
Hujan malam ini mengguyur kota dengan begitu deras. Suara guntur bergemuruh dan kilatan petir menyambar membuat sebagian orang memilih untuk segera tidur. Bersembunyi di balik bantal.
Makan malam di rumah Abellard membuat Kimmy tidak tenang. Setiap kali ia akan menyendok nasi ke dalam mulut, suara guntur bergemuruh dengan begitu kerasnya.
Ia pejamkan matanya sekejap, ia menahan suaranya agar tidak sampai berteriak. Paham akan yang di rasakan sang istri, Jef segera mengajak Kimmy untuk pergi ke kamar. Awalnya Anelis bingung, mengapa Jef tiba-tiba mengajak Kimmy untuk cepat-cepat meninggalkan meja makan. Namun ketika Jef memberi tahu jika Kimmy takut akan guntur, wanita paruh baya itu akhirnya mengerti.
"Tidurlah, maka kau akan merasa tenang!" ucap Jef ketika ia membukakan pintu kamar yang akan mereka tiduri.
Kimmy masih berdiam di tempat, seakan menuntut sesuatu dari suaminya.
"Aku temani," kata Jef seolah mengerti kemauan Kimmy.
Gadis itupun tersenyum lega, lalu melipir masuk ke dalam kamar. Di sana, sudah tersedia dua piyama tidur di atas tempat tidur. Pelayan di sana yang menyediakan sesuai perintah Jef.
"Kau bisa mengganti pakaianmu, aku akan pergi ke kamar mandi sebentar."
Kimmy mengangguk. "Terima kasih," ucapnya.
Jef melipir ke kamar mandi yang ada di kamar itu. Sementara Kimmy berjalan dua langkah guna mengambil piyama tidurnya. Baru saja ia akan membuka tali kecil pakaiannya, Jef sudah keluar dari kamar mandi.
Kimmy menoleh dan mendapati pria itu tetap berdiri di sana. Namun tatapan Jef terlihat sedikit aneh. Dua kancing kemejanya juga sengaja di buka sehingga menampakkan dada bidang yang di tumbuhi banyak bulu.
"Jef, bisa kau pergi sebentar? Aku akan mengganti pakaianku," pinta Kimmy segan.
__ADS_1
Pria itu berjalan mendekat dan berdiri tepat di hadapannya. "Kenapa aku harus pergi?"
Melihat kegugupan Kimmy, menciptakan seulas senyum di bibir Jef.
"Tidak usah khawatir, aku akan menutup mata," imbuh pria itu.
Jef duduk di tepi ranjang, lalu ia pejamkan kedua matanya. Setelah memastikan jika Jef benar-benar menutup mata, barulah Kimmy mulai membuka pakaiannya. Belum sempat memakai piyama, listrik padam seiring guntur yang menyambar begitu dahsyat.
Kimmy melompat dan melabuhkan dirinya pada Jef. Suara jeritan seisi rumah pun terdengar sampai ke kamarnya saking paniknya.
"Jef... Aku takut sekali..." Kimmy meringis ketakutan di dalam dekapan suaminya.
Alih-alih menenangkan istrinya, pria itu tampak sedang mengendalikan dirinya. Kimmy memeluknya sebelum memakai pakaian piyama. Gadis itu hanya menggunakan pakian dalam. Sehingga Jef bisa merasakan dengan begitu jelas hangatnya kulit dada Kimmy yang menempel di dada bidangnya.
Sadar akan dirinya, Kimmy segera melepas pelukannya. Ia mendapati Jef menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan. Dari remang-remang cahaya dari kilatan petir ia bisa melihat wajah pria itu.
"Jef, kau kenapa?" tanya Kimmy lirih, namun berhasil membuat Jef merasakan sesuatu bangun dari balik celananya.
