-gila denganmu, Belle," ungkapnya tanpa rasa canggung.
Belle berdecih, bagaimana bisa ia kenal dengan pria seperti Lim.
"Bagaimana, Belle, semua orang tahu latar belakang keluargamu atau bersenang-senang denganku?"
Sebuah pilihan yang tidak bisa Belle pilih salah satunya. Sebab keduanya sangat merugikan bagi dirinya.
Lim merogoh sesuatu dari saku celana jeans yang di kenakannya. Lalu memerlihatkan ke hadapan Belle.
__ADS_1
"Tenang saja, aku akan memakai pengaman! Jadi kau tidak perlu khawatir!" imbuhnya.
Lim menaik nurunkan alisnya, menunggu jawaban dari wanita di hadapannya. Tapi Belle tak kunjung memberinya jawaban.
Akhirnya Lim menerobos masuk dan menutup pintu dengan rapat lalu menguncinya. Satpam yang berjaga di rumah Belle terperangah melihatnya. Tapi ia tidak dapat melakukan apapun selama tuan rumah tidak meminta bantuannya.
"Lepasakan, Lim!" pinta Belle lirih, lantaran takut asisten rumah tangga dan satpam-nya sampai mendengar.
Kedua bola mata pria muda itu sudah tertutup penuh oleh kabut hasrat yang sulit di singkirkan. Ia mendorong tubuh Belle ke atas sofa panjang ruang tamu.
"Jangan, Lim!" Belle menggelengkan kepalanya dengan cepat. Ia hendak bangun dan menghindar, tapi terlambat, pria itu kini sudah mulai menerkanya.
"Mmmhhh..."
Belle berusaha melepaskan pagutan bibirnya yang bertaut dengan bibir Lim, tapi pria itu di buat semakin agresif. Bahkan dorongan tangan Belle seolah sentuhan lembut yang kian membangkitkan gaairraahnya.
"Huaaaccciih..." Suara bersin seorang wanita yang berasal dari dapur menghentikan aksi di antara mereka.
Lim tidak perduli akan hal itu, tapi lihatlah wajah dan tubuh Belle sekarang yang sudah menegang hebat.
Bersambung...
__ADS_1