Kimmy terbelalak, saat Jef memperdalam ciumannya. Menjelajah lembut, menerobos dalam, dan menikmati setiap inci manisnya bibir mungil Kimmy dengan begitu lincahnya. Kimmy ingin melepas tautan bibirnya, tetapi Jef cukup kuat sehingga Kimmy lemah di bawah cengkereman hasrat Jef yang kini mulai membara.
Tangan kanan Jef menarik tengkuk Kimmy guna memperdalam ciumannya. Sementara tangan yang satunya lagi mulai bergerak liar di dalam cup beha, meremasnya seiring ciuman yang semakin lama semakin ganas. Menciptakan sensasi antara geli dan nikmat di sekujur tubuh Kimmy. Hal tersebut tentunya membuat Kimmy hanyut dalam lautan asmara akibat perbuatannya.
Sekujur tubuh Kimmy membeku dan terasa kaku. Sementara ritme jantungnya berdetak di atas normal dan sulit ia kendalikan. Ia merasa hampir habis sehingga Jef melepas tautan bibir mereka sebentar ketika Kimmy terengah, memberi Kimmy kesempatan untuk menghirup banyak oksigen.
"Jef.."
Panggil Kimmy lirih, gadis itu terlihat belum siap untuk melakukan hal tersebut. Tapi Jef mulai tidak memperdulikan hal itu, justru suara Kimmy terdengar begitu seksi, gairraahnya semakin membesar.
__ADS_1
Pria itu menarik tubuh Kimmy lebih rapat dengan tubuhnya. Lalu kembali menciumi bibir lembut Kimmy. Ia menyeruakkan lidahnya menerobos lebih dalam mulut Kimmy. Gadis itu seakan pasrah dan mulai menerima serangan Jef cukup baik.
Jef meraih tangan Kimmy dan di letakan ke dalam area kepemilikannya. Ia meminta Kimmy untuk meremas sesuatu yang sudah mengeras.
"Lakukan, Kimmy! Lakukan..!" bisik Jef membuat Kimmy merinding.
Sebelum itu, Jef membuka kancing dan resleting celananya. Kemeja yang tadi masih melekat di tubuhnya pun kini sudah di lempar ke sembarang arah. Hanya menyisakan bokser pendek berwarna hitan yang ketat.
Jef menatap Kimmy seakan memberi tahu keinginannya untuk menyatukan diri kian membesar. Dessaahan kecil lolos dari mulut Kimmy yang di ciptakan oleh lummaatan di bagian mput payu daranya tidak bisa lagi menahan gejolak hasrat si Kon yang berdiri meronta-ronta mencari mangsa.
Jef menjatuhkan tubuh Kimmy dan mengungkungnya di bawah tubuh kekarnya. Ia menenggelamkan wajahnya di sisi telinga Kimmy dan membisikan sesuatu di sana.
"Maafkan aku yang ingin meminta hakmu!" ucapnya lirih.
Tanpa menunggu jawaban apapun Jef segera melucuti pakaian yang masih tersisa di tubuh Kimmy, kemudian membuka boksernya sampai mereka bertellanjaang bulat.
Hujan di luar jendela terasa semakin deras saja. Kilatan cahaya petir kerap kali muncul sehingga Kimmy bisa melihat dengan jelas Kon milik Jef yang tengah mengacung tegak dan keras.
Jef kembali memainkan ciuman panas dan lebih ganas lagi. Gaairrah nya kian bergejolak, remasan yang semula lembut kian kasar. Hal tersebut membuat kini mendesah berat.
"Aaahh.. Jefhhh.."
Errangan itu semakin membuat Jef tidak sabar untuk meloloskan Kon nya pada daerah milik Kimmy. Ia mulai menempelkan si Kon ke lubang kenikmatan yang hendak ia capai.
Kimmy merasakan sesuatu memaksa masuk ke dalam area yang masih sangat sempit, ia meringis sakit yang amat dahsyat.
"Aaawwhhhhh..."
__ADS_1
Dessaahan Kimmy menggelitik indra pendengarannya, menambah sepercik kehausan akan gelora asmara yang akan mereka mainkan.
Bersambung...